JUAL GANJA ONLINE

Ada Stok GANJA
Menjual GANJA ACEH
Untuk Pengobatan Herbal di:
http://toko-ganja.blogspot.co.id

diaper cakes
.

Pages

Tampilkan postingan dengan label Cerita Dewasa setengah baya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Dewasa setengah baya. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Desember 2011

Cerita Dewasa Janda kembang 2

Untuk pertama kalinya vaginaku ini dimasuki oleh penis laki-laki dan anehnya tidak terasa sakit seperti yang seringkali aku dengar dari teman-temanku yang baru menikah dan menceritakan pengalaman malam pertama mereka. Memang ada sedikit rasa sakit yang menyayat pada saat kepala penis itu mulai menyusup perlahan masuk ke dalam vaginaku ini, tetapi mungkin karena pada waktu itu aku pun sangat bergairah sekali sehingga aku sudah tidak perduli lagi dengan rasa sakitnya.
Apalagi saat suamiku mulai menggosok-gosokkan batang penisnya itu di dalam vaginaku, mataku terpejam dan kepalaku hanya menengadah ke atas, menahan rasa geli dan nikmat yang tidak dapat aku ceritakan di sini.
Sementara kedua tanganku memegang tepian ranjang yang berada di atas kepalaku. Semakin lama goyangan pinggul suamiku semakin cepat diikuti dengan desahan nafasnya yang memburu membuat nafsuku makin menggebu. Sesekali terdengar suara decak air atau becek dari lubang vaginaku yang sedang digesek-gesek dengan batang penis suamiku yang besar, yang membuatku semakin cepat mencapai orgasme yang kedua. Sementara suami masih terus berpacu untuk mencapai puncak kenikmatannya, aku sudah dua kali orgasme dalam waktu yang tidak terlalu lama. Sampai akhirnya suamiku pun menahan desahannya sambil menyemburkan cairan yang hangat dan kental dari kepala penisnya di dalam lubang vaginaku ini.
Belakangan baru aku ketahui cairan itu yang disebut dengan sperma, maklum dulu aku tergolong gadis yang kurang gaul jadi untuk hal-hal atau istilah-istilah seperti itu aku tidak pernah tahu. Cairan sperma suamiku pun mengalir keluar dari mulut vaginaku membasahi sprei dan bercampur dengan darah keperawananku. Kami berdua terkulai lemas, namun masih sempat tanganku meraba-raba bibir vagina untuk memuaskan hasrat dan gairahku yang masih tersisa. Dengan menggosok-gosok klitoris yang masih basah, licin dan lembut oleh sperma suamiku, aku pun mencapai orgasme untuk yang ketiga kalinya.
Luar biasa memang sensasi yang aku rasakan pada saat malam pengantin itu, dan hal seperti yang aku ceritakan di atas terus berlanjut hampir setiap malam selama beberapa bulan. Dan setiap kali kami melakukannya aku selalu merasa tidak pernah puas dengan suami yang hanya mampu melakukannya sekali. Aku membutuhkannya lebih dari sekali dan selalu menginginkannya setiap hari. Entah apa yang sebenarnya terjadi dalam diriku sehingga aku tidak pernah bisa membendung gejolak nafsuku. Padahal sebelum aku menikah tidak pernah kurasakan hal ini apalagi sampai menginginkannya terus menerus. Mungkinkah aku termasuk dalam golongan yang namanya hypersex itu? anda bisa lihat ceria lebih hot di ceritaserudewasa.info termasuk tentang gigolo.
Setelah 2 tahun kami menikah aku bercerai dengan suamiku, karena semakin hari suamiku semakin jarang ada di rumah, karena memang sehari-harinya ia bekerja sebagai manajer marketing di sebuah perusahaan swasta sehingga sering sekali ia keluar kota dengan alasan urusan kantor. Dan tidak lama terdengar berita bahwa ia memiliki istri simpanan. Yang lebih menyakitkan sehingga aku minta diceraikan adalah istri simpanannya itu adalah bekas pacarnya yang dulu, ternyata selama ini dia pun menikah denganku karena dipaksa oleh orang tuanya dan bukan karena rasa cinta.
Tak rela berbagi suami dengan wanita lain, akhirnya aku resmi diceraikan suamiku. Sakit memang hati ini seperti diiris-iris mendengar pengakuan suami tentang istri simpanannya itu, dengan terus terang dia mengatakan bahwa dia lebih mencintai istri simpanannya yang sebetulnya memang bekas pacarnya. Apalagi katanya istri simpanan suamiku itu selalu dapat membuat dirinya bahagia di atas ranjang, tidak seperti diriku ini yang selalu hanya minta dipuaskan tetapi tidak bisa memuaskan keinginan suamiku, begitu katanya.
Lima tahun sudah aku hidup menjanda, dan kini aku tinggal sendiri dengan mengontrak sebuah rumah di pinggiran kota Jakarta. Beruntung aku mendapat pekerjaan yang agak lumayan di sebuah perusahaan swasta sehingga aku dapat menghidupi diriku sendiri. Belakangan ini setiap malam aku tidak dapat tidur dengan nyenyak, sering aku baru bisa tertidur pulas di atas jam 03.00 pagi. Mungkin dikarenakan pikiranku yang sering ngelantur belakangan ini. Sering aku melamun dan membayangkan saat-saat indah bersama suamiku dulu.
Terkadang sering pula aku membayangkan diriku bermesraan dengan seorang teman kerjaku, sehingga setiap malam hanya onani saja yang dapat kulakukan. Tidak ada keberanian untuk menceritakan hal ini kepada orang lain apalagi pada teman-teman kerjaku, bisa-bisa aku diberi julukkan yang tidak baik di kantor. Hanya dengan tanganku ini kuelus-elus bibir vaginaku setiap malam sambil membayangkan bercumbu dengan seorang laki-laki, terkadang juga kumasukkan jari telunjukku agar aku dapat lebih merasakan kenikmatan yang pernah kualami dulu.
Para netters sekalian, aku memberanikan diri menceritakan hal seperti di atas kepada Anda semua mungkin karena didorong oleh perasaan yang sangat tak tertahankan lagi saat ini. Dan mungkin ada di antara anda yang dapat membantu dan mungkin akan menjadi jodohku kelak. Aku harap Anda tidak hanya terobsesi dengan ceritaku di atas.

Artikel Cerita Dewasa lainnya :


Share:

Cerita Dewasa Janda kembang 1

Cerita Dewasa ngentot Janda kembang telanjang bugil � Ceritaku ini berawal ketika di usiaku yang masih terbilang muda, 19 tahun, papaku waktu itu menjodohkan aku dengan seorang pemuda yang usianya 10 tahun lebih tua dari aku dan katanya masih ada hubungan saudara dengan keluarga mamaku.
Memang usiaku saat itu sudah cukup untuk berumah tangga dan wajahku juga tergolong lumayan, walaupun badanku terlihat agak gemuk mungkin orang menyebutku bahenol, namun kulitku putih, tidak seperti
kebanyakan teman-temanku karena memang aku dilahirkan di tengah-tengah keluarga yang berdarah Cina-Sunda, papaku Cina dan mamaku Sunda asli dari Bandung. Sehingga kadang banyak pemuda-pemuda iseng yang mencoba merayuku. Bahkan banyak di antara mereka yang bilang bahwa payudaraku besar dan padat berisi sehingga banyak laki-laki yang selalu memperhatikan buah dadaku ini saja. Apalagi bila aku memakai kaos yang agak ketat, pasti dadaku akan membumbung tinggi dan mancung. Tetapi sampai aku duduk di kelas 3 SMA aku masih belum memiliki pacar dan masih belum mengenal yang namanya cinta.
Sebenarnya dalam hatiku aku menolak untuk dijodohkan secepat ini, karena sesungguhnya aku sendiri masih ingin melanjutkan sekolah sampai ke perguruan tinggi. Namun apa daya aku sendiri tak dapat menentang keinginan papa dan lagi memang kondisi ekonomi keluarga saat itu tidak memungkinkan untuk terus melanjutkan sekolah sampai ke perguruan tinggi. Karena ke-3 orang adikku yang semua laki-laki masih memerlukan biaya yang cukup besar untuk dapat terus bersekolah. Sementara papa hanya bekerja sebagai pegawai swasta biasa. Maka dengan berbagai bujukkan dari keluarga terutama mamaku aku mengalah demi membahagiakan kedua orangtuaku.
Begitulah sampai hari pernikahan tiba, tidak ada hal-hal serius yang menghalangi jalannya pernikahanku ini dengan pemuda yang baru aku kenal kurang dari dua bulan sebelumnya. Selama proses perkenalan kamipun tidak ada sesuatu hal yang serius yang kami bicarakan tentang masa depan karena semua sudah diatur sebelumnya oleh keluarga kedua belah pihak. Maka masa-masa perkenalan kami yang sangat singkat itu hanya diisi dengan kunjungan-kunjungan rutin calon suamiku setiap malam minggu. Itupun paling hanya satu atau dua jam saja dan biasanya aku ditemani papa atau mama mengobrol mengenai keadaan keluarganya. Setelah acara resepsi pernikahan selesai seperti biasanya kedua pengantin yang berbahagia memasuki kamar pengantin untuk melaksanakan kewajibannya.
Yang disebut malam pengantin atau malam pertama tidak terjadi pada malam itu, karena setelah berada dalam kamar aku hanya diam dan tegang tidak tahu apa yang harus kulalukan. Maklum mungkin karena masih terlalu lugunya aku pada waktu itu. Suamiku pada waktu itupun rupanya belum terlalu �mahir� dengan apa yang disebut hubungan suami istri, sehingga malam pertama kami lewatkan hanya dengan diraba-raba oleh suami. Itupun kadang-kadang aku tolak karena pada waktu itu aku sendiri sebenarnya merasa risih diraba-raba oleh lelaki. Apalagi oleh lelaki yang �belum� aku cintai, karena memang aku tidak mencintai suamiku. Pernikahan kami semata-mata atas perjodohan orang tua saja dan bukan atas kehendakku sendiri.
Barulah pada malam kedua suamiku mulai melancarkan serangannya, ia mulai melepas bajuku satu per satu dan mencumbu dengan menciumi kening hingga jari kaki. Mendapat serangan seperti itu tentu saja sebagai seorang wanita yang sudah memasuki masa pubertas akupun mulai bergairah walaupun tidak secara langsung aku tunjukkan ke depan suamiku. Apalagi saat ia mulai menyentuh bagian-bagian yang paling aku jaga sebelumnya, kepalaku bagaikan tak terkendali bergerak ke kanan ke kiri menahan nikmat sejuta rasa yang belum pernah kurasakan sebelumnya.
Kemaluanku mulai mengeluarkan cairan dan sampai membasahi rambut yang menutupi vaginaku. Suamiku semakin bersemangat menciumi puting susu yang berwarna merah muda kecoklatan dan tampak bulat mengeras mungkin karena pada saat itu aku pun sudah mulai terangsang. Aku sudah tidak ingat lagi berapa kali ia menjilati klitorisku pada malam itu, sampai aku tak kuasa menahan nikmatnya permainan lidah suamiku menjilati klitoris dan aku pun orgasme dengan menyemburkan cairan hangat dari dalam vaginaku ke mulutnya.
Dengan perasaan tidak sabar, kubuka dan kuangkat lebar kakiku sehingga akan terlihat jelas oleh suamiku lubang vagina yang kemerahan dan basah ini. Atas permintaan suami kupegang batang kemaluannya yang besar dan keras luar biasa menurutku pada waktu itu. Perlahan-lahan kutuntun kepala kemaluannya menyentuh lubang vaginaku yang sudah basah dan licin ini. Rasa nikmat yang luar biasa kurasakan saat kepala penis suamiku menggosok-gosok bibir vaginaku ini. Dengan sedikit mendorong pantatnya suamiku berhasil menembus keperawananku, diikuti rintihanku yang tertahan.

