JUAL GANJA ONLINE

Ada Stok GANJA
Menjual GANJA ACEH
Untuk Pengobatan Herbal di:
http://toko-ganja.blogspot.co.id

diaper cakes
.

Pages

Tampilkan postingan dengan label daun muda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label daun muda. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Desember 2011

Cerita Sex Kenikmatan Jepitan 'Susu' Lydia


Lega rasanya aku melihat pagar rumah kosku setelah terjebak dalam kemacetan jalan dari kampusku. Kulirik jam tanganku yang menunjukkan pukul 21.05 yang berarti aku telah menghabiskan waktu satu jam terjebak dalam arus lalu-lintas Jakarta yang begitu mengerikan. Setelah memarkir mobilku, bergegas aku menuju ke kamarku dan kemudian langsung menghempaskan tubuh penatku ke ranjang tanpa sempat lagi menutup pintu kamar.

Baru saja mataku tertutup, tiba-tiba saja aku dikejutkan oleh ketukan pada pintu kamarku yang disertai dengan teriakan nyaring dari suara yang sudah sangat aku kenal.
"Ko, loe baru pulang yah?" gelegar suara Voni memaksa mataku untuk menatap asal suara itu.
"iya, memangnya ada apa sih teriak-teriak?" jawabku sewot sambil mengucek mataku.
"Ini gue mau kenalin sepupu gue yang baru tiba dari Bandung" jawabnya sambil tangan kirinya menarik tangan seorang cewek masuk ke kamarku.

Kuperhatikan cewek yang disebut Voni sebagai sepupunya itu, sambil tersenyum aku menyodorkan tangan kananku kearahnya "Hai, namaku Riko"
"Lydia" jawabnya singkat sambil tersenyum kepadaku.

Sambil membalas senyumannya yang manis itu, mataku mendapati sesosok tubuh setinggi kira-kira 165 cm, walaupun dengan perawakan sedikit montok namun kulitnya yang putih bersih seakan menutupi bagian tersebut.

"Riko ini teman baik gue yang sering gue ceritain ke kamu" celetuk Voni kepada Lydia.
"Oh.."
"Nah, sekarang kan loe berdua udah tau nama masing-masing, lain kali kalo ketemu kan bisa saling memanggil, gue mau mandi dulu yah, daag.." kata Voni sambil berjalan keluar dari kamarku.

Aku menanggapi perkataan Voni barusan dengan kembali tersenyum ke Lydia.
"Cantik juga sepupu Voni ini" pikirku dalam hati.
"Lydia ke Jakarta buat liburan yah?" tanyaku kepadanya.
"Iya, soalnya bosen di Bandung melulu" jawabnya.
"Loh, memangnya kamu nggak kuliah?"
"Nggak, sehabis SMA aku cuma bantu-bantu Papa aja, males sih kuliah."
"Rencananya berapa lama di Jakarta?"
"Yah.. sekitar 2 minggu deh"
"Riko aku ke kamar Voni dulu yah, mau mandi juga "
"Oke deh"

Sambil tersenyum lagi dia berjalan keluar dari kamarku. Aku memandang punggung Lydia yang berjalan pelan ke arah kamar Voni. Kutatap BH hitamnya yang terlihat jelas dari balik kaos putih ketat yang membaluti tubuhnya yang agak bongsor itu sambil membayangkan dadanya yang juga montok itu. Setelah menutup pintu kamarku, kembali kurebahkan tubuhku ke ranjang dan hanya dalam sekejab saja aku sudah terlelap.

"Ko, bangun dong"
Aku membuka kembali mataku dan mendapatkan Voni yang sedang duduk di tepi ranjangku sambil menggoyangkan lututku.

"Ada apa sih?" tanyaku dengan nada sewot setelah untuk kedua kalinya dibangunkan.
"Kok marah-marah sih, udah bagus gue bangunin. Liat udah jam berapa masih belom mandi!"
Aku menoleh ke arah jam dindingku sejenak.
"Jam 11, emang kenapa kalo gue belum mandi?"
"Kan loe janji mau ngetikin tugas gue kemaren"
"Aduh Voni.. kan bisa besok.."
"Nggak bisa, kan kumpulnya besok pagi-pagi"

Aku bergegas bangun dan mengambil peralatan mandiku tanpa menghiraukan ocehan yang terus keluar dari mulut Voni.
"Ya udah, gue mandi dulu, loe nyalain tuh komputer!"

*****

Tulisan di layar komputerku sepertinya mulai kabur di mataku.
"Gila, udah jam 1, tugas sialan ini belum selesai juga" gerutuku dalam hati.

"Tok.. Tok.. Tok.." bunyi pintu kamarku diketok dari luar.
"Masuk!" teriakku tanpa menoleh ke arah sumber suara.

Terdengar suara pintu yang dibuka dan kemudian ditutup lagi dengan keras sehingga membuatku akhirnya menoleh juga. Kaget juga waktu kudapati ternyata yang masuk adalah Lydia.

"Eh maaf, tutupnya terlalu keras" sambil tersenyum malu dia membuka percakapan.
"Loh, kok belum tidur?" dengan heran aku memandangnya lagi.
"Iya nih, nggak tau kenapa nggak bisa tidur"
"Voni mana?" tanyaku lagi.
"Dari tadi udah tidur kok"
"Gue dengar dari dia katanya elo lagi buatin tugasnya yah?"
"Iya nih, tapi belum selesai, sedikit lagi sih"
"Emang ngetikin apaan sih?" sambil bertanya dia mendekatiku dan berdiri tepat disamping kursiku.

Aku tak menjawabnya karena menyadari tubuhnya yang dekat sekali dengan mukaku dan posisiku yang duduk di kursi membuat kepalaku berada tepat di samping dadanya. Dengan menolehkan kepalaku sedikit ke kiri, aku dapat melihat lengannya yang mulus karena dia hanya memakai baju tidur model tanpa lengan. Sewaktu dia mengangkat tangannya untuk merapikan rambutnya, aku dapat melihat pula sedikit bagian dari BHnya yang sekarang berwarna krem muda.

"Busyet.. loe harum amat, pake parfum apa nih?"
"Bukan parfum, lotion gue kali"
"Lotion apaan, bikin terangsang nih" candaku.
"Body Shop White Musk, kok bikin terangsang sih?" tanyanya sambil tersenyum kecil.
"Iya nih beneran, terangsang gue nih jadinya"
"Masa sih? berarti sekarang udah terangsang dong"

Agak terkejut juga aku mendengar pertanyaan itu.

"Jangan-jangan dia lagi memancing gue nih.." pikirku dalam hati.
"Emangnya loe nggak takut kalo gue terangsang sama elo?" tanyaku iseng.
"Nggak, memangnya loe kalo terangsang sama gue juga berani ngapain?"
"Gue cium loe ntar" kataku memberanikan diri.

Tanpa kusangka dia melangkah dari sebelah kiri ke arah depanku sehingga berada di tengah-tengah kursi tempat aku duduk dengan meja komputerku.

"Beneran berani cium gue?" tanyanya dengan senyum nakal di bibirnya yang mungil.
"Wah kesempatan nih" pikirku lagi.

Aku bangkit berdiri dari dudukku sambil mendorong kursiku sedikit ke belakang sehingga kini aku berdiri persis di hadapannya.
Sambil mendekatkan mukaku ke wajahnya aku bertanya " Bener nih nggak marah kalo gue cium?"
Dia hanya tersenyum saja tanpa menjawab pertanyaanku.

Tanpa pikir panjang lagi aku segera mencium lembut bibirnya. Lydia memejamkan matanya ketika menerima ciumanku. Kumainkan ujung lidahku pelan kedalam mulutnya untuk mencari lidahnya yang segera bertaut dan saling memutar ketika bertemu. Sentuhan erotis yang kudapat membuat aku semakin bergairah dan langsung menghujani bibir lembut itu dengan lidahku.

Sambil terus menjajah bibirnya aku menuntun pelan Lydia ke ranjang. Dengan mata masih terpejam dia menurut ketika kubaringkan di ranjangku. Erangan halus yang didesahkan olehnya membuatku semakin bernafsu dan segera saja lidahku berpindah tempat ke bagian leher dan turun ke area dadanya.

Setelah menanggalkan bajunya, kedua tanganku yang kususupkan ke punggungnya sibuk mencari kaitan BH-nya dan segera saja kulepas begitu aku temukan. Dengan satu tarikan saja terlepaslah penutup dadanya dan dua bukit putih mulus dengan pentil pink yang kecil segera terpampang indah didepanku. Kuremas pelan dua susunya yang besar namun sayang tidak begitu kenyal sehingga terkesan sedikit lembek.

Puting susunya yang mungil tak luput dari serangan lidahku. Setiap aku jilati puting mungil tersebut, Lydia mendesah pelan dan itu membuatku semakin terangsang saja. Entah bagaimana kabar penisku yang sedari tadi telah tegak berdiri namun terjepit diantara celanaku dan selangkangannya.

Putingnya yang kecil memang sedikit menyusahkan buatku sewaktu menyedot bergantian dari toket kiri ke toket kanannya, namun desahan serta gerakan-gerakan tubuhnya yang menandakan dia juga terangsang membuatku tak tahan untuk segera bergerilya ke perutnya yang sedikit berlemak.

Namun ketika aku hendak melepas celananya, tiba-tiba saja dia menahan tanganku.
"Jangan Riko!"
"Kenapa?"
"Jangan terlalu jauh.."
"Wah, masa berhenti setengah-setengah, nanggung nih.."
"Pokoknya nggak boleh" setengah berteriak Lydia bangkit dan duduk di ranjang.

Kulihat dua susunya bergantung dengan anggunnya di hadapanku.
"Kasihan ama ini nih, udah berdiri dari tadi, masa disuruh bobo lagi?" tanyaku sambil menunjuk ke arah penisku yang membusung menonjol dari balik celana pendekku.

Tanpa kusangka lagi, tiba-tiba saja Lydia meloroti celanaku plus celana dalamku sekalian.
Aku hanya diam ketika dia melakukan hal itu, pikirku mungkin saja dia berubah pikiran.
Tetapi ternyata dia kemudian menggenggam penisku dan dengan pelan mengocok penisku naik turun dengan irama yang teratur.

Aku menyandarkan tubuhku pada dinding kamar dan masih dengan posisi jongkok dihadapanku Lydia tersenyum sambil terus mengocok batang penisku tetapi semakin lama semakin cepat.
Nafasku memburu kencang dan jantungku berdegub semakin tak beraturan dibuatnya, walaupun aku sangat sering masturbasi, tapi pengalaman dikocok oleh seorang cewek adalah yang pertama bagiku, apalagi ditambah pemandangan dua susu montok yang ikut bergoyang karena gerakan pemiliknya yang sedang menocok penisku bergantian dengan tangan kiri dan kanannya.

"Lyd.. mau keluar nih.." lirih kataku sambil memejamkan mata meresapi kenikmatan ini.
"Bentar, tahan dulu Ko.."jawabnya sambil melepaskan kocokannya.
"Loh kok dilepas?" tanyaku kaget.

Tanpa menjawab pertanyaanku, Lydia mendekatkan dadanya ke arah penisku dan tanpa sempat aku menebak maksudnya, dia menjepit penisku dengan dua susunya yang besar itu. Sensasi luar biasa aku dapatkan dari penisku yang dijepit oleh dua gunung kembar itu membuatku terkesiap menahan napas. Sebelum aku sempat bertindak apa-apa, dia kembali mengocok penisku yang terjepit diantara dua susunya yang kini ditahan dengan menggunakan kedua tangannya.

Kali ini seluruh urat-urat dan sendi-sendi di sekujur tubuhku pun turut merasakan kenikmatan yang lebih besar daripada kocokan dengan tangannya tadi.

"Enak nggak Ko?" tanyanya lirih kepadaku sambil menatap mataku.
"Gila.. enak banget Sayang.. terus kocok yang kencang.."
Tanganku yang masih bebas kugerakkan kearah pahanya yang mulus. Sesekali memutar arah ke bagian belakang untuk merasakan pantatnya yang lembut.

"Ahh.. ohh.." desahnya pelan sambil kembali memejamkan matanya.
Kocokan serta jepitan susunya yang semakin keras semakin membuatku lupa daratan.
"Lyd.. aku keluar.."

Tanpa bisa kutahan lagi semprotan lahar panasku yang kental segera menyembur keluar dan membasahi lehernya dan sebagian area dadanya. Seluruh tubuhku lemas seketika dan hanya bisa bersandar di dinding kamar. Aku memandang nanar ke Lydia yang saat itu bangkit berdiri dan mencari tissue untuk membersihkan bekas spermaku. Ketika menemukan apa yang dicari, sambil tersenyum lagi dia bertanya
"Kamu seneng nggak"
Aku mengangguk sambil membalas senyumannya.

"Jangan bilang siapa-siapa yah, apalagi sama Voni" katanya memperingatkanku sambil memakai kembali BH dan bajunya yang tadi kulempar entah kemana.
"Iyalah.. masa gue bilang-bilang, nanti kamu nggak mau lagi ngocokin gue"

Lydia kembali hanya tersenyum padaku dan setelah menyisir rambut panjangnya dia pun beranjak menuju pintu.
"Gue bersih-bersih dulu yah, abis itu mau bobo" ujarnya sebelum membuka pintu.
"Thanks yah Lyd.. besok kesini lagi yah" balasku sambil menatap pintu yang kemudian ditutup kembali oleh Lydia.

