JUAL GANJA ONLINE

Ada Stok GANJA
Menjual GANJA ACEH
Untuk Pengobatan Herbal di:
http://toko-ganja.blogspot.co.id

diaper cakes
.

Pages

Tampilkan postingan dengan label perkosaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perkosaan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Desember 2011

Cerita Dewasa Pacarku Di Genjot Sama Penjaga Kebun Tebu



Cerita dewasa ini mungkin sedikit aneh karena Cerita Dewasa ini adalah sebuah pengalaman dari seorang yang sedang bermain di salah satu kota besar di jawa barat. mungkin cerita ini bisa dijadikan sebuah pengalaman hebat yang sangat jarang terjadi lagi mungkin. Tapi semua hal pasti akan terjadi apabila waktu yang berkata. Siang itu saya dan pacar saya baru saja pulang dari sebuah tempat wisata dikota Bekasi dengan menggunakan motor. Karena perjalanan yg lumayan jauh pacar saya bilang mau buang air kecil dulu. Akhirnya saya memutuskan untuk menepi disebuah warung kopi. Setelah pacar saya turun dia tanya ke Ibu2 penjaga warung.


�Bu Kamar mandinya sebelah mana ya?�.
�Dikebun belakang ada kamar mandi dek, Tidak jauh kok cm sekitar 500m�, Jawabnya
�Oh terima kasih bu� dan tak lama dia menoleh kepadaku
�Sayang kamu pesen minum aja dulu aku agak mules jadi mungkin agak lama�.
�Baik lah� saya menjawab sambil tersenyum.
Setelah turun saya pesan minum dan sembari menunggu saya ngobrol dengan si ibu mengenai asal usul kami berdua.
Sekilas tentang kami berdua. Kami masih sama2 menempuh kuliah disalah satu PTS ternama dikota M*****. Saya Anto dan pacar saya bernama Tari.
Tari memiliki postur yang lumayan padat , walau dia menggunakan baju tertutup dan berjilbab. Tingginya sekitar 165cm dengan kulit putih ukuran dadanya juga lumayan besar kira2 36b yang sering membuat saya berdecak kagum adalah bentuk pinggulnya yang sangat indah . Banyak yang bilang saya pemuda beruntung karena bisa mendapatkan Tari.
Sekitar setengah jam saya menunggu Tari belum juga muncul. Akhirnya saya berniat menyusul sekalian kencing juga pikirku. Setelah menitipkan motor dan tas ke ibu penjaga warung saya berjalan menyusuri kebun tebu yang lumayan rindang dan sepi. Setibanya dikamar mandi dimaksud si ibu saya sempet bingung. Kok Tari gak ada. Akhirnya saya putuskan untuk kembali kewarung mungkin aja si Tari udah balik. Ditengah jalan saya sempat melihat sebuah rumah kecil dari kayu. Letaknya agak tersembunyi mungkin klo orang tidak memperhatikan tidak akan yang tau kalau disitu ada rumah . Tapi yang membuat saya penasaran sekaligus berdegup saya mendengar suara rintihan seorang wanita dari arah rumah kecil itu.
Lewat celah jendela saya coba mengintip apa yang sedang terjadi didalam. Saya terdiam ketika tau apa yang sedang terjadi disana. Tari sedang duduk disebuah diranjang kayu sedang diisap vaginanya oleh seorang bapak2 tua dengan perawakan hitam besar dan hanya menggunakan sarung. Dengan baju terusannya yang terangkat sampai perut dan legging beserta CDnya yang sudah melorot sedengkul, Tari meracau �Paaaaacccchhkk Jangghhhaaan� tapi tangannya menggengam erat kepala si bapak seperti tak mau melepasnya. Saya dapat melihat jelas vagina yang memang baru saja dicukur itu dilahap dengan rakus oleh sibapak sambil sesekali tangannya yang besar tadi memilin itilnya Tari. Dengan suaranya yang makin merintih Tari terus meracau , � Paaaaaaccck Janggggaaaaan Nantiii Paccccchaar Saaaaayaa Leeewaaaaaat �. 10 menit gerakan pinggul Tari semakin menggila mengikuti gerakan tangan si bapak yang memang dari tadi mengocok-ngocok vagina Tari. Dan semenit kemudian Tari mengerang panjang sambil pinggulnya mengangkat keatas � Paaaackkhhh Taaariiii Keeeeeluaaarrrhh ���.� Aaaaccchhhhh �.
Gila itu orgasme pertamanya tanpa penetrasi pikirku. Ya kami memang sering ML dan saya juga lelaki yang telah membobol Tari. Tapi baru kali ini saya melihat dia orgasme pada saat permainan belum dimulai.
Bapak itu bangun dan dengan tersenyum dia bertanya �Enak sayang ?�.
Dengan nafas yang masih ngos-ngosan Tari tidak menjawab hanya menganggukan kepala. Tidak berapa lama si bapak melepas sarungnya seketika itu pula saya dapat melihat penis seukuran terong jumbo berurat dengan kepala sebesar bola golf bak topi tentara sedang mengacung tegak dihadapan wajah Tari. Saya sempat minder melihat penis si bapak itu.
Bapak itu tersenyum sambil berbicara. �Saya tau kamu sudah tidak perawan lagi, Tapi coba lihat lebih besar mana ? Dibandingkan punya kekasihmu�.
Tak ada jawaban dari Tari tapi yang saya lihat tatapan mata Tari berubah dia seperti kaget, takut, penasaran, terpesona, dan kagum karena memang Tari biasanya Cuma melihat penis saya yang berukuran standard. Tanpa aba2 si bapak memegang tangan Tari dan coba ngarahkannya ke penis raksasa itu. Dan dengan komando dari sibapak Tari mulai mengocok penis itu. Pernah suatu hari kami menonton film blue dikost saya dan dengan polos Tari bertanya � Kok bisa ya anunya sebesar botol gitu ?�,saya hanya tersenyum dan bilang �Namanya juga film�. Tapi entah apa yang ada dibenak Tari saat ini dengan Penis raksasa digengamannya. Tangan kanan si bapak coba untuk mendekatkan wajah Tari kepenisnya. Mau pingsan rasanya saat melihat Tari tanpa komando dari bapak tua itu dia mulai menjilat leher penis itu. Layaknya artis film Tari mengocok sambil sesekali memasukan penis itu kemulutnya agak susah awalnya menelan semua penis itu kemulutnya tapi Tari terlihat sangat lihai. Dengan masih memakai jilbabnya Tari terus bekerja. Sambil mengerang keenakan tangan sibapak juga bergerilya divagina Tari �Wuueeenaaachhkk Caaahhk Aayuuu�, ujarnya. Hampir beberapa menit lamanya saya menyaksikan adegan panas itu. Sibapak kemudian memegang pinggul Tari dan membangunkannya, Dia langsung melumat bibir mungil Tari sambil tangannya membuka resleting belakang baju Tari sambil kakinya menginjak legging yang sedari tadi masih tersanggut dikaki Tari setelah bajunya terjatuh sibapak coba melepas kaitan bra. Dan akhinya saya melihat mereka berdua benar bugil sambil berciuman, layaknya sepasang kekasih. Tangan Tari menggengam erat penis si bapak seakan tak mau melepasnya.
Sampai akhirnya Tari dibaringkan dikasur kayu. Sibapak yang terlihat mulai tidak sabar diarahkannya rudalnya kebibir vagina, digesek2 sebentar setelah merasa cukup licin penis itu mulai menerobos vagina Tari. � Pelan2 ya pak�aku takut sakit�, ucap Tari. �Tenang cah ayu awalnya memang sedikit sakit tapi lama2 pasti kamu suka �.
Bukannya melakukan sesuatu, saya malah seperti terhipnotis untuk melihat vagina Tari sedang dipaksa menelan Pisan Ambon. Terlihat jelas dari arah saya mengintip penis itu dimasukan dan ditarik begitu seterusnya sampai akhirnya seluruh penis itu lenyap ditelan vagina Tari saya sampai terheran2 melihat peristiwa itu Terdengar erangan Tari �sssssshhhhhh aaccch�. �Paaaacccchhhk��. Pelan2 bapak tua itu mulai menggoyangkan penisnya diliang vagina Tari. Bibir vaginanya sampai ikut tertarik kedalam mengikuti gerakan penis besar itu. Sibapak baru mulai mempercepat goyanganya Tari sudah mengangkat pinggulnya keatas dan kemudian mengejang. � Paaccccchkkk��..Aaccchhkkkuu keluaaaaaarrrrhhh�. Ujar Tari setengah berteriak. Tampak ada cairan bening muncrat dari vagina Tari.
�Haaaaah�!!!� Saya terkejut melihat Tari, karena biasanya dia harus berjuang keras untuk bisa orgasme dengan saya. Bapak itu sangat pengertian dengan Tari dia melepaskan penisnya dan dalam sekejap dia membalikan tubuh lemah Tari keatas tubuh kekarnya. Tari membuka jilbabnya dan keringat mengucur deras dari dahinya. Tangan Tari coba meraih batang penis itu untuk kemudian memasukkanya lagi kelobang vagina milliknya. Pinggul Tari mulai bergoyang. Tangan Tari meraih kepala bandot tua itu dan dengan semangat sibandot menghisap kedua payudara yang tadinya hanya milik saya.�Isaaaaphh Teeeruusssh Sayaaaangghh� Tari terus meracau. Belum pernah saya melihat Tari bergoyang seliar itu padahal dia sudah 2 kali orgasme. Tanpa sadar saya mengeluarkan penis dan mulai beronani. Beberapa detik berselang Tari kembali orgasme. Berbarengan dengan saya yang juga mengeluarkan mani saya dibalik rumah itu.
Tari terlihat sangat lemas. Dia kembali dibaringkan dan bapak tua itu bersiap menindihnya. Vagina Tari sudah sangat banjir. Kecipak seperti suara air terdengar ketika penis itu kembali mengobok-obok seisi vagina tari. �Leeeebiiih Keeeeraasssh Paaackhhh� ucapan Tari semakin kacau. �krrrrraaaaaak � !!�, Saya sempat menginjak batang kayu dan bapak tua itu mendengar dia menghentikan goyangannya sambil berteriak, �Sopo Kui�!!! (Siapa Itu) �,hardiknya tapi tangan Tari meraih wajah Bapak tua itu � Sudah pak paling kucing aku lagi tanggung nih�� ujar Tari sambil tersenyum dan kemudian melumat mesra bibir bandot tengik itu. Untung saja pikirku. Dan pertempuran kembali dilanjutkan. Hampir 20 menit Tari digenjot bapak tua itu. Entah berapa kali Tari mengalami orgasme karena hanya erangan demi erangan selalu keluar dari bibir mungil itu . Semakin lama goyangan sibapak semakin tidak beraturan. � Aaaccchhkuuu Mauuuuhh Keeeluuuaarrrh Saayaangghhh �. Kata si bapak tiba2. Bukannya melepas tubuhnya tangan Tari malah semakin menekan pantat hitam sibapak dan membuat penisnya makin dalam menghujam liang vagina itu. Dan crot crot crot bapak tua itu menumpahkan semua spermanya didalam vagina. Ada perasaan benci melihat kejadian itu karena Tari tidak pernah mau kalo saya muncrat didalam. Takut hamil katanya. Tapi kali ini Tari malah memeluk erat bandot biadab itu sambil menciumnya dan membiarkan penis itu masih menancap didalam liang vaginanya. Seakan tidak cukup menampung sperma, vagina tari mengeluarkan banyak cairan putih kental dari dalamnya. Yakin mereka akan menyudahi pertarungannya saya bergegas kembali kewarung kopi tadi. Dengan perasaan masih tidak karuan saya duduk di warung tadi. Selang beberapa menit Tari muncul. Lengkap dengan pakainnya sewaktu dia pergi kekamar mandi tadi.
� Sayang maaf ya lama banget� Gak tau nih tiba2 aja perutku mules banget jadi lama deh..� ujarnya sambil memelas, � gak apa2 kok � jawabku datar.
� Kamu udah ngopinya, jalan lagi yuu �. Dan setelah berpamitan kepada si ibu kami kembali pulang.
Setelah kejadian itu hampir setiap akhir pekan Tari selalu pergi , kerumah temannya diB***** katanya. Dan dia selalu memelih untuk naik kendaraan umum. Pernah suatu waktu saya menemukan beberapa kondom yang belum terpakai ditasnya. Anehnya saya tidak pernah berani untuk menanyakan hal ini ke Tari. Saya juga merasakan keanehan ketika kami ML dia seperti males2an dan tidak semangat. Kadang saya bingung karena saya masih sangat mencintainya.
Share:

Rabu, 30 November 2011

Cerita Dewasa Nikmatnya Diperkosa

Cerita Dewasa, Sebuah situs yang menyajikan kumpulan Cerita Dewasa, Bacaan sek, Cerita Hot, Cerita Mesum, Kisah Mesum. Berbagai Cerita Dewasa tersaji dengan apik. untuk anda yang sudah Dewasa.karena ini adalah Cerita Dewasa


Cerita Nikmatnya Diperkosa, Sebut saja namaku Lilis. Sudah dua tahun lebih aku bekerja sebagai seorang pembantu di keluarga Pak Dimas, seorang kepala desa yang sangat dihormati oleh warga setempat. Dan selama itu pulalah aku merasakan pahit-manisnya menjadi seorang pembantu, termasuk manisnya di perkosa.Malam itu udara terasa panas, sampai-sampai aku susah sekali untuk tidur. Baru setelah aku ganti pakaian dengan daster tipis dan menyalakan kipas angin, barilah aku bisa tertidur. Dalam tidur aku sempat bermimpi, Pak Jali, yang merupakan sopir pribadi keluarga Pak Dimas, datang menemuiku. Lucunya, Pak Jali datang menemuiku dalam keadaan telanjang bulat. Meskipun usianya sudah paruh baya, dan berbadan agak pendek, namun beliau masih memiliki postur tubuh yang kekar dan berotot. Khas orang desa yang suka bekerja keras. Dan yang membuatku geli adalah �buah terong� yang menggantung indah di pangkal pahanya. Ih�, begitu menggemaskan.Perlahan-lahan beliau mendekatiku dan langsung meremas remas buah dadaku yang telah terbuka bebas. Entah kenapa belaian Pak Jali terasa begitu nyata, seperti bukan dalam mimpi. Bahkan ketika bibir tebalnya mulai melumat kupingku aku sempat tersentak dan perlahan-lahan terjaga dari tidurku.

