JUAL GANJA ONLINE

Ada Stok GANJA
Menjual GANJA ACEH
Untuk Pengobatan Herbal di:
http://toko-ganja.blogspot.co.id

diaper cakes
.

Pages

Selasa, 11 November 2014

Ahwat Kampus Jilbaber





Hujan turun deras sekali penglihatan sedikit kabur karena kaca mobil tertutup embun yang menempel dikaca depan. AC kunyalakan walaupun udara terasa dingin menusuk tulang. Saat itu sudah jam 7.30 pagi jadi sudah tak mungkin lagi menunda untuk berangkat kekantor apalagi jam 8.00 ada janji meeting dengan client. Mobil kujalankan pelan dan hati hati, maklum jalan didepan rumah tidak begitu lebar. 

Dari rumah ke jalan raya tidaklah begitu jauh setelah satu tikungan kekiri maka akan kelihatan sebuah kaca spion besar warna merah diperempatan jalan dan itulah jalan raya yang akan membawa arah perjalananku menuju kantor. Persis ditikungan sebelah kiri didepan sebuah wartel seseorang melambaikan tangan meminta aku berhenti untuk minta tumpangan. Aku tidak bisa melihat dengan jelas wajahnya karena terhalang hujan yang sangat deras, tetapi mengenakan jilbab lebar warna putih yang berkibar-kibar tertiup angin.Sekilas nampak wajahnya sangat cantik,kulit kuning tinggi semampai. Mobil kupelankan, dan tanpa tunggu aba aba lagi dia lansung membuka pintu depan dan duduk disebelahku.

� ma�af Om saya kehujanan, dari tadi nunggu angkot penuh melulu ya dari pada terlambat terpaksa mobil Om ku stop, sorry ya Om �. Dia berkata polos sambil mengibaskan jilbabnya yang basah kuyup kena air hujan.

Saat dia membetulkan jilbabnya di bagian depan,sekilas tanpa sengaja lehernya dan tengkuknya kelihatan, putih bersih .. dan ditumbuhi rambut rambut halus yang mebentuk satu garis lurus ditengahnya.

� Ngak apa apa kok, memang hujan hujan begini angkotnya jadi sulit, apalagi diujung jalan sana biasanya kan banjir, jadi sopir angkot jadi enggan lewat sini�. Aku menjawab seadanya sambil kembali konsentrasi melihat jalan yang sudah digenangi air hujan.

� Om kantornya dimana ? � dia memecah kesunyian. � Di daerah kuningan, memangnya kamu habis pulang kuliah nih? dimana ? � aku bertanya sambil melirik wajahnya. Wow rupanya seorang bidadari muda sedang duduk disebelahku, wajahnya sungguh cantik. Bibirnya tipis kemerahan, hidungnya runcing dan mancung sedangkan alis matanya hitam melengkung tipis diatas matanya yang bulat bersinar.Terhias oleh kerudung putih bersih, mengenakan jubah atau baju panjang terusan sampai mata kaki.

Dalam hati aku bertanya- tanya..wah..seperti apa nih tubuhnya kalo telanjang? Aku sedikit gugup dan kehilangan konsentrasi, mobil tiba tiba memasuki genangan air yang cukup dalam. Air terbelah dua dan muncrat kepinggir seperti gulungan ombak pantai selatan. � Hati hati Om, banyak genangan dan licin! Kita bisa slip nih � dia mengingatkan sambil menepuk pundakku. � I I I ii ya � jawabku sedikit tergagap. � Kamu kuliah di dimana ? � ku ulangi pertanyaan yang belum dia jawab sekedar menghilangkan rasa kaget dan gugup yang datang tiba tiba. Perempuan memang maKhluk yang luar biasa, aku sudah terbiasa menghadapi banyak ragam perempuan, mulai dari yang centil di karaoke, yang kenes di bar-bar sampai mantan pacar dirumah, tetapi kok aku tiba tiba seperti menjadi seperti seekor tikus di incar kucing dihadapan seorang gadis berjilbab.Maklum�aku tak biasa bergaul dengan wanita berjilbab,terlebih mahasiswa seperti gadis di sampingku sekarang ini.

Sebab menurut pengetahuanku,gadis berjilbab adalah gadis suci yang alim,bersih,dan tak ternoda. Aku merasa kehilangan bahan pembicaraan , padahal dikantor aku terkenal tukang bikin ketawa dengan omonganku yang suka ngelantur. � Di .. � dia menyebutkan sebuah Universitas di kota Yogya ini. didaerah Yogya Utara. � O, kalau begitu kamu bisa ikut sampai deket kaliurang nih, nanti tinggal nyambung naik metromini � Rasa gugupku mulai hilang, pengalaman sebagai tukang cipoak berhasil mengontrol dan mengembalikan rasa percaya diriku. � Makasih Om, kalau sudah sampai situ sih , jalan kaki juga ngak jauh kok � E ngomong ngomong kamu tinggal dimana sih, kok rasanya saya ngak pernah lihat kamu selama ini �. � Terang aja ngak pernah Om, orang aku baru pindah kok � Dulu aku sekolah di Kudus sama Ibu,tapi karena keterima kuliah di Yogya,,aKhirnya kami pindahj ke Yogya� dia terdiam dan kelihatan wajahnya seperti menyembunyikan sesuatu, apalagi aku dan dia sama sekali belum berkenalan. � Oh .. pantas aja dong, e ee nama mu siapa � aku bertanya tiba tiba agar dia tidak merasa jengah karena aku tau dia tidak mau meneruskan cerita tentang masa lalunya di Kudus sana. � Nurul Om, Nurul Khomsiyah.�sesekali ia mengusap wajahnya yg masih basah kedinginan, sambil sesekali menarik baju panjangnya agar tak menempel dan mencetak bentuk tubuhnya. �Wah itu betul betul sebuah nama yang pas buat kamu � aku mulai melepaskan tembakan pertama sambil tersenyum semanis mungkin, ha ha ha ha ha awas ada semut. � Ah.. Om bisa aja � dia menjawab sambil tersipu. Woooooouuuuu .

Hatiku meronta melihat rona pipinya yang tiba tiba memerah bak awan senja diufuk barat � Awan diufuk barat merah apa kuning ya !!!!! sebodoh amatlah .. � Tolong ambilkan uang di box dibawah tape itu Khom, buat kasih pengamen. Dia menundukkan badan untuk menjangkau uang dalam didalam box , aku melirik kekiri, tiba tiba pemandangan indah terbentang disela sela jilbab panjangnya,tersingkap sehingga keliatan agak membuka kerah bajunya. BH ukuran sedang terisi dengan sempurna oleh gelembung payudara yang kelihatan tambah putih dibalik baju muslimahnya � Yang ini Om oup � tiba tiba dia menyadari aku sedang menatap kedua payudaranya yang kelihatan jelas dari balik kancing baju yang terbuka diurutan paling atas. � Ma af, . iya yang itu.. yang lima ribuan � aku menjawab sambil memalingkan muka dan lansung menginjak rem karena mobil didepan berhenti tiba tiba. Tangan kanannya yang tadinya akan menutup kerah baju tiba tiba menggapai sesuatu untuk pegangan agar dia tidak terantuk ke dashboard mobil yang kurem secara mendadak. Kali ini dia berteriak kecil � Ma af Om a aa aaku ngak sengaja � tiba tiba dia menutup muka dengan kedua tangannya karena malu dan jengah, soalnya sewaktu mencari tempat berpegangan tadi, tangannya masuk kesela sela pahaku dan dia memegang sesuatu yang sedang bergerak tumbuh menjadi keras nun dibalik cd ku.

Aku merasakan hentakan yang luar biasa keluar dari pangkal pahaku menjalar ke batang penis dan terus bergerak bagai kilat ke arah kepalanya, gerakan itu begitu dahsyat dan tiba tiba akibat terpegang oleh tangan halus gadis berjilbab ini.Jilbab lebar warna putih,sepadan dengan jubah muslimah warna biru tua kembang2,wow�cantik nian gadis ini. Ruisleting celana ku seperti didorong sesuatu sehingga menonjol runcing kedepan dan hapir mentok di stir mobil. Alah mak. Jan kepalaku atas bawah berdenyut kencang, tetapi klakson mobil dibelakang mengejutkan aku agar segera memberi jalan. � Oi .., pacaran jangan di jalan, no pergi ke Kaliurang� sisopir mengumpat sambil menyebutkan sebuah nama pantai yang terkenal sebagai surganya mobil goyang. Itu adalah awal perkenalanku dengan Khomsiyah, gadis Kudus mahasiswi semester 2 di Yogya ini. Semenjak itu hampir tiap pagi Khomsiyah dengan setia menunggu didepan wartel untuk berangkat bareng dengan mobilku.Wajahnya yang teramat cantik dihias jilbab yang kadang berkibar,menanbah pesona dan kecantikannya.

Kami mulai bercerita tentang keadaan masing masing, rupanya dia pindah ke Yogya ikut pamannya karena orang tuanya bercerai dan Ibunya tidak sanggup membiayai sekolahnya. Di Jakarta dia hidup sangat prihatin, maklum tinggal dengan orang lain walaupun dia paman sendiri tetapi tentu saja sipaman akan lebih memperhatikan kepentingan anak serta istKhomya terlebih dahulu sebelum buat si Khomsiyah.Hampir tiap hari dia hanya dibekali uang yang hanya cukup buat ongkos angkot sedangkan buat jajan dan lain lain adalah suatu kemewahan kalau memang lagi ada. Tugasku sebagai salah satu manager dengan bisa kutinggalkan 1 atau 2 jam toh ada sekretaris yang ngurusin. Aku juga tidak menegerti kenapa Khomsiyah jadi begitu dekat denganku, kami jalan bersama, nonton makan dan adakalanya dia minta dibeliin sesuatu, seperti baju ataupun parfum. Tetapi itu tidak terlalu seKhomg yang paling dia harapkan dari aku adalah perhatian karena pernah satu hari dia terus terang bicara. � Om maaf ya kalau 2 minggu kemaren Khom ngak nemui Om dan juga sama sekali ngak ngasih kabar � dia berhenti sejenak sambil menatap aku, saat itu kami sedang berjalan dipantai parangtritis, dia memegang erat lenganku sambil menyandarkan kepalanya.Tanpa dia sadari tangan kiriku sudah berulangkali menyentuh ujung payudaranya apalagi ketika dia semakin erat merangkul. Payudara itu begitu kenyal,walah terhalang jilbab dan terbungkus jubah panjang muslimahnya, dan kelelakianku tiba tiba mulai terusik. � Memangnya ada apa � aku menjawab sambil mengajak dia duduk disebuah bangku tembok dibawah pohon kelapa. � Tadinya Khomsiyah sudah mau berhenti kuliah habisnya uang udah 2 bulan tidak dikirim,dan buat beli buku juga ngak punya �. Dia merenung sambil memandang jauh ketengah laut yang ditaburi kerlap kerlip lampu nelayan dan sesekali kelihatan lampu pesawat yang hendak turun di bandara adisucipto. � O .. itu masalahnya, lantas kenapa kamu ngak ngomong aja sama Om � � Ngak enak Om, ntar dikirain saya matre lagi..� dia menjawab sambil tersenyum. � Khom� gini aja deh, kamu kan udah tau kalau Om mau Bantu kamu, tapi kalau kamu ngak bilang,.. ya terang aja Om ngak tau ! iya yoh ? �� Makasih Om .. terus terang memang Khom mau minta tolong Om untuk yang satu ini. Om ngak usah mikiKhom mau Bantu yang lain deh, tapi aku akan berterimakasih sekali kalau Om bisa menyelamatkan kuliahku itu aja.�

Dia tertunduk, wajahnya begitu sendu dan sorot matanya hampa tanpa gairah. Aku begitu terenyuh melihat seorang Nurul Khomsiyah,gadis cantik berjilab yang hari haKhomya seharusnya dihiasi oleh tawa ceria dan penuh optimisme ternyata harus menanggung beban demikian berat. � Oup .� Khom berteriak kecil karena kaget ketika wajahnya kutiup untuk memutus siklus lamunannya. � Om nakal ya.. � dia menepuk bahuku dengan mesra dan aKhirnya malah memeluk aku. Bau harum tubuhnya memenuhi rongga hidungku dan membangkitkan keinginan untuk balas memeluknya. Kuraih bahu kiKhomya kurebah kan dia dia atas kedua pahaku, dia sedikit kaget, ingin menolak tetapi itu terjadi demikian cepatnya. AKhirnya Khomsiyah meraih tangan kiriku dan entah sengaja atu tidak tanganku didekap erat didadanya. Oooooooh lembutnya daging itu, payudara muda yang masih segar dan ranum telah mengalirkan sensasi elektrik ribuan vol kesekujur tubuhku. Aku yakin Khomsiyah merasakan sesuatu yang bergerak menyentuh punggungnya, karena posisi tidurnya persis tepat di atas batang penisku. Aku tahu itu karea Khomsiyah berusaha mengangkat pungungnya untuk kembali duduk dan wajahnya kelihatan memerahmalu. Tapi dengan lembut gerakan duduknya kutahan dengan menekan dadanya.

� Khom udah tidur aja nih Om kipasin biar ngak gerah� aku hanya sekedar bicara karena jujur aja otakku sudah ditaburi bayangan lain yang lebih seru. Tapi kuyakinkan diriku � Ini si Khomsiyah yang sama sekali belum berpengalaman, sedikit saja kamu salah langkah akan bubar semuanya . Sabar .sabar, gunung ngak usah dikejar emang dia ngak pernah lari kok�. Dia kembali tidur dipangkuanku dan sekarang dia malah membiarkan tanganku menelusup ke balik jilbab putihnya,menekan ke dua payudaranya. Kulihat nafasnya mulai tidak beraturan ketika pelan pelan tanganku bersentuhan dengan pucuk payudaranya. Ini adalah pengalaman pertama buat payudaranya disentuh tubuh laki laki. Walaupun itu hanya dari balik baju dan BH, tetapi buat Khjomsiyah,gadis berjilbabyg alim ini yang baru pertama merasakan, sudah membuat dia sulit bernafas karena mulai terangsang. � Khom kita pulang yok , udah jam 8 nanti pamanmu bingung dan lapor i�. Kataku sambil bercanda. � Nati aja Om. bentar lagi, Khom masih ingin disini 2 jam lagi.� dia makin erat memelukku. � Oupt besok besok kita bisa jalan kesini lagi, tapi kalau kamu dimarahin karena terlambat pulang, ya.. kita akan kesulitan untuk jalan jalan lagi.�. aku berkata sambil mebangunkan Khomsiyah dari pangkuanku. � Ok deh Om. � dan secepat kilat dia mengecup pipiku aku hanya bisa terdiam kaget, karena ngak nyangka. Persis kayak kagetnya Bush ketika WTC di bom Alqaedah.