Aku memejamkan mata sejenak untuk mengingat kejadian yang barusan berlalu, mimpi apa aku semalam bisa mendapat keberuntungan seperti ini. Tak sabar aku menunggu besok tiba, siapa tahu ternyata bisa mendapatkan lebih dari ini. Mungkin saja suatu saat aku bisa merasakan kenikmatan dari lubang surga Lydia, yang pasti aku harus ingat untuk menyediakan kondom di kamarku dulu.
Share:

Minggu, 04 Desember 2011

Cerita Dewasa, Bercinta dengan ibu kost

Sudah hampir setahun Zaki tinggal di
tempat kost bu Lily. Bisa tinggal di
tempat kost ini awalnya secara tidak
sengaja ketemu bu Lily di pasar. Waktu
itu bu Lily kecopetan, trus teriak dan
kebetulan Zaki yang ikut menolong menangkap copet dan mengembalikan
dompet bu Lily. Trus ngobrol sebentar,
kebetulan Zaki lagi cari tempat kost
yang baru dan bu Lily mengatakan dia
punya tempat kost atau bisa di bilang
rumah bedengan yang dikontrakkan, yah jadi deh tinggal di kost-an bu Lily. Bu Lily lumayan baik terhadap Zaki,
kelewat baik malah, karena sampai saat
ini Zaki sudah telat bayar kontrak
rumah 3 bulan, dan bu Lily masih adem-
adem aja. Mungkin masih teringat
pertolongan waktu itu. Tapi justru Zaki yang gak enak, tapi mau gimana, lha

emang duit lagi seret. akhirnya Zaki
lebih banyak menghindar untuk ketemu
langsung dengan bu Lily. Sampai satu hari �� waktu itu masih sore jam 4. Zaki masih tidur-tiduran
dengan malasnya di kamarnya. Tempat
kost itu berupa kamar tidur dan kamar
mandi di dalam. Terdengar pintu
kamarnya di ketok � tok..tok..tok.. lalu suara bu Lily yang manggil, �Zack�Zaki� ada di dalem gak ?� Sontak Zaki bangun, wah bisa berabe kalo nanyain duit sewa
kamar nie, pikir Zaki. Dengan cepat
meraih handuk, pura-pura lagi mandi aja
ah, ntar juga bu Lily pergi sendiri.
Setelah masuk kamar mandi kembali
terdengar suara bu Lily, � Zaki lagi tidur ya..?� dan dari kamar mandi Zaki menyahut sedikit teriak, � lagi mandi bu�.� Sesaat tidak ada sahutan, tapi kemudian
suara bu Lily jadi dekat, �ya udah mandi aja dulu Zack, ibu tunggu di sini ya �� eh ternyata masuk ke kamar, Zaki tadi gak
mengunci pintu. �busyet dah, terpaksa bener-bener harus mandi nie, �pikir Zaki. Sekitar lima belas menit Zaki di kamar
mandi, sengaja mandinya agak dilamain
dengan maksud siapa tau bu Lily bosan
trus gak jadi nunggu. Tapi rasanya
percuma lama-lama toh bu Lily
sepertinya masih menunggu. Akhirnya keluar juga Zaki dari kamar mandi,
dengan hanya handuk yang melilit di
pinggang, tidak pakai celana dalem lagi,
maklum tadi gak sempet ambil karena
terburu-buru. Bu Lily tersenyum manis melihat Zaki
yang salah tingkah, �lama juga kamu mandi ya Zack �� bu Lily membuka pembicaraan. �pasti bersih banget mandinya ya �� gurau bu Lily sambil sejenak melirik dada bidang Zaki. �ah ibu bisa aja � biasa aja kok bu.., oia ada apa ya bu.. ?� jawab Zaki sekenanya saja sambil mengambil duduk di pinggiran
tempat tidur. Bu Lily mendekat dan
duduk di samping Zaki, �Cuma mau ngingetin aja, uang sewa kamarmu dah
telat 3 bulan lho � trus mau ngobrol- ngobrol aja sama kamu, kan dah lama gak
ngobrol, kamu sie pergi mlulu ��ucap bu Lily. Zaki jadi kikuk, �wahduh � kalo uang sewanya ntar aku bayar cicil boleh
gak bu? Soalnya lagi seret nie �� jawab Zaki dengan sedikit memohon. Bu Lily terlihat sedikit
berpikir��mmmm� boleh deh, tapi jangan lama-lama ya � emang uangmu di pakai untuk apa sie ?� terlihat bu Lily sedikit menyelidik. �hmmm� pasti buat cewe mu ya��dia terlihat kurang senang. �ah nggak juga kok bu �.. saya emang lagi ada keperluan, � jawab Zaki hati-hati melihat raut wajah bu Lily yang kurang
senang. �huh�laki-laki sama aja, kalo lagi ada maunya, apa aja pasti di kasih pada
perempuan yang lagi di dekatinya,
hhhh� sama aja dengan suamiku �.�keluh bu Lily dengan nada kesal. Waduh nampaknya bu Lily lagi marahan
nie sama suaminya, jangan-jangan
amarahnya ditumpahkan pula sama Zaki.
Dengan cepat Zaki menjawab, �tapi saya janji kok bu, akan saya lunasi kok �� �hhhhh�.�bu Lily menghela nafas,�udahlah Zack, gak apa-apa kok, gak di bayar juga kalo buat kamu ga
masalah � ibu Cuma lagi kesel aja sama suamiku, dia cuma perhatiannya sama
Marni terus � aku seperti gak dianggap lagi, mentang-mentang Marni jauh lebih
muda ya. � sedikit penjelasan bahwa bu Lily ini
istri pertama dari pak Kardi, sedangkan
istri keduanya bu Marni. Dan sekarang
sepertinya pak Kardi lebih sering
tinggal di rumahnya yang satu lagi
bersama bu Marni dan bu Lily tampaknya udah mulai kesepian nie �wah kalo masalah keluarga sie aku kurang paham bu �. �jawab Zaki kikuk �gak apa-apa Zack, ibu hanya mau curhat aja sama kamu � boleh kan Zack?� suara bu Lily sendu. Agak lama terdiam,
terdengar tarikan nafas bu Lily terasa
berat, dan sedikit sesunggukan, waduh
lama-lama bisa nangis nie, gawat dong
pikir Zaki. �udah bu jangan terlalu dipikirkan, nanti juga pak Kardi kembali lagi kok,
kan ibu juga gak kalah cantiknya sama
bu Marni,�Zaki bermaksud menghibur. �ah kamu Zack � emang ibu masih cantik menurutmu ?� bu Lily menatap sendu ke arah Zaki, terlihat dua butir air mata
mengalir di pipinya. Uhh �. ingin rasanya Zaki menghapus air mata itu,
pak Kardi emang keterlaluan masa
wanita cantik nan elok seperti ini
dianggurin sie, coba Zaki bisa berbuat
sesuatu � busyet� Zaki memaki dalam hati� �kenapa otak gwa jadi kotor gini. � Dengan sedikit gugup Zaki
menjawab, �mmm�eee�iya kok bu, ibu masih cantik, kalo masih gadis mungkin
aku yang duluan tergoda. � Uupsss �. Maksud hati ingin menghibur, tapi
kenapa kata-kata yang menggoda yang
keluar dari mulut � gerutu Zaki dalam hati. Zaki jadi panik, jangan-jangan bu
Lily marah dengan ucapan Zaki. Tapi
ternyata Zaki salah, karena bu Lily
tersenyum, manis sekali dengan deretan
gigi yang putih dan rapi, �ih Zaki bisa aja menghibur �. Iya juga sie, kalo masih gadis bisa aja tergoda, pantes aja
suamiku gak ngelirik aku lagi, bis nya
dah tua sie �� rona wajah bu Lily berubah sedih lagi, �kalo menurutmu Zack, apa ibu emang gak menarik lagi �?� sambil berdiri dan memperhatikan
tubuhnya kemudian menatap Zaki minta
penilaian. Terang aja Zaki makin
kikuk,�wah aku mau ngomong apa ya bu �? Takutnya nanti di bilang lancang lho � tapi kalo mau jujur �. Ibu cantik banget, seperti masih 30an deh. � Bu Lily tampaknya senang dengan pujian
itu,�hmmm.. kamu ada-ada aja saja � ibu udah 43 lho.. emang Zaki liat dari
mananya bisa bilang begitu ?� Zaki jadi cengar cengir, � �.itu penilaian laki-laki lho bu, saya malu bilangin
nya.� Bu Lily kembali duduk mendekat,
sekarang malah sangat dekat hampir
merapat ke Zaki sambil berkata, � ah.. gak perlu malu�. Bilang aja �� Nafas Zaki terasa sesak, badan nya
terasa panas dingin menghadapi tatapan
bu Lily, matanya indah dengan bulu
mata yang lentik, sesaat kemudian Zaki
mengalihkan pandangan ke arah tubuh
bu Lily mencari alasan penilaian tadi, uups baru deh Zaki memperhatikan bahwa
bu Lily memakai baju terusan seperti
daster tapi dengan lengan yang berupa
tali dan diikat simpul di bahunya.
Hmmm .. kulit itu mulus kuning langsat
dengan tali baju dan tali bra yang saling bertumpuk di bahu, pandangan
Zaki beralih ke bagian depan uupss � terlihat belahan dada yang hmmm � sepertinya buah dada itu lumayan besar.
Sentuhan lembut tangan bu Lily di paha
Zaki yang masih dibungkus handuk cepat
menyadarkan Zaki. Dengan penuh selidik
bu Lily bertanya, �lho� kok jadi bengong sie..? apa dong alasannya tadi bilang
ibu masih 30an �� Zaki sedikit tergagap karena merasa
ketahuan terlalu lama memandangi
tubuh bu Lily, �mmm� eeemm.. ibu benar- benar masih cantik, kulitnya masih
kencang� masih sangat menggoda �� Tidak ada jawaban dari mulut bu Lily,
hanya pandangan mata yang kini saling
beradu, saling tatap untuk beberapa
saat � dan seperti ada magnet yang kuat, wajah bu Lily makin mendekat, dengan
bibir yang semakin merekah. Zaki pun
seakan terbawa suasana, dan tanpa
komando lagi, Zaki menyambut bibir
merah bu Lily, desahan nafas mulai
terasa berat hhhh �hhhh�ciuman terus bertambah dahsyat, bu Lily menjulurkan
lidahnya masuk menerobos ke mulut Zaki,
dan dibalas dengan lilitan lidah Zaki
sehingga lidah tersebut berpilin-pilin
dan kemudian deru nafas semakin berat
terasa. Dengan naluri yang alami, tangan Zaki
merambat naik ke bahu bu Lily, dengan
sekali tarik, terlepas tali pengikat
baju di bahu tersebut dan dengan lembut
Zaki meraba bahu bu Lily sampai ke
lehernya�. Kemudian turun ke arah dada, dengan remasan lembut Zaki
meremas payudara yang masih terbungkus
bra itu. �hhhhh�hhhh� nafas bu Lily mulai terasa menggebu, nampaknya
gairah birahinya mulai memuncak. Jemari
lentik bu Lily tak ketinggalan meraba
dan mengelus lembut dada Zaki � melingkari pinggang Zaki, mencari
lipatan handuk, hendak membukanya � Uupps�. Zaki tersentak dan sadar �.,�ups�hhh� maaf bu � maaf bu � saya terbawa suasana �.� Zaki tertunduk tak berani menatap bu Lily sambil
merapikan kembali handuknya, baru
kemudian dengan sedikit takut melihat
ke arah bu Lily. Terlihat bu Lily pun agak tersentak,
tapi tidak berusaha merapikan
pakaiannya, sehingga tubuh bagian atas
yang hanya tertutup bra itu dibiarkan
terbuka. Pemandangan yang
menakjubkan. �napa Zack � kita sudah memulainya� dan kamu sudah membangkitkan kembali gairah ibu yang
lama terpendam � kamu harus menyelesaikannya Zack �� tatapan bu Lily terlihat semakin sendu � �mmm� ibu gak marah..? gimana nanti kalo ada yang lihat bu � bisa gawat dong� pak Kardi juga bisa marah besar bu�� jawab Zaki. Tanpa menjawab bu Lily bangkit berdiri,
namun karena tidak merapikan
pakaiannya, otomatis baju terusan yang
dipakai jadi melorot jatuh ke lantai.
Zaki terpana melihat tubuh indah itu,
sedikit berlemak di perut dan bokongnya namun itu malah menambah seksi lekuk
tubuh bu Lily. Kemudian dengan tenang
bu Lily melangkah ke arah pintu kamar
dan menguncinya. Saat berjalan
membelakangi Zaki itu nampak gerakan
bokong bu Lily naik turun, dan perasaan Zaki semakin tegang dengan nafsu yang
semakin tak tertahankan, demikian juga
saat bu Lily berbalik dan melangkah
kembali menuju tempat tidur, Zaki tidak
melepaskan sedikit pun gerakan bu Lily.
Sampai bu Lily berdiri dekat di depan Zaki dan berkata, �kamarnya udah di kunci Zack, dan gak ada yang akan
mengganggu�.� Zaki tidak langsung menjawab,
menghidupkan tape dengan suara yang
agak besar, setidaknya untuk
menyamarkan suara yang ada di ruangan.
Bu Lily kembali duduk di pinggiran
tempat tidur, dan membuka bra yang digunakannya. Zaki mendekat dan duduk
di samping bu Lily � hmmm� nampak payudara itu masih montok dan kenyal,
ingin Zaki langsung melahap dengan
mulut dan menjilatnya. Bu Lily yang memulai gerakan dengan
melingkarkan lengannya ke leher Zaki,
menarik wajah dan langsung melumat
bibir Zaki dengan nafsu yang membara.
Zaki membalas dengan tidak kalah
sengit, sambil meladeni serangan bibir dan lidah bu Lily, tangan Zaki meremas
payudara montok milik bu Lily. Desahan
nafas menderu di seputar ruangan,
diselingi alunan musik menambah gairah.
Setelah beberapa saat, bu Lily
mendorong lembut badan Zaki, menyudahi pertempuran mulut dan lidah, dengan
nafas yang memburu. Zaki mendorong
lembut tubuh bu Lily, berbaring
terlentang dengan kaki tetap menjuntai
di pinggiran tempat tidur. Dada yang
penuh dengan gunung kembar itu seakan menantang dengan puting yang telah
tegang. Tanpa menunggu lagi Zaki
melaksanakan tugasnya menjelajahi
gunung kembar itu mulai dari lembah
antara, melingkari dan menuju puncak
puting. Dengan gemas Zaki menyedot dan memainkan puting susu itu sambil tangan
meremas payudara kembarannya
������� �HHHH�. AHHH�.MMMH�.�suara bu Lily mulai kencang terdengar, desahan-desahan
nikmat yang semakin menggairahkan.
Zaki melanjutkan penjelajahan dengan
menyusuri lembah payudara menuju
perut dan sebentar memainkan lidah
pada udel bu Lily yang menggelinjang kegelian. Zaki menghentikan penjelajahan lidah,
kemudian dengan cekatan menarik celana
dalam bu Lily, melepaskan dan membuang
ke lantai. Dengan spontan bu Lily
mengangkat kaki ke atas tempat tidur
dan memuka lebar pahanya, terlihat gundukan vagina dengan rambut-rambut
yang tertata rapi. Zaki mulai kembali
aksi dengan menjilati menyusuri paha bu
Lily yang halus mulus, terus mendekat ke
selangkangan menemui bibir vagina yang
mulai mengeluarkan cairan senggama. Tanpa menunggu lama, Zaki menyapu
cairan senggama itu dengan lidahnya
dan meneruskan penjelajahan lidah
sepanjang bibir vagina bu Lily dan
sesekali menggetarkan lidah pada
klitorisnya yang membuat bu Lily mengerang kenikmatan, �AHHHH�. MMMMH� HHH� Zack�.UHH��desahan birahi yang memuncak dari bu Lily membuat Zaki
semakin bersemangat dan sesekali lidah
di julurkan mencoba masuk ke liang
senggama yang menanti pemenuhan itu. Setelah beberapa menit Zaki
mengeksplorasi liang kewanitaan itu,
nampaknya bu Lily tidak sabar lagi
menuntut pemenuhan hasrat
birahinya,�Zack�. Ayo sayang� masukkin Zack � hhhh�mmmmh.� Suara bu Lily ditingkahi desahan-desahan yang
semakin kencang. Dengan tenang Zaki menyudahi
penjelajahan lidah dan bersiap
bertempur yang sesungguhnya. Dengan
sekali tarik lepaslah handuk yang
melilit di pinggang dan bebas mengacung
penis dengan bagian kepala yang merah mengkilap. Bu Lily semakin membuka
lebar pahanya, besiap menanti
pemenuhan terhadap liang wanitanya.
Zaki naik ke tempat tidur dan langsung
mengarahkan batang penis ke arah
vagina bu Lily yang dengan sigap lansung meraih dan meremas batang
kemaluan Zaki dan membantu
mengarahkannya tepat ke liang
vaginanya. Dengan sekali dorongan penis Zaki
amblas sampai setengahnya. Zaki
menahan gerakan sebentar menikmati
prosesi masuknya penis yang disambut
desahan bu Lily, � AHHH�.TERUSKAN ZACK�.AHHH.� kemudian dengan meresapi masuknya penis sampai sedalam-
dalamnya. Setelah dorongan pertama dan
batang zakar yang masuk seluruhnya
barulah Zaki memompa menaik turunkan
pantat dengan irama beraturan seakan
mengikuti irama musik yang terasa semakin menggebu dan hot. Zaki bertumpu pada kedua siku lengan
sedangkan bu Lily mencengkam punggung
Zaki, meresapi dorongan dan tarikan
penis yang bergerak nikmat di liang
senggamanya. Suara desahan bercampur
aduk dengan alunan musik dan peluh mulai bercucuran di sekujur
tubuh, �AH..AH..AH..MMH�MHH�HHHH.� tak hentinya desahan meluncur dari bibir
Zaki dan bu Lily. Sesaat Zaki
menghentikan gerakan untuk mencoba
mengambil nafas segar, bu Lily memeluk
Zaki dan menggulingkan badan tanpa
melepas penis yang tetap berada di liang vaginanya. Dengan posisi di atas dan
setengah berjongkok, bu Lily memompa
dan menaikturunkan pantatnya dengan
badan bertumpu pada lengan. Sesekali
bu Lily memutar pantatnya dan
kemudian memasukkan batang zakar Zaki lebih dalam. Zaki tak diam saja, tangan
meremas kedua payudara yang
menggantung bebas dan menarik-narik
puting susu bu Lily. Suasana makin
membara dengan peluh yang bercucuran,
sampai saat bu Lily seperti tak sanggup melanjutkan pompaan karena birahi
yang hendak mencapai puncak
pemenuhan. Dengan sigap Zaki
membalikkan posisi, bu Lily kembali
berada di bawah, dengan mempercepat
tempo dorongan Zaki meneruskan pertempuran. �Zack�AHH..AH..AH..UH� TERUS ZACK�. AHHH�AHH IBU SAMPAI� ZACK�.AHHHHHHHHH� MMMMMHHH.� Setelah teriakan tertahan bu Lily mengatup
bibirnya menikmati orgasme yang
didapat, tubuhnya sedikit bergetar.
Zaki merasa vagina yang mengalami
orgasme itu berkedut-kedut seperti
menyedot zakarnya.Zaki menikmatinya dengan memutar �mutar pantatnya dan memasukkan lebih dalam lagi batang
zakarnya, dan terasa ada dorongan kuat
menyelimuti batang zakarnya, semakin
besar dan sesaat Zaki kembali mendorong
batangnya dengan cepat dan saat
terakhir menarik keluar batanga zakarnya dan melepaskan air maninya di
atas perut bu Lily �. Yang dengan cepat meraih penis Zaki dan mengocoknya
sampai air mani itu berhenti muncrat,
dengan lembut bu Lily mengusap penis
yang mulai turun ketegangannya. Zaki
membaringkan tubuhnya disamping bu
Lily. Terdiam untuk beberapa saat. Bu Lily bangkit duduk meraih kain di
pinggiran tempat tidur dan menyeka sisa
air mani di perutnya. Kemudian dengan
manja membaringkan tubuhnya diatas
Zaki. �makasih ya sayang � ini rahasia kita berdua � I love u Zack,� bisik mesra bu Lily di telinga Zaki. �mmm�baik bu��belum sempat Zaki menyelesaikan ucapannya, jari telunjuk
bu Lily menempel di bibirnya, �kalo lagi berdua gini jangan pangil ibu
dong��ucap bu Lily manja. �iya sayang �.� Balas Zaki, senyum manis merekah di bibir seksi bu Lily. Setelah itu dengan cepat Zaki dan bu
Lily merapikan pakaian, dan sebelum
meninggalkan Zaki, bu Lily berbisik
mesra,�sayang� tar malem suamiku gak ada di rumah �.. aku tunggu di kamar ya� berapa ronde pun dilakoni buat Zaki sayang. � Sambil berpelukan mesra, Zaki menyanggupi ajakan bu Lily.