Namun betapa terkejutnya aku saat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Ternyata apa yang aku rasakan tadi bukan sekedar mimpi. Dihadapanku ternyata benar-benar ada sosok Pak Jali yang memeluk tubuhku.�Pak Jali�! Apa yang Bapak lakukan�?� Aku mendorong tubuh Pak Jali kuat-kuat sehingga dia terjengkang ke belakang. Segera aku menutupi tubuhku yang ternyata juga nyaris telanjang dengan selimut.�Tenang, Lis! Sudah lama aku memendam nafsuku terhadapmu�!� Kembali Pak Jali mencoba merengkuh tubuhku. Namun kembali aku mendorong tubuhnya kuat-kuat ke belakang.�Pergi�!� bentakku.�Atau saya akan teriak!�Silahkan teriak! Percuma saja kamu teriak. Karena tidak akan ada orang yang mendengarmu. Apa kamu lupa, Pak Dimas dan keluarga tadi sore sudah berangkat ke Bandung untuk liburan! Jadi lebih baik kamu turuti saja keinginanku!�Pak Jali tersenyum sinis.Aku semakin ketakutan ketika Pak Jali kembali mendekatiku. Segera saja aku melompat dari ranjang dan mencoba berlari ke arah pintu dengan kondisi telanjang. Namun sial! Aku kalah cepat dengan Pak Jali. Dengan cepat, ia menyergapku dari belakang dan menghimpitkan tubuhku ke arah dinding. Kedua tangannya mencengkeram kuat lenganku ke atas tembok, sedangkan kedua kakinya mengunci kakiku sehingga aku sulit untuk bergerak. Aku mencoba untuk meronta sekuat tenaga. Namun percuma, tenaga Pak Jali memang jauh lebih kuat dibandingkan tenagaku yang hanya seorang wanita.
Semakin kuat aku meronta, semakin kuat cengkeraman Pak Jali di Tubuhku.�Tolong, Pak! Lepaskan saya!� aku menangis dan mengemis kepada Pak Jali. Namun percuma saja. Beliau tidak mendengarkan perkataanku. Bahkan dengan liar Pak Jali menghunjamiku dengan ciuaman mautnya. Lama kelamaan tanagaku terkuras habis. Tubuhku menjadi lemas. Aku sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Yang bisa aku lakukan hanyalah pasrah dan menuruti aturan mainnya Pak Jali.Perlahan-lahan cengkeraman Pak Jali mulai mengendor. Perlakuannya yang semula kasar mulai melunak dan berubah menjadi lembut. Bahkan aku mulai masuk dalam permainannya ketika dengan lembut Pak Jali mulai menggesek-gesekkan batan kejantanannya ke atas pahaku. Seketika itu kakiku terasa lemas dan lunglai. Aku tak kuat lagi menopang berat badanku sendiri, sehingga aku mulai terkulai. Namun dengan sigap, Pak Jali segera menangkap tubuhku, mengangkatnya lalu membopongku ke atas ranjang.Sesaat terlintas di wajah Pak Jali sebuah senyum kemenangan. Kemudian dengan lembut ia mulai melumat bibirku. Entah kenapa aku tidak kuasa untuk menolaknya. Bahkan ada dorongan kuat dari dalam diriku untuk membalas lumatannya itu. �Nah�, begitu dong Lis! Kalau begini kan lebih enak!� kata Pak Jali senang.Aku tersenyum tersipu-sipu.�Bapak benar, mungkin lebih baik saya menuruti bapak dari pertama tadi. Lagipula, sudah lama juga saya tidak mendapatkan sentuhan laki-laki�Kembali Pak Jali tersenyum senang.�Trus, ngapain kamu tadi pake coba berontak, Lis?��Tadi saya cuma kaget saja. Di balik penampilan bapak yang bersahaja, kok tega-teganya bapak mencoba memperkosa saya. Tapi�, ah sudahlah! Yang pentingkan sekarang saya sudah menjadi milik Bapak!�Kembali Pak Jali mulai mencumbuku. Ciumannya mulai merambat melalui leherku kemudian turun ke buah dadaku.
Kumis tebalnya yang kasar menyapu kulit dadaku sehingga menimbulkan sensasi tersendiri yang semakin membuatku serasa terbang ke angkasa.Ciuman dan jilatan Pak Jali terus bergerak turun. Sementara tangan kirinya meremas-remas buah dadaku, tangan kanannya tengah sibuk di pangkal pahaku membuat pilinan-pilinan yang kurasa nikmat.�Oh�, Pak Jali! Jangan siksa aku seperti ini!� rengekku.Pak Jali tidak memperdulikan ucapanku. Justru ia malah menyibakkan rumput-rumput liar yang menghalangi pintu goa darbaku.�Wah�, Lis! Indah sekali memiaw kamu. Warnanya merah muda dengan baunya yang semerbak. Oh�, sungguh mempesona. Bagaikan sekuntum mawar merah yang tengah merekah di pagi hari. Pasti kamu merawatnya dengan baik. Oh�, Lis! Aku suka sekali dengan memiaw yang seperti ini�!�Perlahan-lahan Pak Jali menjulurkan lidahnya dan menyapu permukaan klitorisku. Terasa kasar, memang. Tapi nikmat!�Ayolah, Pak�! Ouhh�, aku sudah tidak tahan lagi. Aku terus mengemis kepada Pak Jali. Namun dia terus mempermainkan emosiku. Akhirnya aku mencari inisiatif lain.Aku mencoba menggerayangi tubuh kekar Pak Jali sambil mencari-cari buah terong yang menggantung di pangkal pahanya.Dan tidak susah bagiku untuk menemukan buah terong sebesar itu. Dengan lembut dan manja, aku mulai mengocok batang kont*l Pak Jali di sertai dengan pijatan-pijatan yang membuat beliau merem melek.
Perlahan aku membimbing kont*lnya menuju ke memiawku yang sudah basah. Namun dengan nakal, Pak Jali hanya menempelkan dan menggesek-gesekkan ujung kepala kont*lnya di atas bibir vaginaku. Terasa geli, memeng. Tapi sensasi yang aku rasakan terasa begitu nikmat. Belum pernah aku merasakan yang seperti ini.�Oh�, Pak Jali! Ayolah�.aku udah nggak tahan lagi�, cepet masukin dong!�Aku sudah tak bisa tahan diperlakukan seperti itu. Perlahan aku menaikkan pantatku ke atas untuk menyambut kejantanan Pak Jali yang sudah ngaceng. Kemudian aku menekan pantat Pak Jali ke bawah supaya kont*l itu bisa masuk dengan sempurna.�Aaarrrghhh�!� aku menjerit kecil ketika batang kont*l Pak Jali yang besar itu menembus liang vaginaku. Awalnya terasa seret dan perih, karena ukuran k*ntol Pak Jali memang besar dan panjang bila dibandingkan dengan milik suamiku. Namun setelah buah terong itu tertanam beberapa saat di dalam liang vaginaku, rasa perih itu perlahan berubah menjadi rasa nikmat.Perlahan-lahan Pak Jali mulai mengayunkan pantatnya naik dan turun.�Hooohh.., Pak! Ssstt�, enak Pak!� aku jadi ngomong tak karuan.�A�yo, Lis!Goyangkan ju�ga pan..tatmu! Ooohhh�!�Aku menuruti kata Pak Jali. Kucoba untuk mengikuti irama dan gerakan-gerakan nikmat yang dilakukan Pak Jali. Gesekan-gesekan halus antara batang kont*l Pak Jali dengan dinding vaginaku terasa begitu nikmat.�Ohhh�, Lis! Ya�begitu�! Te�rus�goyangkan pantatmu! Uuuhh�, oohh�, yes�!�Pak Jali tampak begitu menikmati permainan kami. Kulihat wajahnya menengadah dengan mata terpejam, seolah meresapi sedotan dari vaginaku. Sesekali dari bibirnya terdengar lenguhan dan desisan kenikmatan.Akupun juga menikmati sodokan-sodokan mantap batang k*ntol Pak Jali. Bahkan aku memeluk tubuh kekar Pak Jali dengan erat. Seolah tak ingin berhenti dari permainan itu. Keringat mengalir deras melalui pori-pori tubuh kami, sehingga dada bidang Pak Jali yang berbulu lembut tampak mengkilat karena basah oleh keringat.
Aku tidak menyangka, ternyata di usianya yang mencapai setengah abad itu, Pak Jali masih memiliki stamina yang prima. Sampai-sampai aku kewalahan menghadapi goyangan dan sodokan mautnya. Hingga akhirnya aku merasakan ada sesuatu yang berdenyut dari dalam rahimku.�Ooohh�, Pak! Saya�, mau ke..luar�!Ssshhhtt�, Arrhhhggg�!� Aku tidak kuat lagi menahan sesuatu yang mendesak keluar dari dalam rahimku. Namun Pak Jali masih terus mengayunkan kont*lnya keluar masuk dan menusuk-nusuk goa darbaku. Dan beberapa saat kemudian, aku juga merasakan batang k*ntol Pak Jali mulai berdenyut-denyut didalam vaginaku. Sampai akhirnya�.�Aaaoouuhhh�, Lis! Nikmat bangeet!�Cairan putih kental menyembur deras dari ujung tongkol Pak Jali. Pak Jalipun kemudian menjatuhkan diri ke sisi tubuhku. Nafasnya tampak terengah-engah dan terlihat kecapean.�Oh�, Pak Jali! Bapak memang benar-benar hebat. Sudah lama saya tidak merasakan nikmat seperti ini. Terima kasih ya Pak!� Aku memeluk tubuh Kekar Pak Jali.Kusandarkan kepalaku di dada bidang Pak Jali sambil mengelus-elus bulu-bulu lembut yang berbaris rapi sampai ke pangkal pahanya. Dengan lembut pula Pak Jali membelai rambutku yang sedikit oleh keringat. Ah�, ternyata diperkosa itu tidak selamanya tidak enak. Kali ini justru aku mengharapkannya lagi�.

Cerita Dewasa, Sebuah situs yang menyajikan kumpulan Cerita Dewasa, Bacaan sek, Cerita Hot, Cerita Mesum, Kisah Mesum. Berbagai Cerita Dewasa tersaji dengan apik. untuk anda yang sudah Dewasa.karena ini adalah Cerita Dewasa

Share:

Selasa, 29 November 2011

Cerita Dewasa Kenikmatan Perampokan Bank

Cerita Dewasa, Sebuah situs yang menyajikan kumpulan Cerita Dewasa, Bacaan sek, Cerita Hot, Cerita Mesum, Kisah Mesum. Berbagai Cerita Dewasa tersaji dengan apik. untuk anda yang sudah Dewasa.karena ini adalah Cerita Dewasa

Sebuah perampokan di bank membawa pengalaman baru bagi istri seorang pengusaha. Suaminya menganggap itu kejadian musibah biasa, tapi sang istri menyimpan itu sebagai suatu rahasia. Diikat menjadi satu dengan Satpam bank akhirnya membawa sensasi luar biasa. 

Perampokan bersenjata di bank siang itu membawa pengalaman traumatik bagi Aris Hendrawan (35), seorang pengusaha mutiara. Siang itu ia bersama istrinya Kristin (30) berada dalam bank tersebut untuk sebuah transaksi keuangan perusahaan mereka.




Suasana bank cukup ramai, bersama para nasabah lainnya Aris dan Kristin mengantri menunggu layanan kasir. Tiga kasir bank sibuk melayani nasabah, satu persatu.



Lima orang lelaki perbusana serba hitam ditutup jaket kulit hitam tiba-tiba masuk ke ruang tunggu dan langsung mengeluarkan senjata api jenis pistol dan sebuah laras panjang.



�Jangan ada yang bergerak.. semuanya diam, jangan membuat tindakan ceroboh atau kepala kalian akan pecah,� teriak seorang lelaki yang memimpin.



Ini perampokan, pikir Aris. Suasana sempat kacau penuh teriakan dan para nasabah berhamburan, Aris mengikuti beberapa nasabah yang lari ke lantai dua.



Kawanan rampok itu kemudian menyebar, dua orang masuk ke sisi kasir, sedangkan tiga lainnya sibuk mengacungkan senjata ke nasabah. Seorang lainnya mengejar nasabah yang lari ke lantai dua.



Aris dan enam nasabah dilantai dua tak berkutik ditodong senjata, mulit mereka ditempel lakban, sementara para nasabah di lantai dasar juga sudah sepi tak berani bersuara.



Kawanan rampok mengikat para nasabah. Ada yang tiga menjadi satu, ada yang dua menjadi satu, dan semua mulut mereka ditempel lakban.



Dari balkon dalam lantai dua, bisa melihat semua di lantai satu, tapi ia mendadak khawatir karena tidak melihat Kristin istrinya.



Seorang perampok menjaga di pintu, satpam yang berjaga di meja dalam juga tidak terlihat, hanya pakaiannya tergeletak di lantai, mungkin ia ditelanjangi rampok.



Dua kawanan rampok naik ke lantai dua untuk memeriksa letak brangkas diantar seorang wanita kasir yang ditodong pistol.



Aris mencoba bergeser ke ujung balkon, ia mencari Kritin.Aris lega, ternyata Kristin berada di sebuah lorong sempit menuju toilet. Aris meihatnya terikat menjadi satu dengan seorang lelaki tegap, ia pasti satpam bank, karena hanya mengenakan celana kolor dan kaos dalam.                 



Tubuh Kristin dan satpam itu terikat menyatu berhadapan dilakban melingkar dibagian pinggang dan dada. Tangan mereka juga diikat lakban ke belakang. Keduanya berbaring dilorong menyamping berhadapan, mulut masing-masing juga tertutup lakban.



Dalam suasana tegang itu, Aris melihat satpam dan Kristin terus berusaha melepas ikatan mereka dengan cara bergerak terus bersamaan untuk melonggarkan lilitan lakban.