� Lho kok bengong Om katanya mo pulang ayo � Khomasiyah menarik tanganku. � Ayok � kami berjalan berdekapan. Hari berlalu, hari itu hari Jumat dan Khomsiyah memberitahuku agar aku menemuinya di tempat biasa kami ketemu, disebuah wartel dibawah kantorku jam 4 sore.Aku sampai disitu persis jam 4, tapi aku ngak lihat batang hidungnya si Khomsiyah, tiba tiba ada bisikan lembut dibelakang kupingku. � Surprise. � aku sempat ngak percaya dengan apa yang kulihat. Seorang wanita cantik berjilbab dengan rok panjang warna hitam,berjilbab merah muda, berkaos ketat, berdiri didepanku. Pahanya yang panjang dan mulus terlihat jelas dibalik balutan rok panjangnya. Disela pahanya tergambar jelas belahan kewanitaan yang belum pernah tersentuh laki laki. Kaos ketat mempertegas beberadaan dua gunung kembar didadanya, sedangkan bagian bawah kaos yang sedikit pendek memperlihatkan kulit putih, bersih dan dihiasi sebuah tahi lalat kecil tepat di bawah pusar . Oh . Sungguh pemandangan yang indah dan langka.Gadis cantik berjilbab namun�.wow sexy sekali..I like it..!!! � Jangan ngliatin gitu dong Om.! emangnya ngak pernah lihat orang pakai cantik?� Sorry, Khom .. kamu luar biasa, membuat Om jadi linglung �.� Ah jangan ngerayu ah� � Ngak kok, hei kenapa tiba tiba kamu tampil beda begini ?� aku bertanya sambil menggamit tangannya untuk mencari tempat duduk. � E h e m.ada yang lupa rupanya, hari Ini ulang tahun yang ke 23 lho�.� Eh ingat kita lagi di wartel. tuh lihat tuh orang orang pada mandangin kamu.�" Sorry lah .. , habisnya hanya dengan Om aku bisa berbagi rasa jadi jangan salahkan daku kalau ngak bisa nahan diri�.� Khom , ngak enak dilihatin tuh � aku berlagak alim lah dikit. � Justru karena banyak yang lihatin Khomsiyah brani nyium Om, kalau ditempat yang sepi .. wah bisa bahaya dong.

Dia mencubit hidungku dengan gemas.Aku bisa menduga isi fikiran orang orang disekitar kami � Lha ini bapak sama anak atau Om sama ..pacar mudanya ya !� Mereka ngak salah, Khomsiyah adalah seorang gadis cantik yang sedang mekar, sedangkan aku adalah laki laki � Tua sih belum tapi muda udah lewat � ibarat mangga udah mengkal kata orang Betawi , udah ngak enak dirujak. Tapi waktu, tempat dan kesempatan mempertemukan kami sehingga membuat kehidupan saling mengisi dan malah sudah saling membutuhkan. Aku butuh semangat dan gairah muda yang berkobar dari Khomsiyah sedangkan dia butuh tempat berlindung yang kokoh dan teduh dari aku.. klop deeeeh. � Hei jangan nglamun � Khomsiyah mencubit pahaku ketika pelayan sudah berdiri tepat didepanku tapi aku tidak menghiraukannya.

Kami masuk ke warung cafe sebelah,danh oh oh iya Mbak .es jeruk buat aku dan klapa kopyor itu buat dia � aku memberitahu mbak pelayan sambil menunjuk Khiomsiyah. � Om . Kalau kali ini Khom minta sesuatu boleh ngak ! � � Kenapa tidakkalau Om sanggup pasti Om kabulkan� � Sebetulnya Khomsiyah mau memberikan satu hadiah spe buat Om tapi sebelumnya Khomsiyah minta sesuatu dulu gimana Om ?�.� Ok ngak masalah�,. Jawab ku sambil mempersilahkan dia minum. � Khom tau kok, Om ngak pernah mau ngerayain HUT Om , tapi kali ini Khom minta sebagai hadih juga buat Khom kita rayain ya ! �. Kulihat wajahnya sangat berharap. Betul sekali, aku mamang paling ngak suka dengan yang namanya pesta HUT gitu, jadi wajar saja kalau aku lupa hari itu aku sebetulnya ulang tahun,yang ternyata bersamaan dengan ulanmg tahun Khomsiyah. � Well kita mau ngerayain seperti apa, dimana degan siapa aja Khom ? � � Maksud Khom kita rayain berdua aja, gimana kalau kita cari tempat yang jauh dari keramayan agar lebih leluasa ? kayak dipantai gitu ! � belum sempat kujawab Khomsiyah sudah ngrocos lagi.� Jangan kawatir, Khomsiyah tadi udah pamit mau nginap dirumah teman sama paman � Dia seperti bisa membaca jalan fikiranku. � OK apa kita mau ke Parangtritis� Jangan Om disana terlalu ramai, Khomsiyah ingin ke Kaliurang.

Setelah telpon kerumah memberitahukan bahwa aku ada rapat dinas, maka kami lansung tancap gas ke Kaliurang. Disitu ada sebuah hotel yang memang sudah tidak terlalu bagus lagi karena termakan usia, tetapi sangat strategis, tempatnya dipinggir jalan raya .Setelah mandi, Khosiyah tidak lagi paklai jean ketat, tetapi rupanya dia sudah siap dengan baju panjangh muslimahnya,lengkap dengan jilbab lebar warna ungu�wow cantik nian gadis ini tidur putih setengah transparan sehingga lekuk tubuh dan tonjolan dadanya begitu jelas. � Khom Om masih penasaran kamu mau ngasih hadiah spe apa sih sama Om � aku bertanya sambil telentang ditempat tidur.� Nanti ajadeh.. Om pasti bakal tau juga � Khom merebahkan diri disamping kanan ku.Tiba tiba kami saling menghadap sehingga wajah kami hampir bersentuhan.

Aroma nafasnya menerpa hidungku dan bau mulutnya yang wangi membuat gelora hasratku terpancing.Bibir gadis berjilbab ini sangaty mungilsan sensual. Kulingkarkan tangan kiriku ketubuhnya, dia diam dan malah memejamkan matanya. Pelan tapi pasti bibirku menyentuh bibir Khom dengan lembut. Khomsiyah seperti tersentak tiba tiba. Tubuhnya sedikit mengigil dan nafasnya jadi memburu. Kuhentikan gerakan bibirku persis diantara kedua bibir nya, ujung lidahku kudorong keluar sedikit demi sedikit dan bibir Ranum itu mulai kujilati dengan penuh perasaan.Aku sengaja mengontrol gerakan dan keinginan ku sedemikian rupa agar ia dapat merasakan suatu sensasi kelembutan yang membuai dan akan membuat dia terhanyut dalam kenikmatan.�Tubuhnya bergetar dan posisi tidurnya tidak lagi menghadap aku tetapi bergerak telentang dalam dekapanku. �Aku segera mengecup kupingnya yg masih tertutup jilbab,sambil pelan2 tanganku menelusup ke balik jilbabnya..mencapai lehernya..mengecup kulit putih tepat leher jenjang itu.Ia mengerang � Om. geli bulu ��� Ngak papa Khom� � aku menjawab sambil terus mengerakkan bibir dan lidahku meluncur di lehernya yang jenjang. Leher mulus itu kujilat dengan lembut dan pelan, terus turun.. turun dan Ouh..Baju muslimahnya tiba tiba terbuka dibagian dadanya, buah dada itu begitu ranum, kulitnya putih dan halus, disekitar putingnya berwarna coklat kemerahan, ditumbuhi bintik bintik putih halus melingkar memagari ptuing susunya yang kehitaman dan sudah berdiri egak.

Sungguh satu pemandangan yang sangat indah melihat payudara gadis berjilbab dan baru pertama mengalami ransangan sexual. Bentuknya masih bulat dan padat mebuat aku tidak sanggup lagi menahan diri. Putting muda itu kuhisap dengan lembut dan tubuh ia kembali bergetar . � Oooouhhhhh Om.. ngak tahan Om.� � Ngak tahan apanya � Ngak tau Om. ngak tahan aja � Kalau Khomi ngerasa sesuatu ikutin aja � aku berkata sambil memutarkan jempol dan telunjukku keputing susunya. � Om.. terus Om. � � Iya Khom.Tanganku makin jauh menelusup ke dalam BH di balik baju muslimahnya.Khom�.Semua pakaian Khom kulucuti �jilbab lebar kulepaskan pelan2..baju muslimahnyapun aku lepaskan dengan sangat hatiu2�begitu juga aku..kubuka opakaianku.., kami sekarang telanjang lonjong eh ..bulat. Tubuh putih polos gadis berjilabb sekarang terhidang pasrah dihadapanku. Sementara penisku sudah mulai teler mengeluarkan cairan putih bening pertanda siap tempur.Ia kembali kudekap dengan pelan, penisku kutempatkan persis ditengah belahan vagina � Ouuuuuuuuuuuuh Om.. Khom jadi basah Om..� � Iya sayang .. Om Juga � Kugerakkan pinggulku turun naik penuh irama , pelan pelan penisku menyentuh clitoris Khomsiyah.. � A aaa duh Om..�

Cengkraman tanga Khomsiyah seperti mau merobek kulit punggungku. Dia mulai teransang dengan hebatnya, matanya sayu dan redup, bibirnya merekah setengah terbuka dan basah oleh hasrat kewanitaan yang minta dipuasi.

Sementara aku mulai merasakan cairan panas mengaliri batang penisku, itu adalah cairan vagina Khom yang keluar bagaikan mata air pegunungan sukabumi., kental dan licin. Kedua tanganku mulai membelai payudara nya,kubelai-belai susu kenyal itu, denga gerakan melingkar bawah keatas dan beraKhir diputingnya yang tegak berdiri. Aku menyadari ini belumlah saat yang tepat untuk melakukan penetrasi, gadis berjilbasb ini harus diberi kenikmatan puncak senggama dengan cara lain, setelah nikmat klimaks itu dia cicipi buat pertama kali didalam hidupnya, barulah hal itu akan kulakukan. Pelan pelan kedua kaki Khomsiyah kudorong kepinggir, sekarang vagina nya terbentang jelas dihadapan penisku. Bulunya sedikit kepirangan ( ngak pernah disampoin kali ) tepat diatas clitorisnya bulu tersebut membentuk lingkaran kecil seakan disiapkan buat tempat pendaratan lidahku.Aku sudah mau menjilat clitoris itu sambil menunduk tapi tiba tiba � Om jangan dijilat ya Khom pasti ngak tahan, kata teman teman kalau vagina dijilat, Khom pasti lansung klimaks.

. oooouuuuuuh padahal Khom masih kepingin lebih lama ngerasain seperti ini. � Ku urungkan niat untuk menjilat vagina yang sudah terbuka lebar tersebut. Kulit diseputar vagina itu putih dan bersih, sementara ketika bibir vagima kusibak dengan jariku, kelihatan warna merah membayang dipinggir bibir dan lubang vagina yang sekarang telah dipenuhi cairan putih bening nan wangi. Kakinya kuangkat lebih tinggi dan sedikit mengangkan sehingga bibir vagina Khomsiyah betul betul terbuka menantang penisku. � Khosiyah sayaang� kita peting aja dulu ya.� �Peting itu apa Om..� � Nih . begini nih � Batang penisku kuletakkan persis ditengan tengah bibir vagina Khom dan dengan gerakkan turun naik yang berirama penisku mulai menggosok bibir vagina dan clitoris /Aku merasakan tangan Khomsiyah mulai menekan pinggulku agar batang penisku lebih erat menepel di vaginanya. Gerakkanku semakin cepat dan pingul Khom mulai turn naik seirama tarian dangdut penisku. Lendir vagina Khom semakin banyak membuat penisku dengan leluasa bergerek didekapan vaginanya. Akibat licin dan hangat, serta sensasi clitoris yang tersentuh oleh ujung penisku, aku mulai merasakan gerakan sperma menyeruak ingin menyemprot, kukendalikan diri agar airbah sperma ku jangan tumpah duluan sebelum Khom dapat kupuaskan.

� Oooooooooooommmmmm Khom ngerasa melayang.dan ooooouuuuuh ada yang mendesak dari bawah vaginaku. Ohhhh apa ini kok rasanya seperti ini. Ooooooooooooooommm ngak tahan..Om tolong gosokkan penisnya yang kencang�ooooooooooouhhhhhhhhhhh dia datang ouhhhhhhhhh.. Sebelum Khomsiyah terkulai lemas karena klimaks pertamanya, akupun merasakan gerakan sperma yang tiba tiba kuat menekan dari sela sela kedua torpedoku, terus meniti batang, terus kebagian kepala dan � oooooooooooooooooOOOOOOOOuuuu sekarang tepat diujung penis OOOuuhhhh ..

Khomsiyah..Ommmmmmmmmmmmmm lepassssssssssssssssssssssssayang. Spermaku muncrat menyirami pusar Khomsiyah yang putih bersih, sperma itu begitu kental seperti ingus yang udah mingguan nginap dihidung., diam dan sama sekali tidak meleleh ke bawah, sekalipun dia dipinggir perut Khomsiyah yang telah tertidur pulas. Jam 12 malam kami terbangun karena lapar, tetapi sebelum bangun tiba tiba aku menyentuh payudara Khomsiyah. Akibatnya Ruar biaa.sa . Khomsiyah lansung teransang dan mencium bibirku penuh semangat. Tak ada pilihan lain biarkan perut menunggu sebentar, toh yang bibawah perut juga kelaparan. Ciuman Khomsiyah kusambut dengan hangat, pelan tapi pasti pergumulan kembali terulang, remas berbalas remas, kecup dibalas kecup, jilat dibayar jilat, dan itulah yang saat ini sedang aku lakukan.

Vagina nya kusibak dengan jariku, ujung lidahku menerobos dengan lembut menuju clitorisnya. Clitoris itu kuhisap bagaikan menghisap puncak es cream, lembut, pelan dan sedikit dijilat dengan ujung lidah. Dengan gerakan tiba tiba ia mebalikkan tubuhku sehingga dia sekarang mengangkangi kepala ku dengan vaginanya dan multnya persis berada didepan penisku. Bibir yang lembut dan basah kurasakan menyentuh lubang kecil diujung penisku� OOOuuhhh jilat terus sayang�� �I yyyyyyy aaaaaaaaaa Om tapi Om jangan diam dong� Aku lupa dengan tugasku karena keasyikan dihisap Lidahku kembali beraksi, kali ini sedikit menerobos kedalam vagina karena posisi ku tepat dibawahnya.

Khomsiyah menggelinjang hebat.. pahanya makin menjepit mukaku, tapi hisapan dan kulumannya dipenisku juga semakin kencang. Kupikir inilah saat nya keperawanan Khomsiyah harus kuambil. Dengan klimaks yang dia rasakan ditambah dengan ransangan yang saat ini dia alami, maka penetrasi pertama ku kedalam vagina kukira tidak akan membuat dia kesakitan. Posisi kurubah, sekarang Khomsiyah telentang tepat dibawahku, kulihat bibirnya masih berlepotan ciran bening penisku, dia mejilat sudut bibirnya dan cairan itupun besih menghilang.