artikel cerita dewasa lainnya
Share:

Cerita Dewasa Bu Yuli, Ibu Tiriku Seksi

Hari Minggu itu sebenarnya Azis sedikit malas dengan permintaan ayahnya agar Azis mengantar Bu Yuli, ibu tirinya, istri ketiga ayahnya, kondangan ke kampung sebelah. Karena Bu Yuli, orangnya sangat judes.
Bu Yuli, wanita muda yang sebenarnya lebih tepat menjadi kakaknya, karena usianya hanya setahun lebih tua dari Azis, tidak begitu akrab dengan Azis.


Tapi karena menghormati ayahnya, Azis melangkahkan juga kakinya ke rumah ibu tirinya, yang letaknya tidak jauh dari rumahnya. Sampai dirumah Bu Yuli, Azis mendapati rumah dalam keadaan sepi, dia nyelonong aja masuk dan duduk di ruang tamu yang berdekatan dengan kamar Bu Yuli.

Sekitar tiga puluh menit menunggu, Bu Yuli keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju kamarnya, hanya mengenakan selembar handuk yang dililitkan ditubuhnya. Sehingga Azis sekilas dapat melihat paha mulus Ibu Tirinya.

Sebagai laki-laki normal dan sudah biasa bersetubuh dengan wanita, nafsu birahi Azis bergejolak disuguhi pemandangan seperti itu. Tanpa berpikir panjang lagi Azis mengikuti langkah ibu tirinya ke kamar.

Bu Yuli yang sedang berdiri sambil melepaskan handuk yang melilit ditubuhnya sama sekali tak menyangka kalau Azis ikut masuk ke kamarnya. Bu Yuli sangat terkejut saat Azis memeluk dengan kuat tubuhnya yang telanjang bulat sambil menciumi lehernya dari belakang. Bu Yuli berteriak keras, tetapi dengan cekatan tangan Azis yang kuat membekap mulutnya.

Azis mendorong tubuh ibu tirinya keranjang hingga jatuh dan terlentang lalu menindihnya. Bu Yuli memberontak tapi sia-sia, Azis terlalu kuat baginya. Dengan mudah Azis meringkusnya. Azis menyumpal mulut Bu Yuli dengan handuk yang tadi dikenakannya. Azis menelikung kedua tangan Bu Yuli kebelakang dan menahan dengan kuat kedua kaki Bu Yuli dengan kakinya.

Bu Yuli mulai putus asa dan menangis. Azis tahu kalau Bu Yuli sudah kehabisan tenaga, dengan santai Azis melepaskan seluruh pakaiannya. Kemudian Azis mulai menciumi dan menjilati kedua buah dada Bu Yuli, secara bergantian.

Cukup lama Azis menjilati kedua buah dada ibu tirinya, kini wajahnya merangkaki perut Bu Yuli, dengan mulut yang terus menjilati, tangannya meraba-raba selangkangan dan mencucuk-cucuk lubang vagina Bu Yuli yang menggunduk. Sesaat kemudian Azis memindahkan jilatannya keselangkangan Bu Yuli. Kedua tangannya membuka lebar-lebar kedua paha Bu Yuli.

Bu Yuli hanya pasrah saat Azis menjilati pangkal pahanya. Bahkan Bu Yuli yang sangat jarang disentuh suaminya, ayah Azis, mulai terangsang dan mendesah-desah, saat lidah Azis menyapu dan menjilati bibir vagina yang merah merekah dan berbulu lebat. Perlahan Bu Yuli merasakan lubang vaginanya mulai basah. Azis yang tahu kalau Bu Yuli sudah terangsang, semakin bersemangat menjilati dan menyedot-nyedot klitoris Bu Yuli.

Nafas Bu Yuli ngos-ngosan menahan nafsu birahinya. Azis sangat lihai merangsang Bu Yuli. Membuat suasana menjadi terbalik. Kini Bu Yuli sudah tak sabar lagi menunggu Azis untuk segera menyetubuhinya.

Beberapa saat kemudian Azis menyudahi jilatannya pada vagina Bu Yuli. Dia kemudian berjongkok diselangkangan Bu Yuli. Bu Yuli yang sudah tak sabar lagi meraih dan mengocok-ngocok penis Azis, kemudian Bu Yuli mengarahkan penis Azis ke lubang vaginanya.

Bu Yuli menjerit saat merasakan kepala penis Azis mendesak gerbang vaginanya. Azis semakin keras mendorong pantatnya hingga seluruh batang penisnya yang besar dan panjang masuk ke lubang vagina Bu Yuli. Bu Yuli menjerit dan mendesah-desah saat penis Azis menggesek-gesek lubang vaginanya.
Bu Yuli menyodok-nyodokkan dan meliuk-liukkan pantatnya menyambut gerakkan naik turun pantat Azis.

Sambil terus menggoyang-goyangkan pantatnya, azis melepaskan handuk yang menyumpal mulut Bu Yuli. Kemudian dia mendekatkan mulutnya ke mulut Bu Yuli dan melumat mulut Bu Yuli. Bu yuli menyambut lumatan Azis dengan pagutan-pagutan yang tak kalah hebatnya. �Oohh� Ziss� teruss� genjott� akuu,� desah Bu Yuli tanpa malu-malu. Bu Yuli semakin cepat menyodok-nyodokkan dan meliuk-liukkan pantatnya, saat dia merasakan seluruh otot-otot tubuhnya menegang.

Dan merasakan sesuatu yang mendesak-desak ingin keluar dari lubang vaginanya. Tangannya mencengkeram kuat pinggang Azis saat saat orgasmenya datang. Cairan hangat merembesi dinding-dinding vaginanya. Beberapa saat kemudian Azis merasakan hal yang sama, dia seperti orang gila, tubuhnya bergerak liar dan dia semakin cepat menyodok-nyodok lubang vagina Bu Yuli. Mulutnya meracau, mengeluarkan kata-kata kotor.

Azis menekan dada Bu Yuli dengan kuat dan menyusul menyemprotkan spermanya ke dalam lubang vagina Bu Yuli. Kemudian tubuh Azis terkulai lemas, menindih tubuh Bu Yuli.

Setelah beristirahat sekitar tiga puluh menit, Bu Yuli merasakan nafsu birahinya bangkit lagi. Bu Yuli mendorong tubuh Azis yang menindihnya hingga terlentang diranjang. Kemudian Bu Yuli duduk di samping Azis yang masih tertidur pulas. Tangannya meraba-raba selangkangan Azis dan mengelus-elus penis Azis. Perlahan penis Azis mulai menegang. Tanpa melepaskan penis Azis dari genggamannya, Bu Yuli menundukkan tubuhnya dan mendekatkan wajahnya keselangkangan Azis.

Mulut Bu Yuli terbuka dan mulai menjilati dan mengulum batang penis Azis. Dari kepala hingga pangkal penis Azis dijilati dan dikulumnya. Buah pelir Azis juga diseruputnya. Azis terbangun dari tidurnya dan tersenyum ke arah Bu Yuli yang sedang asyik mengulum penisnya. Sesaat kemudian Bu Yuli menyudahi kulumannya pada penis Azis.

Kemudian Dia berjongkok di selangkangan Azis, diraihnya penis Azis dan ditempelkannya kebibir vaginanya. Sedikit demi sedikit Bu Yuli menurunkan pantatnya. Hingga seluruh batang penis Azis amblas tertelan lubang vaginanya. Azis mendesah-desah penuh nikmat saat Bu Yuli mulai menggerakkan pantatnya naik turun diselingi gerakkan berputar.

Keadaan sudah sangat terbalik, Bu Yuli yang tadi menolak disetubuhi kini lebih agresif. Dan Bu Yuli semakin cepat menggoyang pantatnya saat dia merasakan puncak kenikmatan benar-benar sudah dekat. Dibarengi teriakkan panjang Bu Yuli mencapai orgasmenya.

Bu Yuli sebenarnya sudah sangat lelah saat Azis menyuruhnya berdiri menghadap ke dinding kamar. Tapi karena tidak mau membuat Azis kecewa dan marah, maka Bu Yuli menuruti permintaan Azis. Azis kemudian mendekat ke arah Bu Yuli yang sedang berdiri lalu berjongkok dibelakang Bu Yuli. Azis meraba-raba dan meremas-remas pantat Bu Yuli yang padat dan kenyal. Kemudian Azis memasukkan jari telunjuknya ke lubang anus Bu Yuli. Bu Yuli mendesah saat Azis menciumi dan menjilati lubang anusnya.

Jilatan lidah Azis pada lubang anusnya, membuat Bu Yuli merasa geli dan perlahan nafsu birahinya bangkit lagi. Bu Yuli menggelinjang saat lidah Azis mencucuk-cucuk lubang anusnya. Puas menjilati lubang anus Bu Yuli, Azis kemudian berdiri sambil mengarahkan penisnya ke lubang anus Bu Yuli. Bu Yuli menjerit keras saat penis Azis memaksa menembusi lubang pantatnya. Bu Yuli merasakan bibir dan dinding anusnya panas dan perih.

Bu Yuli melolong lebih keras saat Azis mendorong dan menarik pantatnya, membuat penis Azis keluar masuk dari lubang anusnya. Azis sangat menikmati sempitnya lubang anus Bu Yuli yang memang belum pernah disodomi. Dengan memegang erat pinggang Bu Yuli, Azis semakin cepat mendorong-dorong pantatnya saat dirasakannya orgasme sudah dekat. penis Azis berkedut-kedut, otot-otot tobuhnya menegang, nafasnya memburu. Dan Azis menjerit keras dan panjang saat mencapai orgasme.

Dia menyemprotkan sperma yang sangat banyak dilubang anus Bu Yuli. Sambil mencabut penisnya dari lubang anus Bu Yuli, Azis menyuruh Bu Yuli berjongkok di depannya. Azis mendekatkan penisnya kewajah Bu Yuli. Bu Yuli mengeleng-gelengkan kepala, menolak permintaan Azis, untuk menjilati sisa-sisa spermanya. Azis tak kehilangan akal. Azis mencekek leher Bu Yuli dan memencet hidungnya.

Saat Bu Yuli yang kesulitan bernafas terpaksa membuka mulutnya, Azis langsung menyodokkan penisnya dan menjejalkannya ke mulut Bu Yuli.
Bu Yuli merasa mual dan mau muntah tetapi dia tak berani menolak permintaan Azis.