Artikel Cerita Dewasa lainnya :


Share:

Minggu, 11 Desember 2011

Cerita Dewasa gangbang di Spayol

Cerita Dewasa gangbang di Spayol � Suamiku punya ide untuk merayakan 5 tahun pernikahan kami dengan bulan madu kedua ke spanyol. Tentu saja ini kesempatan emas yang tidak boleh aku lewatkan mumpung Adi masih 4 tahun jadi bisa dititipin ke eyangnya. Dan yang terpenting menurut travelling national geographic, cowok cowok Spanyol super sexy hihihihi.

Salah satu yang menjadi tujuan kami dari sekian tempat eksotis adalah sex party yang diadakan di kota budaya C. Katanya sih dibalai kota digelar pertunjukan gang bang, threesome live !! gila kan ? diikuti oleh sekitar 500 cowok dan cewek yang katanya ganteng ganteng dan sexy�wooo tahu sendirikan gimana body cowok spanyol ? Kabarnya penonton boleh ikutan kalo memang berminat. Sebenarnya aku kurang sreg melihatnya, bukan apa apa, aku takut suamiku tergoda. Aku tahu pasti bagaimana �ganas�nya suamiku. Aku tahu dia nggak pernah menyeleweng, tapi boleh saja kan aku kuatir mengingat bagaimana gaya bercinta kami yang super hot. Sedangkan aku sendiri ? hmmm meski senang melihat cowok macho, tentu saja aku tetap setia dengan suamiku dong�dan lagi pertunjukan kaya begini gak bakalan ada di indonesia, jadi rasanya wajib kita tonton..
Setelah berdebat dan nyaris tidak diijinkan masuk karena tubuh mungilku. Setengah berlari kami menyerbu ke dalam. Benar juga, baru masuk gedung didepan kami sudah tergelar 20 cewek sexy menggeliat bergaya penari ular. Hehehehe kulihat mata suamiku berbinar�dasar !
Semakin ke dalam semakin hot. Ternyata dari luar meski tampak kecil, setelah di dalam bangunan ini cukup luas dan dibagi beberapa pertunjukan, mulai dari sekedar berbugil, ML berdua, Threesome MMF atau FFM�hmmm menurutku kurang sip. Karena ini semua hanya menyenangkan kaum lelaki. Yang mana neeeh buat para cewek..batinku protes..
Berbelok ke sayap kanan bangunan, tergelar didepanku cowok cowok sexy & hot�cihuy ! gila cing..! body mereka�. Suamiku memandangku ingin tahu. Sialan aku merasa wajahku memanas.
�Hehehe gimana ma ? � Tanyanya menggoda.
Ada 5 cowok macho yang membuat dadaku degdegan�ihh..kok bisa begini ya..tapi memang kuakui body dan wajah mereka memang menjanjikan. Tiba tiba bersamaan mereka melepas celana dalamnya di depanku�wajahku melongo melihat batang super mereka menari nari 1 m didepan hidungku. Belum pernah aku melihat batang sebesar itu. Jauh deh�jauh banget malah dibanding punya suamiku. Terus terang membuatku sesak nafas. Duuuh gimana ya rasanya�enak kali hihihihi. Kulirik suamiku melihat cowok cowok macho itu dengan kening berkerut.
�Gila ma batangnya�gimana menurutmu ? gimana tuh kalo kamu yang imut ini disetubuhi sama batang kaya gitu..�setengah berbisik.
�Ahh biasa�enak kali ya �Jawabku nyengir .
�Hus ! mama ! � suamiku protes.
Kami kembali berlari menuju arena gang bang..berkali kali nonton bokep gang bang rasanya kurang mantap kalo nggak melihat dengan mata kepala sendiri bukan ? Oo..oo..oo kali ini seorang pejantan tangguh menggilir 5 cewek bergantian. Wuaaah kuat banget..! Suamiku memandang dengan wajah iri. �Hmmm pengen pa.. ? Tanyaku ganti menggoda.
� Kalo boleh�� Jawabnya menggoda balik.
� Huh maunya !!� Kucubit lengannya.
�Hmmm..kayaknya kalo kita jalan bareng nggak seru deh ma..� Kata suamiku pelan.
�Maksud papa gimana ? pengen lihat yang cewek sexy disebelah sana yaaaaa�� Kataku agak protes.
� Yo wis gak papa tapi sesuai kesepakatan gak boleh coba coba loh !! awas !!! � Kataku memperingatkan.
�Ya iyalah ma�tapi kamu juga nggak boleh loh ma�� Ganti suamiku memperingatkan.
�kamu kaya nggak tahu aku aja pa !� Jawabku merengut.
�OK ok�kita ketemu lagi disini 1 jam lagi�ok ? cukup kan ?�
Kelihatan sekali suamiku nggak sabar ingin kembali melihat tontonan gang bang di sayap kiri gedung. Sedangkan aku sendiri ? ke sayap kanan dooong�belum puas melihat cowok cowok ganteng bugil 1 meter didepanku, kali kali aja boleh nyentuh perut six packnya hihihi�
Aku melangkah ke ruangan lebih dalam, wuih ternyata bertambah hot. Ada seorang cewek yang merem melek dijilatin dua cowok gagah. Sungguh aku iri dengan cewek bule yang dijilat habis habisan oleh co macho didepanku�dalam hati aku pingin banget mencoba, habis suamiku nggak pernah mengoral sih dan mumpung di Negara orang lain, nggak ada kan yang tahu kalo kita gila gilaan sedikit. Hihi. Tapi aku kawatir kalo suamiku tiba tiba nongol�wuah bisa bisa gue dihabisi�hihihi. Tapi� nggak ah ! aku belum segila itu.
Sekarang cewek bule didepanku menggeliat seperti cacing kepanasan , duh duh duh�aku merasa celdamku basah. Coba nggak ya�coba nggak ya..ku gigit bibirku sambil kepalaku celingukan mencari sosok suamiku. Aku kira nggak papa, kan Cuma dijilat aja..habis suamiku nggak pernah ngegituin aku..duh jadi pengen pipis..
�Honey�you wanna try ? it�s Ok, I will give you a big O��
Cowok jantan didepanku menawari ketika melihat wajah mupengku. Sialan..gue sih kepingin tapi kan takut�
�Its.. ok Once in your life time� ok? � rayunya.
Huh bener juga..kapan lagi ya�aku mulai ragu ragu. Sementara Cewek yang menggeliat tadi menjerit karena orgasme, sialan jadi tambah pengen, berkali kali diriku menyumpah.
Jadi enggak..jadi enggak�jadi..? jadi ? jemariku meremas remas ujung kaosku, gelisah�huuuu tapi cowok ganteng yang tersenyum manis di depanku membuat aku luluh.
Hmmmm ? �Tubuhnya mendekat, ternyata tinggiku tidak sampai sedadanya, otomatis yang terpampang didepanku sepenuhnya adalah batang yang menggiurkan ! Jemarinya menyentuh jemariku kecilku mengajak. Aku bener bener seperti kerbau dicocok hidung.
�Um� umm�.� Bahasa inggris gue kan geblek, gimana jawabnya yah�
AAahhh, persetan ! pokoknya gue pingin sekarang. Secepat kilat gue lepas G string gue dan segera berbaring di tempat tidur kecil di depannya.
� wow !! beautiful ! � Serunya. �Damn !! she�s hot !!� Teriak beberapa lelaki yang langsung ikut merubungiku.
Tentu saja dengan tubuh Cuma setinggi 154 cm, payudaraku yang 34C, tentu tampak menggiurkan bagi laki laki setinggi 180an cm seperti mereka. Otot otot muscle mereka yang bersliweran di depan hidungku sungguh membuat ku bergetar. Ditambah lagi dengan batang 18 inci mereka�hohohoho sungguh gue kepengen banget..kepengen banget disetubuhi habis habisan ! come on perkosa aku ! setubuhi aku�!!
Dengan sigap cowok yang paling ganteng menhunjamkan kepalanya ke pangkal pahaku. Uuuhhh�dan cowok kedua mulai mencium bibir dan satunya mencoba membuka bluesku. Karena baru kali ini ada cewek mungil akan dipuaskan oleh beberapa lelaki otomatis panggung di tempatku menjadi lebih ramai oleh sorakan laki laki.
Baru dijilat dan disedot 10 menit, aku merasa pingin pipis karena lidah besar cowok satu ini mengobrak abrik miss V ku, sehingga bener bener membuatku kebelet pipis.
� uuuf I�I..wanna pee..please stop��Kataku asal ngomong.
� Do it now honey�its ok..do it now.� Katanya.
Heeehh ? gw pipis sambil dijilati ? nggak salah neeh..? kepalang tanggung, gw cuek aja pipis ketika lidahnya ini menghajar vaginaku. Uuuf�uuffff gilaaaa ternyata dioral sambil pipis, enak buanget�!! Tampak air seniku semburat ke badan mereka�yang justru membuat mereka lebih gila gilaan menjilatku. Gilaaaa..enaaaak bangettt�!! Aku hanya bisa meringis memejamkan mata saking enaknya.
Heeekkk !!? apaan neeh ? Aku buka mataku aaah gila ! gila.. kenapa ada batang yang mencoba masuk ? aku mulai paniK..ini kan diluar rencana ? tampak kepala batang yang sepertu jamur tersebut mendesak miss v ku, dan mulai masuk perlahan�hah bisa masuk ?!
� Its ok honey..enjoy it� its ok� cowok macho tersebut berusaha meredam kepanikanku.
Duuhh gimana sih.. tapi disetubuhi sambil pipis begini kok enak banget sihhh �
� Please don�t fu** me� ooohh please�� Gw pura pura keberatan.
Eranganku segera tertutup oleh lumatan bibir si macho�uhhh gak keberatan sih..
Gue kembali melirik ke batang yang sudah keluar masuk sepenuhnya. Duh rasanya penuh banget. Untung mereka nggak lupa memakai kondom, tapi kok panas ya�apa karena terlalu besar. Aku baru tersadar, sudah berapa menit neeh, jangan jangan suamiku sudah kembali. Kepalaku menengok kekanan kekiri.
What�s up babe ? � Tanya si macho sambil terengah engah.
�Never mind, harder please � gue pengen lebih kenceng goyangnya. Kapan lagi gila gilaan meskipun resikonya bisa bisa gue nggak bisa jalan. � Aaarrrggh�da*n ! � s macho belum apa apa sudah ejakulasi.
Lho kok cepet banget ? apa mungkin saking sempitnya sehingga seperti memeras batang mereka.
Belum selesai aku berpikir, si ganteng yang tadi berdiri disebelah kiriku langsung mengambil alih. Uhh batangnya lebih hitam dan melengkung. Aku hanya merem melek menikmati�sedikit menyesal tapi kepalang basah..kapan lagi bisa begini. Selama suamiku nggak tahu gak papalah..
Batang ke lima�
Batang ke enam, tujuh, delapan..badanku mulai menggigil. Entah sudah berapa kali kau orgasme. Rasanya gue hampir pingsan saking enaknya.
Perlahan aku membuka mataku, mencoba menengok ke kiri dan kanan, mencari siapa tahu suamiku sudah kembali. Mataku sedikit terbelalak karena dikejauhan suamiku kelihatan mencariku. Mungkin sekitar 100 m an..
�You know the guy over there ?� Kutunjuk laki laki yang celingukan dikejauhan.
� He is my husband, so give me big o guys�hurry up. � Kataku dengan bahasa inggris yang belepotan.
�Close..close� tutupin tutupin gitu maksud gue, sialan gimana ngomongnya�
Untung mereka segera paham. Sambil nyengir 5 orang cowok gede segera menutupi tubuhku sehingga suamiku sama sekali nggak bisa melihat. Habis nanggung sih, baru 8 cowok yang ngerjain gw. Dengan cepat cowok ke empat menenggelamkan batangnya yang besar ke vaginaku yang super becek bergantian.
� AAAaaahhh� � aku hanya bisa melenguh sedikit menjerit. Tiba tiba ada batang besar yang menyumpal mulutku.
� SSSttt. Your husband�� Sambil nyengir co ganteng ini tanpa permisi memperkosa mulutku.
Sialan ini sih diluar skenario..dari celah kakinya kulihat suamiku hanya berjarak 3 m. tentu dia nggak bakalan menduga kalau cewek yang disetubuhi habis habisan didekatnya adalah istrinya tercinta, hihihi aku nakal ya�
Sebenarnya mulai cowok ke tujuh yang menyetubuhiku, aku sulit mendapatkan orgasmeku, tapi gak papa karena aku memang mencari sensasinya, kapan lagi bisa disetubuhi habis habisan begini, di Indonesia..? hohohoh nggak bakalan lah�
Kulirik jam tanganku hampir 45 menit berlalu, �Ok ok enough guys�enough��Kataku ketika melihat co gagah ke 12 mulai menempelkan batangnya.
� oughhh come on honey please, give me 5 second ok please.. � Sambil mengedipkan matanya. Uuhhhhhh okelah sekali lagi hihihi habis yang satu ini ganteng banget sih�.Hunjamannya membuat aku kembali merintih menikmati. Bohong kalo 5 detik, ini sih 15menit !!
Dengan cepat 2 cowok macho ini membantuku mengenakan celana dalamku sambil memegangi tanganku untuk berdiri. � Honey..if you want, we will pleased you tomorrow� ok ?� uh maunya�badan udah remuk begini.
Kulihat suamiku malah berjalan menjauh. Uhhh setidak tidaknya aku mendapat kesempatan membiasakan jalanku yang sedikit terpincang pincang, habis ukuran mereka gila semua.
�Halo sayang��suamiku berlari memelukku, tampaknya dia kawatir satu jam mencari istrinya nggak ketemu ketemu.
� Kenapa kakimu honey ? kram ? � Tanyanya.
� Enggak Cuma keseleo aja, kembali ke hotel yuuuk� aku capek jalan terus.�
Sambil menunggu suamiku berteriak memanggil taxi, aku melirik gerombolan cowok macho yang kunikmati tubuhnya di kejauhan. Mereka melambai lambaikan tangannya sambil cium jauh�thanks guys�sungguh pengalaman yang menggairahkan. Apakah aku harus menyampaikan kejadian ini kelak ke suamiku ?�hmm entahlah, tapi sayang kalo cerita ini hanya aku simpan sendiri. Someday, dia boleh tahulah�


Artikel Cerita dewasa lainnya


Share:

Cerita Dewasa Panas Subuh Main Dengan Bibi

Cerita dewasa Panas Subuh Main Dengan Bibi, Jam beker dimeja kamarku berdering pada jam 09.00 pagi, memang aku mensetting pada jam itu, karena tadi sampai terdengar adzan subuh aku masih belum bisa memejamkan mata untuk tidur. Aku menggeliatkan tubuhku terdengar kerotokan pada pinggangku, dengan malas aku bangkit dari tempat tidur� ups.. aku lupa kalo aku tadi tidur dengan tubuh telanjang bulat� kulihat tubuhku dari pantulan cermin besar.. mmm� dalam usia hampir kepala 4, kulihat tubuhku masih bagus dilihat� buah dadaku yang berukuran bra 36 B masih cukup kenyal, pinggangku masih ramping tak berlemak, pinggul dan pantatku kata mas Seno, almarhum suamiku adalah bagian yang terindah dari tubuhku, sangat seksi dan serasi dengan sepasang kakiku yang panjang� wajahku�? kata mas Seno lagi, katanya wajahku lebih pantas dibilang seksi daripada cantik� entahlah penilaian lelaki memang susah dijabarkan oleh
perempuan�.Sssssshhh� ooohhh� gila, lagi-lagi gairah birahiku meletup dengan tiba-tiba� di depan cermin besar itu aku meremasi buah dada montokku sendiri yang kian mengencang� ammpuuuun� sudah 2 hari 2 malam ini aku sangat menderita karena birahi gila ini� entah berapa belas kali selama 2 hari 2 malam ini aku bermasturbasi�sampe tubuhku benar-benar loyo.
Bahkan pada hari pertama aku sempat melakukan masturbasi di belakang kemudi mobil di tengah keramaian jalan tol, saking ngga ketahan� Semalam, dengan diiringi adegan-adegan syur film bokep koleksi almarhum mas Seno� aku melampiaskan hasrat birahiku secara swalayan, mungkin lebih dari 10 kali sampai pagi menjelang�Maka betapa jengkelku, sekarang belum setengah jam mataku terbuka, gelegak birahi itu meletup lagi� kali ini aku melawan, aku masuk kamar mandi, kuguyur tubuhku dengan shower air dingin� agak menggigil juga tubuhku�. Aku memang wanita berlibido tinggi. Sejak ABG aku sudah kenal masturbasi� menjelang lulus SMU aku mengenal persetubuhan dan berlanjut menjadi doyan disetubuhi� Masa kuliahku adalah masa euphoria sex, karena aku kuliah di Bandung sementara orang tuaku di Jakarta� pada awal masa kuliahku, aku pantas dijuluki Pemburu Seks� beberapa kali aku diusir dari tempat kost yg berbeda, dengan sebab yg hampir sama� yang aku ingat, sore pulang kuliah diantar teman kuliahku, aku lupa namanya� pokoknya keturunan Arab� aku lupa bagaimana awal mulanya, aku bisa nyepong kemaluan Arab ganteng itu di dalam kamarku dalam keadaan pintu ngga terkunci dan Ipah pembantu ibu kost yg nyinyir itu nyelonong masuk kamarku utk menaruh pakaianku yg habis diseterikanya� aku tengah terkagum-kagum dengan volume batang kemaluan Arab ganteng yang lebih besar dari lenganku dan minta ampun panjangnya.
Malam itu juga aku disidang dan harus keluar dari rumah kost itu. Tapi buatku ga ada masalah karena malam itu si Arab ganteng memberikan tumpangan sementara di rumah kontrakannya� tentu saja gairah birahiku yang binal dimanjakan oleh Arab ganteng itu� sepanjang hari� bahkan sampai beberapa hari aku tinggal di rumah kontrakan si Arab ganteng yang berantakan� Kejadian yg lain pernah juga tengah malam, lagi seru-serunya ML sama cowok baruku� tiba-tiba pintu didobrak petugas ronda yg rupanya sudah lama memperhatikan kebiasaanku masukin cowok malam-malam� cowokku dengan tengilnya berhasil kabur� sementara aku lagi-lagi terpaksa harus cari kost baru lagi� Satu lagi yang ga bakal aku lupa, affairku dengan bapak kost, biar sudah tua tapi ganteng dan handsome.. dan yang membuatku bertekuk lutut� mmm� aksi ranjangnya boo�� selalu membuatku bangun kesiangan esoknya� sayang aku menikmati kencan ranjang dengan bapak kost baru tiga kali keburu ketangkap basah sama istrinya� abis siang bolong bapak itu ngajakin naik ranjang� apesnya lagi aku ga akan mampu menolak, kalo tetekku sudah kena diremasinya� baru mau dua kali aku mendapatkan orgasme� eeh�pintu di ketok-ketok dari luar dan terdengar suara ibu kost memanggil namaku� mendengar itu bapak kost yg sedang memainkan batang kemaluannya di liang sanggamaku, jadi gugup dan efeknya justru membuatnya orgasme, untung gak telat nyabut� pejunya berhamburan di atas perutku banyak sekali�. bisa ditebak endingnya� aku harus angkat kaki dari rumah kost saat itu juga�
Nasihat sahabat-sahabatku, banyak merubah perilaku seksualku yang liar� Dengan susah payah aku berhasil menekan hasrat birahiku yang memang luar biasa panas dan aku mengumbarnya� awalnya mana sanggup aku menahan seminggu tanpa aktivitas seksual� bakal uring-uringan dan kepala terasa pecah� Sampai akhirnya aku ketemu dengan mas Seno aktivis mapala kakak kelasku� ngga hanya sosoknya yang jantan� permainan ranjangnyapun luar biasa� permainannya yang agak kasar, mampu membuatku mengerang-erang histeris� Aku ga nyesel, harus married dengan mas Seno karena keburu hamil. Buktinya aku berhasil menyelesaikan kuliah, walaupun sambil mengasuh Astari buah cintaku dengan mas Seno. Status ekonomi kamipun tergolong bagus� Sampai akhirnya 5 tahun yg lalu, kecelakaan mobil di jalan tol merenggut mas Seno dari kami berdua� Selama 5 tahun menjanda, mungkin karena kesibukanku mengurus dan melanjutkan usaha mas Seno yang sedang menanjak pesat dan keberadaan Astari anak tunggalku sudah menginjak usia gadis remaja, aku hanya 2 kali terlibat affair dengan lelaki yg berbeda, itupun juga hanya having fun semata, penyegaran suasana disela-sela kesibukan bisnis� Kehidupan seksualku datar, tanpa gejolak� sesekali aktivitas masturbasi cukup memuaskanku�
Setelah tubuh terasa segar, kukenakan kimono dan keluar kamar�
� Heee� Ron kamu disini..? kok ga sekolah..?� Kudapati Ronie di belakang komputer Astari. Ronie adalah kakak kelas Astari yang hampir setahun ini akrab dengan anak gadisku itu. Anak muda yang sopan dan pandai cerminan produk dari keluarga yang cukup baik dan mapan.
� Iya tante, saya hari ini kebetulan banyak pelajaran kosong jadi bisa pulang lebih awal dan tadi Tari minta tolong saya nungguin tante yg lagi sakit.. kali aja butuh apa-apa� Sahut Ronie sopan, membuatku terharu� Lumayan ngobrol dengan Ronie, penderitaanku agak berkurang�
� Ron, kamu bisa mijit ga..? tolongin pijitin tante dong bentar� leher tante kaku�� pintaku ke Ronie tanpa canggung, karena memang kami sudah akrab sekali, bahkan buatku Ronie kaya anakku sendiri. Ronie duduk menghadap punggungku pijatan demi pijatan kurasakan� tanpa kusadari sentuhan tangan lelaki muda itu terasa nikmat selayaknya sentuhan lelaki yang tengah membangkitkan birahi perempuan� aku mulai mendesah resah� percikan api birahi dengan cepat membakarku tanpa ampun�. sementara tanpa kusadari kimonoku sudah semakin melorot, terdesak tangan Ronie yang kini memijit daerah pinggangku, atas permintaanku sendiri untuk memijit lebih turun�. uuuhh� dadaku terasa sesak.. akibat tete�ku yang semakin mengencang�. aku ingin ada yang meremasinya� Sssshhh.. ooohhh� gilaaa� ngga tahaann� kupegang kedua tangan Ronie, tangan kiriku memegang tangan kirinya dan tangan kananku memegang tangan kanannya kutarik kedepan melingkari tubuhku dan kutangkupkan di buah dadaku�
� Eehh� tante�?� bisik Ronie bingung dari belakang tubuhku
� Ron� tolong remasi tete� tante�� desisku resah� merasakan sentuhan tangan lelaki pada buah dadaku yg tengah mengencang�. Benar-benar hilang sosok Ronie yg sehari-hari adalah pacar Astari anakku.. yang ada dibenakku saat itu Ronie adalah lelaki muda bertubuh tegap� Ooouuh� Ronie mulai meremasi kemontokan buah dadaku�
� Yaaaaahh.. hhh�hhh� enaaaak Ronn.. ulangi lagi sayaaang.. oooohhh�.� tubuhku menggeliat resah� kugapai kepala Ronie dan kutarik ke arah tengkukku yang terbuka karena rambutku kusanggul keatas� Ronie tak menolak dan melakukan permintaanku untuk menciumi tengkukku..
� Ciumi leher tante� hhhmmm..sssshhh.. yaaahh.. kecupin sayaaang.. aaaaccchh� sssshhh..� bisikan dan desah mesraku menuntun Ronie melakukan apa yg kuminta�Aku makin gemas, tubuhku gemetaran hebat� baju kimonoku tinggal menutupi tubuh bawahku karena tali pinggangnya masih terikat. Kubalikkan tubuhku, sejenak kupandangi wajah ganteng Ronie yang matanya terbelalak liar menatap nanar tubuh bagian depanku dengan mimik ngga karuan. Kulingkarkan kedua lenganku di lehernya dan dengan penuh gairah kusosot bibir manisnya� anak muda ini gelagapan menghadapi liarnya bibirku yang mengulum bibirnya dan nakalnya lidahku yang menggeliat menerobos masuk rongga mulutnya� Tapi insting lelakinya segera mengantisipasi, segera dapat mengatasi seranganku.
Baju seragam Ronie dengan cepat kulolosi dan� ooohh� dada yg gempal dan bidang dari salah satu tim inti basket di sekolahnya ini membuat gairahku semakin binal� Kudorong tubuh Ronie untuk rebah disofa� nafas jantannya mulai tak beraturan.. Mmm� pejantan muda ini mulai mengerang-erang dan tubuhnya menggelepar, tatkala bibir dan lidahku menjelajahi permukaan kulit dadanya, bungkahan dada jantannya kuremas dengan gemas.. Aksi bibir dan lidahku terus melata sampai ke pusarnya� Sssshhh� celananya tampak menggembung besar.. entah ada apa dibaliknya..? jantungku berdegup semakin kencang melihatnya� dan mataku terbelalak dibuatnya, sampai aku harus menahan nafas, ketika retsluiting celana abu-abu itu terbuka� kepala kemaluan jantan menyembul keluar dari batas celana dalamnya�. aku dengan tergopoh-gopoh karena tak sabar melorotin celana seragam sekalian dengan celana dalam putihnya sampai ke lutut Ronie� Ooooohhh my God..! teriakku dalam hati� menyaksikan batang kemaluan Ronie yang mengacung di antara pahanya� begitu macho, begitu gagah, begitu indah bentuknya� dengan kepala kemaluannya yang besar tampak mengkilat�
Tanganku terasa gemetaran ketika hendak menyentuh nya� Kembali tubuh Ronie menggerinjal kecil ketika tanganku bergerak mengocok batang kemaluannya� aku makin binal, kudekatkan wajahku untuk mengulum kepala kemaluan yang menggemaskan itu, sambil tetap tanganku bergerak mengocok batang kemaluannya� mendadak tubuh tegap itu meregang hebat diiringi erangan keras� dan bibirku yang setengah terbuka dan tinggal beberapa sentimeter dari kepala kemaluan itu merasakan semburan cairan hangat dengan menyebarkan aroma khas yg sangat kukenal dan kurindukan� apalagi kalo bukan peju lelaki� tanganku refleks mengocok batang kemaluan Ronie makin cepat sambil tanganku yang lain mengurut lembut kantung pelirnya�
Sementara kubiarkan peju yang sangat kental itu menyembur wajahku�. sesekali kusambut dengan lidahku� mmmm� rasa khas itu kembali dikecap oleh lidahku�Terus terang aku sempat kecewa, dengan bobolnya peju Ronie�.Tapi beberapa saat batang kemaluan yang masih dalam genggamanku, kurasakan tak menyusut sedikitpun masih tetap keras� tanpa buang waktu, aku merangkak diatas tubuh Ronie yang menggelosoh di sofa� dengan posisi tubuhku jongkok mengangkangi tubuh Ronie, di atas kemaluan Ronie� kutuntun batang kemaluan perkasa yang masih belepotan peju itu kearah liang sanggamaku yang sudah basah kuyub dari tadi� wooohh� ternyata kepala kemaluan itu terlalu besar untuk masuk ke liang sanggamaku� Akhirnya dengan sedikit menahan perih, akibat otot liang sanggama yang dipaksa membuka lebih lebar.. kujejalkan dengan sedikit memaksa ke liang sanggamaku yang sudah tak sabar untuk segera melahap mangsanya�.
� Iiiiihhh� bantu dorong sayang�. Oooooowwwwww�� Aku merengek panjang ketika sedikit demi sedikit amblas juga batang kemaluan Ronie menembus liang sanggamaku.. diiring rasa perih yang menggemaskan�
� Sssshhh� mmmhh� ayun pinggulmu keatas sayaaang..� kembali aku menuntun pejantan muda ini untuk memulai persetubuhan�
� Aaaww� aahh� ooww.. pelahan duluuu sayaaang� burung kamu gede banget� perih tauuk..� aku ngedumel manja� ketika Ronie mengayun pinggulnya kuat sekali� Terasa tubuhku bagaikan baterai yang baru dicharge� aliran energi aneh itu mengalir menyebar ke seluruh tubuhku� membuat aku semakin binal memainkan goyangan pinggulku� sementara Ronie ternyata cukup cerdas menyerap pelajaran, bahkan mampu segera mengembangkan� dengan posisi tubuhku diatas, membuatku sangat cepat mencapai orgasme� entahlah atau karena besarnya batang kemaluan Ronie yang menyungkal rapat liang sanggamaku, sehingga seluruh syaraf dinding liang sanggamaku rata dibesutnya� Luar biasa..! dalam waktu kurang dari lima menit setelah orgasmeku yg pertama, kembali aku tak dapat menahan jeritku mengantar rasa nikmatnya orgasme yang kedua� dan� hhwwwoooo�. aaaammmpppuuunnn..!!!! Rupanya Ronie tak mampu menahan lebih lama bobolnya tanggul pejunya� tubuhku dihentak-hentaknya kuat sekali� seakan ingin memasukkan seluruh batang kemaluan sepeler-pelernya ke liang sanggamaku� diiringi erangan mirip suara binatang buas sekarat�
Aku menangis menyesal setelahnya, berkali-kali Ronie memohon maaf atas kejadian yang terjadi siang itu�Tapi anehnya gairah seksualku yang meletup-letup tak terbendung itu, mereda setelah kejadian siang itu� Aktivitas berjalan normal kembali, tapi sudah hampir seminggu ini, aku tak pernah melihat Ronie datang ke rumah.
� Dia lagi sibuk Ma� dapat tugas antar jemput saudara sepupunya yang masih SD�� Jawab Astari ketika aku menanyakan tentang Ronie yang tak pernah muncul� Terus terang saja, sejak kejadian itu� pikiranku sangat kacau, disisi aku sebagai Mama Astari aku sangat menyesal dan sedih atas kejadian itu, tapi disisi aku sebagai seorang wanita yang masih punya hasrat dan naluri betina yang utuh� aku tak ingin melupakan kejadian itu� bahkan aku berharap kejadian itu terulang lagi�.
Hampir sebulan lamanya Ronie tak muncul ke rumah, akupun maklum, Ronie sebagai remaja hijau, tentu mengalami shock dengan kejadian itu� disitulah muncul rasa berdosaku kepada Ronie dan Astari anakku� Tapi jujur sejujurnya ada terselip rasa rinduku memandang wajah anak muda itu� Aku sering mengintip dari balik gordiyn jendela, saat Astari turun dari boncengan Ronnie� kenapa hatiku berdebar-debar dan sedikit desiran birahiku menggelegak�
Pikiranku makin kacau� setelah beberapa kali kulihat Ronnie mulai nongkrong lagi dirumah� kulihat Ronnie masih salah tingkah di depanku, walaupun aku sdh berusaha menetralisirnya.. iiihhh tapi buat aku� otakku jadi ngeres begitu melihat wajah Ronnie yg innocent� betapa tidak� terbayanglah ekspresi wajahnya ketika tengah menyetubuhiku beberapa waktu yang lalu� ekspresi wajahnya yang begitu sensual dimataku pada saat dia melepas semburan spermanya� suara erangan dan nafas birahinya seakan nempel ditelingaku� maka kekacauan inilah yang mendorongku menerima tawaran Adrian seorang rekan bisnisku untuk makan siang di sebuah hotel berbintang dan setelahnya akupun tak menolak ketika ia mengajakku memasuki sebuah president suite di hotel itu, dengan alasan untuk mencari ketenangan membicarakan pekerjaan� walaupun yang terjadi kemudian adalah rayuan-rayuan mautnya yang kusambut positif� dari remasan tangan� kecupan bibir� jilatan lidahnya yang nakal pada leherku� desah resahku� remasan gemasku� dan� lolosnya pakaian kami satu persatu� payudaraku yang mengencang akibat remasan tangan dan cumbuan bibirnya� hhmmm� jilatannya pada clitorisku� batang kemaluannya yang berbentuk indah, perkasa� memaksa bibirku untuk mengulumnya� ooowww� nikmat hentakan tubuhnya menekan tubuhku� sodokan kejantanannya pada liang sanggamaku mengantarkan kenikmatan orgasmeku dua kali berturut-turut� 2 jam kami melewatkan waktu untuk making love siang itu, kekaguman Adrian atas permainan ranjangku yang begitu hot dan lihay� beberapa kali aku berkencan ranjang dengan Adrian lelaki tinggi besar berstyle dandy� kepuasan sex kuraih dengan sempurna dengan kelihayannya dia memperlakukan perempuan di atas ranjang� tapi bayangan sensual wajah bocah innocent bernama Ronnie itu tak juga sirna�
Sampai pada suatu malam hujan turun dengan deras� rupanya malam itu Ronnie sedang dirumah, berbincang dengan Astari di ruang tamu� sedangkan aku nonton TV diruang belakang�
� Ma, mas Ronnie mo pulang tuh�� terdengar suara Astari dari belakangku�
� Eh� pulang..? hujannya gede banget, tunggu reda aja.. jauh lagi rumah Ronnie..� jawabku spontan sambil bangkit dari dudukku berjalan ke ruang depan� kulihat jam memang sudah terlalu malam untuk bertamu�
� Ronn� ujan begini lebat, udah malem lagi� ntar ada apa-apa di jalan� sudah deh Mama kasih kamu nginep disini, tidur di kamar atas, besok subuh Mama bangunin kamu�� ujarku, terdorong rasa sebagai orang tua yg khawatir kepada anaknya� Ronnie menunduk salah tingkah ga berani menolak..
� Tapi Ronnie harus telpon rumah dulu tante�� sahutnya pelan� dan akhirnya justru aku yang menelpon kerumah Ronnie memintakan ijin orang tua Ronnie, yang ternyata menyambut baik�
Malam semakin larut, sementara hujan semakin hebat diserta guntur dan kilatan petir� Aku tergolek di ranjang, tak dapat memicingkan mata� Siang tadi kembali Aku melewati kencan ranjang dengan Adrian�. tapi� entah kenapa kali ini� susah sekali aku mencapai orgasme� sampai 2 kali Adrian menumpahkan spermanya� sedangkan aku tak sekalipun.. Gilaaa� kenapa justru sekarang wajah bocah itu yang terbayang-bayang di malam dingin ini� iiihhh� birahiku meletup- letup gila� ampuuunn� sekarang bocah itu ada dilantai atas� tunggu apa lagi..??? mmmm� bisikan setan.. aku tak mampu menahan tubuhku yang berjalan manapaki tangga� dan kini aku di depan pintu kamarnya� tanpa mengetuk kubuka pintu� ternyata Ronniepun masih belum tidur�
� Ronnie kamu belum tidur..?� tanyaku gagap� kenapa aku jadi salah tingkah sekarang�?
� Tante juga belum tidur�?� sahutnya� iiihh� jawabannya begitu tegas� aahh� siapa yg menuntunku duduk diranjangnya� mmm� darahku berdesir ketika tahu mata Ronnie menatap dada montokku yg memang tak mengenakan bra, sehingga puting susuku tercetak menonjol dibalik gaun tidurku yg memang berbahan tipis, sehingga semburat kecoklatan aura puting susukupun nampak jelas, kembali aku kehilangan kontrol� dan entahlah bagaimana awalnya dan siapa yang mengawali�. bibirku sudah dalam lumatan bibir Ronnie� sergapan nafsu birahiku tak dapat kuelakkan dan remasan lembut tangan lelaki muda pada buah dadaku melambungkan gairah seksualku� gelitikan lidah nakalnya pada puting susuku membuat tubuhku menggeliat erotis disertai erangan manjaku� satu demi satu pakaian beterbangan meninggalkan tubuh kami� aku begitu hot dan bergairah mencumbui tubuh pacar anakku itu� tapi aku sudah melupakan siapa Ronnie, yang aku tahu Ronnie adalah lelaki muda yang siap memenuhi kebutuhanku ooowww� aku tak menyangka kali ini Ronnie lebih lihay dan lebih berinisiatip melakukan serangan, sampai aku hampir tak percaya ketika Ronnie menyurukkan wajahnya di selangkanganku dan mencumbui bibir kemaluanku�
� Ronnn�. sssshhh�. kamu piiiinteer sekarangg� ooohh.. ammpuunn nikmaaaatnyaa�� desahku merasakan nikmat cumbuan lidahnya pada clitorisku, membuat Ronnie tambah semangat� Ketika permainan yang sesungguhnya berjalan� sebagai wanita dewasa yang telah berpengalaman menghadapi gairah lelaki� aku dibuat megap-megap menghadapi serangan pejantan muda ini� hajaran batang kemaluannya yang perkasa pada liang sanggamaku tak kenal ampun� membuat aku mengerang merintih bahkan menjerit setengah histeris� untung suara hujan yang lebat di timpa suara guruh meredam suaraku�. luluh lantak tubuhku dihajar aksi ganas Ronnie� tapi buatku adalah sebuah sensasi seksual yg sangat luar biasa.. yang mengantarku meraih dua kali kenikmatan orgasme�. tubuh telanjang kami terkapar lunglai di ranjang yang kusut spreinya, tak ada sesal kali ini�
�Ronnie jujur sama Tante� setelah waktu itu kamu maen sama perempuan mana�?� tanyaku datar dg nada dingin.
� Aaah� nggak, sekali-sekalinya cuma sama Tante Arsanti..� jawab Ronnie agak gugup menyebut namaku..
� ga mungkin, kamu mendadak bisa begitu canggih mencumbu Tante�?� desakku� dan akhirnya Ronnie menceritakan pengalaman setelah pengalaman seksualnya yang pertama, Ronnie banyak nonton blue film dan otak cerdasnya banyak menyerap gaya dan cara bercinta dari film-film biru yang ditontonnya�
�Mmmmm� kaciaaan� kamu tentunya kangen mencumbu Tante ya sayaang�?� bisikku sambil kudaratkan kecupanku ke bibirnya, tubuhku bergerak menindih tubuh atletis Ronnie, tubuhku direngkuh dan tubuh kami menempel ketat� kuajarkan permainan lembut� mmmm� anak pintar ini dengan cepat menguasai permainan baru yg kuajarkan� dengan telaten setiap inchi tubuhku dirambahnya dengan remasan, gerayangan tangannya yang nakal� jilatan dan kecupannya merambah setiap bagian tubuhku yang sensitif� tubuhku menggeliat erotis� kadang menggelepar liar� rintihanku mulai terdengar� tak dapat kutahan desah gelisahku� diselingi jeritan gemas�
� Ayo sayaang�hh..hhh� Tante udah ga tahan�� bisikku lembut, setelah aku nggak tahan lagi merasakan kuluman dan jilatan Ronnie pada clitorisku�
� Aoooouuuhhh� Roooonnn�.hhh�hhhh�� suaraku terdengar bergetar memelas� mataku meredup sayu menatap wajah imut Ronnie, manakala liang sanggamaku untuk kesekian kalinya ditembus batang kemaluan bongsor milik Ronnie, namun kali ini Ronnie menekan pelan sekali, sehingga terjadi gesekan nikmaaaaat yang lama sekali� sehingga kedua kakiku yang melingkari pinggangnya seakan mengejang, tak tahan menahan kenikmatan yang luar biasa�
�Enaaak Tante..?� bisiknya lembut sambil tersenyum manis, ketika liang sanggamaku sudah tak ada tempat lagi bagi batang kemaluannya� iiih� menggemaskan bibirnya� aku menjawab dengan mengangkat alis� bibirku kembali menyambar bibir yang menggemaskan itu� ciuman dan kuluman panjang dimulai, dorongan gelegak birahi kami memang luarbiasa, permainan semakin panas dan semakin liar, ekspresi kami total menyembur tanpa kendali�kembali tubuhku dihentak-hentak oleh tenaga perkasa Ronnie dengan garangnya� jeritan dan rintihanku silih berganti ditimpa dengus nafas birahi ronnie yang mengeros buas�
�Aaaahhhkkk�. Roonnnie ssaayaang�. aammppuuunn�ooowww� ssshhh� niiikmaaat banggeet ssiih�???� rengekku dengan suara memelas, namun tarian pinggulku dengan gemulai masih dengan sengit mengcounter rajaman batang kemaluan Ronnie di liang sanggamaku sehingga terdengar bunyi berceprotan di selangkanganku� gillaaa.. susah untuk kuceritakan sensasi malam itu�
�Tante�hhh�hh.. Ronnie ampiir� sssshhh..� desis ronnie dengan suara bergetar� matanya garang menatapku� iiihhh mengerikan, tapi aku sngat menyukai ekspresi ini
� Ayoooo sayaanggg�. semburkan bareng Tante� ooouuuuhhhh�.!!� Ya ammppuuun� mengerikan sekali� tubuhku terguncang-guncang hebat, akibat hentakan tubuh Ronnie menghajar liang sanggamaku pada detik puncak� mulutku menganga lebar tanpa suara, tanganku mencengkeram erat pinggiran ranjang�. dan entah apa yang terjadi, karena pada saat itu orgasmekupun meletus dahsyat�
Entah berapa lama suasana hening, hanya suara nafas kami terengah-engah yg terdengar�. hujan di luar rupanya sudah berhenti juga�.
� Tante� boleh Ronnie pulang sekarang, hujan kayanya sudah berhenti�� suara Ronnie memecah keheningan�
� Hmmm� sebenernya Tante masih pingin meluk kamu, pingin cumbuin kamu sayaaang� ini ditinggal buat Tante aja yah..?� sambil kuremas batang kemaluan yg masih sembab�
�Titit kamu buat Tante aja ya sayaang� jangan buat orang lain� apalagi buat Astari� awas Tante bisa marah besar..� sambungku dengan nada serius� Ronniepun mengangguk tegas. Kuantar Ronnie ke garasi tempat motornya diparkir, kubiarkan tubuhku bugil, telanjang bulat�. Gila� digarasi masih sempat kulakukan oral sex� kutelan habis peju segar yg menyembur di dalam mulutku�. Capek yang luar biasa kurasakan setelahnya, badan rasanya lengket-lengket dan bau gak jelas�
Ada yang bilang kalo wanita setengah baya lebih banyak atau lebih kuat gairah seks mereka, seperti isliah puber kedua, seks wanita yang berumur atau tante tante banyak yang sulit terkendali sehingga menjadi tante girang. tamat. Cerita Panas Subuh Main Dengan Bibi