Kakinya terentang membuat posisi vaginanya jelas terbuka, pelan pelan kutempatkan ujung penisku dilubang vagina Khomsiyah tetapi aku masih dian. Aku ingin dia merasakan sensasi dan getaran hangat dari ujung penisku. � Oooooom ayo dong�, Khomsiyah menyodorkan payudara kiKhomya untuk kuhisap � Mmmmm . � aku lansug menghisapnya, tubuh Khom kembali bergetar hebat dan tanpa dia sadari. Ujung runcing penisku pelan pelan telah membuka jalan masuk ke vaginanya. � Ommmm .. perih� Khomsiyah mendekapku ketika batang penisku telah hampir separuh jalan menuju singasananya. Dinding vagina Khom yang masih perawan terasa menjepit dan menahan gerakan maju penisku, itu mungkin yang mambuat dia merasa sedikit perih. Kutarik penis ku dengan pelan, ujungnya kuarahkan ke Clitorisnya.

Dengan gerakan mencongkel yang lembut ujung penisku beradu dengan clitorisnya. �oooouuuuuuuuOOOOOOOOOO!!!!!, Om aku angak tahan..� �Oh ouhhhh masuk semua ya Om..! rasanya sesak sekali.�

� Masih perih saying �.� kataku berbisik dikupingnya

� Ngak papa OOOmmmm terus aja� � Nih . OOOOM tusuk ya..� � Iya OOOOOOOOOOOm ,.. yang dalam Ommmmmmmmm .� � Iya.. Om udah masuk semua nih, Khomsiyah..Khomsiyah.. ???oh Khom�. terimaksih ya � Sungguh nikmat sekali saya�..ng� � Iya O�..m ini hadiah istimewa dari Khom. �Ohhhhhhhhhh Om�.. Khom ngak tahan .terus Om. yang kencang Om�. Ohhh iya Ommmmmmmmm terus . kayak itu ..aja Ouhhhhhhhhh
Share:

Senin, 10 November 2014

Yuki Kato XXX : gara-gara nyontek






PERHATIAN!!!
Cerita berikut mengandung unsur seksual, jadi bagi yang tidak suka atau merasa di bawah umur harap tinggalkan segera� Penulis tidak bertanggung jawab atas apa yang terjadi setelah membaca cerita ini� Cerita ini hanyalah FIKTIF�

Yuki Kato (17 tahun) adalah seorang pemain sinetron muda Indonesia berdarah Jawa-Jepang. Ia memiliki kecantikan yang khas antara oriental dan lokal, kulit yang putih, serta badan yang proporsional dengan tinggi 160cm dan berat 35kg. Rambutnya pun panjang, hitam, sedikit ikal dan tergerai dengan indah. Namanya mulai dikenal setelah membintangi sinetron �Primata Cantik� produksi Starvision. Selain menjadi pemeran utama dalam sinetron Heart Series dan My Love, Yuki juga bermain bersama Raffi Ahmad dan Laudya Chintya Bella dalam Jodoh Arietta berperan sebagai adik Raffi. Dan pada tahun 2010 Yuki membintangi sinetron yang berjudul Arti Sahabat. Di sini ia digosipkan terlibat cinta lokasi dengan rekan seprofesinya, Steven William, namun Yuki masih belum melangkah lebih jauh selain berteman dekat dengan aktor muda itu.Sebagai artis, tentunya banyak teman-teman pria di sekolahnya yang selama ini mencoba untuk mendekati dan menjadikannya pacar. Namun Yuki memang sangat pemilih dalam hal ini karena kesibukannya membuat ia sering kali tidak sempat memikirkan untuk pacaran. Karena itu pula, sekolahnya kadang menjadi terbengkalai. Sampai-sampai saat ujian dia tidak sempat belajar akibat syuting sinetron kejar tayang. Akibatnya dia pun berpikir untuk mengambil jalan pintas, menyontek, sesuatu penyakit kronis para anak sekolahan. Malam itu sebelum ujian, dia membuat kertas contekan. Keesokan harinya, saat ujian, dengan perlahan-lahan dan jantung berdebar-debar, Yuki membuka kertas contekan tersebut. Guru pengawas saat itu adalah Pak Dodo, merupakan guru olahraga di sekolahnya. Pak Dodo terkenal sebagai �guru killer� di sekolah itu, tak jarang murid-murid di sana di hukum dengan sangat kejam apabila berbuat kenakalan. Pak Dodo berwajah seperti Tarzan Srimulat. Walaupun sudah berumur 50an, tubuhnya tetap tegap bak prajurit karena sering berolahraga. Tanpa di sadari oleh Yuki, Pak Dodo melihat perbuatannya yang mencontek saat ujian. Tapi bukannya menegur, Pak Dodo mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Ternyata itu adalah sebuah HP yang ada kameranya, dan dengan kamera HP itu, dia merekam perbuatan Yuki yang mencontek saat ujian secara diam-diam sambil pura-pura melihat ke layar HP seolah-olah ada SMS yang masuk. Yuki yang tidak sadar sedang direkam justru merasa aman karena Pak Dodo dikiranya sedang lengah dengan SMS. Ia pun buru-buru mengingat jawaban dari kertas contekan itu dan memindahkannya ke kertas jawaban. �Hhhuuufff�!� ia bernafas lega dan juga dikejar perasaan berdosa saat berhasil memasukkan kembali kertas contekannya ke bawah jam tangannya.
Siang hari setelah ujian hari itu selesai, Yuki menghela nafas panjang. Sepanjang waktu ujian, jantungnya berdetak sangat kencang karena dia takut tertangkap basah mencontek. Ketika sedang menunggu jemputan di depan, tiba-tiba Ayu, salah seorang teman sekelasnya datang menghampiri dan menegurnya. �Eh Ki, lo dipanggil Pak Dodo tuh� kata Ayu. �Ada apa Yu?� tanya Yuki. �Mana gue tau, gue cuma disuruh Pak Dodo manggil lo� kata Ayu. �Waduh�.apa gue ketahuan ya?� tanya Yuki dalam hati dengan was-was. Dengan tegang Yuki bergegas menuju ke ruangan Pak Dodo. Sebagai guru olahraga, Pak Dodo memiliki ruangan khusus di samping gudang tempat menyimpan alat-alat olahraga. Tok� Tok� Tok�Yuki mengetuk pintu ruangan itu �Siapa?� tanya Pak Dodo. �Saya Yuki pak� kata Yuki. �Masuk!� perintah Pak Dodo. �Bapak memanggil saya?� tanya Yuki. �Oh iya, silakan duduk� kata Pak Dodo. �Kamu yang bernama Yuki Kato?� tanya Pak Dodo. �Iya pak� kata Yuki. �Nampaknya kamu sibuk sekali syuting ya, sampai-sampai gak sempat belajar?� kata Pak Dodo. �Iya, cukup sibuk belakangan ini, memangnya kenapa pak?� tanya Yuki. Lalu Pak Dodo mengeluarkan HPnya, �Lihat ini!� Pak Dodo menunjukkan video yang merekam Yuki saat mencontek yang membuat matanya membelakak dan jantungnya seolah berhenti berdetak. �Kamu tahu hukuman murid yang ketahuan mencontek saat ujian? Dia tidak boleh ikut ujian berikutnya. Berarti kamu pasti tidak naik kelas. Dan yang gawat�bagaimana kalo infotainment tahu soal ini, bisa bahaya karir kamu!� kata Pak Dodo dengan pelan namun mengancam. �Pliss pak�iya saya mengaku salah, saya udah terlalu capek sampai gak keburu belajar untuk ujian, tapi tolong�jangan laporkan soal ini� kata Yuki memohon pada Pak Dodo yang dibalas dengan semyuman penuh kemenangan oleh pria itu. �Baik�tenanglah Yuki�.Bapak mengerti masalah kamu, dan bapak tidak akan melaporkan kamu, asal�� kata Pak Dodo sambil mendekati Yuki. �Asal apa pak?� tanya Yuki, suaranya bergetar dan matanya berkaca-kaca, ia sudah skak mat, tidak tahu harus bagaimana. �Kamu tahu, Bapak juga diam-diam jadi penggemar kamu, sudah lama Bapak menginginkan kamu, dan sekarang saat yang tepat. Kamu harus melayani Bapak sampai puas, kalo tidak Bapak akan berikan ini ke Kepsek. Dan kalau tersebar ke pers karirmu bakal terancam loh� kata Pak Dodo.
Mata Yuki terbelalak mendengar permintaan gila gurunya itu, ia tidak menyangka gara-gara nyontek harus sampai begini. Ciuman aja belum pernah apalagi harus bercinta dengan gurunya lagi. �Tapi saya belum pernah gituan pak?� Yuki mencoba menolak. �Hahaha�masa sih, kamu kerja jadi artis masa ga pernah gituan sama produser, sutradara, atau aktor lain? Hehehe� �Bener Pak, saya gak pernah terima tawaran kaya gituan..saya bukan artis seperti itu, tolong Pak jangan begini!� Yuki memohon dan air matanya mulai menetes. �Hahaha�bapak ga bilang gitu kok, ya udah, kalo gitu biar bapak aja yang ajarin. Pokoknya kamu cuma nurutin kata bapak? Siapa tau nanti-nanti kamu bisa godain mereka supaya tambah baik karir kamu hahaha� kata Pak Dodo. �Nggaaakkk!!� Yuki menjerit sambil menangis. �Ssstttt!!!� Pak Dodo menempelkan telunjuk di depan bibirnya, �kalau ada yang tau kamu tau akibatnya gimana?� Yuki baru sadar hal itu dan segera terdiam dan sesegukan. Di tengah kebingungannya, Pak Dodo mendekati artis muda itu dan mengelus pipinya. �Jangan pak�saya gak mau� kata Yuki sambil menepis tangan Pak Dodo. Karena nafsu yang sudah membumbung tinggi, Pak Dodo pun menarik tangan Yuki sehingga Yuki berdiri dari duduknya. �Pokoknya kamu turutin aja mau bapak biar kita sama-sama enak.� kata Pak Dodo sambil menghempaskan badan Yuki kembali ke kursi. Tak ada pilihan lain bagi Yuki selain menuruti nafsu bejat gurunya itu. Yuki pun hanya memalingkan wajahnya ketika Pak Dodo mulai melepaskan kancing seragamnya satu per satu. Setelah semua kancingnya terlepas, Pak Dodo menarik kaos dalamanya keatas hingga terlihat BHnya yang berwarna krem. Tanpa permisi lagi dia meremas kedua buah dada Yuki yang masih tertutup BH itu. Yuki hanya bisa meringgis merasakan setiap remasan Pak Dodo. �Sudah pak�saya mohon hentikan� iba Yuki yang dibalas dengan sebuah tamparan di wajah Yuki. Plaaakkk� �Lonte�jangan sok jual mahal ya!!� kata Pak Dodo dengan pitam, �jangan paksa Bapak main kasar�sekarang kamu buka semua baju lo atau tak sobek-sobek, kamu pilih yang mana� lanjutnya. Apabila seragamnya di sobek-sobek Pak Dodo, berarti dia pulang bugil, maka dengan terpaksa, Yuki pun mulai melepas pakaiannya satu per satu hingga tinggal BH dan CD nya saja. Pak Dodo melihat dengan takjub kemolekan muridnya ini yang masih begitu muda dan menggiurkan. Melihat Pak Dodo menatapnya dengan nanar, Yuki mencoba menutupi daerah kemaluannya walaupun usahanya sia-sia. Pak Dodo menatap tubuhnya Yuki seakan-akan siap untuk disantap.
Pak Dodo berjalan memutari tubuh Yuki sambil berdecak kagum akan kemolekan tubuhnya artis muda itu. Sudah lama dia memperhatikan Yuki, dia selalu membayangkan tubuh putih mulus Yuki, tubuh seorang artis sinetron. Saat ada di belakang Yuki, Pak Dodo mengelus punggungnya. Yuki tersentak kaget, belum pernah ada yang menyentuhnya seperti ini. �Jang� an�� belum sempat Yuki menyelesaikan kalimatnya, Pak Dodo sudah menggenggam kedua buah dada Yuki dari belakang. Yuki coba berontak, tapi Pak Dodo langsung mendekap tubuhnya. �Akhirnya Bapak bisa menikmati tubuhmu Yuki, dari dulu Bapak cuma ngebayangin sambil ngocok di depan TV waktu kamu tampil, sekarang bapak bisa nikmatin sepuasnya. Hehehe�� kata Pak Dodo. Yuki hanya bisa memjamkan mata. Dia tak bisa membayangkan apa yang akan diperbuat gurunya itu. Melihat Yuki yang sudah tak berontak lagi, tubuh Yuki dibalikkan hingga sekarang mereka saling berhadapan. Dengan secepat kilat Pak Dodo mencaplok bibir manis Yuki, bibir yang masih segar, merah merekah, karena belum pernah dijamah laki-laki manapun. Mendapat serangan dadakan itu Yuki pun gelagapan. �Mmmphhh� mmmphhh�� dia berusaha menghindari mulut Pak Dodo yang beraroma rokok kretek yang biasa dia hisap. Bau tak sedap yang keluar dari mulut Pak Dodo membuat Yuki berontak, dia berusaha melepaskan pelukan Pak Dodo. Tapi apalah artinya seorang perempuan seperti Yuki melawan Pak Dodo yang lebih kekar. Pak Dodo mulai memainkan lidahnya bahkan menghisap lidah Yuki. Tampak sekali Yuki kewalahan menghadapi ciuman buas Pak Dodo yang tentu saja lebih pengalaman. Tiba-tiba Pak Dodo menarik tali BH Yuki ke bawah hingga terpampang dua buah dada Yuki yang masih mulus yang belum terjamah tangan-tangan nakal manapun. Walaupun tidak terlalu besar, tapi proporsional dengan tubuhnya hingga manambah kemolekan tubuh Yuki. Yuki tersentak kaget, secara refleks dia berusaha menutupi kedua buah dadanya. Tapi tangan Pak Dodo segera membuka tangan Yuki. Yuki berusaha melawan, tapi tenaganya tidak kuasa menahan Pak Dodo yang sedang bernafsu ingin melahap buah dadanya. Sambil menahan tangan Yuki agar tidak menutupi buah dadanya itu, Pak Dodo langsung melahap kedua buah dada gadis itu secara bergantian bagai seorang anak kecil yang sedang mengemut permen. Dihisap dalam-dalam buah dadanya Yuki sambil sesekali menjilati putingnya. Yuki hanya bisa meringgis menahan sakit sekaligus kenikmatan yang belum pernah dirasakannya. Nampak sekali Yuki yang belum pengalaman mulai takluk dari Pak Dodo yang sudah sarat pengalaman. �Ampun� pak� sudah�� rintih Yuki yang tak digubris Pak Dodo yang sudah terbakar nafsu. Renggekan Yuki malah semakin manambah nafsu Pak Dodo hingga menghisap buah dada Yuki semakin dalam, akibatnya timbul noda kemerahan di buah dada Yuki. Puas dengan buah dadanya Yuki, Pak Dodo berdiri hingga muka Yuki tepat berada di kemaluannya. Tanpa malu-malu lagi dia meloroti celana training yang biasa dia pakai sebagai guru olahraga berikut celana dalamnya. Maka tersembulah senjata maut Pak Dodo yang sudah berdiri tegak. �Nah Yuki, coba kamu pegang punya bapak ini� perintah Pak Dodo. �Gak ah pak, jijik� tolak Yuki menggelengkan kepala
Penolakan gadis itu membuat Pak Dodo naik pitam lagi. Dia mengangkat tangannya seolah-olah ingin menampar Yuki. �Ampun pak, iya saya pegang� kata Yuki ketakutan. Dengan gemetar sambil menahan rasa jijik, Yuki menggerakkan tangannya memegang penisnya Pak Dodo. ini pertama kalinya Yuki memegang penis laki-laki yang sebelumnya hanya dilihat di gambar-gambar porno atau film-film porno. �Nah gitu dong, jadi anak manis, Yuki sayang. hehehe� sambut Pak Dodo. �Sekarang gerakkan tangan kamu, kocok yang enak� perintah Pak Dodo. Yuki menuruti permintaan Pak Dodo sambil menahan rasa jijik. �Ahhh� Enak tenan�� Pak Dodo mulai menikmati kocokan Yuki. �Sekarang masukin ke mulut lo!� perintah Pak Dodo. Yuki terperanjat, ini saja baru pertama kalinya dia memegang alat vital laki-laki, sekarang dia harus memasukkannya ke dalam mulutnya. Yuki merasa tambah jijik, apalagi penis itu mengeluarkan bau tak sedap yang membuatnya mau muntah. �Dibilang masukin, kok bandel ya!� Pak Dodo mulai tak sabar, tangannya memegang belakang kepala Yuki, lalu ditariknya kepala tersebut hingga penisnya langsung masuk ke dalam mulutnya Yuki. Ditekannya kepala Yuki hingga penisnya masuk seluruhnya. �Mmmppphhh�� Yuki berusahan melepaskan diri tetapi Pak Dodo menahannya dengan semakin menekan kepala Yuki lebih dalam. Akhirnya Pak Dodo melepaskan kepala Yuki yang membuat Yuki lega bisa bernafas lagi. �Ampun pak, jangan lagi� renggek Yuki dengan berlinang air mata. �Hehehe, lama-lama juga lo terbiasa� kata Pak Dodo dengan raut wajah mengejek Yuki. �Ayo masukin lagi. Apa lo mau bapak paksa lagi?� perintah Pak Dodo. Karena tidak punya pilihan lagi, maka Yuki dengan terpaksa kembali memasukkan penis Pak Dodo ke dalam mulutnya. �Nah gitu dong dari tadi, sekarang oral Yuk!� perintah Pak Dodo. Yuki diam saja, dia belum pernah melihat alat kelamin laki-laki apalagi mengoralnya. �Kamu belum pernah ya? Sini bapak ajarin� lalu Pak Dodo memegang kepala Yuki dan bergerak maju mundur hingga penisnya keluar masuk mulut Yuki. �Nah sekarang kamu coba lakukan� perintah Pak Dodo. Yuki pun menggerakkan kepalanya hingga penisnya Pak Dodo keluar masuk dengan menahan rasa jijik. �Hahaha, kamu emang cepat belajarnya�sekalian isep dong!� perintah Pak Dodo.