Bu Yuli menggerakkan bibirnya dan menjilati sisa-sisa sperma Azis sampai bersih tak tersisa. Azis tersenyum bangga bisa menundukkan Bu Yuli, ibu tirinya yang selama ini kurang menyukainya dan sangat Judes.

Dan sejak saat itu Bu Yuli sangat baik padanya. Bu Yuli tak pernah menolak apapun yang diinginkan Azis termasuk kalau Azis ingin menikmati kemolekan tubuhnya. Bahkan Bu Yuli yang seringkali merayu agar Azis mau menyetubuhinya. Kehebatan Azis memuaskannya di atas ranjang, membuat Bu Yuli betul-betul ketagihan merasakan nikmatnya sodokkan penis Azis yang besar dan panjang.

Bersama Azis, anak tirinya, Bu Yuli betul-betul menemukan dan merasakan kenikmatan yang sangat jarang dia dapatkan dari Pak Broto, suaminya yang juga ayah Azis. Azis membuatnya tergila-gila dan dia mau melakukan apa saja yang Azis inginkan.

Jika nafsu birahi sedang memuncak, Bu Yuli tak segan-segan datang kerumah Azis untuk meminta Azis menyetubuhinya. Dia sudah tak perduli lagi kalau Azis adalah anak tirinya. Bahkan sebulan kemudian dengan alasan suasana kampung yang semakin rawan, Bu Yuli meminta kepada Pak Broto agar mengijinkan Azis tinggal bersamanya. Tujuan sebenarnya tak lain, agar dia bisa lebih sering bisa mereguk kenikmatan bersama Azis.

Dan tanpa curiga sedikitpun Pak Broto meluluskan keinginan istri termudanya. Pak Broto sama sekali tidak tahu kalau istri mudanya disetubuhi anak kandungnya. Diusianya yang sudah tua, dia tidak mampu lagi memuaskan nafsu istri mudanya yang sedang meledak-ledak. Demikianlah kisah Azis si Pejantan Kampung, yang benar-benar perkasa dan berhasil menyetubuhi wanita-wanita dikampungnya, terutama istri-istri yang kesepian.
Share:

Sabtu, 03 Desember 2011

Cerita Dewasa Dari Adiknya, Dapat Kakaknya

Cerita Dewasa Terbaru,kategori daun Muda

Dari Adiknya, Dapat Kakaknya
Selesai sekolah Sabtu itu langsung dilanjutkan rapat pengurus OSIS. Rapat itu dilakukan sebagai persiapan sekaligus pembentukan panitia kecil pemilihan OSIS yang baru. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pemilihan dimaksudkan sebagai regenerasi dan anak-anak kelas 3 sudah tidak boleh lagi dipilih jadi pengurus, kecuali beberapa orang pengurus inti yang bakalan �naik pangkat� jadi penasihat.


Usai rapat, aku bergegas mau langsung pulang, soalnya sorenya ada acara rutin bulanan: pulang ke rumah ortu di kampung. Belum sempat aku keluar dari pintu ruangan rapat, suara nyaring cewek memanggilku.

�Didik .. � aku menoleh, ternyata Sarah yang langsung melambai supaya aku mendekat. �Dik, jangan pulang dulu. Ada sesuatu yang pengin aku omongin sama kamu,� kata Sarah setelah aku mendekat.

�Tapi Rah, sore ini aku mau ke kampung. Bisa nggak dapet bis kalau kesorean,� jawabku.

�Cuman sebentar kok Dik. Kamu tunggu dulu ya, aku mberesin ini dulu,� Sarah agak memaksaku sambil membenahi catatan-catatan rapat. Akhirnya aku duduk kembali.

�Dik, kamu pacaran sama Nita ya?� tanya Sarah setelah ruangan sepi, tinggal kami berdua. Aku baru mengerti, Sarah sengaja melama-lamakan membenahi catatan rapat supaya ada kesempatan ngomong berdua denganku.

�Emangnya, ada apa sih?� aku balik bertanya.

�Enggak ada apa-apa sih .. � Sarah berhenti sejenak. �Emmm, pengin nanya aja.�

�Enggak kok, aku nggak pacaran sama Nita,� jawabku datar.

�Ah, masa. Temen-temen banyak yang tahu kok, kalau kamu suka jalan bareng sama Nita, sering ke rumah Nita,� kata Sarah lagi.

�Jalan bareng kan nggak lantas berarti pacaran tho,� bantahku.

�Paling juga pakai alasan kuno �Cuma temenan�,� Sarah berkata sambil mencibir, sehingga wajahnya kelihatan lucu, yang membuatku ketawa. �Cowok di mana-mana sama aja, banyak bo�ongnya.�

�Ya terserah kamu sih kalau kamu nganggep aku bohong. Yang jelas, sudah aku bilang bahwa aku nggak pacaran sama Nita.�

Aku sama sekali tidak bohong pada Sarah, karena aku sama Nita memang sudah punya komitmen untuk �tidak ada komitmen�. Maksudnya, hubunganku dengan Nita hanya sekedar untuk kesenangan dan kepuasan, tanpa janji atau ikatan di kemudian hari. Hal itu yang kujelaskan seperlunya pada Sarah, tentunya tanpa menyinggung soal �seks� yang jadi menu utama hubunganku dengan Nita.

�Nanti malem, mau nggak kamu ke rumahku?� tanya Nita sambil melangkah keluar ruangan bersamaku.

�Kan udah kubilang tadi, aku mau pulang ke rumah ortu nanti,� jawabku.

�Ke rumah ortu apa ke rumah Nita?� tanya Sarah dengan nada menyelidik dan menggoda.

�Kamu mau percaya atau tidak sih, terserah. Emangnya kenapa sih, kok nyinggung-nyinggung Nita terus?� aku gantian bertanya.

�Enggak kok, nggak kenapa-kenapa,� elak Sarah. Akhirnya kami jalan bersama sambil ngobrol soal-soal ringan yang lain. Aku dan Sarahpun berpisah di gerbang sekolah. Nita sudah ditunggu sopirnya, sedang aku langsung menuju halte. Sebelum berpisah, aku sempat berjanji untuk main ke rumah Nita lain waktu.

*****

Diam-diam aku merasa geli. Masak malam minggu itu jalan-jalan sama Sarah harus ditemani kakaknya, dan diantar sopir lagi. Jangankan untuk ML, sekedar menciumpun rasanya hampir mustahil. Sebenarnya aku agak ogah-ogahan jalan-jalan model begitu, tapi rasanya tidak mungkin juga untuk membatalkan begitu saja. Rupanya aturan orang tua Sarah yang ketat itu, bakalan membuat hubunganku dengan Sarah jadi sekedar roman-romanan saja. Praktis acara pada saat itu hanya jalan-jalan ke Mall dan makan di �food court�.

Di tengah rasa bete itu aku coba menghibur diri dengan mencuri-curi pandang pada Mbak Indah, baik pada saat makan ataupun jalan. Mbak Indah, adalah kakak sulung Sarah yang kuliah di salah satu perguruan tinggi terkenal di kota �Y�. Dia pulang setiap 2 minggu atau sebulan sekali. Sama sepertiku, hanya beda level. Kalau Mbak Indah kuliah di ibukota propinsi dan mudik ke kotamadya, sedang aku sekolah di kotamadya mudiknya ke kota kecamatan.

Wajah Mbak Indah sendiri hanya masuk kategori lumayan. Agak jauh dibandingkan Sarah. Kuperhatikan wajah Mbak Indah mirip ayahnya sedang Sarah mirip ibunya. Hanya Mbak Indah ini lumayan tinggi, tidak seperti Sarah yang pendek, meski sama-sama agak gemuk.

Kuperhatikan daya tarik seksual Mbak Indah ada pada toketnya. Lumayan gede dan kelihatan menantang kalau dilihat dari samping, sehingga rasa-rasanya ingin tanganku menyusup ke balik T-Shirtnya yang longgar itu. Aku jadi ingat Nita. Ah, seandainya tidak aku tidak ke rumah Sarah, pasti aku sudah melayang bareng Nita.

Saat Sarah ke toilet, Mbak Indah mendekatiku.

�Heh, awas kamu jangan macem-macem sama Sarah!� katanya tiba-tiba sambil memandang tajam padaku.

�Maksud Mbak, apa?� aku bertanya tidak mengerti.

�Sarah itu anak lugu, tapi kamu jangan sekali-kali manfaatin keluguan dia!� katanya lagi.

�Ini ada apa sih Mbak?� aku makin bingung.

�Alah, pura-pura. Dari wajahmu itu kelihatan kalau kamu dari tadi bete,� aku hanya diam sambil merasa heran karena apa yang dikatakan Mbak Indah itu betul.

�Kamu bete, karena malem ini kamu nggak bisa ngapa-ngapain sama Sarah, ya kan?� aku hanya tersenyum, Mbak Indah yang tadinya tutur katanya halus dan ramah berubah seperti itu.

�Eh, malah senyam-senyum,� hardiknya sambil melotot.

�Memang nggak boleh senyum. Abisnya Mbak Indah ini lucu,� kataku.

�Lucu kepalamu,� Mbak Indah sewot.

�Ya luculah. Kukira Mbak Indah ini lembut kayak Sarah, ternyata galak juga!� Aku tersenyum menggodanya.

�Ih, senyam-senyum mlulu. Senyummu itu senyum mesum tahu, kayak matamu itu juga mata mesum!� Mbak Indah makin naik, wajahnya sedikit memerah.

�Mbak cakep deh kalau marah-marah,� makin Mbak Indah marah, makin menjadi pula aku menggodanya.

�Denger ya, aku nggak lagi bercanda. Kalau kamu berani macem-macem sama adikku, aku bisa bunuh kamu!� kali ini Mbak Indah nampak benar-benar marah.

Akhirnya kusudahi juga menggodanya melihat Mbak Indah seperti itu, apalagi pengunjung mall yang lain kadang-kadang menoleh pada kami. Kuceritakan sedikit tentang hubunganku dengan Sarah selama ini, sampai pada acara �apel� pada saat itu.

�Kalau soal pengin ngapa-ngapain, yah, itu sih awalnya memang ada. Tapi, sekarang udah lenyap. Sarah sepertinya bukan cewek yang tepat untuk diajak ngapa-ngapain, dia mah penginnya roman-romanan aja,� kataku mengakhiri penjelasanku.
�Kamu ini ngomongnya terlalu terus-terang ya?� Nada Mbak Indah sudah mulai normal kembali.

�Ya buat apa ngomong mbulet. Bagiku sih lebih baik begitu,� kataku lagi.

�Tapi .. kenapa tadi sama aku kamu beraninya lirak-lirik aja. Nggak berani terus-terang mandang langsung?�

Aku berpikir sejenak mencerna maksud pertanyaan Mbak Indah itu. Akhirnya aku mengerti, rupanya Mbak Indah tahu kalau aku diam-diam sering memperhatikan dia.

�Yah .. masak jalan sama adiknya, Mbak-nya mau diembat juga,� kataku sambil garuk-garuk kepala.

Setelah itu Sarah muncul dan dilanjutkan acara belanja di dept. store di mall itu. Selama menemani kakak beradik itu, aku mulai sering mendekati Mbak Indah jika kulihat Sarah sibuk memilih-milih pakaian. Aku mulai lancar menggoda Mbak Indah.

Hampir jam 10 malam kami baru keluar dari mall. Lumayan pegal-pegal kaki ini menemani dua cewek jalan-jalan dan belanja. Sebelum keluar dari mall Mbak Indah sempat memberiku sobekan kertas, tentu saja tanpa sepengetahuan Sarah.

�Baca di rumah,� bisiknya.

***

Aku lega melihat Mbak Indah datang ke counter bus PATAS AC seperti yang diberitahukannya lewat sobekan kertas. Kulirik arloji menunjukkan jam setengah 9, berarti Mbak Indah terlambat setengah jam.

�Sori terlambat. Mesti ngrayu Papa-Mama dulu, sebelum dikasih balik pagi-pagi,� Mbak Indah langsung ngerocos sambil meletakkan hand-bag-nya di kursi di sampingku yang kebetulan kosong. Sementara aku tak berkedip memandanginya. Mbak Indah nampak sangat feminin dalam kulot hitam, blouse warna krem, dan kaos yang juga berwarna hitam. Tahu aku pandangi, Mbak Indah memencet hidungku sambil ngomel-ngomel kecil, dan kami pun tertawa. Hanya sekitar sepuluh menit kami menunggu, sebelum bus berangkat.

Dalam perjalanan di bus, aku tak tahan melihat Mbak Indah yang merem sambil bersandar. Tanganku pun mulai mengelu-elus tangannya. Mbak Indah membuka mata, kemudian bangun dari sandarannya dan mendekatkan kepalanya padaku.

�Gimana, Mbaknya mau di-embat juga?� ledeknya sambil berbisik.

�Kan lain jurusan,� aku membela diri. �Adik-nya jurusan roman-romanan, Mbak-nya jurusan � � Aku tidak melanjutkan kata-kataku, tangan Mbak Indah sudah lebih dulu memencet hidungku. Selebihnya kami lebih banyak diam sambil tiduran selama perjalanan.

***

Yang disebut kamar kos oleh Mbak Indah ternyata sebuah faviliun. Faviliun yang ditinggali Mbak Indah kecil tapi nampak lux, didukung lingkungannya yang juga perumahan mewah.

�Kok bengong, ayo masuk,� Mbak Indah mencubit lenganku. �Peraturan di sini cuman satu, dilarang mengganggu tetangga. Jadi, cuek adalah cara paling baik.�

Aku langsung merebahkan tubuhku di karpet ruang depan, sementara setelah meletakkan hand-bag-nya di dekat kakiku, Mbak Indah langsung menuju kulkas yang sepertinya terus on.

�Nih, minum dulu, habis itu mandi,� kata Mbak Indah sambil menuangkan air dingin ke dalam gelas.

�Kan tadi udah mandi Mbak,� kataku.

�Ih, jorok. Males aku deket-deket orang jorok,� Mbak Indah tampak cemberut. �Kalau gitu, aku duluan mandi,� katanya sambil menyambar hand-bag dan menuju kamar. Aku lihat Mbak Indah tidak masuk kamar, tapi hanya membuka pintu dan memasukkan hand-bag-nya. Setelah itu dia berjalan ke belakang ke arah kamar mandi.

�Mbak,� Mbak Indah berhenti dan menoleh mendengar panggilanku. �Aku mau mandi, tapi bareng ya?�

�Ih, maunya .. � Mbak Indah menjawab sambil tersenyum. Melihat itu aku langsung bangkit dan berlari ke arah Mbak Indah. Langsung kupeluk dia dari belakang tepat di depan pintu kamar mandi. Kusibakkan rambutnya, kuciumi leher belakangnya, sambil tangan kiriku mengusap-usap pinggulnya yang masih terbungkus kulot. Terdengar desahan Mbak Indah, sebelum dia memutar badan menghadapku. Kedua tangannya dilingkarkan ke leherku.