Perampokan berjalan hampir satu jam, sampai akhirnya kawanan rampok berhasil kabur membawa jarahannya. Aris bersyukur, Kristin dan satpam bank akhirnya terlepas dari ikatan. Si satpam kemudian membantu nasabah lainnya sementara Kristin membuak ikatan Aris.

�Untung kita nggak diapa-apakan ya ma..,� kata Aris merangkul istrinya. Mereka kemudian pulang.



Chapter 2: Kasaksian Istri



Bagi Kristin, perampokan di bank itu menimbulkan trauma sesaat tetapi berakhir dengan sensasi seks yang selama ini tak pernah ia bayangkan.



Terikat di lorong sempit dengan tubuh berdempetan berhadapan dengan lelaki lain membuat Kristin risih bukan kepalang, apalagi si lelaki hanya mengenakan kaos dalam dan celana kolor. Tapi perasaan itu terkubur lantaran takut yang dirasakannya melihat kawanan rampok bersenjata itu.



Sekitar tiga menit berbaring berhadapan seperti itu, Kristin melihat lelaki di depannya berhasil membuka lakban di mulutnya setelah beruang keras mendorong lakban itu dengan lidahnya.



�Tenang bu.. saya Partodi satpam di bank ini. Maaf pakaian saya tadi dilucuti rampok. Sepertinya sekarang mereka sedang membongkar brangkas dan tak mungkin kembali ke mari, ayo kita berusaha lepaskan ikatan ini bersama ya..,� kata satpam Partodi. Kristin mengangguk saja dan berharap upaya mereka berhasil.



Partodi kemudian melepaskan lakban di mulut Kristin dengan cara menggigit sisi lakban dan menariknya. Kristin sempat terpekik merasakan perih bibirnya tertarik rekatan lakban, tapi kemudian berusaha tenang.



�Terus bagaimana caranya,� tanya Kristin menanyakan cara mereka melepaskan ikatan lakban di tubuh. Sepertinya sulit karena masing-masing tangan mereka terikat ke belakang dililit lakban, sementara lakban lainnya melilit rapat menyatukan bagian pinggang, perut mereka berdempetan.



Partodi lalu menjelaskan pada Kristin bahwa sifat karet pada lakban dapat digunakan sebagai kesempatan mereka lolos dari ikatan. Caranya dengan terus bergerak agar lakban menjadi molor dan longar elastis.



�Kita masih punya kaki yang bebas bu. Saya akan membalik badan dan ibu harus berusaha berposisi di atas saya. Setelah itu kaki ibu bisa menjejak lantai mendorong ke arah atas tubuh saya� mungkin akan berhasil,� kata Partodi. Ia segera mengubah posisi mereka dari yang sebelumnya berbaring miring berhadapan, menjadi saling tindih, Kristin berada di atas. Ini dilakukan Partodi agar Kristis tidak merasa berat jika Partodi yang berada di atas, sebab bobot Partodi yang tinggi besar tentu akan menyesah Kristin bila tertindih.



Posisi Kristin sudah di atas tubuh Partodi. Ia menuruti perintah Partodi dan mulai menggerakan badannya ke arah atas tubuh Partodi dengan menjejakkan kaki di lantai. Tapi rok span yang dikenakannya menghalangi usaha Kristin menjejakkan kaki secara maksimal mekantai, sebab ia harus lebih mengangkangkan kakinya agar bisa melewati kaki Partodi di bawah kakinya.



Kristin terus berupaya dan akhirnya ia bisa mengangkangkan kaki lebih lebar, akibat gesekan tubuh mereka, rok Kristin naik sampai bongkahan pantatnya terlihat. Tapi tak apa, pikir Kristin, demi usahanya menjejak kaki ke lantai. Lagi pula Partodi tak mungkin melihat pantatnya karena ia berada di bawah Kristin.



�Terus goyang bu.. sudah mulai longgar ikatannya,� Partodi berbisik pada Kristin. Entah mengapa kata-kata �goyang� yang dibisikan Partodi membuat Kristin risih. Ia baru sadar gerakannya berusaha melepas ikatan terkesan menjadi gerakan yang erotis.



Ia juga baru sadar kalau sejak tadi payudara 36Dnya terus menggerus dada Partodi, dan gerakan demi gerakan yang menimbulkan gesekan di tubuh keduanya mulai mempengaruhi libido Kristin.



�Astaga.., bang Partodi. Apa ini..? kok terasa keras.. Tolong bang, abang nggak boleh terangsang.. ini dalam perampokan..,� Kristin berbisik balik ke Partodi saat merasakan sesuatu benda mengeras hangat terasa di bawah pusar Kristin. Penis Partodi rupanya ereksi setelah beberapa lama merasakan gesekan tubuh Kristin.

�Oh.. ehh.. maaf bu.. saya sudah berusaha untuk mengabaikan rasanya tapi gesekan-gesekan itu mengalahkan pikiran saya bu. Maaf bu.. tapi saya pikir ini alami bagi lelaki, yang terpenting sekarang kita harus terus berusaha melepas ikatan ini bu.. sebelum perampok itu kembali ke mari,� Partodi agak gugup dan malu menyadari Kristin mengetahui penisnya mulai bangun.



�Ya sudah.. nggak apa-apa, asal bang Partodi jangan macam-macam ya..,� kata Kristin. Ia sadar tak bisa menyalahkan Partodi. Dan lagi benar apa Partodi bahwa itu sangat alami dan Kristin juga merasakan hal yang sama, ada kenikmatan menjalari tubuhnya setiap kali gerakan bergesek ia lakukan.



Pikirnya, perampokan bank yang menyebabkan mereka berdua berada dalam posisi terikat seperti itu, dan mereka harus bersama kompak melepaskan ikatan tersebut.



Kristin kembali memusatkan pikirannya pada upaya melepaskan lakban. Ia kembali menggerakan tubuhnya menggesek tubuh Partodi dari atas ke bawah dan sebaliknya dari bawah ke atas, agar ikatan lakban melonggar. Upayanya cukup berhasil, kini jarak gesekan sudah bisa lebih jauh menandakan lakban mulai longgar elastis.



Bagian perut Kristin sudah bisa menjangkau perut Partodi bagian atas, Kristin berusaha terus menjejak lantai agar tubuhnya terdorong naik lebih jauh.



�Ehmm bu.. coba lagi ke bawah.. terus dorong lagi ke atas.. sudah mulai longgar lakbannya..,� suara Partodi semakin parau. Tubuh Kristin yang terdorong ke atas membuat penis Partodi kehilangan sentuhan, sebab selangkangan Kristin kini sudah diatas melewati ujung penisnya.



Kristin setuju dengan Partodi, mungkin gerakan harus kembali ke bawah lalu kembali lagi ke atas sehingga ikatan lakban makin molor elastis.



Tapi gerakan ke bawah yang dilakukan Kristin justru membuat keadaan mereka berdua berubah. Pikiran masing-masing milau terpecah antara kenikmatan yang mulai dirasakan atau upaya melepas lakban.



�Enghhh..,� Kristin melenguh kecil. Ia merasakan ujung penis Partodi menyentuh CD yang dipakainya. Panis Partodi yang sudah sangat tegang terdoring keluar dari balik celana kolornya, lantaran gesekan membuat kolornya melorot. Kini, setiap gerakan Krsitin membuat koneksi ujung penis Partodi kian terasa mendorong-dorong CD Kristin. Rasa nikmat kekenyalan itu terasa semakin sering di bibir vagina Kristin yang terhalang CD.



Kristin terus berupaya memecah pikirannya agar tetap konssntrasi beregerak demi melepas ikatan lakban, tapi semakin bergerak dan semakin gesekan terjadi membuah gairah seksualnya terdongkrak naik. Lama-lama ia merasakan Cdnya membasah oleh cairan vaginannya sendiri. Apalagi, dari bawah Partodi juga terus bergerak berusaha melepaskan ikatan lakban ditanganya yang tertindih ke belakang. Hal ini membuat erotisme tersendiri dirasakan Kristin.



�Enghh.. ahhss..,� Kristin mendesah dan menghentikan gerakannya. Ia menyadari kini posisi sudah sangat gawat. Gerakan-gerakannya justru mengantar ujung penis Partodi mengakses bibir vaginanya lewat sisi kiri CD-nya. Kristin merasakan kepala penis Partodi sudah berada tepat di tengah bibir vaginanya yang basah dan sudah tidak terhalang CD yang kini melenceng ke samping.



�Hmm.. bu, kenapa berhenti.. sudah hampir lepas ikatannya nih..,� Partodi terus bergerak berusaha melepas ikatan tangannya. Tapi ia juga merasakan penisnya sudah menyentuh kulit vagina Kristin secara langsung, karena sisi CD kristin yang membasah tergeser ke samping.



Kristin berusaha mengembalikan konsentrasinya, dan berusaha menjejak kaki ke lantai agar tubuhnya naik dan vaginanya menjauh dari penis Partodi. Namun upayanya gagal, kini ikatan lakban justru mengancing posisi itu, Kristin tak mungkin naik, hanya bisa turun ke bawah beberapa kali lalu naik lagi setelah ikatan melonggar kembali.



Kristin mulai putus asa. Ia harus bisa lebih cepat melepaskan ikatan lakban itu sebelum penis Partodi mengakses lebih jauh vaginanya. Pikiran sadarnya masih berjalan dan menyadari sesaat lagi ia akan disetubuhi Partodi, dalam keadaan terpaksa begitu.

Konsentrasi Kristin gagal. Gerakan Partodi dari bawah membuat kepala penisnya mulai masuk membelah bibir vagina Kristin.