Artikel Cerita Dewasa lainnya
Share:

Rabu, 07 Desember 2011

Cerita dewasa dengan tante lisa

Cerita dewasa dengan tante lisa ini terjadi dah lama sekali.  Layaknya tante girang, Tante lisa yang merupakan teman mamiku menjadi guru seksku, mengenalkan seks untuk pertama kalinya kepadaku. Peristiwa itu terjadi ketika aku masih duduk dibangku kelas 3 SMP, kira-kira usia aku saat itu baru saja 14 tahun. Gak tau kenapa yah perkembangan sexku begitu cepat sampai-sampai usia segitu bawaanya pengen ngentot mulu. Mungkin  semua itu karena temen mami kali yah, Soalnya temen mami Aku yang namanya Tante Lisa  orangnya seksi  banget,  cantik hidung mancung, dan kulitnya putih bersih layaknya artis sinetron.
Tante Lisa ini tinggal dekat rumahku, hanya beda 5 rumahlah, nah Tante Lisa ini cukup deket sama keluargaku meskipun enggak ada hubungan saudara. Dan dapat dipastikan kalau sore biasanya banyak ibu-ibu suka ngumpul di rumahku buat sekedar ngobrol bahkan suka ngomongin suaminya sendiri. Nah Tante Lisa inilah yang bikin aku cepet gede (maklumlah anak masih puber kan biasanya suka yang cepet-cepet).
Biasanya Tante Lisa kalau ke rumah Aku selalu memakai daster atau kadang-kadang celana pendek yang bikin aku ser.. ser.. ser.. Biasanya kalau sudah sore tuh ibu-ibu suka ngumpul di ruang TV dan biasanya juga aku pura-pura nonton TV saja sambil lirak lirik. Tante Lisa ini entah sengaja atau nggak aku juga enggak tahu yah. Dia sering kalau duduk itu tuh mengangkang, kadang pahanya kebuka dikit bikin Aku ser.. ser lagi deh hmm.
Apa keasyikan ngobrolnya apa emang sengaja Aku juga enggak bisa ngerti, tapi yang pasti sih aku kadang puas banget sampai-sampai kebayang kalau lagi tidur. Kadang kalau sedang ngerumpi sampai ketawa sampai lupa kalau duduk nya Tante Lisa ngangkang sampai-sampai celana dalemnya keliatan (wuih aku suka banget nih). Pernah aku hampir ketahuan pas lagi ngelirik wah rasanya ada perasaan takut malu sampai-sampai Aku enggak bisa ngomong sampai panas dingin tapi Tante Lisa malah diam saja malah dia tambahin lagi deh gaya duduknya. Nah dari situ aku sudah mulai suka sama tuh Tante yang satu itu. Setiap hari pasti Aku melihat yang namanya paha sama celana dalem tuh Tante.
Pernah juga Aku waktu jalan-jalan bareng ibu-ibu ke puncak nginep di villa. Ibu-ibu hanya bawa anaknya, nah kebetulan Mami Aku ngsajak Aku pasti Tante Lisa pula ikut wah asyik juga nih pikir ku. Waktu hari ke-2 malam-malam sekitar jam 8-9 mereka ngobrol di luar deket taman sambil bakar jagung. Ternyata mereka sedang bercerita tentang hantu, ih dasar ibu-ibu masih juga kaya anak kecil ceritanya yang serem-serem, pas waktu itu Tante Lisa mau ke WC tapi dia takut. Tentu saja Tante Lisa di ketawain sama gangnya karena enggak berani ke WC sendiri karena di villa enggak ada orang jadinya takut sampai-sampai dia mau kencing di deket pojokan taman.
Lalu Tante Lisa menarik tangan Aku minta ditemenin ke WC, yah aku sih mau saja. Pergilah aku ke dalam villa sama Tante Lisa, sesampainya Aku di dalam villa Aku nunggu di luar WC eh malah Tante Ernin ngsajak masuk nemenin dia soalnya katanya dia takut.
�Lex temenin Tante yah tunggu di sini saja buka saja pintu nya enggak usah di tutup, Tante takut nih�, kata Tante Lisa sambil mulai berjongkok.
Dia mulai menurunkan celana pendeknya sebatas betis dan juga celana dalamnya yang berwarna putih ada motif rendanya sebatas lutut juga. �Serr.. rr.. serr.. psstt�, kalau enggak salah gitu deh bunyinya. Jantungku sampai deg-degan waktu liat Tante Lisa kencing, dalam hatiku, kalau saja Tante Lisa boleh ngasih liat terus boleh memegangnya hmm. Sampai-sampai aku bengong ngeliat Tante Lisa.
�Heh kenapa kamu Lex kok diam gitu awas nanti kesambet� kata Tante Lisa.
�Ah enggak apa-apa Tante�, jawabku.
�Pasti kamu lagi mikir yang enggak-enggak yah, kok melihatnya ke bawah terus sih?�, tanya Tante Lisa.
�Enggak kok Tante, aku hanya belum pernah liat cewek kencing dan kaya apa sih bentuk itunya cewek?� tanyaku.
Tante Lisa cebok dan bangun tanpa menaikkan celana sama CDnya.
�Kamu mau liat Lex? Nih Tante kasih liat tapi jangan bilang-bilang yah nanti Tante enggak enak sama Mamamu�, kata Tante Lisa.
Aku hanya mengangguk mengiyakan saja. Lalu tanganku dipegang ke arah vaginanya. Aku tambah deg-degan sampai panas dingin karena baru kali ini Aku megang sama melihat yang namanya memek. Tante Lisa membiarkanku memegang-megang vaginanya.
�Sudah yah Lex nanti enggak enak sama ibu-ibu yang lain dikirain kita ngapain lagi�.
�Iyah Tante�, jawabku.
Lalu Tante Lisa menaikan celana dalam juga celana pendeknya terus kami gabung lagi sama ibu-ibu yang lain.
Esoknya aku masih belum bisa melupakan hal semalam sampai sampai aku panas dingin. Hari ini semua pengen pergi jalan-jalan dari pagi sampai sore buat belanja oleh-oleh rekreasi. Tapi aku enggak ikut karena badanku enggak enak.
�Lex, kamu enggak ikut?� tanya mamiku.
�Enggak yah Mam aku enggak enak badan nih tapi aku minta di bawain kue mochi saja yah Mah� kataku.
�Yah sudah istirahat yah jangan main-main lagi� kata Mami.
�Erni, kamu mau kan tolong jagain si Alex nih yah, nanti kalau kamu ada pesenan yang mau di beli biar sini aku beliin� kata Mami pada Tante Lisa.
�Iya deh Kak aku jagain si Alex tapi beliin aku tales sama sayuran yah, aku mau bawa itu buat pulang besok� kata Tante Lisa.
Akhirnya mereka semua pergi, hanya tinggal aku dan Tante Lisa berdua saja di villa, Tante Lisa baik juga sampai-sampai aku di bikinin bubur buat sarapan, jam menunjukan pukul 9 pagi waktu itu.
�Kamu sakit apa sih Lex? kok lemes gitu?� tanya Tante Lisa sambil nyuapin aku dengan bubur ayam buatannya.
�Enggak tahu nih Tante kepalaku juga pusing sama panas dingin aja nih yang di rasa� kataku.
Tante Lisa begitu perhatian padaku, maklumlah di usia perkawinannya yang sudah 5 tahun dia belum dikaruniai seorang buah hati pun.
�Kepala yang mana Lex atas apa yang bawah?� kelakar Tante Lisa padaku.
Aku pun bingung, �Memangya kepala yang bawah ada Tante? kan kepala kita hanya satu?� jawabku polos.
�Itu tuh yang itu yang kamu sering tutupin pake segitiga
�Ah Tante bisa saja� kataku.
�Eh jangan-jangan kamu sakit gara-gara semalam yah� aku hanya diam saja.
Selesai sarapan badanku dibasuh air hangat oleh Tante Lisa, pada waktu dia ingin membuka celanaku, kubilang, �Tante enggak usah deh Tante biar Alex saja yang ngelap, kan malu sama Tante�
�Enggak apa-apa, tanggung kok� kata Tante Lisa sambil menurunkan celanaku dan CDku.
Dilapnya si kecilku dengan hati-hati, aku hanya diam saja.
�Lex mau enggak pusingnya hilang? Biar Tante obatin yah�
�Pakai apa Tan, aku enggak tahu obatnya� kataku polos.
�Iyah kamu tenang saja yah� kata Tante Lisa.
Lalu di genggamnya batang penisku dan dielusnya langsung spontan saat itu juga penisku berdiri tegak. Dikocoknya pelan-pelan tapi pasti sampai-sampai aku melayang karena baru pertama kali merasakan yang seperti ini.
�Achh.. cchh..� aku hanya mendesah pelan dan tanpa kusadari tanganku memegang vagina Tante Lisa yang masih di balut dengan celana pendek dan CD tapi Tante Lisa hanya diam saja sambil tertawa kecil terus masih melakukan kocokannya. Sekitar 10 menit kemudian aku merasakan mau kencing.
�Tante sudah dulu yah aku mau kencing nih� kataku.
�Sudah, kencingnya di mulut Tante saja yah enggak apa-apa kok� kata Tante Lisa.
Aku bingung campur heran melihat penisku dikulum dalam mulut Tante Lisa karena Tante Lisa tahu aku sudah mau keluar dan aku hanya bisa diam karena merasakan enaknya.
�Hhgg..achh.. Tante aku mau kencing nih bener � kataku sambil meremas vagina Tante Lisa yang kurasakan berdenyut-denyut.