�Katanya mau mandi?� setelah berkata itu, lagi-lagi hidungku jadi sasaran, dipencet dan ditariknya sehingga terasa agak panas. Setelah itu diangkatnya kaosku, dilepaskannya sehingga aku bertelanjang dada. Kemudian tangannya langsung membuka kancing dan retsluiting jeans-ku. Lumayan cekatan Mbak Indah melakukannya, sepertinya sudah terbiasa. Seterusnya aku sendiri yang melakukannya sampai aku sempurna telanjang bulat di depan Mbak Indah.

�Ih, nakal,� kata Mbak Indah sambil menyentil rudalku yang terayun-ayun akibat baru tegang separo.

�Sakit Mbak,� aku meringis.

�Biarin,� kata Mbak Indah yang diteruskan dengan melepas blouse-nya kemudian kaos hitamnya, sehingga bagian atasnya tinggal BH warna hitam yang masih dipakainya. Aku tak berkedip memandangi sepasang toket Mbak Indah yang masih tertutup BH, dan Mbak Indah tidak melanjutkan melepas pakainnya semua sambil tersenyum menggoda padaku.

Birahi benar-benar sudah tak bisa kutahan. Langsung kuraih dan naikkan BH-nya, sehingga sepasang toket-nya yang besar itu terlepas.

�Ih, pelan-pelan. Kalau BH-ku rusak, emangnya kamu mau ganti,� lagi-lagi hidungku jadi sasaran. Tapi aku sudah tidak peduli. Sambil memeluknya mulutku langsung mengulum tokenya yang sebelah kanan.

Mbak Indah tidak berhenti mendesah sambil tangannya mengusap-usap rambutku. Aku makin bersemangat saja, mulutku makin rajin menggarap toketnya sebelah kanan dan kiri bergantian. Kukulum, kumainkan dengan lidah dan kadang kugigit kecil. Akibat seranganku yang makin intens itu Mbak Indah mulai menjerit-jerit kecil di sela-sela desahannya.

Beberapa menit kulakukan aksi yang sangat dinikmati Mbak Indah itu, sebelum akhirnya dia mendorong kepalaku agar terlepas dari toketnya. Mbak Indah kemudian melepas BH, kulot dan CD-nya yang juga berwarna hitam. Sementara bibirnya nampak setengah terbuka sambil mendesi lirih dan matanya sudah mulai sayu, pertanda sudah horny berat.

Belum sempat mataku menikmati tubuhnya yang sudah telanjang bulat, tangan kananya sudah menggenggam rudalku. Kemudian Mbak Indah berjalan mundur masuk kamar mandi sementara rudalku ditariknya. Aku meringis menahan rasa sakit, sekaligus pengin tertawa melihat kelakuan Mbak Indah itu.

Mbak Indah langsung menutup pintu kamar mandi setelah kami sampai di dalam, yang diteruskan dengan menghidupkan shower. Diteruskannya dengan menarik dan memelukku tepat di bawah siraman air dari shower. Dan �

�mmmmhhhh �. � bibirnya sudah menyerbu bibirku dan melumatnya. Kuimbangi dengan aksi serupa. Seterusnya, siraman air shower mengguyur kepala, bibir bertemu bibir, lidah saling mengait, tubuh bagian depan menempel ketat dan sesekali saling menggesek, kedua tangan mengusap-usap bagian belakang tubuh pasangan, �Aaaaaahhh,� nikmat luar biasa.

Tak ingat berapa lama kami melakukan aksi seperti itu, kami melanjutkannya dalam posisi duduk, tak ingat persis siapa yang mulai. Aku duduk bersandar pada dinding kamar mandi, kali ku luruskan, sementar Mbak Indah duduk di atas pahaku, lututnya menyentuh lantai kamar mandi. Kemudian kurasakan Mbak Indah melepaskan bibirnya dari bibirku, pelahan menyusur ke bawah. Berhenti di leherku, lidahnya beraksi menjilati leherku, berpindah-pindah. Setelah itu, dilanjutkan ke bawah lagi, berhenti di dadaku. Sebelah kanan-kiri, tengah jadi sasaran lidah dan bibirnya. Kemudian turun lagi ke bawah, ke perut, berhenti di pusar. Tangannya menggenggam rudalku, didorong sedikit ke samping dengan lembut, sementara lidahnya terus mempermainkan pusarku. Puas di situ, turun lagi, dan bijiku sekarang yang jadi sasaran. Sementara lidahnya beraksi di sana, tangan kanannya mengusap-usap kepala rudalku dengan lembut. Aku sampai berkelojotan sambil mengerang-erang menikmati aksi Mbak Indah yang seperti itu.

Pelahan-lahan bibirnya merayap naik menyusuri batang rudalku, dan berhenti di bagian kepala, sementara tangannya ganti menggenggam bagian batang. Kepala rudalku dikulumnya, dijilati, berpindah dan berputar-putar, sehingga tak satu bagianpun yang terlewat. Beberapa saat kemudian, kutekan kepala Mbak Indah ke bawah, sehingga bagian batanku pun masuk 2/3 ke mulutnya. Digerakkannya kepalanya naik turun pelahan-lahan, berkali-kali. Kadang-kadang aksinya berhenti sejenak di bagian kepala, dijilati lagi, kemudian diteruskan naik turun lagi. Pertahananku nyaris jebol, tapi aku belum mau terjadi saat itu. Kutahan kepalanya, kuangkat pelan, tapi Mbak Indah seperti melawan. Hal itu terjadi beberapa kali, sampai akhirnya aku berhasil mengangkat kepalanya dan melepas rudalku dari mulutnya.

Kuangkat kepala Mbak Indah, sementara matanya terpejam. Kudekatkan, dan kukulum lembut bibirnya. Pelan-pelan kurebahkan Mbak Indah yang masih memejamkan mata sambil mendesis itu ke lantai kamar mandi. Kutindih sambil mulutku melahap kedua toketnya, sementara tanganku meremasnya bergantian.

Erangannya, desahannya, jeritan-jeritan kecilnya bersahut-sahutan di tengah gemericik siraman air shower. Kuturunkan lagi mulutku, berhenti di gundukan yang ditumbuhi bulu lebat, namun tercukur dan tertata rapi. Beberapa kali kugigit pelan bulu-bulu itu, sehingga pemiliknya menggelinjang ke kanan kiri. Kemudian kupisahkan kedua pahanya yang putih,besar dan empuk itu. Kubuka lebar-lebar. Kudaratkan bibirku di bibir memeknya, kukecup pelan. Kujulurkan lidahku, kutusuk-tusukan pelan ke daging menonjol di antar belahan memek Mbak Indah. Pantat Mbak Indah mulai bergoyang-goyang pelahan, sementara tangannya menjambak atau lebih tepatnya meremas rambutku, karena jambakannya lembut dan tidak menyakitkan. Kumasukkan jari tengahku ku lubang memeknya, ku keluar masukkan dengan pelan. Desisan Mbak Indah makin panjang, dan sempat ku lirik matanya masih terpejam. Kupercepat gerakan jariku di dalam lubang memeknya, tapi tangannya langsung meraih tanganku yang sedang beraksi itu dan menahannya. Kupelankan lagi, dan Mbak melepas tangannya dari tanganku. Setiap kupercepat lagi, tangan Mbak Indah meraih tanganku lagi, sehingga akhirnya aku mengerti dia hanya mau jariku bergerak pelahan di dalam memeknya.

Beberapa menit kemudian, kurasakan Mbak Indah mengangkat kepalaku menjauhkan dari memeknya. Mbak Indah membuka mata dan memberi isyarat padaku agar duduk bersandar di dinding kamar mandi. Seterusnya merayap ke atasku, mengangkang tepat di depanku. Tangannya meraih rudalku, diarahkan dan dimasukkan ke dalam lubang memeknya.

�Oooooooooooohh ,� Mbak Indah melenguh panjang dan matanya kembali terpejam saat rudalku masuk seluruhnya ke dalam memeknya. Mbak Indah mulai bergerak naik-turun pelahan sambil sesekali pinggulnya membuat gerakan memutar. Aku tidak sabar menghadapi aksi Mbak Indah yang menurutku terlalu pelahan itu, mulai kusodok-sodokkan rudalku dari bawah dengan cukup cepat. Mbak Indah menghentikan gerakannya, tangannya menekan dadaku cukup kuat sambil kepala menggeleng, seperti melarangku melakukan aksi sodok itu. Hal itu terjadi beberapa kali, yang sebenarnya membuatku agak kecewa, sampai akhirnya Mbak Indah membuka matanya, tangannya mengusap kedua mataku seperti menyuruhkan memejamkan mata. Aku menurut dan memejamkan mataku.

Setelah beberapa saat aku memejamkan mata, aku mulai bisa memperhatikan dengan telingaku apa yang dari tadi tidak kuperhatikan, aku mulai bisa merasakan apa yang dari tadi tidak kurasakan. Desahan dan erangan Mbak Indah ternyata sangat teratur dan serasi dengan gerakan pantatnya,sehingga suara dari mulutnya, suara alat kelamin kami yang menyatu dan suara siraman air shower seperti sebuah harmoni yang begitu indah. Dalam keterpejaman mata itu, aku seperti melayang-layang dan sekelilingku terasa begitu indah, seperti nama wanita yang sedang menyatu denganku. Kenikmatan yang kurasakan pun terasa lain, bukan kenikmatan luar biasa yang menhentak-hentak, tapi kenikmatan yang sedikit-sedikit, seperti mengalir pelahan di seluruh syarafku, dan mengendap sampai ke ulu hatiku.

Beberapa menit kemudian gerakan Mbak Indah berhenti pas saat rudalku amblas seluruhnya. Ada sekitar 5 detik dia diam saja dalam posisi seperti itu. Kemudian kedua tangannya meraih kedua tanganku sambil melontarkan kepalanya ke belakang. Kubuka mataku, kupegang kuat-kuat kedua telapak tangannya dan kutahan agar Mbak Indah tidak jatuh ke belakang. Setelah itu pantatnya membuat gerakan ke kanan-kiri dan terasa menekan-nekan rudal dan pantatku.

�Aaa .. aaaaaa � aaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhh,� desahan dan jeritan kecil Mbak Indah itu disertai kepala dan tubuhnya yang bergerak ke depan. Mbak Indah menjatuhkan diri padaku seperti menubruk, tangannya memeluk tubukku, sedang kepalanya bersandar di bahu kiriku. Ku balas memeluknya dan kubelai-belai Mbak Indah yang baru saja menikmati orgasmenya. Sebuah cara orgasme yang eksotik dan artistik.

Setelah puas meresapi kenikmatan yang baru diraihnya, Mbak Indah mengangkat kepala dan membuka matanya. Dia tersenyum yang diteruskan mencium bibirku dengan lembut. Belum sempat aku membalas ciumannya, Mbak Indah sudah bangkit dan bergeser ke samping. Segera kubimbing dia agar rebahan dan telentang di lantai kamar mandi. Mbak Indah mengikuti kemauanku sambil terus menatapku dengan senyum yang tidak pernah lepas dari bibirnya. Kemudian kuarahkan rudalku yang rasanya seperti empot-empotkan ke lubang memeknya, kumasukkan seluruhnya. Setelah amblas semuanya Mbak Indah memelekku sambil berbisik pelan.

�Jangan di dalam ya sayang, aku belum minum obat,� aku mengangguk pelan mengerti maksudnya. Setelah itu mulai kugoyang-goyang pantatku pelan-pelan sambil kupejamkan mata. Aku ingin merasakan kembali kenikmatan yang sedikit-sedikit tapi meresap sampai ke ulu hati seperti sebelumnya. Tapi aku gagal, meski beberapa lama mencoba. Akhirnya aku membuat gerakan seperti biasa, seperti yang biasa kulakukan pada tante Ani atau Nita. Bergerak maju mundur dari pelan dan makin lama makin cepat.

�Aaaah� Hoooohh,� aku hampir pada puncak, dan Mbak Indah cukup cekatan. Didorongnya tubuhku sehingga rudalku terlepas dari memeknya. Rupanya dia tahu tidak mampu mengontrol diriku dan lupa pada pesannya. Seterusnya tangannya meraih rudalku sambil setengah bangun. Dikocok-kocoknya dengan gengaman yang cukup kuat, seterusnya aku bergeser ke depan sehingga rudalku tepat berada di atas perut Mbak Indah.

�Aaaaaaaah � aaaaaaahhh � crottt� crotttt ..,� beberapa kali spermaku muncrat membasahi dada dan perut Mbak Indah. Aku merebahku tubuhku yang terasa lemas di samping Mbak Indah, sambil memandanginya yang asyik mengusap meratakan spermaku di tubuhnya.

�Hampir lupa ya?� lagi-lagi hidungku jadi sasarannya waktu Mbak Indah mengucapkan kata-kata itu.

***
Selama di bus dalam perjalanan pulang aku memejamkan mata sambil mengingat-ingat pengalaman yang baru saja ku dapat dari Mbak Indah. Saat di kamar mandi, dan saat mengulangi sekali lagi di kamarnya. Seorang wanita dengan gaya bersetubuh yang begitu lembut dan penuh perasaan.

�Kalau sekedar mengejar kepuasan nafsu, itu gampang. Tapi aku mau lebih. Aku mau kepuasan nafsuku selaras dengan kepuasan yang terasa di jiwaku.�

Kepuasan yang terasa di jiwa, itulah hal yang kudapat dari Mbak Indah dan hanya dari Mbak Indah, karena kelak setelah gonta-ganti pasangan, tetap saja belum pernah kudapatkan kenikmatan seperti yang kudapatkan dari Mbak Indah. Kepuasan dan kenikmatan yang masih terasa dalam jangka waktu yang cukup lama meskipun persetubuhan berakhir.