�Ough..,� Partodi tak kuasa menahan desah kenikmatan merasakan kepala penisnya menguak bibir vagina Kristin. Ia terus bergerak berusaha melepas ikatan ditangannya yang tertindih tubuh, tapi setiap gerakannya membuat kepala penisnya mulai bermain keluar masuk di bibir vagina Kristin.



Hal itu memberi sensasi kenikmatan pada Kristin, ia masih berusaha diam diatas tubuh Partodi sampai ada kesempatan menjejak kaki agar vaginanya menjauh dari penis Partodi. Kristin akhirnya berspekulasi. Sekali gerakan ke bawah, lalu sekuat tenaga menjejak kaki ke lantai tentu akan membantunya menjauhkan vaginanya dari penis Partodi.



�Enghhsshh.. ahh.., bang jangan gerak duluhh.. ini nggak boleh terjadi bang, saya wanita bersuami dan abang pasti sudah beristri kan?.� kata Kristin, wajahnya bersemu merah. Tubuh dan wajah Kristin serta kulitnya yang putih mirip dengan artis Mona Ratuliu.



�Iya bu.. saya juga pikir begitu. Tapi bagaimana lagi, posisi kita sulit berubah selama ikatan ini..,� jawab Partodi, ia juga menjadi serba salah dengan posisi itu.



�Oke bang.. sekarang gini aja.. saya akan bergerak turun, dan mungkin itu akan terjadi.. anu abang bisa masuk ke anu saya.. tapi itu hanya sekali ya, dan saya akan mendorong ke atas membuatnya lepas lagi. Setelah itu kita konsentrasi lagi untuk melepas lakban sialan ini..,� kata Kristin dengan nafas berat.



�Iya.. iya. Terserah ibu. Tapi tolong saya jangan dilaporkan ke atasan saya apalagi polisi bu. Kalau kontol saya masuk ke pepek ibu.. nanti saya dibilang memperkosa,� Partodi polos ketakutan.



�Hnnggaak bang.. ini kan karena perampokan sialan itu, jadi bukan salah saya atau abang.. kita sama-sama berusaha keluar dari masalah ini kok.. sekarang abang diam ya.. saya akan berusaha. Ehmm� enghhmmmpp� ahssstt banngghh� ahhhkksss,� Kristin mengerakan tubuhnya bergeser  ke bawah. Gerakan itu membuat bibir vaginanya yang sudah menjepit ujung penis Partodi menelan setengah penis itu.



Partodi agak hitam kulitnya, tapi wajahnya manis seperti artis Anjasmara, dan badannya kekar. Penis Partodi dirasakan Kristin lebih besar dan padat dari penis Aris suaminya. Kristin merasakan sensasi nikmat saat kepala penis Partodi terbenam di vaginanya.



�Ayo bu.. dorong lagi ke atas biar lepas,� Partodi khawatir karena kini penisnya sudah mulai menyetubuhi Kristin.



�Iya bang.. hmmmpphh aahhss� banghhsss.. emmpphh.. ahssss,� Kristin berusaha menjejak kaki ke lantai agar tuuhnya terdorong ke atas dan penis itu lepas dari vaginanya, tapi keadaan tak berubah, ikatan lakban mengancing bagian pinggang mereka membuat Kristin tak mungkin menaikkan tubuhnya.



�Akhhss.. bangghh.. gimana inihh.. ahsss..,� Kristin kembali diam tak bergerak, separuh penis Partodi yang dirasanya mebuat nafasnya semakin berat.



�Oke.. sekarang ibu diam saya biar tidak semakin masuk kontol saya. Saya akan berusaha melepas ikatan tangan saya bu.. engghhh,� Partodi mengangkat pinggulnya dan pantatnya menjauh dari lantai agar tangannya bisa bergerak bebas, lalu berusaha melepas dua tangannya dari ikatan lakban. Peluh sudah membasahi tubuh keduanya.



Partodi melakukan itu beberapa kali. Pinggul dan pantatnya yang terangkat menjauh dari lantai membuat akses penisnya masuk lebih dalam ke vagina Kristin. Kristin sudah pecah konsentrasi, kini pikirannya hanya merasakan kenikmatan separuh penis Partodi yang keluar masuk perlahan ke vaginanya mengikuti gerakan pinggul Partodi.



�Akhhss bangghhss ouhh.. akhhh.. ahkkk� enghhhmm,� Kristin semakin mendesah, kini pinggul Kristin melayani gerakan Partodi, ia malah berusaha agar penis Partodi terasa lebih dalam di vaginanya.



Tangan Partodi sudah terlepas dari ikatan dan kini bebas. Tapi libido yang sudah tinggi membuat Partodi bukannya melepaskan ikatan lakban di pinggang mereka, ia justru membuak kancing-kancing baju Kristin dan meremasi payudara Kristin.



�Emmphhh� banghhsss emmphhhhsss,� Kristin semakin hilang kendali diperlakukan seperti itu, kini bibirnya menyambut bibir Partodi, mereka berkecupan sangat dalam dan cukup lama.



Partodi meloloskan susu Kristin dari Bra-nya dan mulai menghisapi payudara Kristin, lalu kedua tangannya mengarah ke bawah dan mengamit sisi CD Kristin agar penisnya mengakses jauh vagina Kristin. Saat itu penisnya sudah bisa masuk utuh ke vagina Kristin, tangannya menekan dan meremasi pantan Kristin membuat Kristin semakin mendesis.



�Ouhgg.. ahhgg.. bu.., tangan saya sudah lepas.. kita bebasin dulu ikatannya atau bagaimana? ouhgg,� Partodi bertanya sambil menahan kenikmatan digenjot Kristin. Ya pinggul Kristin sudah cukup lama menggenjot Partodi membuat penis Partodi bebas keluar masuk ke vagina Kristin.



�Akhh banghh� sshh.. terserah abanghhh sekaranghhh.. ouhss..,� Kristin sudah sangat melayang merasakan kenikmatan penis Partodi, apalagi rangsangan Partodi secara liar di payudaranya membuatnya semakin hilang kendali.



�Baik buhh.. akhh.. kalau begituhh kita tuntaskan duluh.. ouhsss..,� Partodi kemudian melepaskan ikatan tangan Kristin tapi membiarkan ikatan di pinnggang mereka tetap seperti semula.



�Iyaahh banghh.. terusinnn duluhh� akhhsss.. ouhh�,� tangan Kristin yang sudah bebas langsung merangkul leher Partodi dan keduanya kembali saling berpagutan, sementara gerakan pinggul Kristin semakin liar.



Masih disatukan dengan ikatan di pinggang, Partodi membalik tubuh Kristin sehingga kini Kristin ditindihnya. Ia lalu menggenjot pantatnya membuat penisnya membobol vagina Kristin secara utuh. Cairan vagina Kristin menimbulkan bunyi kecilpakan setiap kali berbenturan dengan pangkal penis Partodi.



Kristin merasakan gerakan Partodi makin keras dan makin cepat mengakses vaginanya, kenimatan mulai memuncak di klitorisnya seolah mengumpul panas hingga bongkahan pantatnya. Ia mengimbangi gerakan Partodi dengan menggoyang pinggulnya.



�Oughh.. banghhhss� akhhsss.. sayaahhh banhgg� akhhhsss say..ah..  sampaaiiihhh bangghhsss� ouhhhggg�,� Kristin merasakan klimaksnya memuncak, pertahanannya bobol dihantam penis Partodi yang terus menerus menghujam. Tubuhnya menegang merasakan kontraksi otot vaginanya berkedutan intens mengantar kenimatan puncak.



�Aghh� ahhh� yehh� buhhh� akhhsss uhhh�mmmpphhh..,� Partodi membenamkan seluruh penisnya ke vagina Kristin dan melepas spermanya menyembur dinding rahim Kristin sambil bibirnya langsung melumat bibir Kristin. Tubuh keduanya seakan menegang bersamaan mencapi klimaks seksual.



Beberapa saat setelah itu, Partodi lalu melapas iakatan lakban yang menyatukan pingang mereka. Mereka berdua lalu merapihkan busana masing-masing. Perampokan baru saja usai, dan kawanan perampok sudah meninggalkan bank dengan barang jarahannya.



�Emm.. bu.. maafkan atas yang bausn terjadi bu. Saya hilaf� engg..,�



�Sudah.. sudah bang. Lupakan saja ya.. saya juga hilaf..,� Kristin memotong pembicaraan Partodi. Keduanya lalu berkenalan lebih jauh dan berjanji untuk sama-sama menyimpan kejadian itu hanya di antara mereka berdua.


Keduanya lalu berpisah, Partodi menolong membebaskan nasabah bank di ruang tunggu, sementara Kristin mencari Aris suaminya yang terikat di lantai dua. Kristin menjaga rahasia bahwa apa yang dilihat Aris dari lantai dua tak seperti yang sesungguhnya terjadi dan dinikmati olehnya






Cerita Dewasa, Sebuah situs yang menyajikan kumpulan Cerita Dewasa, Bacaan sek, Cerita Hot, Cerita Mesum, Kisah Mesum. Berbagai Cerita Dewasa tersaji dengan apik. untuk anda yang sudah Dewasa.karena ini adalah Cerita Dewasa

 

 

Cerita Dewasa, Sebuah situs yang menyajikan kumpulan Cerita Dewasa, Bacaan sek, Cerita Hot, Cerita Mesum, Kisah Mesum. Berbagai Cerita Dewasa tersaji dengan apik. untuk anda yang sudah Dewasa.karena ini adalah Cerita Dewasa

Share:

Cerita Dewasa Liburan Panas Istri Pejabat

Cerita Dewasa, Sebuah situs yang menyajikan kumpulan Cerita Dewasa, Bacaan sek, Cerita Hot, Cerita Mesum, Kisah Mesum. Berbagai Cerita Dewasa tersaji dengan apik. untuk anda yang sudah Dewasa.karena ini adalah Cerita Dewasa

 

Kisah ini tentang perkosaan yang menimpa seorang wanita istri pejabat saat sedang  menginap di hotel berbintang ketika mengisi liburan. Pelakunya, dua orang petugas hotel, yang kemudian merekam adegan-demi adegan menggunakan handycam si pejabat. 