Tante Ernipun langsung menghisap dengan agresifnya dan badanku pun mengejang keras.
�Croott.. ser.. err.. srett..� muncratlah air maniku dalam mulut Tante Lisa, Tante Lisa pun langsung menyedot sambil menelan maniku sambil menjilatnya. Dan kurasakan vagina Tante Lisa berdenyut kencang sampai-sampai aku merasakan celana Tante Lisa lembab dan agak basah.
�Enak kan Lex, pusingnya pasti hilang kan?� kata Tante Lisa.
�Tapi Tante aku minta maaf yah aku enggak enak sama Tante nih soalnya Tante..�
�Sudah enggak apa-apa kok, oh iya kencing kamu kok kental banget, wangi lagi, kamu enggak pernah ngocok Lex?�
�Enggak Tante�
Tanpa kusadari tanganku masih memegang vagina Tante Lisa.
�Loh tangan kamu kenapa kok di situ terus sih�. Aku jadi salah tingkah
�Sudah enggak apa-apa kok, Tante ngerti� katanya padaku.
�Tante boleh enggak Alex megang itu Tante lagi� pintaku pada Tante Lisa.
Tante Lisa pun melepaskan celana pendeknya, kulihat celana dalam Tante Lisa basah entah kenapa.
�Tante kencing yah?� tanyaku.
�Enggak ini namanya Tante nafsu Lex sampai-sampai celana dalam Tante basah�.
Dilepaskannya pula celana dalam Tante Lisa dan mengelap vaginanya dengan handukku. Lalu Tante Lisa duduk di sampingku
�Lex pegang nih enggak apa-apa kok sudah Tante lap� katanya. Akupun mulai memegang vagina Tante Lisa dengan tangan yang agak gemetar, Tante Lisa hanya ketawa kecil.
�Lex, kenapa? Biasa saja donk kok gemetar kaya gitu sih� kata Tante Lisa.
Dia mulai memegang penisku lagi, �Lex Tante mau itu nih�.
�Mau apa Tante?�
�Itu tuh�, aku bingung atas permintaan Tante Lisa.
�Hmm itu tuh, punya kamu di masukin ke dalam itunya Tante kamu mau kan?�
�Tapi Alex enggak bisa Tante caranya�
�Sudah, kamu diam saja biar Tante yang ajarin kamu yah� kata Tante Lisa padaku.
Mulailah tangannya mengelus penisku biar bangun kembali tapi aku juga enggak tinggal diam aku coba mengelus-elus vagina Tante Lisa yang di tumbuhi bulu halus.
�Lex jilatin donk punya Tante yah� katanya.
�Tante Alex enggak bisa, nanti muntah lagi�
�Coba saja Lex�
Tante pun langsung mengambil posisi 69. Aku di bawah, Tante Lisa di atas dan tanpa pikir panjang Tante Lisa pun mulai mengulum penisku.
�Achh.. hgghhghh.. Tante�
Aku pun sebenarnya ada rasa geli tapi ketika kucium vagina Tante Lisa tidak berbau apa-apa. Aku mau juga menjilatinya kurang lebih baunya vagina Tante Lisa seperti wangi daun pandan (asli aku juga bingung kok bisa gitu yah) aku mulai menjilati vagina Tante Lisa sambil tanganku melepaskan kaus u can see Tante Lisa dan juga melepaskan kaitan BH-nya, kini kami sama-sama telanjang bulat.
Tante Lisa pun masih asyik mengulum penisku yang masih layu kemudian Tante Lisa menghentikannya dan berbalik menghadapku langsung mencium bibirku dengan nafas yang penuh nafsu dan menderu.
�Kamu tahu enggak mandi kucing Lex� kata Tante Lisa.
Aku hanya menggelengkan kepala dan Tante Lisa pun langsung menjilati leherku menciuminya sampai-sampai aku menggelinjang hebat, ciumannya berlanjut sampai ke putingku, dikulumnya di jilatnya, lalu ke perutku, terus turun ke selangkanganku dan penisku pun mulai bereaksi mengeras. Dijilatinya paha sebelah dalamku dan aku hanya menggelinjang hebat karena di bagian ini aku tak kuasa menahan rasa geli campur kenikmatan yang begitu dahsyat. Tante Lisa pun langsung menjilati penisku tanpa mengulumnya seperti tadi dia menghisap-hisap bijiku dan juga terus sampai-sampai lubang pantatku pun dijilatinya sampai aku merasakan anusku basah.
Kulihat payudara Tante Lisa mengeras, Tante Lisa menjilati sampai ke betisku dan kembali ke bibirku dikulumnya sambil tangannya mengocok penisku, tanganku pun meremas payudara Tante Lisa. Entah mengapa aku jadi ingin menjilati vagina Tante Lisa, langsung Tante Lisa kubaringkan dan aku bangun, langsung kujilati vagina Tante Lisa seperti menjilati es krim.
�Achh.. uhh.. hhghh.. acch Lex enak banget terus Lex, yang itu isep jilatin Lex� kata Tante Lisa sambil menunjuk sesuatu yang menonjol di atas bibir vaginanya.
Aku langsung menjilatinya dan menghisapnya, banyak sekali lendir yang keluar dari vagina Tante Lisa tanpa sengaja tertelan olehku.
�Lex masukin donk Tante enggak tahan nih�
�Tante gimana caranya?�
Tante Lisa pun menyuruhku tidur dan dia jongkok di atas penisku dan langsung menancapkannya ke dalam vaginanya. Tante Lisa naik turun seperti orang naik kuda kadang melakukan gerakan maju mundur. Setengah jam kami bergumul dan Tante Lisa pun mengejang hebat.
�Lex Tante mau keluar nih eghh.. huhh achh� erang Tante Lisa.
Akupun di suruhnya untuk menaik turunkan pantatku dan tak lama kurasakan ada sesuatu yang hangat mengalir dari dalam vagina Tante Lisa. Hmm sungguh pengalaman pertamaku dan juga kurasakan vagina Tante Lisa mungurut-urut penisku dan juga menyedotnya. Kurasakan Tante Lisa sudah orgasme dan permainan kami terhenti sejenak. Tante Lisa tidak mencabut penisku dan membiarkanya di dalam vaginanya.
�Lex nanti kalau mau kencing kaya tadi bilang ya� pinta Tante Lisa padaku.
Akupun langsung mengiyakan tanpa mengetahui maksudnya dan Tante Ernipun langsung mengocok penisku dengan vaginanya dengan posisi yang seperti tadi.
�Achh .. Tante enak banget achh.., gfggfgfg..� kataku dan tak lama aku pun merasakan hal yang seperti tadi lagi.
�Tante Alex kayanya mau kencing niih�
Tante Lisa pun langsung bangun dan mengulum penisku yang masih lengket dengan cairan kewanitaanya, tanpa malu dia menghisapnya dan tak lama menyemburlah cairan maniku untuk yang ke 2 kalinya dan seperti yang pertama Tante Lisa pun menelannya dan menghisap ujung kepala penisku untuk menyedot habis maniku dan akupun langsung lemas tapi disertai kenikmatan yang alang kepalang.
Kami pun langsung mandi ke kamar mandi berdua dengan telanjang bulat dan kami melakukannya lagi di kamar mandi dengan posisi Tante Lisa menungging di pinggir bak mandi. Aku melakukannya dengan cermat atas arahan Tante Lisa yang hebat. Selasai itu jam pun menunjukan pukul 1 siang langsung makan siang dengan telur dadar buatan Tante Lisa, setelah itu kamipun capai sekali sampai-sampai tertidur dengan Tante Lisa di sampingku, tapi tanganku kuselipkan di dalam celana dalam Tante Lisa. Kami terbangun pada pukul 3 sore dan sekali lagi kami melakukannya atas permintaan Tante Lisa, tepat jam 4:30 kami mengakhiri dan kembali mandi, dan rombongan ibu-ibu pun pulang pukul 6 sore.
�Lex kamu sudah baikan?� tanya Mamiku.
�Sudah mam, aku sudah seger n fit nih� kataku.
�Kamu kasih makan apa Ni, si Alex sampai-sampai langsung sehat� tanya Mami sama Tante Lisa.
�Hanya bubur ayam sama makan siang telur dadar terus kukasih saja obat anti panas� kata Tante Lisa.
Esoknya kamipun pulang ke jakarta dan di mobil pun aku duduk di samping Tante Lisa yang semobil denganku. Mami yang menyopir ditemani Ibu Herman di depan. Di dalam mobilpun aku masih mencuri-curi memegang barangnya Tante Lisa.
Sampai sekarang pun aku masih suka melakukannya dengan Tante Lisa bila rumahku kosong atau terkadang ke hotel dengan Tante Lisa. Sekali waktu aku pernah mengeluarkan spermaku di dalam sampai 3 kali. Kini Tante Lisa sudah dikarunia 2 orang anak yang cantik. Baru kuketahui bahwa suami Tante Lisa ternyata menagalami ejakulasi dini. Sebenarnya kini aku bingung akan status anak Tante Lisa.
Yah, begitulah kisahku sampai sekarang aku tetap menjadi PIL Tante Lisa bahkan aku jadi lebih suka dengan wanita yang lebih tua dariku. Pernah juga aku menemani seorang kenalan Tante Lisa yang nasibnya sama seperti Tante Lisa, mempunyai suami yang ejakulasi dini dan suka daun muda buat obat awet muda, dengan menelan air mani pria muda. TAMAT