�Ingat ya, jangan pernah sekali-kali kamu lakukan sama Sarah. Kalau sampai kamu lakukan, aku tidak akan pernah memaafkan kamu!� Aku terbangun, rupanya dalam tidurku aku bermimpi Mbak Indah memperingatkanku tentang Sarah, adiknya. Dan bus pun sudah mulai masuk terminal.
Share:

Jumat, 02 Desember 2011

Cerita Dewasa Ngentot Dengan Pacarku Yang Hot Di Kost




Cerita Dewasa kali ini memang membuat setiap orang menjadi gila bener sama Cerita Dewasa dari uda seminggu ini banyak banget yang nanyaen tentang apa cerita Dewasa yang akan dikisahkan di web cerita kita tercinta ini. E-mail ataupun komentar yang semakin menuntut untuk selalu memberikan yang paling terbaru. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa hal ini lah yang menjadi web cerita yang bikin hati dan adrenalin kita semakin panas. Apalagi Cerita Dewasa Ngentot Dengan Pacarku Yang Hot Di Kost ini membuat diri kita menjadi bisa membuat nafsu yang besar sekali. Ok lah dari pada kelamaan ngomong lebih baik langsung aja kita kasih cerita yang pasti panas banget dan bikin kita akan selalu horny. asalkan buat pembaca tidak langsung coli ditempat saja ya
nama ku lia. cewe 22 tahun masih berada di tahun terakhir sebuah kampus di bandung. aku akan menceritakan pertamakali aku mengenal yang namanya vibrator. hehe lucu juga si sebenernya. aku dan pacarku edo emang udah sering bercumbu mesra dengan penuh nafsu yang ga kalah sama pemain bokep, tapi kami tidak ML tiap hari karna aku takut kalau2 suatu waktu aku kebawa suasana dan kebablasan, bisa berabe dunia persilatan.


sore itu pacarku ngajak ketemuan, sepulangnya dia dari kampus, dia langsung ngejemput aku ke kosan. ya karna dia bandel, jadi masih anyak ngulang mata kuliah. aku dan pacarku itu satu angkatan, beda jurusan, dan umurnya setahun lebih tua. karna dia sudah biasa datang kekosan dan sudah kenal dengan yang jaga, jadi kalau dia datang, dia udah langsung menuju ke kamar ku saja. di kamar, aku masih mengenakan tanktop putih tanpa bra, dan cd hitam. enak kaya gini kalo lagi di kamar, ga ada yang bakal liat juga. sore itu dia tiba2 datang dan bilang, �lia, ke kosan aku dulu ya, aku mu mandi dan ganti baju dulu nih�. aku berencana ganti baju dulu. tapi dia bilang nanti saja lah, ga usah dandan, pake cardigan sama celana panjang juga udah cukup. (karna aku juga kadang jarang pake bra kalo main).
selesai pake cardigan dan celana, kami langsung berangkat menuju kosan si pacar. sampe di kosannya, dia bilang �aku punya hadiah lho buat kamu�, tapi tanpa basa basi dia langsung mencium bibirku dengan lembut, dan sangat tiba2. hehe emang dasar nafsuan, aku langsung balas menciumnya. frenchkiss dan segala teknik yang kami tau pun sudah kami lakukan. satu hal yang aku kagum dengan dia adalah dia tau bagaimana cara membuatku terlena dengan permainannya, dampe sampe saat aku sadar, yang aku kenakan saat ini adalah �tak sehelai benangpun� alias dia sudah berhasil menelanjangiku. kaget karna tau tau pas sadar, aku udah bugil di depan dia. makin malu lagi karna pintu kamarnya belum di tutup. untung aja kkosannya lagi sepi. jadi ga ada orang yang lewat.
edo memang sangat lihai menaikkan birahiku. hanya dengan ciumannya saja vaginaku sudah banjir. dia masih dalam keadaan berpakaian utuh. dari bibir, sekarang dia pindah menciumi kedua puting susu ku. tak hanya di cium, putingnya di permainkan seolah2 itu adalah kelereng yang ga punya saraf2 sensitif. badanku mulai bergerak dengan sendirinya. aku mengakui kalau titik terlemahku selain clit, juga puing susu. edo yang sudah tau akan hal itu dengan sengaja mempermainkan nafsuku dari puting susu. oh god, kalau saja kita sudah nikah, giliran aku yang memperkosa dia.
selesai dengan puting susu, edo mulai mempermainkan clit ku dengan tangannya. dia gosok dengan lembut bibir luar vaginaku, dia belah dengan jari telunjuknya, dia gosok2 bibir dalam vaginaku yang sudah becek dari tadi, lalu cairan itu digunakannya untuk membasahi kelentit ku yang udah ereksi dengan manisnya. kami melakukan ini dalam posisi berdiri dengan pintu kamar yang masih terbuka lebar. slagi edo mempermainkan kelentitku, dengan mantap dan tiba2 dia hisap puting susu kananku membuatku langsung mendesah tak karuan. aku sudah tidak bisa lagi menahan diriku. suaraku mulai keluar. sedikit lagi aku bakal orgasme. tapi tiba2 edo berhenti. aku terduduk lemas dengan perasaan kecewa. �kok berhenti sih do?�, dia bilang �tenang sayang, aku punya hadiah untuk kamu. tapi kamu harus di ikat dulu biar ga kabur�. �ih apa2an sih pake ikat2 segala� jawabku. �ya sudah kalo begitu aku sudahi aja ya permainannya� kata edo. aku yang udah kepalang nafsu dengan cemberut mengiyakan keinginan edo. sialan juga ni orang, kalo ga di terusin bisa rungsing sampe besok ni gua.
edo mengikatku di sebuah kursi tanpa senderan. kakiku diikat ke kaki kursi, tanganku diikat kebelakang sehingga kedua susuku membusung tegang kedepan. dan mulutku ikut2an diikat. katanya supaya aku ga terlalu keras suaranya ntar. aku bingung, emangnya mau diapain??? lalu dia mengeluarkan sesuatu dari dalam lemarinya. sesuatu berbentuk seperti telur puyuh tapi terhubung dengan semacam remote. karna mulutku di ikat, aku jadi ga bisa nanya itu apa. dia mulai mendekat dan bilang �say, ini hadiah buat kamu. hehe seenggaknya kamu bakal lumayan kesiksa secara nafsu karna alat baru aku ini. aku pasangin yah�. dia mengambil selotip, lalu menempelkan satu telur itu ke puting susu kanan, satu ke puting susu kiri, lalu satu lagi membuatku terperanjat, dia memasukkan ke dalam vaginaku. aku meronta pertanda ga mau. tapi karna kaki dan tangan ku terikat, jadi aku ga bisa berbuat banyak. karna aku yang nafsuan, vaginaku udah becek banget. jadi dengan gampang telur yang ketiga itu masuk ke dalam vaginaku.
dia mulai menanggalkan seluruh pakaiannya. yang membuatku makin bergairah adalah saat ia melepaskan cdnya. penis yang lagi ngaceng sekeras batu itu langsung melompat keluar begitu cd itu dibuka. ah sialan, makin ngerasa binal aja gue. lalu dua bilang �aku mandi dulu ya. selama aku mandi, kamu nikmatin dulu aja�. lalu setelah mengabil handuk mandinya, dia menyetel sesuatu pada ketiga remote tadi. gilaaaaa badanku langsung kaya mati rasa. ternyata ketiga telur tadi mulai bergetar. puting kanan, kiri, dan liang senggamaku di goyang dengan ritme yang teratur. ah sialan kamu edo, kenikmatan ini keterlaluan. aku mulai kehilangan akal sehatku. badanku mulai menyerah dengan rasa enak yang ga karuan menyerang tubuhku ini. rasa enak yang menghilangkan kendali atas tubuh, tapi tidak cukup kuat untuk aku bisa mendapatkan orgasme seperti yang aku inginkan.
dengan senyum setan, edo mandi. sialan ini bocah. tubuhku sudah tidak bisa di kendalikan lagi. desahan demi desahan bakal leps keluar dengan sangat keras kalau saja mulutku tidak di sumpal sama si sialan edo sayang. beberapa menit kemudian edo beres mandi. setelah melap badannya, masih dengan keadaan telanjang dia menghampiri aku yang udah mau nangis karena memohon untuk di biarkan mendapatkan orgasme ku. edo malah tertawa. �hehehe gimana lia? enak kan hadiah aku?? tenang aja, abis ini kamu bole bawa pulang satu, dua, atau tiga2nya�. mungkin edo juga sudah ga tahan dengan wajah ku yang memelas minta untuk di puaskan, dia melepaskan semua ikatan di badanku. setelah terlepas, langsung aku tampar wajahnya (dengan lembut pastinya) �itu untuk kamu yang udah ngasi aku siksaan segininya. sekarang puasin aku�. damn setelah aku inget2 lagi, aku binal juga ternyata.
edo tidak butuh banyak aktifitas untuk membuatku orgasme. dia hanya memasukkan satu jarinya kedalam vaginaku lalu dengan sedikit hisapan di kelentit ku, tanpa harus menunggu lam, aku mendapatkan orgasme ku dengan sempurna. orgasme yang beberapa detik membuatku kehilangan kesadaranku. aku benar2 ga tau seperti apa rupaku saat itu karna aku sangat terbuai dengan orgasme yang aku dapatkan. ketiga vibrator itu masih bergetar tanpa henti membuat tubuhku tidak bisa dikendalikan. karna saking ga bisa ngendaliin tubuh sendiri, aku sampe pipis di lantai kamarnya. untungnya edo punya kebiasaan kasurnya berdiri kalau dia lagi ga tidur. jadi aku terhindar dari pipis di atas kasurnya edo.
dengan nafas terengah dan kesadaran yang belum pulih sepenuhnya, aku sudah ga sanggup lagi menampung badai orgasme segede ini. �am�phun�doo�..� dan akhirnya ketiga telur sialan pembawa nikmat itupun dimatikan oleh edo. aku terkulai tak berdaya di lantai. tiduran di atas air kencing ku sendiri. edo menyadari kalau kekuatanku belum akan pulih untuk beberapa waktu kedepan, dia cuma membisikkan �kamu udah pipis di kamar, trus ninggalin penis aku ngaceng gitu aja, kamu hutang ya beb�. aku mengangguk pelan. tanpa aku sadari kalau hutang itu nantinya akan di tagih edo dengan cara yang ga bisa aku bayangin juga. setelah melap lantai dan memapah ku ke kamarmandi, aku mandi, tapi edo yang mandiin. duh makin cinta deh gue sama si manusia sialan satu ini. beres mandi, tanpa memakai pakaian terlebihdahulu, aku dan edo tidur lelap, atau lebih tepatnya aku yang tidur lelap. yang pasti edo ada di sana nemenin aku.
sekian dulu yah pembaca setia.
happy nude sleeping time�
Share:

Kamis, 01 Desember 2011

Cerita Dewasa pesugihan membawa nikmat

Cerita Dewasa terpanas Cerita Dewasa terbaru Cerita Dewasa perawan

Cerita Dewasa ini terjadi sepuluh tahun silam, ketika aku baru kelas satu SMU, semua itu terjadi karena usaha bisnis ibu tiriku sepeninggalan almarhum ayahku yang semakin menurun. Sementara aku anak satu-satunya belum bisa berbuat banyak untuk membantu beban ibu tiriku itu.


Tibalah suatu ketika ibu tiriku mengajakku ke daerah Jawa Tengah dimana konon katanya disana ada sebuah kuburan yang memiliki kekuatan, dan apabila diyakini akan mengabulkan segala keinginan kita dengan syarat bersedia melaksanakan semedi serta segala persyaratan lainnya.

Tibalah aku dan ibu tiriku di daerah tersebut, terbayang rasa ngeri seperti yang biasa kulihat di tayangan-tayangan televisi dan film-film horror. Namun ibu tiriku memberi tahuku agar bersikap tenang, dan selalu ingat tujuan kami kesana, memang untuk merubah nasib.

Sesampainya disana kami disambut oleh seorang laki-laki yang bertubuh agak tinggi besar, yang dikenal sebagai penunggu gunung tersebut. �Tentu orang sakti nih�pikirku dalam hati.

Aku dan ibu tiriku diarahkan menuju sebuah rumah kecil menyerupai gubuk ditengah hutan, saat itu hari sudah senja, sehingga suasana mulai sepi dan hanya ada pelita kecil untuk penerangan di rumah itu.

Kami pun istirahat di gubuk itu sambil menunggu Mang Karsim si penunggu kuburan yang memandu kami tadi.
Tak seberapa lama Mang Karsim pun datang, lalu dia menjelaskan syarat yang harus kami penuhi, memang dari pengalaman yang sudah-sudah banyak yang sukses sepulang semedi di sini asalkan bersedia memenuhi segala persyaratan yang dikehendaki oleh kekuatan gaib disitu dengan sepenuh hati.

Tampak ibu tiriku berbincang-bincang dengan Mang Karsim dalam bahasa daerah, intinya kami harus berada di gubuk itu selama lima hari sambil melaksanakan semedi di kuburan yang ada di puncak gunung itu. Menjelang jam dua belas aku dan ibu tiriku bersiap-siap menuju ke kuburan keramat itu dengan membawa sesajen dan sebuah tikar, aku sedikit heran saat itu ibuku mengenakan kain batik putih garis-garis hitam dan baju kebaya, seperti mau ke undangan saja pikirku dalam hati.

Kamipun berangkat menyusuri kegelapan dengan diterangi sebuah lentera kecil. Sesampainya di kuburan, Mang Karsim langsung memimpin ritual khusus di atas kuburan keramat itu. Setelah berlangsung sekitar empat puluh lima menit, Mang Karsim menggelar tikar yang dibawanya, lalu mendekat ke arah kami sambil mengatakan bahwa syarat terakhir sudah bisa dilaksanakan, yaitu aku harus menyetubuhi ibu tiriku diatas tikar itu. Ya ampun kenapa harus seperti itu sih, mana mungkin bisa begitu, pikirku dalam hati. Aku saling menatap dengan ibu tiriku.
�Ya sudahlah�.kalau memang itu syaratnya..!� kata ibu tiriku dengan nada pasrah. Mendadak tatapanku jadi kabur sesaat, dan agak limbung rasanya. Kulihat ibu tiriku seperti bukan sosok yang biasanya, aku tidak mengerti kenapa pikiranku jadi berubah seperti itu, saat itu ibu tiriku seperti sosok perempuan yang menggairahkan birahiku. Dalam keadaan seperti setengah sadar ibu tiriku, membisikkan sesuatu padaku.
�Kamu nggak usah takut, ikuti saja yang ibu lakukan� ungkapnya dengan nada pelan sambil membaringkan tubuhku di atas tikar itu.

Lalu dia lucuti semua celana dan bajuku, aku diam seperti terkesima, saat ibu tiriku mulai mengusap-usap kontolku, aku mulai merasakan rangsangannya, perlahan-lahan kontolku mulai dikocoknya, akhirnya kontolku ngaceng juga di tangan ibu tiriku. diapun hanya tersenyum melihat kontolku yang dalam sekejap sudah tegang dan keras.

Sungguh tidak pernah kubayangkan sebelumnya, aku diperlakukan seperti itu oleh ibu tiriku.
�Punyamu lumayan gede juga ya�.�sambil terus menggenggam batang kontolku sambil sesekali mengocoknya. Gila ternyata nikmat sekali rasanya, tangan ibu tiriku, ingin sekali rasanya meremas-remas seluruh lekuk tubuhnya, tapi mana mungkin pikirku.

Dia pun mulai memasukan seluruh batang kontolku ke dalam mulutnya, sampai mentok. �Aaakh�buuu�saya geli�.!!� jawabku spontan.

�Iya�ibu tahu�baru kali ini kamu merasakannya..!� ungkap ibu tiriku, yang terus menjilati batang kontolku berulang-ulang, sambil diselingi dengan kocokan, sampai-sampai aku kelojotan menahan rasa geli bercampur nikmat.