Beban pekerjaan dan dan pikiran yang sumpek membuat Rahmat (45), yang menjabat sebagai kepala jawatan di sebuah daerah Kabupaten yang cukup maju, memutuskan untuk mengajak Nani (35), istrinya bersama dua anak mereka Riki dan Riko, kembar berusia 10 tahun, berlibur ke daerah wisata di luar kota selama sepekan.




Dua hari menginap di hotel N di kawasan wisata pantai membuat keluarga Rahmat sejenak melupakan hiruk pikuk kota. Di sana setiap hari mereka menghabiskan waktu bersama, berenang, latihan diving, dan mengabadikan kegembiraan mereka sekeluarga menggunakan kamera foto dan handycam.



Tapi di hari ketiga, Nani merasa kecapaian dan tidak ikut suami dan dua anaknya bepergian. Ia memilih diam di kamar hotel untuk istirahat.



Pagi-pagi benar, Rahmat, dan Riko-Riki berangkat untuk menikmati indahnya pulau-pulau kecil di sekitar kawasan wisata itu yang harus ditempuh dengan menyeberang perahu boat selama setengah hari.



�Ya sudah mama tinggal saja di hotel, istirahat.. paling besok kita sudah balik,� kata Rahmat, saat hendak berangkat. Ia mengerti benar stamina istrinya kurang fit kalau harus menyeberang menggunakan boat. Riko dan Riki mencium pipi mamanya sebelum pergi.



Hotel N tempat mereka menginap jauh dari pemukiman penduduk. Tempatnya memang sangat nyaman untuk berlibur menghilangkan suntuk, dengan rindang pepohonan di sekitar hotel dan panorama pantai yang berpasir putih.



Hanya saja, keluarga Rahmat datang ke sana saat bukan musim libur, dan suasana hotel memang sedang sepi tamu. Ini juga yang membuat pengelola hotel memperlakukan keluarga Rahmat secara spesial agar mau menginap lebih lama di sana. Sebab mereka menyewa dua kamar, satu untuk mereka dan satunya untuk anak-anak.



Nani bangun sekitar pukul 11 siang, badannya sudah lebih segar dengan istirahat yang cukup. Ia lalu mandi dan menyantap sarapan yang diantar sedari pagi.



Nani tergolong wanita cantik yang di usia ke 35 tubuhnya semakin menggairahkan dari segi seksual. Payudaranya 36d dan tubuh tinggi montok berisi dengan pantat yang seksi dibalut kulit putih bersih. Banyak yang bilang wajah dan perawakan Nani mirip artis Mona Ratuliu.



Setelah menikmati sarapannya, Nani mencoba rileks di sofa menonton televisi. Nani mengenakan kaos oblong putih dan celana pendek longgar agar lebih nyaman.



Tayangan kuliner di televisi hampir membuat Nani yang berbaring di sofa terlelap lagi, tapi ketukan pintu kamar menyadarkannya.



Salman (40) dan Rudi (28), dua orang petugas Hotel itu berdiri di muka pintu saat Nani membukanya.



�Maaf mengganggu bu,� kata Salman ramah. Rudi berdiri di belakang Salman.



�Oh nggak apa.. ada apa ya?,� tanya Nani.



�Tadi pagi kami dipesan pak Rahmat, disuruh memeriksa kemari, katanya ada gangguan kerusakan di shower dan saluran pembuangannya?,� jawab Salman.



Salman lalu mengenalkan diri kalau ia dan Rudi adalah petugas Hotel yang bertanggungjawab jika ada keluhan kerusakan fasilitas hotel.



�Ehm.., oh iya. Tadi sempat ke sini ya? Maaf ya saya bangunnya siangan.. ayo silahkan masuk pak,� Nani baru ingat tadi pagi sempat ngomel-ngomel karena kerusakan di kamar mandi hotel.



Nani menyilakan dua petugas hotel itu masuk. Tak disangka saat itulah niat bejad dua petugas Hotel dan kesempatan yang tersedia di saat Nani seorang diri, membuat Nani diperkosa di kamar sewaan keluarganya.






Pengakuan Nani:



Rahmat, suami Nani bersama anak mereka, Riko dan Riki  kembali ke Hotel N dua hari kemudian setelah menikmati keindahan pulau-pulau kecil di seberang kawasan pariwisata itu.



Malam hari setelah Riko dan Riki masuk ke kamar mereka dan tidur, Rahmat mencari tahu apa penyebab istrinya bermuram muka sejak mereka kembali ke Hotel.



�Mama masih sakit ya?, kok diam terus dari tadi,� tanyanya pada Nani.



�Nggak papa, mama sudah sehat. Tapi selama papa dan anak-anak pergi�.,� Nani tak melanjutkan ceritanya. Ia tengkurap di ranjang dengan raut sedih, sementara Rahmat dengan sabar menunggu jawaban istrinya itu.



�Ayo teruskan mama, ada apa sebenarnya?,� Rahmat penasaran.



�Mama diperkosa pa.. mama diperkosa oleh dua petugas hotel ini�, dan sekarang mereka sudah kabur,� isak Nani menjadi-jadi.



Nani pun bercerita bagaimana dua petugas hotel itu datang ke kamar untuk memperbaiki shower. Namun saat kamar tertutup, mereka meringkus Nani dan mengikatnya. Mulutnya disumpal kain dan matanya juga ditutup ikatan saputangan. Lalu, mereka memperkosa Nani berkali-kali.



�Apa..??,� Rahmat terkejut bukan main mendengar istri tercintanya digauli secara paksa oleh dua petugas hotel. Ia berusaha menghibur Nani agar tidak trauma, dan berjanji segera melaporkan kejadian itu ke kantor polisi esok harinya.






Rekaman Handycam



Rahmat sangat terpukul mendengar cerita istrinya. Setelah menenangkan Nani dan membiarkan ia terlelap, Rahmat kemudian keluar kamar hotel menuju tepian pantai untuk menyepi sambil merencanakan melaporkan masalah tersebut esok paginya.



Tapi, sebelum keluar kamar Rahmat menemukan handycam milik Riko, anaknya tergeletak di dekat pintu kamar hotel. Handycam itu tidak dibawa ketika Rahmat bersama dua anaknya melancong ke pulau�pulau kecil dua hari lalu. Ia lalu memungut handycam itu dan membawanya keluar.



Di tepi pantai yang sepi itu, Rahmat melamun panjang memikirkan nasib keluarganya. Pergi berlibur untuk melepaskan beban dari himpitan kerja dan hiruk pikuk kota, justru membawa problem yang sangat berat dan aib.



Tangannya iseng menghidupkan handycam untuk mengambil gambar bintang di langit malam itu. Namun niat ia urungkan karena pita kaset ternyata penuh. Penasaran, Rahmat kemudian merewind kaset dan memutarnya untuk melihat isinya.



Mata Rahmat terbelalak saat rekaman handycam tertayang di LCD handycam. Ternyata isinya adalah adegan pemerkosaan yang menimpa Nani, istrinya.



Nani dalam keadaan terikat, masing-masing tangannya diikat di pojok sisi ranjang membuat posisi Nani terlentang dengan kaki terbuka. Ia hanya mengenakan CD dan Bra berwarna biru muda, sementara mata dan mulutnya tertutup erat dengan ikatan sapu tangan.



Tubuh Nani yang putih mulus meronta-ronta di atas ranjang seolah menuntut dilepaskan. Suaranya hanya ehmmm�ehmmm� seperti berteriak, tapi tak bisa lepas karena mulutnya tersumbat.



�Ha.. ha.. ha.. ini dia.. tante girang yang sudah nggak tahan  di atas ranjang,� suara seorang pria terdengar dalam rekaman itu.  Rahmat mengenal suara itu, itu suara Robi, bujangan petugas hotel. Nampaknya Robi yang memegang handycam dan mengambil gambar Nani di ranjang.



�Eng.. ing.. eng� ini dia gigolonya�,� kata Robi, di saat yang sama muncul gambar Salman petugas hotel lainnya. Salman hanya menggunakan kolor putih, di baliknya nampa penisnya yang mulai menonjol tegang. Salman menyeringai di kamera sambil lidahnya menjilati bibir sendiri seakan hendak menyantap makanan lezat.



Salman naik ke ranjang di mana Nani terikat. Ia berlutut di antara kaki Nani sambil tanganya mulai mengusapi kaki mulus Nani. Nani memberontak meronta-ronta, teriakan tertahan terdengar keras.



�Eit.. eit� percuma tante� lebih baik tante nikmati saja, ketimbang melawan ntar malah sakit lho.. he..he..he..,� Salman terus meraba Nani. Mulai dari kaki, paha, perut, dan kini tangannya mulai menjalar ke payudara Nani yang masih terbungkus Bra.