Di bawah ancaman, Yuki mau tak mau menuruti perintah Pak Dodo. Guru bejat itu benar-benar menikmati oral yang dilakukan tapi dia tak mau klimaks dulu, dia masih ingin menikmati tubuh Yuki. Lalu Pak Dodo menarik penisnya dari mulut Yuki. Kembali dia mencaplok kedua buah dada Yuki. Pak Dodo mulai bergerilya dari buah dadanya Yuki ke bawah menuju perut Yuki. Setibanya di perut Yuki, Pak Dodo menarik celana dalam Yuki hingga lututnya. Yuki kaget hingga dia terdorong ke belakang. Untung saja ada kursi tempat yang dia duduki tadi. Tapi itu membuat Pak Dodo dapat melihat kemaluan Yuki yang masih ditumbuhi oleh bulu-bulu halus yang baru tumbuh. Pak Dodo terpana melihat pemandangan itu hingga membuat dia semakin bernafsu. Tak sabar dia ingin memasukkan penisnya ke dalam vaginanya Yuki. Tapi dia ingin bermain sepuasnya dengan tubuhnya Yuki. Dengan perlahan tapi pasti, dia mulai mendekati selangkangan Yuki. Yuki berusaha mencegahnya dengan menutupi daerah kemaluannya itu. �Tolong jangan Pak�.saya masih perawan� Yuki memohon belas kasihan pak Dodo. Bagai serigala yang tak kenal ampun pada mangsanya, Pak Dodo menyibak tangan Yuki, bahkan memelintir tangannya. �Diem jangan ngelawan, kalo kamu masih ngelawan, ntar Bapak gampar� kata Pak Dodo dengan keras. Yuki pun hanya pasrah bahwa dia akan kehilangan keperawanannya oleh Pak Dodo guru olahraga yang sangat dia benci itu. Lalu dia manarik celana dalam Yuki hingga lepas semua. Sekarang bagian bawah Yuki sudah polos tak tertutup apapun. Lalu Pak Dodo menjauhkan kedua kaki Yuki hingga daerah intim Yuki semakin terbuka lebar. Langsung saja dia menjilati bibir vagina Yuki yang membuat pemiliknya meringgis. Namun, ada sensasi kenikmatan yang belum pernah Yuki rasakan sebelumnya, sensasi organ kewanitaannya dirangsang seperti ini, sepertinya membawanya terbang. �Enak kan hehehe?� tanya Pak Dodo. Yuki memejamkan mata, air matanya makin tertumpah, tentu ia tak mau mengakui bahwa dirinya juga menikmati permainan lidah Pak Dodo. Dia hanya menahan kedua bibirnya berusah menahan gelombang kenikmatan yang dialaminya. Tak mendapat respon dari Yuki, Pak Dodo kembali menjilati vaginanya Yuki. Kali ini dia memasukkan lidahnya ke dalam yang membuat Yuki menggelengkan kepalanya sambil meringgis seperti menahan sesuatu.
Selang beberapa menit kemudian, Yuki merasakan vaginanya berdenyut-denyut dan ada sesuatu yang tak tertahankan mau keluar �Pak� Yuki� mau pipis�stop Pak�stop�aaahhh� Yuki tidak dapat menahan serangan-serangan Pak Dodo dan akhirnya �Ahhhh�� Yuki pun berteriak menandakan telah orgasme, orgasme pertamanya dari laki-laki yang memaksanya melakukan perbuatan amoral. �Hehehe, ini bukan pipis, manis, ini namanya orgasme�ternyata kamu menikmati juga yah. Sekarang kamu telah jadi lonte, kamu harus siap bapak pakai kapanpun, ngerti?� kata Pak Dodo kegirangan. Yuki tertunduk dan tangisannya makin menjadi-jadi menerima kenyataan dirinya telah dinodai oleh gurunya sendiri. Tiba-tiba Pak Dodo mencium Yuki yang membuat dia kelabakan karena nafasnya yang ngos-ngosan sehabis orgasme barusan harus menerima ciuman dari Pak Dodo hingga membuatnya menjadi sesak nafas. �Pak� mmppphh� tunggu� mmppphh� dulu�� minta Yuki. Permintaan Yuki semakin membuat Pak Dodo melumat habis mulut Yuki. Karena tak digubris, akhirnya Yuki membiarkan Pak Dodo melumat mulutnya sedangkan Yuki mencari sela untuk bernafas. Tiba-tiba Pak Dodo menghentikan aksinya. �Dah sekarang kamu berdiri!� perintah Pak Dodo. Dengan gemeteran, Yuki mematuhi perintah Pak Dodo, dia berdiri dari kursi yang dia duduki. Lalu Pak Dodo menggeser kursi tersebut dan membalikkan badan Yuki. Lalu badan Yuki di dorong hingga sekarang dia terlungkup di meja Pak Dodo. Yuki dapat merasakan sesuatu bergerak di selangkangannya, dia pun menoleh ke belakang, dan dia melihat Pak Dodo sedang berusaha memasukkan penisnya ke vaginanya. Yuki pun tersentak kaget. �Pliss Pak, jangan�huuu�hhuuuu�� Yuki meronta dan menangis berusaha menghentikan perbuatan Pak Dodo. �Dah kamu diam aja, ntar juga ketagihan� balas Pak Dodo. Akhirnya penisnya Pak Dodo menemukan sasarannya. Ketika Pak Dodo berusaha memasukkan penisnya lebih dalam, Yuki hanya bisa meringis menahan sakit karena ada benda padat memasuki kemaluannya. Dengan perlahan, Pak Dodo memasukkan penisnya lebih dalam hingga Yuki tidak tahan untuk menjerit. �Ampun, sudah Pak� Aaaggghhh�� jeritnya karena sebuah benda keras memasuki kemaluannya.
Dorongan Pak Dodo terhenti karena penis itu mencapai dinding keperawanan Yuki. Pak Dodo pun menariknya sesaat tapi kemudian dia mendorongnya lebih keras lagi. �Tidaaakkk� Aaaggghhh�� Yuki merasakan rasa sakit yang luar biasa karena hujaman penis Pak Dodo kali ini berhasil menjebol keperawanannya. Darah pun meleleh dari pinggir bibir vaginanya diiringi air mata Yuki yang meratapi kesuciannya diambil oleh gurunya tersebut. �Cup� cup� cup, anak bapak jangan menangis, ntar bapak beliin permen, hak� hak�� terdengar ledekan Pak Dodo karena bisa memerawani Yuki. Yuki diam sesegukan karena kesuciannya telah terenggut. Lalu Pak Dodo mulai menggerakkan pinggulnya hingga membuat penisnya keluar masuk vaginanya Yuki. Yuki hanya bisa meringgis dan mendesah setiap hentakan Pak Dodo. Lama kelamaan Yuki terbiasa dan mulai menikmati persenggamaan itu. Tapi dia diam saja karena dia tak mau menambah kesenangan Pak Dodo. Hentakan demi hentakan Pak Dodo yang diterima Yuki membuat keduanya berkeringat dan Yuki merasakan sesuatu akan meledak di kemaluannya. Suatu sensasi yang belum dia dapatkan sebelumnya. Pak Dodo menambah sensasi yang dialami Yuki dengan menghisap jenjang leher Yuki yang membuat Yuki semakin meringgis. Pak Dodo juga meremas-remas kedua buah dada Yuki dari belakang. Yuki tak menolak apalagi melawan, dia sudah hanyut dalam nafsu yang dipancing Pak Dodo. Mulutnya yang terbuka sangat lebar meronta-ronta dan tampak sangat menderita, ia hanya tinggal memakai sepatu sport dan kaus kaki putihnya hingga semakin merangsang pria itu untuk berbuat lebih ganas. Pak Dodo menggenjotnya lagi dan lagi dengan tanpa ampun lagi karena ia sudah benar-benar kesetanan. Pria itu semakin ganas dengan genjotan liarnya, sampai-sampai suaranya terdengar, clep, clepp, clepp.., sementara Yuki hanya bisa mengerang kesakitan, dari pinggir bibir vaginanya nampak darah perawannya berlelehan. �Aaahhh�aahhh�aahhh!!� desah Yuki, begitu seterusnya sampai suara teriakannya lebih serak dari yang sebelumnya, dan ternyata air mata Yuki yang menangis tersedu-sedu semenjak tadi belum habis juga malah semakin deras sehingga membasahi payudaranya. Sambil menggenjotnya, Pak Dodo juga menjilati air mata Yuki, lalu mengulum mulut gadis itu yang semenjak tadi menganga itu sampai dia sulit untuk bernapas sampai akhirnya, crott.. Sperma Pak Dodo pun tertumpah di rahim artis muda yang malang itu. �Aaahhh�sippp�uueennaakkny a!� erang Pak Dodo sambil berkelojotan kenikmatan. Entah mengapa, mungkin karena kelelahan diperkosa hingga Yuki pun tak sadarkan diri. Nafsu Pak Dodo belumlah reda, ia terpesona melihat tubuh telanjang Yuki yang sudah terkulai lemas dan bercucuran keringat itu, maka kembali pria itu mengerjainya kembali selagi dia pingsan. Pak Dodo mengisap-hisap sambil sedikit menggigit dan menarik putingnya ke atas saking gemasnya hingga akibatnya kedua payudara Yuki kini memerah, tetapi ia tidak mempedulikannya sama sekali.
Pria itu melihat jam tangannya, waktu telah menunjukkan pukul 13:05 WIB, berarti ia tadi telah mengerjainya selama hampir dua jam, wajar jika dia sekarang pingsan, mungkin juga pada jam ini Yuki sudah seharusnya pulang sekolah. Untuk mengantisipasi hal ini, Pak Dodo mengambil ponsel Yuki, ia menulis SMS pada mama Yuki yang isinya, �hari ini agak telat Ma, jemputnya nanti aja jam 2.30�. Setelah itu, ia memutuskan untuk beristirahat dulu sambil minum untuk memulihkan tenaganya yang sudah lumayan habis dan untuk mempersiapkan diri pada sesi berikutnya. Kemudian menggelar matras di tengah ruangan itu dan dipapahnya tubuh Yuki dan diletakkan di atasnya. Dengan seringai mesum di wajahnya ia tuangkan segelas air ke wajah gadis itu. Yuki pun perlahan memperoleh kembali kesadarannya karena siraman air. Pak Dodo yang tenaganya sudah kembali pulih, segera saja menuju target yang belum pernah ia jamah dari tadi yaitu anusnya. Dan akhirnya posisinya telah dirasa pas untuk melakukan posisi doggy style. Setelah mendapatkan posisi yang tepat, pertama-tama pria itu menjilati dan menusuk-nusuk anus Yuki dengan lidahnya dengan ganasnya dan rasanya benar-benar nikmat sekali. �Aduuhh!! Aahh!! Pak�jangan Pak, jangan disitu!� erang Yuki. Entah mengapa Yuki tampak menderita sekali, padahal pria itu belum melakukan apa-apa, hanya sebatas menjilati sambil menusuk-nusuk anusnya dengan lidah dan jari. Tapi peduli apa, justru dengan dia meronta-ronta seperti itu akan membuat nafsu pria itu semakin meledak. Tanpa pikir panjang lagi, Pak Dodo langsung mengambil posisi untuk menyetubuhinya lagi, kali ini lewat anal. Pertama-tama ia menancapkan sepertiga batangnya dulu di anus yuki. Karena anus gadis itu benar-benar kecil dan masih perawan maka ini akan cukup sulit, pikir pria itu. Tiba-tiba terdengar rontaan Yuki.
�Ampuun Pak! Mau diapakan saya!! Jangan di situ! Sakit!!� Tanpa peduli sedikit pun dengan apa yang diucapkan Yuki, Pak Dodo mulai kembali mencoba menerobos anus Yuki. Didorong masuk kemudian dikeluarkan lagi, dan terus ia lakukan itu sampai anus Yuki menjadi sedikit licin dan longgar. Karena akhirnya agak jengkel dan bosan untuk menunggu lebih lama lagi, maka Pak Dodo pun menerobos liang anus Yuki dengan sekuat tenaga. Slackk!! Scrrct!! �Uuookkhh!! Khaakkhh!! Ahhgghh!!�, jerit Yuki dengan tubuh berkelejotan. Yuki tampak benar-benar menderita, dan pria itu juga sudah merasakan ada sesuatu yang sobek, maka ia teliti anus gadis itu untuk memastikannya dan ternyata benar, darah segar sudah mengucur deras dari liang anusnya. Pak Dodo kembali mengambil celana dalam Yuki untuk membersihkan darah dari anusnya. Darahnya benar-benar banyak, mungkin karena liang anusnya terlalu kecil. Dan setelah memastikan liang anus Yuki telah terasa licin dan mulai nikmat untuk digarap, langsung saja Pak Dodo kembali menggenjot gadis itu dengan sodokan-sodokannya yang ganas. Yuki hanya bisa menangis tersedu-sedu dan memohon untuk segera dipulangkan ke rumahnya karena mungkin orang tuanya sekarang sudah mulai mencemaskan dirinya yang belum pulang dari sekolah. �Enngghh.. Enngghh.. sudah Pak..saya mohoon..saya mau pulang Pak�. Heenngghh.. Engghh..� �Tenang saja Yuki, Bapak udah kabarkan ke mamamu kalau pulangnya telat, tidak akan ada yang kuatir, sekarang kamu nikmati aja dulu!� Mendengar rintihannya yang terdengar serak dan sangat menderita itu menyebabkan birahi Pak Dodo justru semakin naik, dan ia menggenjot anus gadis itu dengan lebih ganas lagi hingga akhirnya aku menyemburkan spermanya di dalam anus Yuki. Tangan Pak Dodo juga bergerilya di sekujur tubuh Yuki, payudara yang menggantung itu diremasinya dengan gemas. �Eeeggghh� Pak, Yuki mau keluar lagi!� erang Yuki sudah tak tahan. �Yah sudah yuk, keluarin aja kalo gak tahan, hehehe� kata Pak Dodo tanpa berhenti menggenjot �Eeeggghh� Pak, Yuki sudah gak tahan� Aaaggghhh�� akhirnya Yuki mencapai orgasme lagi. Walaupun Yuki telah klimaks tapi Pak Dodo masih belum selesai. �Pak sudah pak�saya mohon�aahh� pinta Yuki. �Enak aja, saya khan belum keluar, hehehe� jawab Pak Dodo. Bukannya makin pelan, gerakan Pak Dodo makin kencang bahkan tak memperdulikan Yuki yang baru saja orgasme. Tindakan Pak Dodo membuat nafsu Yuki naik lagi. Dia pun mengimbanginya dengan ikut menggoyangkan pantatnya. Yakin anak muridnya itu sudah jatuh ke tangannya pria itu semakin cepat menggoyangkan pantatnya bahkan semakin lama gerakan mereka semakin tak terkendali.
Selang beberapa menit kemudian akhirnya� �Aaagghhh�� Yuki akhirnya orgasme kembali, diikuti oleh Pak Dodo beberapa saat kemudian. �Gimana Yuk rasanya? Enak? Hehehe� Pak Dodo senang karena muridnya itu orgasme duluan. Yuki diam saja menanggapi ledekan Pak Dodo. Ia merasakan nyeri pada anus dan vaginanya yang baru saja diperawani, darah keperawanan, cairan orgasme, dan sperma bercampur membasahi kedua liang senggamanya itu. �Nah sekarang kamu dah jadi budak seks Bapak, jadi kamu harus siap Bapak pakai kapan saja, kamu mengerti itu Yuki?� tanya Pak Dodo. Yuki mengangguk lemah dan mulai memunguti pakaiannya yang tercecer. �Sekarang kamu boleh pulang, tapi kapan pun Bapak minta kamu harus siap!� perintah Pak Dodo diikuti oleh anggukan Yuki. Setelah memakai seragamnya kembali, Yuki pun pulang dengan kenyataan bahwa sekarang dia telah jadi budak seks Pak Dodo, guru olahraganya. Suatu perasaan malu dan terhina kini melandanya, bagaimana gara-gara perbuatan menyontek telah menyeretnya sejauh ini oleh gurunya yang bejat itu. Namun di hati kecilnya ia juga menikmati perkosaan tadi. Sesampainya di rumah ia segera mandi membersihkan diri dan berusaha menyembunyikan perasaannya di depan mama dan adik-adiknya.
##############################
Seminggu kemudian
Pak Dodo tersenyum lebar sambil duduk di ruangannya, di bawahnya Yuki tengah berlutut dan mengulum penis pria itu. Mata Pak Dodo tertuju pada layar BB di genggamannya yang sedang memainkan video berisi adegan mandi seorang wanita yang wajahnya tidak asing lagi karena seorang public figure �Hehehe�kamu memang murid yang baik Yuki, pokoknya bapak janji akan memberi nilai bagus untuk olah raga kamu, selama kamu nurut sama Bapak tentunya!� pujinya sambil mengelusi rambut gadis yang sedang mengoral penisnya itu. �Kamu ada nomernya di sini kan?� tanya pria itu lagi. �Ada Pak cari aja di situ� jawab Yuki melepas penis di mulutnya. �Nomer yang masih aktif kan?� Yuki mengangguk, lalu pria itu kembali mendorong kepalanya untuk meneruskan oral seksnya. Pak Dodo mencari-cari nomor dari daftar kontal di BB Yuki. �Yang ini, benar?� tanya Pak Dodo seraya menunjukkan BB itu pada nama �Kak Bella� Yuki mengangguk mengiyakannya. Pria itu lalu menyalin nomer itu ke HP miliknya. �Maaf Kak Bella, saya terpaksa� kata Yuki dalam hatinya. Kak Bella yang dimaksud tidak lain adalah aktris Laudya Cynthia Bella yang dishoot diam-diam ketika mandi ketika di hotel di dekat lokasi syuting bareng. Itu tentu atas perintah Pak Dodo yang memanfaatkan muridnya yang telah menjadi budak seks ini. �Hehehe�memang hoki punya koneksi artis, jadi bisa menghubungkan ke artis lainnya, betul kan Yuki? Bapak yakin dia akan nurut kalau ga mau bikin skandal, kita nanti bisa threesome bareng hak�hak�hak!!� tawanya penuh kemenangan.
Share:

Sekertarisku Yang Nakal

 http://2.bp.blogspot.com/-Wlc1eSxZYAs/U-sabf100vI/AAAAAAAAAcY/TGevnyG51mA/s1600/Cewek_dikantor_narsis_pamer_memek-4.jpg


Sebuah kisah yang telah ku alami sendiri, cerita ini berawal dari pekerjaan ku yang sangat padat.
Perkenalkan sebut saja aku Didi, awal cerita...
dikarenakan perkerjaan ku yang sangat sibuk di kantor, sehingga saat dikantor aku tidak kenal waktu jam kerja..
Mungkin aku tidak menyadari bahwa selama ini sekertaris ku sering menggoda aku dengan cara2 yang kadang tidak masuk akal, tapi dikarenakan sibuk nya pekerjaan ku selama ini aku tidak hirau kan sekertarisku ini.
Padahal sekertarisku ini sudah menikah, tetapi belum dikarunia anak. Ya munkin dia belum ingin mempunyai anak terlebih dahulu..
Singkat cerita pada suatu hari, saat itu kerjaan ku kembali menumpuk dan belum lagi ada project baru yang akan masuk. aq meminta sekertarisku itu untuk lembur membatu ku menyiapkan semua materi untuk perentasi di depan clien baru besok.
Disaat anak2 buahku sudah pulang semua, tinggal alah dikantor hanya aku dan sekertarisku ini. Pekerjaan ini membuatku sangat pusing, aku meminta tolong kepada sekertarisku ini(panggil saja Nanda) untuk membelikan ku minumat softdrink di luar kantor yang kebetulan berdekatan dengan seuah supermarket. Ntah apa yang tersirat dipikiran Nanda ini, disaat aq sedang sibuk2 nya dengan pekerjaan itu dan kepalaku sudah mulai mumet dengan semua pekerjaan itu, dia masuk keruangan ku dengan membawa sekantung plastik belanjaan dengan tanpa busana sama sekali.
Aku terkejut seketika, dalam pikiranku apakah ini sungguh kenyataan apa yang ada didepan mataku, beberapa x aku mengkucek2 mataku tanda aq mash blm percaya apa yang ada dihadapanku ini. Aku hanya bisa terpana dengan kemolekan tubuh Nanda yang selama ini tidak pernah aku perhatikan, kalau menurut aku Nanda itu orangnya lumayan cantik, dengan tubuh yang tinggi sekitar 160n dan ukuran DADA sekitar 36c dan pantat yang besar sehingga jika berjalan seperti bebek saja(hehehee..).
Disaat itu aku masih terperanga tak bisa berkata apa2, dan tubuhku kaku seketika.  tiba tiba dia mendakati ku dengan wajah yang penuh nafsu, seperti nafsu yang tidak pernah tersampaikan saja..
Aku hanya bengong melihat dia berjalan ke arah ku dan lalu di duduk tepat dipangkuanku yang mana dada nya itu menempel tepat dimukaku, lalu dia bebisik pelan di telingaku "Pak Aku Sudah Lama Memperhatikan Bapak dan Selalu Memancing-Mancing Bapak Agar Bapak Bisa Melihatku, Tpi Bapak Terlalu Sibuk Dengan Pekerjaan. Aku Sangat Bernafsu Kepada Bapak"
Serontak aq menjawab,"Maaf Nanda selama ini aku tidak memperhatikanmu dikarenakan perkerjaan yang sangat padat", lalu dia menjawab dengan nada yang penuh nafsu "Pak mau aku servis ga pak malam ini, karna sudah beberapa hari aku tidak dapat jatah dari suamiku".
Lalu aku berfikir betapah bodohnya aku ini selama ini yg slalu menghiraukan sekertarisku yg sexy nan menafsukan ini, tanpa panjang lebar aku langsung saja menyedot puting Nanda yang lumayan besar itu. Nanda pun mendesah karna sedotaku yang membuat dia semakin bergairah, dan tanganku sambil meremas2 pantat Nanda yang sebar itu.
Sekitar 5 menitan Nanda pun bangun dari pangkuanku lalu duduk diatsa meja kerjaku dengan selangkangan yg menganga didepan mataku, ku melihat sebuah vagina yang kecoklatan yang di tumbuhi sedikit bulu2 yang dia rawat sehingga terlihat semakin sexy vagina Nanda itu, Tanpa berfikir panjang aku langsung tanjap gas untuk mejulati vagina yang menantangku tuh merajanginya itu.
dan Nanda pun mendesah sambil menekan kepalaku dengan kedua tangannya agar aku tidak menghenikan jilatan2 kenikmata itu. Belum lama kumainkan lidahku dikemaluan Nanda itu dia langsung sampai titik puncaknya yang mana kleluarlah cairan asin dari vagina Nanda itu.
Setelah Nanda mencapai puncaknya dia pun bangun dari mejaku lalu melucuti clana ku, diraihnya penis ku yang sudah membesar lalu dia mainkan jari jemari lentiknya dikesitar ujung penisku ini, tak lama kemudia dia memasukkan penisku kedalam mulutnya yang sexy tersebut. Aku pun dibuat tak berdaya disaat biji ku ini disedot dan dijilat sampai aku mendesah lumayan keras "Terus Nanda, jgn hentikan permainanmu ini" serntak kata yg terucap dari mulutku.
sekitar 10-15 menit Nanda terus memainkan penisku kedalam mulutnya dan sesekali mengocoknya juga sampai batas nya aq mulai merasakan bahwa sebentar lagi akan ada yang keluar dari mulut penis ku ini, disaat aq ingin keluar Nandapun berkata "Pak ayo keluarin pak, aku ingin sekali meminum cairan sperma bapak ini", tak lama setelah dia berbicara langsung saja keluarlah cairan sperma dari mulut kontol ku yang masih ada didalam mulut Nanda, entah karna aku blm bercinta bebrpa hari dengan istriku atau memang aq yang lagi subur, cairan sperma yang aku keluarkan sampai tidak muat dimulut Nanda.
Setelah aq mencapai klimax nanda pun menelan spermaku dengan perlahan lalu melanjutkan menghisap kontolku yang mulai melayu itu, mungkin jari jemari Nanda yang mungil atau kelihaian dia yg membuat Kontolku keras kembali,setelah bebrapa menit kemudian Nanda berkata kepadaku "Pak ayo masukan kedalam memekku pak, memekku sudah tak tahan lagi pak untuk dimasukan kontol bapak ini",langsung lah dia kurebahkan diatas meja kerjaku lalu kubuat dia mengangkang selebar mungkin hingga kakinya hampir selebar bentangan tangan.
Kulihat memek Nanda yang kering lalu kujilati terlebih dahulu agar mudah memasukan kontolku ini, kujilati terus memek Nanda yang mulai membasah kembali karna air liurku yang bercampur cairan yg keluar dari memek Nanda. Nanda pun turis mengiringih dan mendesah saat ku sedot klitoris nya yang mungil itu "ooohhh... Pak terus jangan hentikan sekrang pak, aku mau keluar pak" ucapan yg keluar dari mulut Nanda dengan nada mendesah. Sekitar 5-10 menit aq maikan lidah ku dan jari ku di memek Nanda, sampailah Nanda pada puncak organisme nya yg ke 2.
Setelah dia mulai kelelahan karna sudah 2x ber organisme aku langsung saja tancapkan dengan perlahan kontol ku yg sudah mengeras dari tadi, kumasukan dengan perlahan agar dia tidak menjerit terlalu keras karna tkt ada security yang lewat untuk mengejek apakah kantor masih ada orang, Nanda pun Mendesah kembali "OOOHHHhhhh, Pelan2 pak..." dengan nada yg agak tinggi sambil mendesah. ku goyangkan kontolku maju mundur denga perlahan dan Nanda pun menyeimbangi dengan menggoyangkan pinggulnya agar permainan semakin asik.
Sekitar 15 menit aku ngentot dengan gaya dia terlentang, entah mengapa kontolku berkedut2 kembali seakan akan memuntahkan kembali sprema dari dalam kontolku,Mungkin karna lobang memek Nanda yang menurutku masih agak sempit karna tidak semua kontolku bisa menancap masuk kedalam vagina Nanda yg sesekali aq merasakan ujung kontolku menyentuh dinding rahim Nanda,
Nanda terus menggoyangkan pinggulnya sambil sesekali tangannya memainkan putingnya yg mengeras itu.
Hingga sampai batas aq sangat tidak tahan lagi ingin mengeluarkan sperma yg sudah ingin sekali keluar itu aku bertanya kepada Nanda yang terus mendesah ga karuan itu "Nan mau dikeluarin dimulut lagi atau bagaimana?" Nanda pun menjawab "Keluarkan didalam saja pak... ayo cepat keluarkan pak" sambil mendesah....
Tanpa pikir panjang dikarenakan sudah taktahan lagi, lagsung saja aku tekan dalam2 kontolku hingga benar2 mentok di dalam memek Nanda ini lalu aq semprotkan sperma ku di dalam rahimnya tersebut, hangat.. lemas bercampur dengan kepuasan yg aku rasakan. tapi aq tkt nanda hamil karna aq tidak tau apakah nanda KB atau tidak, ya pikir masa bodo saja lah aq. Setelah keluar aku ingin mencabut kontolku ini dari memek Nanda karna sudah mulai mengecil,tpi Nanda menahanku dengan memeluk badanaku dengan erat sambil sesekali aq merasakan seperti ada yg menyedot kontol ku didalam memek Nanda sekertarisku yg nikmat ini.
Lalu dia berisik kepadaku "Pak sebelum kita pulang nanti, kita main sekali lagi ya pak dengan gaya yang berbeda", sontak kujawab "Iya Nanda, nanti kita main lagi.. dan akan kita lanjutkan terus di kemudian hari disaat ada kesempatan OK" sambil bibirku menciumi bibir Nanda yg tipis itu.
Setelah 10 menit dari keluarnya sperma ku yg ke 2 kami segera membersihkan sisa2 cairan hasil dari ngentot kami yg berceceran diatas meja kerjaku.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 9 mlm, aq kembali mengerjakan pekerjaan ku ini tanpa busana dikarenakan besok sudah harus selesai. Nanda pun menemaniku sambil memeluku dari belakan yg sesekali jail memainkan lidahnya ke telingaku.
Setelah jam 10:20 mlm selesai juga pekerjaan ku dan mulai lah aku beres2 karna waktu sudah mulai malam, mungkin Nanda ingin menagih janji ku yang tadi Nanda terus menggangu ku disaat aq sedang beres2 kerjaan dia sesekali memegang kontolku yg sudah lems ini. "akhirnya selesai juga perkerjaan ku ini" sapa ku kepada Nanda, lalu Nanda pun berkata balik kepadaku "Berarti bisa kita mulai lagi dong pak permainan nya" dgn nada nakal nya. Aku bingung kepada Nanda, dan berkata kepada diri sendiri didalam hati "Nih cewe udah merid masih mau berhubungan intim sma aku, mang suaminya ga bsa muasin dia apa yah", sentak aq jawab perkataan dari Nanda "mang km ga dicariin suami nanti plng mlm gini, dan kenapa kamu bgitu nafsu bgt sama aku Nan?" lalu nanda pun menjwb "Tenang saja pak, saya sudah ngabarin suami bahwa hari ini lembur. kalau soal suami saya itu....(menjawab sambil berfikir) dia kurang muasin saya pak, dan saya curiga dia punya simpenan cewe lain krna jarang sekali mengajak saya berhubungan intim. dan saya melihat bapak seperti membuat nafsu saya bergairah sekali dan terbukti setelah permainan tadi bapak sangat memuaskan saya" jawab Nanda dengan nada nakal.
Setelah beberapa percakapan nanda pun langsung jongkok di hadapan saya dan dia langsung memasukkan kontol saya yg belum berdiri kedalam mulutnya, "oohhh... Nanda.... mulutmu begitu nikmat... teruskan nanda... ayo teruskan" kata yg terucap dimulutku, dan nanda pun semakin ganas memaikan lidah dan mulutnya di kntolku ini.
Setelah beberapa menit kontolku mengeras kembali dan nanda pun langsung bangun dan membalikkan badannya sambil menonggeng didepanku, terlhatlah memek nanda yang terlah membuatku kelimpungan bukan kepalang tersebut. "Ayo pak cepat masukkan... ak sudah tak tahan" sapa nanda sambil melebarkan memeknya dengan kedua tangannya.
Langsung ak tancap gas dngan penuh nafsu aq tekan dengan paksa nanda pun menjerit keras "AAAUUUuuuu..... pelan2 pak..." sontak aq kaget dengan teriakannya dan sesekali aq melihat ke arah pintu tkt2 ada yg datang bisa berabe kalau ketahuan kami sedang seperti ini, Ku maju mundurkan kontolku kedalam memek nanda dengan cepat krna tkt ada yg datang krna triakan nanda tadi.
Setelah 15mnt aku mulai kelelahan karna permainan sebelumnya, melihat aq sudah mulai memelankan gerakan kontolku Nanda pun berkata "Pak ganti posisi yuk,sekarang bapak yg tiduran.." langsung kucabut dengan perlahan kontolku yg menancap ke memek Nanda lalu ku langsung merebahkan badan di sofa yang ada di ruanganku.
Nanda mulai menjilati kembali kontolku yg dikarenakan memek nanda sudah mulai mengering kembali, beberapa menit nanda memainkan kontolku dengan mulutnya dia langsung duduk tepat diatas kontolku yg sedang tegak berdiri dan langsung dia memasukan kontolku ini ke dalam memeknya itu.
Suara desahan yg keluar dari mulut Nanda membuatku bernafsu sekali dan kubalas goyangan naik turun nanda yg ada diatas lu ini dgn cepat hingga membuat suara POK POK POK suara badan kami yg beradu,sekitar 10 menit kemudian nanda meringis sambil mendesah tanda dia sudah dipuncak organisme nya. Takut wktu smakin mlm aku pun terus menggoyangkan pantat naik turun agar bisa membarengi berorganisme bersamaan, tak lama kemudian kami berorganisme bersamaan dan terasa sangat hangat sekali kontolku disalam memek Nanda itu.
Kami pun lemas tak berdaya krna sudah habis tenaga di permainan kami ini, setelah beberapa menit kamu pun bergegas membersihkan sisa sisa hasil permainan kami, disaat membersihkan sisa2 permainan kami entah apa yg terbesit dipiranku ini, padahal sudah lelah sekali badan ini tpi ttp masih memikirkan ingin bermain kembali..
Nanda mulai memakai pakaiannya, tpi dia blm memakai rok nya itu.Tanpa pikir panjang melihat Nanda dari belakang membuatku bernafsu kembali dan tegang kambali kontolku yg tadinya lemes ini. ku buat nanti nonggeng dihadapanku dan nanda pun kaget "Nanda sekali lagi yuk, aq melihat km belum memakai rokmu dari belakang ingin sekali kontolku ini masuk kedalam lubang pantatmu ini(sambil memegang lubang pantat Nanda)" kata yg keluar dari mulutku, dan nanda pun menjawab "Jangan Pak, tkt sakit ah...". aku pun heran ko terbesit dipikiranku ingin sekali anal dengan nanda, pdahal belum pernah sekalipun aq anal dengan istriku.
Sudah kepalang tanggung langsung saja ku basahi kontolku dgn air liur ku agar mudah memasukkan kontolku kedalam lubang pantat nanda ini, Saat ujung kontolku menempen ke lubang pantat Nanda yg masih rapet itu kutekan dengan perlahan agar nanda tdak teriak seprti tadi, nanda pun yg memang menolak krna tkt sakit sesekali menghindar dengan menggoyangkan pantatnya yg sexy itu. tpi apa boleh dikata nafsu menang mengalahkan semuanya langsung saja masuk dengan perlahan kontolku ini ke dalam lubang pantat nanda ini, dan dia pun teriak kembali tapi agak pelan "auuuuuu... pelan pak perih". ya karna mang akunya lagi nafsu berat aku hajar dengan cepat lubang pantat nanda itu tanpa rasa ampun aq hajar terus bergantian ke memeknya yg mulai basah kembali. setelah 10 menit aq pun ingin menyudahi permainan ini dikarenakan mlm mulai larut,belum lagi aq harus mengantarkan nanda pulng krna tkt djln dia kena kriminal. keluarlah spermaku kembali kedalam lubang pantat nanda yg mungil itu.
Setelah permainan tersebut kami bergegas trun dan masuk kedalam mobilku, didalam mobil aq berkata kepada nanda "Nanda apa yg kita perbuat mlm ini jgn sampai ada yg tahu yah...." nanda pun menjawab "Iya pak tenang saja, saya tidak akan bilang atau ngmng kesiapapun soal mlm ini. dan besok2 jika ada kesempatan kita ber2 kita mainkan kembali yah pak permainan mlm ini" dgn nada nakal nya itu.
Diperjalanan mengantarkan kerumah nanda tangan ku sering kali memegang paha bagian dalam nanda dan puting nanda yg sudah terbungkus rapih dengn BH nya itu dan nanda pun terkadang merunduk membuka sleting clanaku ini dan mengsisap kontolku terus menerus krna aq sedang menyetir,tkt tidak fokus nanda pun menyudahi isepan2 yg membuat kontolku berdiri tegak kembali.
Sekitar 40 menit sampi juga kami di depan rumah nanda dan nanda pun keluar dri mobil sambil mencium bibirku dan berbisik "kapan2 kita lakukan permainan tadi dirumahku yah pak", aq hanya membalas dengan senyuman kecil saja.

Diperjalanan pulang aq slalu teringat tubuh nanda yg sexy dan nikmat itu dan slalu berfikir sampai kapan aq seperti ini....
Share:

Janda Yang Menggairahkan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZaKPW2ZWPSAa6vU6TgqMgF0b9cF1mucJmgAE3sOzDIZYtVnuVR2TItcVkzqgcPmHe4K4TwerUwQO3dCsQa_1eDRNPeVTyuyMItNKz8GqMyKHjeIpyVZkt3p8MyjRUIxeZ6SDRLRrvq_Tq/s320/zim8s37nqfa5.jpg