Tanpa kusadari ternyata kejadian itu tak luput dari pemantauan Mang Karsim, kira-kira dari jarak du meter Mang Karsim memperhatikan gerakan ibu tiriku yang tengah mengulum batang kontolku, lalu di memberi kode kepada ibu tiriku agar segera memulai persetubuhannya denganku. Ibu tiriku perlahan melepas kancing baju kebayanya dan melepas bra yang membungkus payudaranya. Woow bulat, mulus dan masih kencang, mungkin karena ibu tiriku cukup lama menjanda, sehingga payudaranya tidak pernah tersentuh tangan laki-laki makanya terlihat masih utuh dan montok sekali.

Aku semakin bergairah, dan sangat terangsang ketika ibu tiriku mulai melonggarkan lilitan kain batik putih yang dipakainya, dan melilitkannya kembali secara asal-asalan di pinggangnya, anggap saja memberi keleluasaan agar dapat menyingkapkannya dengan mudah. Ternyata benar dugaanku, ibu tiriku langsung terlentang dengan posisi kedua pahanya yang sudah mengangkang.

�Ayo naik kesini�!�ungkapnya, sambil mengarahkan tangannya agar aku segera menuju ke tengah-tengah selangkangannya itu.
�Gimana bu�saya nggak ngerti..?�ungkapku bingung.
�Ya uda sini�ibu yang masukin anumu ke punya ibu..!� ungkapnya dengan manja.
�Blepp�plepp..cluppp..� dalam sekejap saja batang kontolku terbenam seluruhnya ke dalam memek ibu tiriku yang masih sempit dan empuk itu.
�Aaaakhh�..aaahh�.ssshh�ooouh� ibuuu�!�aku mendesis merasakan nikmat dan hangatnya lobang memek ibu tiriku.
�Nggak apa-apa kan�..?�ungkap ibu tiriku sambil mengusap-usap punggungku.
�Ya uda jangan ragu-ragu�.terus teken yang dalam..!�kata ibu tiriku mengajari aku.

Akupun mulai menggenjot kontolku keluar masuk lobang memek ibu tiriku, lama-lama aku jadi terbiasa dan bisa menikmatinya. Luar biasa sekali nikmatnya pikirku. Saat itu tak terpikir lagi kalau yang sedang kusetubuhi itu adalah ibu tiriku, yang pernah juga ditiduri oleh ayahku.

Sebelumnya tidak pernah terlintas dipikiranku untuk bersetubuh dengan ibu tiriku, walaupun beberapa tahun silam sering kulihat ayahku saat lagi mencumbu ibu tiriku ini. Setelah kami tinggal di rumah berdua pun tidak pernah terlintas pikiran kotorku terhadap ibu tiriku, sekalipun dalam kesehariannya di rumah, ibu tiriku selalu berpakaian seksi, seperti mengenakan daster yang sangat pendek, bahkan tidak jarang ibu tiriku tidur bersamaku dengan dasternya yang tersingkap kemana-mana sehingga dari paha sampai pantatnya terlihat jelas tanpa sehelai benangpun menutupinya, namun hal tersebut tidak pernah mengganggu pikiranku, apalagi sampai membuatku ingin menyetubuhinya.

Tapi kali ini aku benar-benar terangsang sekali, bahkan aku tengah menyetubuhinya dengan penuh nafsu. Mang Karim pun ikut terbelalak matanya sambil berkali-kali terlihat menelan ludahnya, saat ibu tiriku berganti posisi menungging sambil menyingkapkan kain batik yang menutupi bagian pantatnya, sehingga terlihat jelas dua bulatan pantatnya yang menonjol, padat, putih, mulus. Akupun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, segera kuelus-elus batang kontolku lalu kembali kuarahkan ke lobang memek ibu tiriku dari belakang.
�Aaah�ssshhh�ooohh�ibuuu�nikma t sekaliii..buu..!� ungkapku sambil terus meremas-remas bulatan pantat ibu tiriku yang tengah menungging kearahku. Ibu tiriku memaju mundurkan pantatnya sehingga terlihat kontolku seperti sedang diasah dalam memek ibu tiriku.

Aku heran juga melihat Mang Karim yang kelihatan gelisah sambil mengelus-elus kontolnya sendiri, rupanya di terangsang melihat adeganku tadi. Dia pun mendekatkan posisinya ke sebelahku, nampaknya dia penasaran ingin melihat dari dekat adeganku dan mulusnya pantat ibu tiriku yang lagi ku remas-remas dan kugenjot dengan kontolku itu. Tiba-tiba saja Mang Karim pun menurunkan celana kolornya, lalu dia keluarkan kontolnya yang sudah tegang mengacung ke atas, sorot matanya terus tertuju ke pantat ibu tiriku yang lagi ku genjot itu.
�Saya nggak tahan juga Mas�.!�katanya kepadaku, sambil mengocok kontolnya yang sudah ngaceng.

Kulihat ibu tiriku yang lagi nungging menoleh kebelakang sambil tersenyum geli melihat tingkah Mang Karim yang ikut-ikutan terangsang oleh tubuh montoknya.

Kukembalikan segera konsentrasiku pada tubuh ibu tiriku yang sedang kutunggangi dengan penuh nafsu itu. Genjotanku semakin kupercepat, aku tidak tahan seakan batang kontolku lagi diremas-remas oleh dinding memek ibu tiriku, seperti dipijit-pijit, rasa geli bercampur nikmat, apalagi saat ibu tiriku memainkan lobang memeknya menjepit batang kontolku saat kubenamkan seluruhnya ke dalam.
�Aaaah�.oouuw�iii..buuu�saa..y a�nggak tahaan�buuu�!�aku mengerang dengan penuh nikmat.
�Iyaaa�.ayo terusin..sayang�sampai keluar ya�!� ungkap ibu tiriku terbata-bata karena hentakanku pada pantatnya.

Aku mulai merasakan dorongan yang kuat yang hendak meletus, air maniku seakan sudah di ujung kontolku, yang akan segera memuntahkannya ke dalam lobang memek ibu tiriku.
Tiba-tiba tubuhku terasa gemetar, darahku berdesir dengan cepat diseluruh tubuhku, seakan menahan puncak birahi yang luar biasa nikmatnya, seiring dorongan air maniku yang akan ku*kan keluar dari batang kontolku.
�Aaaahh�.ooouuhh�ibuuu�crott�c rottt..crottt�
oouuuww..!!� akhirnya air maniku muncrat, menyemprot keseluruh dinding lobang memek ibu tiriku, sungguh betapa nikmatnya menyetubuhi ibu tiriku. Tidak pernah terbayang olehku sebelumnya, kalau tubuh ibu tiriku yang sehari-hari didepan mataku, ternyata bisa memberikan kenikmatan yang luar biasa terhadapku.

Aku terkulai lemas diatas tikar, sementara ibu tiriku yang masih dalam posisi nungging, terlihat membersihkan sisa air maniku yang berceceran di atas memeknya dengan menggunakan kain batiknya, dia pun tersenyum puas atas kebolehanku tadi, sambil mengusap-usapkan kain batik tadi ke batang kontolku yang mulai kembali ke ukuran semula.

Tinggallah Mang Karsim saat itu yang terus mengocok kontolnya sendiri. Melihat hal itu ibu tiriku segera bangun dan duduk di atas tikar, lalu diraihnya batang ****** Mang Karsim yang sedang tegang-tegangnya itu. Aku jadi tambah bingung, kok ibu tiriku mau megangin ****** Mang Karsim, mungkin sekalian kotor barangkali, atau sebagai bonus saja buat dia yang sudah memandu kami, pikirku dalam hati.

�Aduh bu�.enak tenan�bu..!� Mang Karsim berguman sendiri. Karena sudah tidak tahan sejak tadi melihat kemolekan dan kemulusan tubuh ibu tiriku, Mang Karsim bagaikan ketiban durian runtuh, seumur-umur baginya tidak pernah melihat tubuh semulus itu. Dia pun mengerang sekuatnya berusaha menahan air maninya agar tidak segera keluar, dia ingin lebih lama kontolnya dikocok oleh ibu tiriku, maklumlah bagi dia kesempatan seperti ini belum tentu dia dapatkan sepuluh tahun sekali. Namun apa daya air mani Mang Karsim tak bisa dibendung lagi, ibu tiriku memang sangat paham sekali bagaimana cara memuncratkannya dengan cepat, melalui sedikit sentuhan-sentuhan rahasia di bagian tertentu pada batang ****** Mang Karsim, akhirnya air mani Mang Karsim tumpah ruah di kain batik putih yang dipakai ibu tiriku, bahkan saking bernafsunya air mani Mang Karsim sebagian menyemprot di payudara ibu tiriku, air mani Mang Karsim terlihat kental sekali, mungkin karena sudah sepeluh tahun dia menduda.

Tidak lama kami pun bergegas kembali ke gubuk untuk istirahat, sementara Mang Karim malam itu dengan setia menunggui kami sampai tertidur di emper gubuk. Sementara aku berada satu kamar bersama ibu tiriku dalam gubuk itu, tentu atas permintaan dari ibu tiriku sendiri agar aku menemaninya. Malam ibu tiriku bertanya padaku bagaimana perasaanku, sambil menghiburku agar tidak kaget atas kejadian di kuburan keramat itu.
�Saya takut bu�.sa..ya�bi�ngung�� sambil terbata-bata.
�Iya ibu tahu�ibu ngerti�tapi kamu hebat�� ibu tiriku memotong pembicaraanku.
�Maksud ibu hebat gimana�?� ungkapku dengan penuh rasa heran.
�Itu lho�. ibu baru lihat�ternyata punyamu besar sekali..� ungkap ibu tiriku sambil berbisik kepadaku. Aku diam saja mendengar pernyataan itu.
�Ibu jadi tertarik aja melihatnya tadi�.sampe sekarang terbayang terus�!�kenangnya.
�Iya bu, saya juga baru tadi aja melihat tubuh ibu dengan jelas�!� ungkapku dengan malu-malu.
�Kamu suka nggak�seperti tadi dengan ibu�?� ungkap ibu tiriku sambil berbaring menghadap ke arahku.
�Hhmm�iya..iya..bu..saya suka.., enak bu..saya baru merasakan begitu.!�
�Kalau kamu mau, ibu tidak keberatan kamu setubuhi ibu seperti tadi kapan aja kamu mau, asal jangan ada orang lain yang tahu..ya�!� tegasnya, sambil kembali meraih kontolku yang sudah mengecil, lalu di usap-usapnya dengan lembut.
�Kamu suka nggak ibu ginikan�?� ungkapnya dengan nada yang genit, sambil sesekali batang kontolku dikocoknya.
�I..ya..bu�ssshhh.. ge..li..buu..!� ungkapku terbata-bata.
Ibu tiriku pun semakin jadi memainkan kontolku, dikulumnya dalam-dalam, lalu dijilat-jilat ujungnya dengan gemas.
�Aaahh�oouww�ibuuu�� aku mulai merintih menahan geli bercampur nikmat. Dalam sekejap kontolku sudah mengacung tegang keatas, melihat hal itu ibu tiriku semakin bergairah melumat habis batang kontolku mulai dari bijinya sampai ke ujung, terus berulang-ulang.

�Kamu juga boleh pegang-pegang memek ibu�!� ungkapnya sambil menarik tanganku dan menempelkannya di atas lobang memeknya persis. Rupanya ibu tiriku sudah sejak tadi terangsang sewaktu melihat kontolku mulai ngaceng, terlihat dari memeknya sudah terasa basah. Tanganku yang satu lagi meraba payudara ibu tiriku yang begitu menggemaskan. Kain batik putih yang dipakainya pun sudah terlihat acak-acakan karena rabaan dan remasanku yang mulai berani ke seluruh bagian tubuhnya yang sangat menggairahkan itu.

�Ayo masukin�..ibu udah nggak tahan nih�!� ungkapnya dengan nakal.
Tanpa pikir panjang lagi langsung kubenamkan seluruh batang kontolku ke lobang memek ibu tiriku itu.
�Aaaah�.oohhh�oooh�!!� aku mulai merancu tidak karuan saking luar biasa nikmatnya. Aku langsung menggenjot batang kontolku keluar masuk di dalam lobang memek ibu tiriku itu.

Ibu tiriku terlihat begitu seksi sekali dalam keadaan setengah bugil seperti itu. Kain batiknya melorot ketarik oleh genjotanku. Tak lama kubalikan tubuh ibu tiriku agar posisinya membelakangiku. Woow pantatnya yang montok dan gempal terlihat menungging persis di depan kontolku yang sudah sangat tegang, langsung saja kusodokkan ke lubang syurga ibu tiriku.

�Aaw�aaw�.ouww�nikmat sekaliii�!!� ibu tiriku merintih sambil menahan hentakan batang kontolku yang makin dalam. Tiba-tiba pantat ibu tiriku mulai terlihat gemetar seakan sudah mendekati orgasme.

�Aaaaw�.ibu mau keluaaar�.creekk crerkk creek� air mani ibu tiriku muncrat sewaktu kontolku menusuk-nusuk memeknya yang empuk dan padat itu.

Aku terus menggenjotnya, gerakanku semakin cepat, batang kontolku pun terlihat semakin gencar menghunjam lobang memek ibu tiriku. Ibu tiriku memang pandai, dia putar-putar pantatnya bergoyang berlawanan dengan genjotanku, sampai akhirnya aku merasa seperti di pilin-pilin nggak karuan.

�Aaaaw�oouhh�.crottt..crottt�c rottt.. uuhh..!!� air maniku tiba-tiba saja muncrat tak tertahankan dalam lobang memek ibu tiriku. Gila aku benar-benar nggak kuat lagi menahannya, memang luar biasa permainan ibu tiriku, tidak kuduga sampai seperti ini kenikmatan yang tersimpan dalam tubuh montoknya, ungkapku dalam hati.

Puas sekali rasanya, akupun kembali terkulai lemas disebelah tubuh ibu tiriku, begitu gencarnya permainan tadi, tanpa kusadari kain batik panjang ibu tiriku telah melilit ketat dari kaki sampai kepinggangku, mengikatku jadi satu dengan tubuh ibu tiriku, kami pun terbalut rapat sehingga sulit bergerak, karena dinginnya udara malam di tengah hutan saat itu, akhirnya aku dan ibu tiriku membiarkan tubuh kami dalam keadaan berpelukan seperti itu sampai pagi harinya.
Share:

Rabu, 30 November 2011

Cerita Dewasa terpanas

Cerita Deasa ini adalahcerita sek panas,pemerkosaan,cerita dewasa yang berbuat cerita dewasa
Share:

Cerita Dewasa Ngentot Sama Pak Guru

Cerita Dewasa, Sebuah situs yang menyajikan kumpulan Cerita Dewasa, Bacaan sek, Cerita Hot, Cerita Mesum, Kisah Mesum. Berbagai Cerita Dewasa tersaji dengan apik. untuk anda yang sudah Dewasa.karena ini adalah Cerita Dewasa

Siswi SMA seksi bugil telanjang � Aku adalah seorang imigran dari Hongkong yang datang ke negeri baru yang bernama Indonesia. Umurku 17 tahun dan aku adalah pelajar SMU di sekolah negeri. Aku tinggal di Jakarta Selatan bersama dengan kedua orang tuaku. Ayahku Ng Yu Po, bekerja >vidio bokep karyawati< sebagai administrator bagian pemasaran mobil. Ia adalah orang yang berpikiran luas dan bebas. Aku jarang bertemu dengannya. Ibuku telah meninggal beberapa tahun yang lalu akibat perang triad.