Nani terus meronta berusaha melawan, tetapi percuma karena ikatan di tangan dan kakinya sangat kuat menggunakan tali plastik jemuran.



Kurang ajar, pikir Rahmat saat menyaksikan adegan itu di handycam. Rasanya ia ingin sekali menemukan petugas hotel itu dan menghajarnya. Rahmat melanjutkan menyaksikan adegan di LCD handycam, kini tangan Salman mencabik paksa Bra Nani hinga tanggal. Payudara montok Nani sampai tergoncang-goncang.



Pemandangan itu membuat Salman makin bernafsu dan seketika bibirnya mulai menjelajahi payudara Nani, bergantian, satu dihisap satu diremas-remas.



�Ehmmhhkk� ehmhkkk�,� Nani terus meronta berusaha melawan, tapi Salman tak peduli dan terus melakukan aksinya menikmati payudara Nani.



�Eihh.. tenang aja tante.. nanti juga wenak..,� kata Salman sambil tanganya memberi kode ke kamera agar mendekat.



�Waduh.. ini bayi tua lagi netek nih�, cucu mamah gede sih,� suara Rudi terdengar dalam rekaman, sementara adegan itu diclose-up. Nampak jelas bagaimana lidah Salman bermain di putting susu Nani, sesekali dihisap dengan keras, lalu dijilati lagi pelan perlahan.



Handycam di tangan  Rudi juga merekam jelas bagaimana putting susu Nani perlahan-lahan mengeras setelah menerima jilatan dan hisapan Salman.



Handycam kemudian diarahkan Rudi ke bagian bawah, merekam tangan kiri Salman yang mulai menggerayangi CD Nani. Gambar kkembali diclose-up, pinggul Nani bergerak kencang berusaha menghindari sentuhan Salman, namun percuma. Jemari-jemari kekar Salman mulai menyusup ke balik CD dan menggelitik klitoris Nani, sementara di bagian atas yang tak terekam kamera bisa dipastikan Salman makin bergairah menghisapi susu Nani.



Rudi menjauh dan mengambil gambar utuh. Salman bergerak membuka penutup mata Nani, lalu ia mencabik CD Nani dan menjilatinya beberapa kali.



�Ha.. ha.. ha.. sudah kubilang, tante pasti suka. Ini buktinya air pepeknya sudah mulai netes. Makanya jangan melawan ya,� Salman menghisap CD Nani lalu menghempasnya ke arah kamera.



Rudi mengclose-up wajah Nani. Mata Nani melotot marah dan mulutnya yang masih tertutup ikatan sapu tangan mengeluarkan suara tertahan seperti membentak protes.



�Waduh.. si tante makin galak makin seksi nih.. ayo embat aja kang.., ntar gantian kita.., � suara Rudi menyemangati Salman.



�Santai aja Rud.. makin galak makin asyik rasanya. Sekarang kita lihat masih galak nggak kalau itilnya diisapin�. Ayo ke siniin kameranya biar lebih jelas gambarnya,� Salman meremas susu Nani dan menjawil dagunya, Nani semakin marah, lalu Salam mengarahkan kepalanya ke selangkangan Nani.



Handycam di tangan Rudi mendekat ke selangkangan Nani. Jemari Salman membelai-belai vagina Nani yang sudah telanjang penuh, sementara Nani tetap berusaha melawan dan meronta-ronta.



Bibir vagina Nani direngkah dua jemari Salman hingga terbuka, warnanya merah muda dan mulai basah lantaran klitorisnya dimainkan jemari Salman.



�Ini itil namanya frend.. makin digosok, tante makin kenimatan� nggak tahan.. ha ha ha�,�suara Salman bergairah, sementara gambar di LCD menunjukkan jempolnya menekan dan menguyak klitoris Nani.



Bibir Salman kemudian mendekat ke vagina Nani, lidahnya mulai menjulur menjilati klitoris Nani. Telapak tangannya menekan bagian atas vagina Nani yang ditumbuhi bulu halus tercukur rapi.



�Hmmm.. sedep bener nih tante. Nggak ada bau terasinya pepeknya nih�he he. Rud kau suting mukanya tante pas aku mainin itilnya ya..,� Salman kembali menjilati vagina Nani, kali ini ssambil dihisap-hisap.



Rudi mereka ekspresi Nani. Matanya kini terpejam dan mulutnya yang tersumpal masih berusaha teriak, namun tubuhnya sudah lemah tak mampu meronta lagi. Tenaga Nani sudah terkuras karena berusaha melawan ikatan di tangan dan kaki.



�Ehmmhh.. ehmmmhhpp.,� suara Nani melemas juga, rontanya justru menjadi gemulai membuat Salam makin nafsu menghisap vaginanya. Jilatan-jilatan lidah Salman di vagina Nani membuat pikirannya bercabang. Ia mulai merasakan kenikmatan yang tak mungkin dihindari.



�Ehmm.. kenapa tante? Nikmat ya?,� suara Rudi bertanya sambil wajah Nani di close-up. Nani melotot sambil berusaha mengangkat kepalanya, ia berusaha  berteriak lagi, memprotes gambarnya direkam Rudi.



Rahmat semakin marah melihat adegan itu. Dalam hatinya ia menaruh dendam kesumat pada Salan dan Rudi yang mengerjai istrinya. Tapi adegan demi adegan yang dilihatnya di layar LCD handycam membuat Rahmat semakin penasaran.



Rudi tiba-tiba menghempas sapu tangan penutup bibir Nani. Tapi Nani justru terpejam dan tak mengeluarkan sepatah kata pun, apalagi teriakan.



�Ayo tante.. mau marah apa? Mau ngomong apa.. ayo teriak lagi?,� suara Rudi meledek Nani.



�Ehmm.. jangan� amphuunnn.. jangan disuting� amphunnn,� suara Nani memelas dengan nafas yang mulai berat dan mulai terangsang.



�Ampun kenapa tante..?,� suara Rudi kembali menggoda.



�Akhhss.. amphuunnnn� oughhh� mmpphh..,� mata Nani kembali terpejam, tubuhnya bergetar seperti menahan birahi yang memuncak. Dari LCD handycam, Rahmat bisa menandai ciri-ciri wajah istrinya mulai dilanda gairah seksual.



Di bagian bawah Salman terus menjilati vagina Nani, Rudi mengarahkan kameranya di bawah. Kepala Salman seakan terbenam di selangkangan Nani, saat di close-up nampak vagina Nani sudah sangat basah dan cairannya terus dijilati dan dihisap Salman. Pinggulnya bergoyang mengikuti irama jilatan Salman.



�Oughh.. ampphhhuuunnn� akhhsss..,� suara Nani terdengar.



�Nih suting nih.. nah lihat nih.. tante udah nggak tahan mau dientotin nih..,� kata Salman sambil jemarinya membuka bibir vagina Nani. Handycam Rudi mengclose-up vagina Nani yang terkuak oleh jemari Salman. Terlihat jelas dinding vagina Nani berkedut-kedut dan nampak dibaluri lendir birahinya sendiri.



Salman masih menahan vagina Nani dengan jarinya, lalu penis Salman terekam di kamera sudah tegang mengacung dan mulai mendekati bibir vagina Nani.



�Eh Rud.. kau rekam yang lengkap ya.. aku entotin dulu nih tante, ntar kalau aku cabut kontolku.. kau coles-up lagi pepeknya ya�biar kau lihat bagaimana kalau tante puas.. ha ha..,� Salman menyeringai.



Salman mengambil posisi tepat ditengah kaki Nani, dan perlahan menuntut penisnya ke bibir vagina Nani.



�Amphhuunn.. tolong lepaskan saya.. jangan.. tolong jangan�,�Nani memelas pasrah, seolah sadar sesaat lagi ia akan disetubuhi pria lain yang bukan suaminya.



�Nah.. begitu dong.. yang halus.. jangan marah marah kayak tadi hah..!! Ayo sekarang mau apa, mau dilepas?. Rud turuti tante ini, lepas ikatan kakinya Rud, cepat�,� Salman tetap pada posisi siap menindih Nani, ujung penisnya sudah menyentuh bibir vagina Nani yang merekah.



�Akhhss.. jangan pak.. amphun.. jangan..,� Nani memelas sejadi-jadinya dengan suara parau saat merasakan benda hangat menempel di bibir vaginanya. Rudi merekam semuanya sambil melepas ikatan di kaki Nani. Dari posisi itu nampak jelas penis Salman sudah menempel di bibir vagina Nani.



�Sudah siap tanthee.. ouh.. sudah siap kubawa ke alam nikmathhh.. ahh..,� Salman menindih tubuh Nani dan memegang kedua pipi Nani agar wajah Nani menghadap ke wajahnya. Pinggulnya mulai ditekan membuat kepala penisnya menembus bibir vagina Nani.



�Ngghhh� amphuunnn.. jangahhnnn�tolong janganhhh� engghhhmmm� ouuhhhhggghhh� akhhhssss,� suara Nani yang memelas berubah menjadi desahan tak tertahan saat Salman mulai memasukkan penis ke vaginanya dan mulai memompa keluar masuk.



Rahmat melihat bagaimana tubuh mulus istrinya menggelinjang setiap sentakan pinggul Salman terjadi. Nani mendesah tak karuan ditindih tubuh Salman yang kekar. Perawakan Salman agak pendek, penisnya juga lebih pendek dari milik Rahmat. Tapi penis hitam Salman jauh lebih gemuk dan lebih tegar dari milik Rahmat.



Rudi mengclose-up bagian yang sedang intim itu. Bibir vagina Nani sampai monyong-monyong didera penis Salman. Salman menghentak pinggulnya semakin cepat semakin keras.