Cerita Dewasa Lainnya :

 

Share:

Senin, 05 Desember 2011

Cerita Dewasa Ngentot dengan Tante Di warung rokok

Cerita Dewasa Panas ini akan aku ceritakan kepada para penggemar cerita dewasa ngentot dan cerita ngentot 17 tahun terbaru semuanya. Sebut saja namaku Otong (bukan nama sebenarnya), aku bekerja di sebuah perusahaan cukup terkenal di Jawa Barat, di sebuah kota yang sejuk, dan saya tinggal (kost) di daerah perkampungan yang dekat dengan kantor. Di daerah tersebut terkenal dengan gadis-gadisnya yang cantik & manis. Aku dan teman-teman kost setiap pulang kantor selalu menyempatkan diri untuk menggoda cewek-cewek yang sering lewat di depan kost. Di sebelah kostku ada sebuah warung kecil tapi lengkap, lengkap dalam artian untuk kebutuhan sehari-hari, dari mulai sabun, sandal, gula, lombok, roti, permen, dsb itu ada semua. Aku sudah langganan dengan warung sebelah. Kadang kalau sedang tidak membawa uang atau saat belanja uangnya kurang aku sudah tidak sungkan-sungkan untuk hutang. Warung itu milik Ibu Ita (tapi aku memanggilnya Tante Ita), seorang janda cerai beranak satu yang tahun ini baru masuk TK nol kecil. Warung Tante Ita buka pagi-pagi sekitar jam lima, terus tutupnya juga sekitar jam sembilan malam. Warung itu ditungguin oleh Tante Ita sendiri dan keponakannya yang SMA,Krisna namanya

Seperti biasanya, sepulang kantor aku mandi, pakai sarung terus sudah stand by di depan TV, sambil ngobrol bersama teman-teman kost. Aku bawa segelas kopi hangat, plus singkong goreng, tapi rasanya ada yang kurang�, apa ya..?, Oh ya rokok, tapi setelah aku lihat jam dinding sudah menunjukkan jam 9 kurang 10 menit (malam), aku jadi ragu, apa warung Tante Ita masih buka ya�?, Ah�, aku coba saja kali-kali saja masih buka. Oh, ternyata warung Tante Ita belum tutup, tapi kok sepi�, �Mana yang jualan�, batinku.