Dulu ayahku adalah anggota accord di daerah Kowloon. Aku sendiri adalah ketua anak brandalan disana. Karena perang accord yang mengakibatkan kematian pada bos ayahku, maka kami sekeluarga harus pindah. Perpindahan ini tidaklah sulit mengingat jumlah keluarga kami yang hanya berdua saja. Pada pertama kalinya aku enggan meninggalkan teman-temanku, namun karena sudah dalam keadaan terdesak, aku hanya bisa menuruti ayahku saja.
Hari ini adalah hari pertama aku pergi ke sekolah. Aku tidak dapat berbicara bahasa Indonesia selancar warga pribumi disini, namun aku akan mencoba sebaik mungkin untuk berbaur dengan teman-teman baru. Saat aku datang ke sekolah aku dipelototi oleh banyak orang karena kulitku berwarna kuning langsat sendiri, sedangkan yang lainnya berwarna kecoklatan. Aku berjalan menuju kesana kemari karena tidak dapat menemukan ruang guru. Aku tidak begitu mahir dalam membaca huruf abjad. Tiba-tiba ada seorang gadis cantik memanggilku dari belakang.
�Hai ada yang bisa saya bantu?� aku terkejut dan melihat ke belakang.
Wajahnya manis sekali dan kulitnya kecoklatan menggoda. Rambutnnya panjang membelai ke bawah. Tinggi badannya sepundakku, dan ia tersenyum manis. Aku menjadi grogi karena jujur saja, aku lebih suka gadis berkulit kecoklatan daripada berkulit putih. Lalu aku pun berkata.
�Teum Ci (yang artinya maaf), saya mau menuju ruang guru� jawabku tersenggat-senggat.
Itulah pertama kalinya aku berbicara dengan menggunakan bahasa asing. Ia tersenyum dan menunjuk ke arah depanku �Itu disana� Lalu bel pun berdering.
�Maaf yah, aku harus masuk kelas sekarang, namaku Santi, senang berkenalan denganmu,� katanya lalu ia menjabat tanganku.
Tangannya halus sekali dan aku makin grogi.
�Ngo hai Ng Wai Wan,� jawabku.
�Hah? Apa?� tanyanya kebingungan.
�Sorry, Saya Ng Wai Wan� Ia tersenyum lalu lari ke kelasnya.
Akupun segera lari ke ruang yang ia tunjuk itu dan mengetuk pintu itu. Lalu keluarlah guru-guru dan berjalan ke kelas masing-masing. Salah satunya melihatku dan segera menunjukkan ruang pribadi yang ada di ruang authority itu.
�Kamu harus kesana, cepat. Nanti terlambat masuk kelas�
Lalu aku pun berlari ke ruang pribadi itu yang bertulisan ruang kepala sekolah. Aku pun masuk ke sana dan kepala sekolah ngobrol denganku agak absolutist disana. Aku binggung karena aku sudah telat masuk kelas. Aku bahkan tidak tahu yang backbone kelasku. Setelah agak absolutist ia pun berkata.
�Mari aku antar ke kelasmu. Tenang saja, tidak perlu buru-buru. Kita semua selalu santai-santai dalam melakukan sesuatu. Lambat asal selamat� katanya.
Aku tidak begitu mengerti kata-kata terakhir yang ia ucapkan itu. Lalu aku pun mengikutinya masuk ke kelas baruku. Guruku menyuruhku berdiri disampingnya dan memperkenalkan diriku.
�Saya.. Adalah.. Ng Wai Wan�
Beberapa murid di depanku tertawa karena aksenku yang aneh. Aku menjadi malu. Lalu setelah itu kepala sekolah meninggalkanku, authority disampingk mencoba mencari tempat duduk kosong. Tiba-tiba ada seorang gadis berkata dengan suara keras.
�Duduk disini saja, kosong kok�
Ternyata ia adalah Santi. Wajah manisnya tersenyum dan aku pun menjadi grogi. Guruku menyuruhku duduk di sampingnya. Selama pelajaran berlangsung aku tidak bisa konsentrasi. Mataku terus-terusan terpaku melihat pahanya yang seksi dan mengkilat itu. Lalu tiba-tiba ia menoleh ke samping dan berkata.
��da apa?� Aku kaget dan pura-pura bertanya, �Boleh pinjam ini?� tanganku menunjuk ke arah tip-ex dia.
�Boleh,� lalu ia memberi tip-exnya padaku.
Aku berpura-pura menip-ex tulisanku dan menulis ulang serta mengembalikan tip-exnya. Tak absolutist kemudian guruku berkata.
�Tugas ini agak susah, harap kalian membuat grup 4 orang�
Lalu kami pun membuat grup yang terdiri dari 4 orang. Santi menyuruhku duduk di kursinya, dan ia sendiri berpindah ke kursi depan yang di geser ke arah belakang. Dua orang lainnya duduk disampingku dan di samping Santi.
�Halo, aku Tono dan ini temanku Budi� kata kedua orang baru itu.
Aku pun memperkenalkan diri dan merekalah sahabat baruku. Lalu kamipun membuat tugas komputer bersama-sama. Pelajaran komputer sangatlah mudah bagiku, bahkan sudah ketinggalan jaman. Aku menjawab semua soal susah dalam waktu 15 menit. Setelah itu kelompok kami selesai. Kelompok lain menjadi kaget karena mereka membutuhkan waktu 1 jam lebih untuk menyelesaikannya. Karena mempunyai waktu luang yang lama, aku membuka buku pelajaran matematika dan mencoba untuk lebih mengerti rumus-rumus yang susah. Sedangkan semua teman kelompokku sudah santai dan ngobrol.
�Orang Hongkong rajin yah� kata Budi.
�Pintar lagi,� kata Tono menyambung.
�Ah tidak juga kok, pelajaran Matematika kalian juga susah. Aku tidak mengerti sama sekali� kataku.
�Yang mana?� kata Santi.
Ia lalu menerangkan bagian yang susah itu padaku. Seragamnya tidak dikancing semua terutama bagian atasnya sehingga aku dapat melihat belahan payudara atasnya yang montok itu dan berwarna kecoklatan. Penisku langsung berdiri dan menabrak meja. Aku langsung memegang penisku itu dan menahan sakit.
�Kamu kenapa?� tanyanya.
�Ah tidak apa-apa kok� jawabku.
Anto yang duduk disampingku itu tersenyum karena melihat hal itu. Lalu ia mengajak Budi untuk pergi ke toilet dan meninggalkanku bersama Santi.
�Kami mendukungmu, teman� katanya berbisik padaku.
Penisku makin absolutist makin berdiri kuat karena aku melihat buah dada itu dan Santi tidak memakai BH pada saat itu. Hari itu adalah hari pertamaku yang membahagiakan. Ternyata aku tidak salah memilih untuk pindah ke Indonesia. Saat aku pulang ke rumah aku segera ganti baju dan membantu ayahku melanjutkan membereskan barang kami. Pada abscessed hari datanglah teman ayahku dan memperkenalkan 5 pembantu rumah tangga untuk kami sewa. Kami terkejut karena gaji mereka jauh lebih murah dari yang kami bayangkan. Mereka pun pandai memasak.
Pada malam itu setelah saya mengatur kamar tidur saya, saya pun mandi dan siap untuk makan malam. Dimeja kami banyak terdapat makanan kari. Saat aku cicipi rasanya pedas sekali, tapi enak juga. Pembantu kami telah menyiapkan air dingin untuk kami. Setelah makan malam aku menelepon Santi untuk mengajaknya ngobrol sebentar. Yang disayangkan adalah Santi sedang pergi entah kemana. Dia sendiri tidak punya handphone. Malam itu aku tidak bisa tidur karena terus membayangkan kecantikan dan kemolekan tubuhnya.
Keesokan harinya aku pergi kesekolah. Ternyata Santi menungguku di depan pagar sekolah.
�Selamat pagi� sapanya dengan suara manis.
�Kemarin, kamu telepon saya yah? Sori yah saya sedang pergi dengan Mamaku ke Ancol�
Aku pun langsung memberinya sebuah handphone agar kami dapat berkomunikasi dengan mudah. Pada pertama kalinya ia tidak dapat menerimanya karena handphone itu harganya mahal. Namun setelh kurayu ia menerima juga. Tiba-tiba ia memelukku dan berterima kasih padaku. Wajahnya tersenyum manis. Buah payudara montoknya menempel di dadaku. Penisku langsung berdiri dan tanpa kusadari kedua tanganku otomatis merangkul punggungnya.
�Ih genit ih kamu� katanya setelah merasakan kerasnya batang penisku yang menusuk roknya.
Aku menjadi malu dan melepaskan rangkulanku. Ia lalu mengandeng lenganku dan menarikku ke kelas.
��yo cepat, nanti telat loh� katanya. Lalu kami berdua masuk ke kelas dan mengikuti pelajaran. Sejak hari itu aku dan Santi makin dekat saja.
Beberapa bulan kemudian sekolah kami mengadakan karya wisata ke taman safari. Aku senang sekali karena aku belum pernah menemui binatang cheat sebelumnya di Hongkong. Lalu kami pun naik ke bus dan Santi duduk disampingku sambil mengandeng tanganku. Perjalanan ini seperti honey moon kami saja. Setelah sampai disana aku melihat banyak binatang melalui bus kami. Aku menerima banyak pengalaman seperti dijilat jerapah, dijambak monyet, bahkan memeluk singa. Saat aku melihat Santi memeluk anak harimau wajahnya terlihat makin manis saja. Lalu ia pun mengajakku untuk jalan-jalan ke rumah hantu. Didalam rumah hantu aku menaiki sebuah kereta kecil dan Santi tepat disampingku. Didalamnya sangat gelap. Tiba-tiba muncul hantu pocong disamping Santi. Ia lalu berteriak dan memelukku. Aku pun kaget dan tanpa sengaja mencium bibirnya. Ciuman itu terasa hangat sekali. Yang anehnya adalah ciuman kami tidak lepas pada saat itu. Ciuman yang hangat dinikmati bersama.
Akhirnya kami baru berhenti berciuman dan berpelukan setelah kereta kami hampir keluar dari amphitheatre rumah hantu. Saat kami pulang rankulan kami berdua makin mesra di dalam bus, dan sempat digoda teman-teman kami. Saat kami sampai disekolah ia bertanya apakah rumahku dihuni banyak orang. Aku pun menjelaskan bahwa ayahku sedang ada urusan dikantor sehingga ia selalu pulang jam 2 pagi. Lalu ia menanyaiku apakah ia boleh tinggal dirumahku semalam. Aku pun kaget dan grogi. Aku langsung mengiyakan saja. Ia bertambah senang dan menciumku. Lalu kami pulang kerumahku.
Pada mulanya ia hanya bercanda dirumahku dan makan malam. Lalu tiba-tiba ia ingin melihat kamarku. Kamarku agak besar karena ada kamar mandi pribadi didalamnya. Santi lalu meminta ijin untuk mandi sebentar. Aku pun mengiyakan saja. Pada saat ia mandi aku makin terangsang dan akhirnya kuberanikan diriku untuk mengintipnya. Terlihatlah tubuh basah yang indah sekali. Warna kulit coklatnya membuatku terangsang sampai ngiler. Aku pun menelanjangkan diriku dan mencoba untuk beronani. Namun 2 menit kemudian ia sadar bahwa ia sedang di intip.
�Hei, apa yang kamu lakukan?� tanyanya.
Aku terkejut dan baru sadar kalau mulutku sudah penuh liur. Karena sudah tertangkap basah aku langsung memberanikan diriku dan masuk ke kamar mandi. Aku langsung memeluknya dan menciumnya. Ia terkejut dan memberontak, namun setelah agak absolutist ia tidak memberontak lagi dan memelukku. Payudara montoknya menempel didadaku, penisku berdiri dan kugosok-gosokkan ke vaginanya. Kututup keran air dan kami saling menyabuni tubuh lawan. Sabun yang licin itu membuat tubuh Santi makin bergairah dan enak dielus.
Lalu aku membuka keran air itu lagi dan melanjutkan mandi kami. Setelah bersih aku membuka air hangat dan memenuhi seluruh bak mandi. Aku lalu berbaring diatas bak mandi, sedangkan Santi menindihku dan memelukku. Tubuh kami berada didalam air hangat. Tanganku mengelus-elus pantat dan paha Santi didalam air.
Setelah 20 menit kemudian kami keluar dari air. Santi kugendong sampai ke ranjangku. Lalu aku segera menjilati vaginanya sampai basah semua. Vagianya terasa manis sekali. Aku terus terusan menjilati lubang pantatnya. Setelah puas, lalu kujilati pahanya selama 10 menit. Setelah itu aku mengangkat badannya dan menjilati payudaranya. Putingnya kukulum dengan ganas. Ia berdesah keras. Lalu kami berciuman dan saling bertukar air ludah. Ia mengunyah mulutku dengan ganasnya. Setelah itu dengan posisi duduk, kucumbui vaginanya.
�Ah.. Ah..� desahnya.
Ia duduk dipahaku, kakinya menyilangi punggungku dan tanganya merangkul leherku. Kami melakukan cumbuan dalam posisi tersebut sambil berciuman selama 5 menit. Lalu aku berganti posisi dan mencumbui pantatnya. Dadaku menekan punggungnya dan kedua tanganku meremas-remas dadanya. Buah dadanya terasa hangat dan enak diremas.
Kami melakukan active appearance sampai 20 menit. Lalu aku tidak tahan lagi dan spermaku muncrat didalam pantatnya. Kami berdua berdesah keras sekali. Kami jatuh ke ranjang bersama dan tidur karena sudah lelah. Kami tidur dalam keadaan telanjang.
Pada pagi harinya aku bangun duluan. Lalu badanku terasa tertindih. Ternyata Santi kedinginan dan memelukku erat-erat. Aku membangunkannya dengan kecupan pelan dibibirnya. Tak absolutist kemudian ia terbangun dan kami melakukan cumbuan untuk kedua kalinya. Lalu setelah itu kami mandi bersama dan berangkat ke sekolah.

Cerita Dewasa, Sebuah situs yang menyajikan kumpulan Cerita Dewasa, Bacaan sek, Cerita Hot, Cerita Mesum, Kisah Mesum. Berbagai Cerita Dewasa tersaji dengan apik. untuk anda yang sudah Dewasa.karena ini adalah Cerita Dewasa


Share:

pcash

FeedJit