�Akhhss� ouhhh.. ahhhh� sssttt�ughhh�,� Nani terpejam sambil mendesah menahan nikmat, ia tak sadar wajahnya diclose-up oleh Rudi.



Rudi kemudian menjauh mengambil gambar lengkap. LCD handycam yang dilihat Rahmat menampakkan bagaimana kaki mulus Nina kini justru merangkul pinggul Salman yang semakin cepat memacunya, nafasnya terdengar keras memburu. Desahan Nina juga makin keras, dan kepalanya bergerak ke kanan-kiri.



�Ougghhh� argghhh� huh� nikmat sekalih tubuhmuuhh  tannteehhh� ouhhh.. aaahhhhhkkkk�ouhhh nikhhhmmaaathhhh�.,� Salman mencabut penisnya dan berlutut di hadapan Nani dengan kepala menengadah dan tubuh bergetar, sesaat kemudian penisnya menyemburkan sperma sampai ke perut Nani. Salman mencapai puncaknya.



�Waduh.. akang ini belum apa-apa tuh udah ngecrot kemana-mana maninya.., sini gantian.. biar saya ambil alih memuskan tante..,� Rudi bergegas naik ranjang menggantikan posisi Salman. Rekaman di handycam sempat goyang menampilkan gambar lantai, cermin rias, dan langit-langit kamar.



Kini Salman yang merekam gambar, sementara Rudi sudah bugil menindih tubuh Nani. Penis Rudi sangat kekar, panjang dan besar. Kotak-kotak kekar di perut Rudi menggambarkan keperkasaan, ia memang perenang tangguh di kawasan wisata itu.



�Sudahhh� amphuunnn� jangan lagihh.. amphunnnhhh�,� pinggul Nina bergerak ingin menghindari penis Rudi yang sudah mengarah ke vaginanya, tapi percuma karena kedua tangannya masih terikat membuat posisinya tertahan terlentang.



�Tenang tante sayang.. kan masih tanggung tadi.. sekarang saya kasih biar tante puas..,�Rudi tiba-tiba menindih Nani, ia melumat bibir ranum Nani, meremas susunya, dan mulai menggenjot penisnya keluar masuk ke vagina Nani.



Nani mulai mendesah, gerakan Rudi membuat ia kembali terangsang hebat setelah puncak klimaksnya hampir sampai bersama Salman tadi.



Rahmat melihat dari layar LCD bagaimana istrinya mulai hilang kontrol dan tak menyadari sedang berhubungan intim dengan lelaki lain yang memperkosanya. Nani terpejam dengan bibir terus dilumat Rudi, malah Nani nampak membalas lumatan-lumatan Rudi, nafas mereka sama-sama memburu bercampur desahan.



�Goyang yang keras Rud.. si tante dah mau sampai puncak tuh�,� suara Salman terdengar, sementara gambar di close-up ke wajah Nani dan Rudi yang berpagutan bibir. Rudi menggocok semakin kencang, kaki Nani merangkul pinggul Rudi seolah ingin hantaman yang lebih sempurna di vaginanya.



�Oughh� ghimmana tanntehhh� enakkhhhss�??,� Rudi melepas pagutannya dan terus menggenjot Nani sambil mengeluarkan obrolan nakal. Nani semakin lepas kendali di saat puncak kenikmatan nyaris dirasakannya di bawah himpitan tubuh Rudi yang kekar.



�Gimana tanthee� jawabbbhhh aghhh�,�



�Ngghhhmm ahhsss�.,� Nani mendesis. Rudi menggenjotnya lebih keras, dan terus meluncurkan tanya pada Nani.



�Akhhss.. amphunnn� ahhhsss enakhhhmaaass.. sssttt..,�



�Apa tanthe??? Yang keras bilang�,�



�Ughhh� ssstnnikkhhmmmaatt� ssshhh aaahhh� ihhh�,�



�Enakh digoyanghhh� ayo bilang�,� Rudi terus memancing Nani. Nani menggelinjang kenikmatan dengan nafas semakin berat memburu. Peluh mereka bercampur menetes.



�Apanya yang nikmat tantehh�,�



�Ssttt.. ahhgg.. konthhh� tholll� assttt  oughhh�,� Nani menjawab tanpa sadar.



�Yahhkk begithuu tannthee� akhhhsss� nihhhh.. ouh.. pepekmu juga enakhh tannte�,� Rudi semakin liar menggenjot Nani. Kini kaki kanan Nani diangkat ke bahunya lalu dengan posisi itu Nani kembali dihajarnya.



�Tanhtee enakhh diapainnn hahh..??,� Rudi memacu penisnya semakin cepat, ia mulai merasakan kedutan dari dinding vagina Nani menandakan Nani hampir klimaks.



Salman mengclose up lagi wajah Nani yang terpejam, sementara Rudi menggenjot Nani sambil terus bertanya nakal. Salman berusaha melepaskan ikatan tangan Nani sambil terus merekam pertempuran ranjang itu.



�Aghh.. dihennntoothhinnhh aaakhhsss� ahhh. Amphunnnn uhhh enthooottt� akhhhsss ouhhh.. sssttt enghhhmmm,�desah Nani.



�Diperkosa ini tanthee.. enakhss diperkosaaa..??,�



�Yeahhh� akhhsss eeehhhnnn�naaakkhhh.. perkohhssaa�aahhhsss�,� Nani menceracau mengukuti pertanyaan Rudi. Tangan Nani yang sudah lepas dari ikatan bukannya mendorong tubuh Rudi tapi justru merangkul leher Rudi dan meremasi rambut Rudi dari belakang.



Dari LCD handycam di tangannya, Rahmat melihat istrinya sudah mencapai klimaksnya, suara Nani terdengar sangat menggairahkan saat itu. Tanpa sadar penis Rahmat mulai tegang.



�Ayooo.. tante.. ahhh.. ayohh�,� Rudi juga hampir mencapai klimaks, secara masksimal tenaganya dipacu menggoyang Nani. Tubuh Nani mulai bergetar hebat dan kakinya seperti kejang merangkul pinggul Rudi yang terus bergoyang di atas tubuhnya.



�Akkhsss.. ahhhh� ammphuuunnnnhhhh� ssttttt akkhhhsssss�. Mmmmphhhmmmm� emmphhhhpppp,� pertahanan Nani akhirnya bobol, tubuhnya seakan kejang, tangannya menarik rambut Rudi, dan kepalanya terangkat meraih wajah Rudi. Saat klimaksnya membludak, Nani justru melumat bibir Rudi, memeluk Rudi kuat-kuat, melepaskan kedutan-kedutan nikmatnya.



�Akhhh� ouhh.. yeahhh.. yeahhhh� ouhhh� yeaaahhhhh�,� Rudi melenguh kejang melepas lumatan Nani. Rudi juga mencapai klimaksnya sambil memeluk erat tubuh Nani, mereka berpelukan erat dan saling menekan kenikmatan di vital mereka secara bersamaan, lalu lemas beberapa saat kemudian.



Salman mengclose-up bagian vital itu, perlahan Rudi mencabut penisnya. Air sperma Rudi terhujam di dalam vagina Nani perlahan menembus keluar meleles di bibir vagina Nani. Rudi berbaring di sisi Nani, sementara Salman mengangkangkan kaki Nani dan menguak vagina Nani dengan tangan kirinya, tanga kanannya mereka close up vagina Nani.



Rahmat melihat vagina Nani masih berkedut-kedut. Tiap kedutannya mendorong keluar sperma Rudi meleleh di bibir vaginanya.



Gambar di handycam kemudian terputus dan menampakkan Nani yang tertidur pulas di ranjang, bugil tanpa ikatan.



�Ya beginilah kondisi nyonya sombong yang sudah kami perkosa sampai puas.. diperkosa malah kenikmatan dia sampe tidur ngorok ha.. ha.. ha..,� suara Salman terdengar. Rudi dan Salman terus mengeksplore  tubuh telanjang Nani sambil berkomentar. Dari sana Rahmat tahu kalau mereka nekad memperkosa Nani karena Nani menyinggung perasaan mereka. Waktu hendak membenahi shower dan kamar mandi, Nani sempat melontarkan kata-kata menyuruh mereka berdua cepat selesaikan pekerjaannya karena Nani tak tahan bau badan mereka.



Tangan Rahmat luruh dan handycam hampir jatuh. Pikirannya kacau setelah melihat rekaman pemerkosaan itu. Bukankah Nani akhirnya menikmati juga?, bagaimana mungkin ini dilaporkan ke polisi?, akan lebih menjadi aib jika nantinya dua pelakunya membeberkan ini suka sama suka..


Rahmat berteriak sejadi-jadinya, lalu kembali ke kamar hotel dan menggauli Nani secara brutal membayangkan memperkosa istrinya sendiri




Cerita Dewasa, Sebuah situs yang menyajikan kumpulan Cerita Dewasa, Bacaan sek, Cerita Hot, Cerita Mesum, Kisah Mesum. Berbagai Cerita Dewasa tersaji dengan apik. untuk anda yang sudah Dewasa.karena ini adalah Cerita Dewasa

 

 

Cerita Dewasa, Sebuah situs yang menyajikan kumpulan Cerita Dewasa, Bacaan sek, Cerita Hot, Cerita Mesum, Kisah Mesum. Berbagai Cerita Dewasa tersaji dengan apik. untuk anda yang sudah Dewasa.karena ini adalah Cerita Dewasa

 

Share:

pcash

FeedJit