Kisah Ngentot Janda Penjaga Warung

Sebuah kisah ngentot atau cerita ML seorang pemuda dengan seorang tante yang menjanda dan haus seks. Mereka bersetubuh kala warung sudah tutup. Bagaimana petualangan seks keduanya? Silahkan simak kisahnya berikut ini!
Namaku Otong (bukan nama sebenarnya), aku bekerja di sebuah perusahaan cukup terkenal di Jawa Barat, di sebuah kota yang sejuk, dan saya tinggal (kost) di daerah perkampungan yang dekat dengan kantor. Di daerah tersebut terkenal dengan gadis-gadisnya yang cantik & manis. Aku dan teman-teman kost setiap pulang kantor selalu menyempatkan diri untuk menggoda cewek-cewek yang sering lewat di depan kost. Di sebelah kostku ada sebuah warung kecil tapi lengkap, lengkap dalam artian untuk kebutuhan sehari-hari, dari mulai sabun, sandal, gula, lombok, roti, permen, dsb itu ada semua. Aku sudah langganan dengan warung sebelah. Kadang kalau sedang tidak membawa uang atau saat belanja uangnya kurang aku sudah tidak sungkan-sungkan untuk hutang. Warung itu milik Ibu Ita (tapi aku memanggilnya Tante Ita), seorang janda cerai beranak satu yang tahun ini baru masuk TK nol kecil. Warung Tante Ita buka pagi-pagi sekitar jam lima, terus tutupnya juga sekitar jam sembilan malam. Warung itu ditungguin oleh Tante Ita sendiri dan keponakannya yang SMA, Krisna namanya.
Seperti biasanya, sepulang kantor aku mandi, pakai sarung terus sudah stand by di depan TV, sambil ngobrol bersama teman-teman kost. Aku bawa segelas kopi hangat, plus singkong goreng, tapi rasanya ada yang kurang.., apa ya..?, Oh ya rokok, tapi setelah aku lihat jam dinding sudah menunjukkan jam 9 kurang 10 menit (malam), aku jadi ragu, apa warung Tante Ita masih buka ya..?, Ah.., aku coba saja kali-kali saja masih buka. Oh, ternyata warung Tante Ita belum tutup, tapi kok sepi.., �Mana yang jualan�, batinku.
�Tante.., Tante.., Dik Krisna.., Dik Krisna�, lho kok kosong, warung ditinggal sepi seperti ini, kali saja lupa nutup warung.
Ah kucoba panggil sekali lagi, �Permisi.., Tante Ita?�.
�Oh ya.., tungguu�, Ada suara dari dalam. Wah jadi deh beli rokok akhirnya.
Yang keluar ternyata Tante Ita, hanya menggunakan handuk yang dililitkan di dada, jalan tergesa-gesa ke warung sambil mengucek-ngucek rambutnya yang kelihatannya baru selesai mandi juga habis keramas.
�Oh.., maaf Tante, Saya mau mengganggu nich.., Saya mo beli rokok gudang garam inter, lho Dik Krisna mana?
�O.., Krisna sedang dibawa ama kakeknya.., katanya kangen ama cucu.., maaf ya Mas Otong Tante pake� pakaian kayak gini.. baru habis mandi sich�.
�Tidak apa-apa kok Tante, sekilas mataku melihat badan yang lain yang tidak terbungkus handuk.., putih mulus, seperti masih gadis-gadis, baru kali ini aku lihat sebagian besar tubuh Tante Ita, soalnya biasanya Tante Ita selalu pakai baju kebaya. Dan lagi aku baru sadar dengan hanya handuk yang dililitkan di atas dadanya berarti Tante Ita tidak memakai BH. Pikiran kotorku mulai kumat.
Malam gini kok belum tutup Tante..?
�Iya Mas Otong, ini juga Tante mau tutup, tapi mo pake� pakaian dulu?
�Oh biar Saya bantu ya Tante, sementara Tante berpakaian�, kataku. Masuklah aku ke dalam warung, lalu menutup warung dengan rangkaian papan-papan.
�Wah ngerepoti Mas Otong kata Tante Ita.., sini biar Tante ikut bantu juga�. Warung sudah tertutup, kini aku pulang lewat belakang saja.
�Trimakasih lho Mas Otong..?�.
�Sama-sama..�kataku.
�Tante saya lewat belakang saja�.
Saat aku dan Tante Ita berpapasan di jalan antara rak-rak dagangan, badanku menubruk tante, tanpa diduga handuk penutup yang ujung handuk dilepit di dadanya terlepas, dan Tante Ita terlihat hanya mengenakan celana dalam merah muda saja. Tante Ita menjerit sambil secara reflek memelukku.
�Mas Otong.., tolong ambil handuk yang jatuh terus lilitkan di badan Tante�, kata tante dengan muka merah padam. Aku jongkok mengambil handuk tante yang jatuh, saat tanganku mengambil handuk, kini di depanku persis ada pemandangan yang sangat indah, celana dalam merah muda, dengan background hitam rambut-rambut halus di sekitar vaginanya yang tercium harum. Kemudian aku cepat-cepat berdiri sambil membalut tubuh tante dengan handuk yang jatuh tadi. Tapi ketika aku mau melilitkan handuk tanpa kusadari burungku yang sudah bangun sejak tadi menyentuh tante.
�Mas Otong.., burungnya bangun ya..?�.
�Iya Tante.., ah jadi malu Saya.., habis Saya lihat Tante seperti ini mana harum lagi, jadi nafsu Saya Tante..�.
�Ah tidak apa-apa kok Mas Otong itu wajar..�.
�Eh ngomong-ngomong Mas Otong kapan mo nikah..?�.
�Ah belum terpikir Tante..�.
�Yah.., kalau mo� nikah harus siap lahir batin lho.., jangan kaya� mantan suami Tante.., tidak bertanggung jawab kepada keluarga.., nah akibatnya sekarang Tante harus bersetatus janda. Gini tidak enaknya jadi janda, malu.., tapi ada yang lebih menyiksa Mas Otong.. kebutuhan batin..�.
�Oh ya Tante.., terus gimana caranya Tante memenuhi kebutuhan itu..�, tanyaku usil.
�Yah.., Tante tahan-tahan saja..�.
Kasihan.., batinku.., andaikan.., andaikan.., aku diijinkan biar memenuhi kebutuhan batin Tante Ita.., ough.., pikiranku tambah usil.
Waktu itu bentuk sarungku sudah berubah, agak kembung, rupanya tante juga memperhatikan.
�Mas Otong burungnya masih bangun ya..?�.
Aku cuma megangguk saja, terus sangat di luar dugaanku, tiba-tiba Tante Ita meraba burungku.
�Wow besar juga burungmu, Mas Otong.., burungnya sudah pernah ketemu sarangnya belom..?�.
�Belum..!!�, jawabku bohong sambil terus diraba turun naik, aku mulai merasakan kenikmatan yang sudah lama tidak pernah kurasakan.
�Mas.., boleh dong Tante ngeliatin burungmu bentarr saja..?�, belum sempat aku menjawab, Tante Ita sudah menarik sarungku, praktis tinggal celana dalamku yang tertinggal plus kaos oblong.
�Oh.., sampe� keluar gini Mas..?�.
�Iya emang kalau burungku lagi bangun panjangnya suka melewati celana dalam, Aku sendiri tidak tahu persis berapa panjang burungku..?�, kataku sambil terus menikmati kocokan tangan Tante Ita.
�Wah.., Tante yakin, yang nanti jadi istri Mas Otong pasti bakal seneng dapet suami kaya Mas Otong..�, kata tante sambil terus mengocok burungku. Oughh.., nikmat sekali dikocok tante dengan tangannya yang halus kecil putih itu. Aku tanpa sadar terus mendesah nikmat, tanpa aku tahu, Tante Ita sudah melepaskan lagi handuk yang kulilitkan tadi, itu aku tahu karena burungku ternyata sudah digosok-gosokan diantara buah dadanya yang tidak terlalu besar itu.
�Ough.., Tante.., nikmat Tante.., ough..�, desahku sambil bersandar memegangi dinding rak dagangan, kali ini tante memasukkan burungku ke bibirnya yang kecil, dengan buasnya dia keluar-masukkan burungku di mulutnya sambil sekali-kali menyedot.., ough.., seperti terbang rasanya. Kadang-kadang juga dia sedot habis buah salak yang dua itu.., ough.., sesshh.
Aku kaget, tiba-tiba tante menghentikan kegiatannya, dia pegangi burungku sambil berjalan ke meja dagangan yang agak ke sudut, Tante Ita naik sambil nungging di atas meja membelakangiku, sebongkah pantat terpampang jelas di depanku kini.
�Mas Otong.., berbuatlah sesukamu.., cepet Mas.., cepet..!�.
Tanpa basa-basi lagi aku tarik celana dalamnya selutut.., woow.., pemandangan begini indah, vagina dengan bulu halus yang tidak terlalu banyak. Aku jadi tidak percaya kalau Tante Ita sudah punya anak, aku langsung saja mejilat vaginanya, harum, dan ada lendir asin yang begitu banyak keluar dari vaginanya. Aku lahap rakus vagina tante, aku mainkan lidahku di clitorisnya, sesekali aku masukkan lidahku ke lubang vaginanya.
�Ough Mas.., ough..�, desah tante sambil memegangi susunya sendiri.
�Terus Mas.., Maas..�, aku semakin keranjingan, terlebih lagi waktu aku masukkan lidahku ke dalam vaginanya, ada rasa hangat dan denyut-denyut kecil semakin membuatku gila.
Kemudian Tante Ita membalikkan badannya telentang di atas meja dengan kedua paha ditekuk ke atas.
�Ayo Mas Otong.., Tante sudah tidak tahan.., mana burungmu Mas.. burungmu sudah pengin ke sarangnya.., wowww.., Mas Otong.., burung Mas Otong kalau bangun dongak ke atas ya..?�. Aku hampir tidak dengar komentar Tante Ita soal burungku, aku melihat pemandangan demikian menantang, vagina dengan sedikit rambut lembut, dibasahi cairan harum asin demikian terlihat mengkilat, aku langsung tancapkan burungku dibibir vaginanya.
�Aughh..�, teriak tante.
�Kenapa Tante..?�, tanyaku kaget.
�Udahlah Mas.., teruskan.., teruskan..�, aku masukkan kepala burungku di vaginanya, sempit sekali.
�Tante.., sempit sekali Tante.?�.
�Tidak apa-apa Mas.., terus saja.., soalnya sudah lama sich Tante tidak ginian.., ntar juga nikmat..�.
Yah.., aku paksakan sedikit demi sedikit.., baru setengah dari burungku amblas.., Tante Ita sudah seperti cacing kepanasan gelepar ke sana ke mari.
�Augh.., Mas.., ouh.., Mas.., nikmat Mas.., terus Mas.., oughh..�.
Begitu juga aku.., walaupun burungku masuk ke vaginanya cuma setengah, tapi sedotannya oughh luar biasa.., nikmat sekali. Semakin lama gerakanku semakin cepat. Kali ini burungku sudah amblas dimakan vagina Tante Ita. Keringat mulai membasahi badanku dan badan Tante Ita. Tiba-tiba tante terduduk sambil memelukku, mencakarku.
�Oughh Mas.., ough.., luar biasa.., oughh.., Mas Otong..�, katanya sambil merem-melek.
�Kayaknya ini yang namanya orgasme.., ough..�, burungku tetap di vagina Tante Ita.
�Mas Otong sudah mau keluar ya..?�. Aku menggeleng. Kemudian Tante Ita telentang kembali, aku seperti kesetanan menggerakkan badaku maju mundur, aku melirik susunya yang bergelantungan karena gerakanku, aku menunduk dan kucium putingnya yang coklat kemerahan. Tante Ita semakin mendesah, �Ough.., Mas..�, tiba-tiba Tante Ita memelukku sedikit agak mencakar punggungku.
�Oughh Mas.., aku keluar lagi..�, kemudian dari kewanitaannya aku rasakan semakin licin dan semakin besar, tapi denyutannya semakin terasa, aku dibuat terbang rasanya. Ach rasanya aku sudah mau keluar, sambil terus goyang kutanya Tante Ita.
�Tante.., Aku keluarin dimana Tante..?, di dalam boleh nggak..?�.
�Terrsseerraah..�, desah Tante Ita. Ough.., aku percepat gerakanku, burungku berdenyut keras, ada sesuatu yang akan dimuntahkan oleh burungku. Akhirnya semua terasa enteng, badanku serasa terbang, ada kenikmatan yang sangat luar biasa. Akhirnya spermaku aku muntahkan dalam vagina Tante Ita, masih aku gerakkan badanku rupanya kali ini Tante Ita orgasme kembali, dia gigit dadaku.
�Mas Otong.., Mas Otong.., hebat Kamu Mas�.
Aku kembali kenakan celana dalam serta sarungku. Tante Ita masih tetap telanjang telentang di atas meja.
�Mas Otong.., kalau mau beli rokok lagi yah.., jam-jam begini saja ya.., nah kalau sudah tutup digedor saja.., tidak apa-apa.., malah kalau tidak digedor Tante jadi marah..�, kata tante menggodaku sambil memainkan puting dan clitorisnya yang masih nampak bengkak.
�Tante ingin Mas Otong sering bantuin Tante tutup warung�, kata tante sambil tersenyum genit. Lalu aku pulang.., baru terasa lemas sakali badanku, tapi itu tidak berarti sama sekali dibandingkan kenikmatan yang baru kudapat. Keesokan harinya ketika aku hendak berangkat ke kantor, saat di depan warung Tante Ita, aku di panggil tante.
�Rokoknya sudah habis ya.., ntar malem beli lagi ya..?�, katanya penuh pengharapan, padahal pembeli sedang banyak-banyaknya, tapi mereka tidak tahu apa maksud perkataan Tante Ita tadi, akupun pergi ke kantor dengan sejuta ingatan kejadian kemarin malam.
Share:

Tetangga Yang Menggairahkan


ML Dengan Tante Girang Hiperseks
Sebuah kisah seks yang cukup gila, seorang pria bersetubuh atau ngentot dengan tetangga barunya, seorang tante janda yang hiperseks dan lalu dilanjutkan dengan anak perempuan si tante. Simak kisah lengkapnya berikut ini!
Panggil saja aku Ade, panggilan sehari-hari meski aku bukan anak bontot. Aku murid SMU kelas 3. Aku tinggal di sebuah perumahan di Jakarta. Daerahnya mirip-mirip di PI deh, tapi bukan perumahan �or-kay� kok. Sekitar beberapa bulan lalu, rumah kontrakan kosong di sebelah kiri rumahku ditempati oleh keluarga baru. Awalnya mereka jarang kelihatan, namun sekitardua minggu kemudian mereka sudah cepat akrab dengan tetangga?tetangga sekitar. Ternyata penghuninya seorang wanita dengan perkiraanku umurnya baru 30-an, anak perempuannya dan seorang PRT. Nama lengkapnya aku tidak tahu, namun nama panggilannya Tante Yana. Anaknya bernama Anita, sepantaran denganku, siswi SMU kelas 3. Ternyata Tante Yana adalah janda seorang bulekalau tidak salah, asal Perancis. Sikapnya friendly, gampang diajak ngobrol. Tapi, yang paling utama adalah penampilannya yang �mengundang�. Rambutnya ikal di bawah telinga. Kulitnya coklat muda. Bodinya tidak langsing tapi kalau dilihat terus, malah jadi seksi. Payudaranya juga besar. Taksiranku sekitar 36-an.
Yang membikin mengundang adalah Tante Yana sering memakai baju sleeveless dengan celana pendek sekitar empat jari dari lutut. Kalau duduk, celananya nampak sempit oleh pahanya. Wajahnya tidak cantik?cantik amat, wajah ciri khas Indonesia, tipe yang disuka orang-orang bule. Seperti bodinya, wajahnya juga kalau diperhatikan, apalagi kalau bajunya agak �terbuka�, malah jadi muka?muka ranjang gitu deh. Dari cara berpakaiannya aku mengira kalau Tante Yana ituhypersex. Kalau Anita, kebalikan ibunya. Wajahnya cantik Indo, dan kulitnya putih. Rambutnya hitam kecoklatan, belah pinggir sebahu. Meski buah dadanya tidak terlalu besar, kecocokan pakaiannya justru membuat Anita jadi seksi. Nampaknya aku terserang sindrom tetangga sebelah nih.
Berhari-hari berlalu, nafsuku terhadap Tante Yana semakin bergolak sehingga aku sering nekat ngumpet di balik semak-semak, onani sambil melihati Tante Yana kalau sedang di luar rumah. Tapi terhadap Anita, nafsuku hanya sedikit, itu juga karena kecantikannya dan kulit putihnya. Nafsu besarku kadang-kadang membuatku ingin menunjukkan batangku di depan Tante Yana dan onani didepan dia. Pernah sesekali kujalankan niatku itu, namun pas Tante Yana lewat, buru-buru kututup �anu�-ku dengan baju, karena takut tiba-tiba Tante Yana melapor sama ortu. Tapi, kenyataannya berbeda. Tante Yana justru menyapaku, (dan kusapa balik sambil menutupi kemaluanku), dan pas di depan pagar rumahnya, ia tersenyum sinis yang menjurus ke senyuman nakal. �Ehem.. hmm..� dengan sorotan mata nakal pula. Sejenak aku terbengong dan menelan ludah, serta malah tambahnafsu.
Kemudian, pada suatu waktu, kuingat sekali itu hari Rabu. Saat aku pulang kuliah dan mau membuka pagar rumah, Tante Yana memanggilku dengan lembut, �De, sini dulu.. Tante bikinin makanan nih buat papa-mamamu.� Langsung saja kujawab, �Ooh, iya Tante..� Nafasku langsung memburu, dan dag dig dug. Setengah batinku takut dan ragu-ragu, dan setengahnya lagi justru menyuruh supaya �mengajak� Tante Yana. Tante Yana memakai baju sleeveless hijau muda, dan celana pendek hijau muda juga. Setelah masuk ke ruang tamunya, ternyata Tante Yana hanya sendirian, katanya pembantunya lagi belanja. Keadaan tersebut membuatku semakin dag dig dug. Tiba-tiba tante memanggilku dari arah dapur, �De, sini nih.. makanannya.� Memang benar sih, ada beberapa piring makanan di atas baki sudah Tante Yana susun.
Saat aku mau mengangkat bakinya, tiba-tiba tangan kanan Tante Yana mengelus pinggangku sementara tangan kirinya mengelus punggungku. Tante Yana lalu merapatkan wajahnya di pipiku sambil berkata, �De, mm.. kamu.. nakal juga yah ternyata..� Dengan tergagap-gagap aku berbicara, �Emm.. ee.. nakal gimana sih Tante?� Jantungku tambah cepat berdegup. �Hmm hmm.. pura-pura nggak inget yah? Kamu nakal.. ngeluarin titit, udah gitu ngocok-ngocok..�Tante Yana meneruskan bicaranya sambil meraba-raba pipi dekat bibirku. Kontan saja aku tambah gagap plus kaget karena Tante Yana ternyata mengetahuinya. Itulah sebabnya dia tersenyum sinis dan nakal waktu itu. Aku tambah gagap, �Eeehh? Eee.. itu..� Tante Yana langsung memotong sambil berbisik sambil terus mengelus pipiku dan bahkan pantatku. �Kamu mau yah sama Tante? Hmm?� Tanpa banyak omong-omong lagi, tante langsung mencium ujung bibir kananku dengan sedikit sentuhan ujung lidahnya.
Ternyata benar perkiraanku, Tante Yana hypersex. Aku tidak mau kalah, kubalas segeraciumannya ke bibir tebal seksinya itu. Lalu kusenderkan diriku di tembok sebelah wastafel dan kuangkat pahanya ke pinggangku. Ciuman Tante Yana sangat erotis dan bertempo cepat. Kurasakan bibirku dan sebagian pipiku basah karena dijilati oleh Tante Yana. Pahanya yang tadi kuangkat kini menggesek-gesek pinggangku. Akibat erotisnya ciuman Tante Yana, nafsuku menjadi bertambah. Kumasukkan kedua tanganku ke balik bajunya di punggungnya seperti memeluk, dan kuelusi punggungnya. Saat kuelus punggungnya, Tante Yana mendongakkan kepalanya dan terengah. Sesekali tanganku mengenai tali BH-nya yang kemudian terlepas akibat gesekan tanganku. Kemudian Tante Yana mencabut bibirnya dari bibirku, menyudahi ciuman dan mengajakkuuntuk ke kamarnya.
Kami buru-buru ke kamarnya karena sangat bernafsu. Aku sampai tidak memperhatikan bentuk dan isi kamarnya, langsung direbah oleh Tante Yana dan meneruskan ciuman. Posisi Tante Yana adalah posisi senggama kesukaanku yaitu nungging. Ciumannya benar-benar erotis. Kumasukkan tanganku ke celananya dan aku langsung mengelus belahan pantatnya yang hampir mengenai belahan vaginanya. Tante Yana yang hyper itu langsung melucuti kaosku dengan agak cepat. Tapi setelah itu ada adegan baru yang belum pernah kulihat baik di film semi ataupun di BF manapun. Tante Yana meludahi dada abdomen-ku dan menjilatinya kembali. Sesekali aku merasa seperti ngilu ketikalidah Tante Yana mengenai pusarku. Ketika aku mencoba mengangkat kepalaku, kulihat bagian leher kaos tante Yana kendor, sehingga buah dadanya yang bergoyang-goyang terlihat jelas. Kemudian kupegang pinggangnya dan kupindahkan posisinya ke bawahku. Lalu, kulucuti kaosnya serta beha nya, kulanjutkan menghisapi puting payudaranya. Nampak Tante Yana kembali mendongakkan kepalanya dan terengah sesekali memanggil namaku.
Sambil terus menghisap dan menjilati payudaranya, kulepas celana panjangku dan celana dalamku dan kubuang ke lantai. Ternyata pas kupegang �anu�-ku, sudah ereksi dengan level maksimum. Sangat keras dan ketika kukocok-kocok sesekali mengenai dan menggesek urat-uratnya. Tante Yana pun melepas celana-celananya dan mengelusi bulu-bulu dan lubang vaginanya. Ia juga meraup sedikit mani dari vaginanya dan memasukkan jari-jari tersebut ke mulutku. Aku langsung menurunkan kepalaku dan menjilati daerah �bawah� Tante Yana. Rasanya agak seperti asin-asinditambah lagi adanya cairan yang keluar dari lubang �anu�-nya Tante Yana. Tapi tetap saja aku menikmatinya. Di tengah enaknya menjilat-jilati, ada suara seperti pintu terbuka namun terdengarnya tidak begitu jelas. Aku takut ketahuan oleh pembantunya atau Anita.
Sejenak aku berhenti dan ngomong sama Tante Yana, �Eh.. Tante..� Ternyata tante justru meneruskan �adegan� dan berkata, �Ehh.. bukan siapa-siapa.. egghh..� sambil mendesah. Posisiku kini di bawah lagi dan sekarang Tante Yana sedang menghisap �lollypop�. Ereksikusemakin maksimum ketika bibir dan lidah Tante Yana menyentuh bagian-bagian batangku. Tante Yanamengulangi adegan meludahi kembali. Ujung penisku diludahi dan sekujurnya dijilati perlahan. Bayangkan, bagaimana ereksiku tidak tambah maksimum?? Tak lama, Tante Yana yang tadinya nungging, ganti posisi berlutut di atas pinggangku. Tante Yana bermaksud melakukan senggama. Aku sempat kaget dan bengong melihat Tante Yana dengan perlahan memegang dan mengarahkan penisku ke lubangnya layaknya film BF saja. Tapi setelah ujungnya masuk ke liang senggama, kembali aku seperti ngilu terutama di bagian pinggang dan selangkanganku dimana kejadian itusemakin menambah nafsuku.
Tante mulai menggoyangkan tubuhnya dengan arah atas-bawah awalnya dengan perlahan. Aku merasa sangat nikmat meskipun Tante Yana sudah tidak virgin. Di dalam liang itu, aku merasa adacairan hangat di sekujur batang kemaluanku. Sambil kugoyangkan juga badanku, kuelus pinggangnya dan sesekali buah dadanya kuremas-remas. Tante Yana juga mengelus-elus dada dan pinggangku sambil terus bergoyang dan melihatiku dengan tersenyum. Mungkin karena nafsu yang besar, Tante Yana bergoyang sangat cepat tak beraturan entah itu maju-mundur atau atas bawah. Sampai-sampai sesekali aku mendengar suara �Ngik ngik ngik� dari kaki ranjangnya. Akibat bergoyang sangat cepat, tubuh Tante Yana berkeringat. Segera kuelus badannya yang berkeringat dan kujilatitanganku yang penuh keringat dia itu.
Lalu posisinya berganti lagi, jadinya aku bersandar di ujung ranjang, dan Tante Yana menduduki pahaku. Jadinya, aku bisa mudah menciumi dada dan payudaranya. Juga kujilati tubuhnya yang masih sedikit berkeringat itu, lalu aku menggesekkan tubuhku yang juga sedikit berkeringat kedada Tante Yana. Tidak kupikirkan waktu itu kalau yang kujilati adalah keringat karena nafsu yang terlalu meledak. Tak lama, aku merasa akan ejakulasi. �Ehh.. Tante.. uu.. udaahh..� Belum sempat aku menyelesaikan kata-kataku, Tante Yana sudah setengah berdiri dan nungging di depanku. Tante Yana mengelus-elus dan mengocok penisku, dan mulutnya sudah ternganga dan lidahnya menjulur siap menerima semprotan spermaku. Karena kocokan Tante Yana, aku jadi ejakulasi. �Crit.. crroott.. crroott..� ternyata semprotan spermaku kuhitung sampai sekitar tujuh kali dimana setiap kencrotan itu mengeluarkan sperma yang putih, kental dan banyak. Sesekali jangkauan kencrotannya panjang, dan mengenai rambut Tante Yana. Mungkin ada juga yang jatuh ke sprei. Persis sekali film BF.
Kulihat wajah Tante Yana sudah penuh sperma putih kental milikku. Tante Yana yang memanghyper, meraup spermaku baik dari wajahnya ataupun dari sisa di sekujur batangku, dan memasukkan ke mulutnya. Setelah itu, aku merasa sangat lemas. Staminaku terkuras oleh Tante Yana. Aku langsung rebahan sambil memeluk Tante Yana sementara penisku masih tegak namuntidak sekeras tadi.
Sekitar seminggu berlalu setelah ML sama Tante Yana. Siang itu aku sedang ada di rumah hanya bersama pembantu (orang tuaku pulangnya sore atau malam, adikku juga sedang sekolah). Sekitar jam satu-an, aku yang sedang duduk di kursi malas teras, melihat Tante Yana mau pergi entah kemana dengan mobilnya. Kulihat Anita menutup pagar dan ia tidak melihatku. Sekitar 10 menitkemudian, telepon rumahku berdering. Saat kuangkat, ternyata Anita yang menelepon. Nada suaranya agak ketus, menyuruhku ke rumahnya. Katanya ada yang ingin diomongin.
ML Tante Girang Hipersex 
Di ruang tamunya, aku duduk berhadapan sama Anita. Wajahnya tidak seperti biasanya, terlihat jutek, judes, dan sebagainya. Berhubung dia seperti itu, aku jadi salah tingkah dan bingung mau ngomong apa.
Tak lama Anita mulai bicara duluan dengan nada ketus kembali,
�De, gue mau tanya!�
�Hah? Nanya apaan?� Aku kaget dan agak dag dig dug.
�Loe waktu minggu lalu ngapain sama nyokap gue?� Dia nanya langsung tanpa basa-basi.
�Ehh.. minggu lalu? Kapan? Ngapain emangnya?�
Aku pura-pura tidak tahu dan takutnya dia mau melaporkan ke orang tuaku.
�Aalahh.. loe nggak usah belagak bego deh.. Emangnya gue nggak tau? Gue baru pulang sekolah, gue liat sendiri pake mata kepala gue.. gue intip dari pintu, loe lagi make nyokap gue!!�
Seketika aku langsung kaget, bengong, dan tidak tahu lagi mau ngapain, badan sudah seperti mati rasa. Batinku berkata, �Mati gue.. bisa-bisa gue diusir dari rumah nih.. nama baik ortu gue bisa jatoh.. mati deh gue.�
Anita pun masih meneruskan omongannya,
�Loe napsu sama nyokap gue??�
Anita kemudian berdiri sambil tolak pinggang. Matanya menatap sangat tajam. Aku cuma bisa diam, bengong tidak bisa ngomong apa-apa. Keringat di leher mengucur. Anita menghampiriku yang hanya duduk diam kaku beku perlahan masih dengan tolak pinggang dan tatapan tajam. Pipiku sudah siap menerima tamparan ataupun tonjokan namun untuk hal dia akan melaporkannya ke orang tuaku dan aku diusir tidak bisa aku pecahkan. Tapi, sekali lagi kenyataan sangat berbeda. Anita yang memakai kaos terusan yang mirip daster itu, justru membuka ikatan di punggungnya dan membukakaosnya. Ternyata ia tidak mengenakan beha dan celana dalam. Jadi di depanku adalah Anita yang bugil. Takutku kini hilang namun bingungku semakin bertambah. �Kalo gitu, loe mau juga kan sama gue?� Anita langsung mendekatkan bibir seksi-nya ke bibirku. Celana pendekku nampak kencang di bagian �anu�.
Kini yang kurasakan bukan ciuman erotis seperti ciuman Tante Yana, namun ciuman Anita yang lembut dan romantis. Betapa nikmatnya ciuman dari Anita. Aku langsung memeluknya lembut. Tubuh putihnya benar-benar mulus. Bulu vaginanya sekilas kulihat coklat gelap. Sesegera mungkin kulepas celana-celanaku dan Anita membuka kaosku. Lumayan lama Anita menciumiku dengan posisimembungkuk. Kukocok-kocok penis besarku itu sedikit-sedikit. Aku langsung membisikkannya, �Nit, kita ke kamarmu yuk..!� Anita menjawab, �Ayoo.. biarlebih nyaman.� Anita kurebahkan di ranjangnya setelah kugendong dari ruang tamu. Seperti ciuman tadi, kali ini suasananya lebih lembut, romantis dan perlahan. Anita sesekali menciumi dan agak menggigit daun telingaku ketika aku sedang mencumbu lehernya. Anita juga sesekali mencengkeram lenganku dan punggungku. Kaki kanannya diangkat hingga ke pinggangku dan kadang dia gesek-gesekkan. Dalam pikiranku, mungkin kali ini ejakulasiku tidak selama seperti sama Tante Yana akibat terbawa romantisnya suasana.
Dari sini aku bisa tahu bahwa Anita itu tipe orang romantis dan lembut. Tapi tetap saja nafsunya besar. Malah dia langsung mengarahkan dan menusukkan penisku ke liang senggamanya tanpa adegan-adegan lain. Berhubung Anita masih virgin, memasukkannya tidak mudah. Butuh sedikit dorongan dan tahan sakit termasuk aku juga. Wajah Anita nampak menahan sakit. Gigi atasnya menggigit bibir bawahnya dan matanya terpejam keras persis seperti keasaman makan buah mangga atau jambu yang asem. Tak lama, �Aaahh.. aa.. aahh..� Anita berteriak lumayan keras, aku takutnya terdengar sampai keluar. Selaput perawannya sudah tertembus. Aku mencoba menggoyangkan maju-mundur di dalam liang yang masih sempit itu. Tapi, aku merasa sangat enak sekali senggama di liang perawan. Anita juga ikutan goyang maju-mundur sambil meraba-raba dadaku dan mencium bibirku. Ternyata benar perkiraanku. Sedikit lagi aku akan ejakulasi. Mungkin hanya sekitar 6 menit. Meski begitu, keringatku pun tetap mengucur. Begitupun Anita.
Dengan agak menahan ejakulasi, gantian kurebahkan Anita, kukeluarkan penisku lalu kukocokdi atas dadanya. Mungkin akibat masih sempit dan rapatnya selaput dara Anita, batang penisku jadi lebih mudah tergesek sehingga lebih cepat pula ejakulasinya. Ditambah pula dalam seminggu tersebut aku tidak onani, nonton BF, atau sebagainya. Kemudian, �Crit.. crit.. crott..� kembali kujatuhkan spermaku di tubuh orang untuk kedua kalinya. Kusemprotkan spermaku di dada dan payudaranya Anita. Kali ini kencrotannya lebih sedikit, namun spermanya lebih kental. Bahkan ada yang sampai mengenai leher dan dagunya. Anita yang baru pertamakali melihat sperma lelaki, mencoba ingin tahu bagaimana rasanya menelan sperma. Anita meraup sedikit dengan agakcanggung dan ekspresi wajahnya sedikit menggambarkan orang jijik, dan lalu menjilatnya.
Terus, Anita berkata dengan lugu, �Emm.. ee.. De.. kalo �itu� gimana sih rasanya?� sambil menunjuk ke kejantananku yang masih berdiri tegak dan kencang. �Eh.. hmm hmm.. cobain aja sendiri..� sambil tersenyum ia memegang batang kemaluanku perlahan dan agak canggung. Tak lama, ia mulai memompa mulutnya perlahan malu-malu karena baru pertama kali. Mungkin ia sekalian membersihkan sisa spermaku yang masih menetes di sekujur batangku itu. Kulihat sekilas di lubang vaginanya, ada noda darah yang segera kubersihkan dengan tissue dan lap. Setelah selesai, aku yang sedang kehabisan stamina, terkulai loyo di ranjang Anita, sementara Anita juga rebahan di samping. Kami sama-sama puas, terutama aku yang puas menggarap ibu dan anaknya itu.
Share:

pcash

FeedJit