�Tante�, Tante�, Dik Krisna�, Dik Krisna�, lho kok kosong, warung ditinggal sepi seperti ini, kali saja lupa nutup warung.
Ah kucoba panggil sekali lagi, �Permisi�, Tante Ita?�.
�Oh ya�, tungguu�, Ada suara dari dalam. Wah jadi deh beli rokok akhirnya.
Yang keluar ternyata Tante Ita, hanya menggunakan handuk yang dililitkan di dada, jalan tergesa-gesa ke warung sambil mengucek-ngucek rambutnya yang kelihatannya baru selesai mandi juga habis keramas.
�Oh�, maaf Tante, Saya mau mengganggu nich�, Saya mo beli rokok gudang garam inter, lho Dik Krisna mana?
�O�, Krisna sedang dibawa ama kakeknya�, katanya kangen ama cucu�, maaf ya Mas Otong Tante pake� pakaian kayak gini� baru habis mandi sich�.
�Tidak apa-apa kok Tante, sekilas mataku melihat badan yang lain yang tidak terbungkus handuk�, putih mulus, seperti masih gadis-gadis, baru kali ini aku lihat sebagian besar tubuh Tante Ita, soalnya biasanya Tante Ita selalu pakai baju kebaya. Dan lagi aku baru sadar dengan hanya handuk yang dililitkan di atas dadanya berarti Tante Ita tidak memakai BH. Pikiran kotorku mulai kumat.

Malam gini kok belum tutup Tante..?
�Iya Mas Otong, ini juga Tante mau tutup, tapi mo pake� pakaian dulu?
�Oh biar Saya bantu ya Tante, sementara Tante berpakaian�, kataku. Masuklah aku ke dalam warung, lalu menutup warung dengan rangkaian papan-papan.
�Wah ngerepoti Mas Otong kata Tante Ita�, sini biar Tante ikut bantu juga�. Warung sudah tertutup, kini aku pulang lewat belakang saja.
�Trimakasih lho Mas Otong�?�.
�Sama-sama��kataku.
�Tante saya lewat belakang saja�.

Saat aku dan Tante Ita berpapasan di jalan antara rak-rak dagangan, badanku menubruk tante, tanpa diduga handuk penutup yang ujung handuk dilepit di dadanya terlepas, dan Tante Ita terlihat hanya mengenakan celana dalam merah muda saja. Tante Ita menjerit sambil secara reflek memelukku.
�Mas Otong�, tolong ambil handuk yang jatuh terus lilitkan di badan Tante�, kata tante dengan muka merah padam. Aku jongkok mengambil handuk tante yang jatuh, saat tanganku mengambil handuk, kini di depanku persis ada pemandangan yang sangat indah, celana dalam merah muda, dengan background hitam rambut-rambut halus di sekitar vaginanya yang tercium harum. Kemudian aku cepat-cepat berdiri sambil membalut tubuh tante dengan handuk yang jatuh tadi. Tapi ketika aku mau melilitkan handuk tanpa kusadari burungku yang sudah bangun sejak tadi menyentuh tante.
�Mas Otong�, burungnya bangun ya..?�.
�Iya Tante�, ah jadi malu Saya�, habis Saya lihat Tante seperti ini mana harum lagi, jadi nafsu Saya Tante��.
�Ah tidak apa-apa kok Mas Otong itu wajar��.
�Eh ngomong-ngomong Mas Otong kapan mo nikah�?�.
�Ah belum terpikir Tante��.
�Yah�, kalau mo� nikah harus siap lahir batin lho�, jangan kaya� mantan suami Tante�, tidak bertanggung jawab kepada keluarga�, nah akibatnya sekarang Tante harus bersetatus janda. Gini tidak enaknya jadi janda, malu�, tapi ada yang lebih menyiksa Mas Otong� kebutuhan batin��.
�Oh ya Tante�, terus gimana caranya Tante memenuhi kebutuhan itu��, tanyaku usil.
�Yah�, Tante tahan-tahan saja..�.
Kasihan�, batinku�, andaikan�, andaikan�, aku diijinkan biar memenuhi kebutuhan batin Tante Ita�, ough�, pikiranku tambah usil.

Waktu itu bentuk sarungku sudah berubah, agak kembung, rupanya tante juga memperhatikan.
�Mas Otong burungnya masih bangun ya�?�.
Aku cuma megangguk saja, terus sangat di luar dugaanku, tiba-tiba Tante Ita meraba burungku.
�Wow besar juga burungmu, Mas Otong�, burungnya sudah pernah ketemu sarangnya belom�?�.
�Belum�!!�, jawabku bohong sambil terus diraba turun naik, aku mulai merasakan kenikmatan yang sudah lama tidak pernah kurasakan.
�Mas�, boleh dong Tante ngeliatin burungmu bentarr saja�?�, belum sempat aku menjawab, Tante Ita sudah menarik sarungku, praktis tinggal celana dalamku yang tertinggal plus kaos oblong.
�Oh�, sampe� keluar gini Mas�?�.
�Iya emang kalau burungku lagi bangun panjangnya suka melewati celana dalam, Aku sendiri tidak tahu persis berapa panjang burungku�?�, kataku sambil terus menikmati kocokan tangan Tante Ita.
�Wah�, Tante yakin, yang nanti jadi istri Mas Otong pasti bakal seneng dapet suami kaya Mas Otong��, kata tante sambil terus mengocok burungku. Oughh�, nikmat sekali dikocok tante dengan tangannya yang halus kecil putih itu. Aku tanpa sadar terus mendesah nikmat, tanpa aku tahu, Tante Ita sudah melepaskan lagi handuk yang kulilitkan tadi, itu aku tahu karena burungku ternyata sudah digosok-gosokan diantara buah dadanya yang tidak terlalu besar itu.
�Ough�, Tante�, nikmat Tante�, ough��, desahku sambil bersandar memegangi dinding rak dagangan, kali ini tante memasukkan burungku ke bibirnya yang kecil, dengan buasnya dia keluar-masukkan burungku di mulutnya sambil sekali-kali menyedot�, ough�, seperti terbang rasanya. Kadang-kadang juga dia sedot habis buah salak yang dua itu�, ough�, sesshh.

Aku kaget, tiba-tiba tante menghentikan kegiatannya, dia pegangi burungku sambil berjalan ke meja dagangan yang agak ke sudut, Tante Ita naik sambil nungging di atas meja membelakangiku, sebongkah pantat terpampang jelas di depanku kini.
�Mas Otong�, berbuatlah sesukamu�, cepet Mas�, cepet�!�.

Tanpa basa-basi lagi aku tarik celana dalamnya selutut�, woow�, pemandangan begini indah, vagina dengan bulu halus yang tidak terlalu banyak. Aku jadi tidak percaya kalau Tante Ita sudah punya anak, aku langsung saja mejilat vaginanya, harum, dan ada lendir asin yang begitu banyak keluar dari vaginanya. Aku lahap rakus vagina tante, aku mainkan lidahku di clitorisnya, sesekali aku masukkan lidahku ke lubang vaginanya.
�Ough Mas�, ough��, desah tante sambil memegangi susunya sendiri.
�Terus Mas�, Maas��, aku semakin keranjingan, terlebih lagi waktu aku masukkan lidahku ke dalam vaginanya, ada rasa hangat dan denyut-denyut kecil semakin membuatku gila.

Kemudian Tante Ita membalikkan badannya telentang di atas meja dengan kedua paha ditekuk ke atas.
�Ayo Mas Otong�, Tante sudah tidak tahan�, mana burungmu Mas� burungmu sudah pengin ke sarangnya�, woww�, Mas Otong�, burung Mas Otong kalau bangun dongak ke atas ya�?�. Aku hampir tidak dengar komentar Tante Ita soal burungku, aku melihat pemandangan demikian menantang, vagina dengan sedikit rambut lembut, dibasahi cairan harum asin demikian terlihat mengkilat, aku langsung tancapkan burungku dibibir vaginanya.
�Aughh��, teriak tante.
�Kenapa Tante�?�, tanyaku kaget.
�Udahlah Mas�, teruskan�, teruskan��, aku masukkan kepala burungku di vaginanya, sempit sekali.
�Tante�, sempit sekali Tante.?�.
�Tidak apa-apa Mas�, terus saja�, soalnya sudah lama sich Tante tidak ginian�, ntar juga nikmat��.
Yah�, aku paksakan sedikit demi sedikit�, baru setengah dari burungku amblas�, Tante Ita sudah seperti cacing kepanasan gelepar ke sana ke mari.
�Augh�, Mas�, ouh�, Mas�, nikmat Mas�, terus Mas�, oughh..�.
Begitu juga aku�, walaupun burungku masuk ke vaginanya cuma setengah, tapi sedotannya oughh luar biasa�, nikmat sekali. Semakin lama gerakanku semakin cepat. Kali ini burungku sudah amblas dimakan vagina Tante Ita. Keringat mulai membasahi badanku dan badan Tante Ita. Tiba-tiba tante terduduk sambil memelukku, mencakarku.
�Oughh Mas�, ough�, luar biasa�, oughh�, Mas Otong��, katanya sambil merem-melek.
�Kayaknya ini yang namanya orgasme�, ough��, burungku tetap di vagina Tante Ita.
�Mas Otong sudah mau keluar ya..?�. Aku menggeleng. Kemudian Tante Ita telentang kembali, aku seperti kesetanan menggerakkan badaku maju mundur, aku melirik susunya yang bergelantungan karena gerakanku, aku menunduk dan kucium putingnya yang coklat kemerahan. Tante Ita semakin mendesah, �Ough�, Mas��, tiba-tiba Tante Ita memelukku sedikit agak mencakar punggungku.
�Oughh Mas�, aku keluar lagi��, kemudian dari kewanitaannya aku rasakan semakin licin dan semakin besar, tapi denyutannya semakin terasa, aku dibuat terbang rasanya. Ach rasanya aku sudah mau keluar, sambil terus goyang kutanya Tante Ita.
�Tante�, Aku keluarin dimana Tante�?, di dalam boleh nggak..?�.
�Terrsseerraah��,desah Tante Ita. Ough�, aku percepat gerakanku, burungku berdenyut keras, ada sesuatu yang akan dimuntahkan oleh burungku. Akhirnya semua terasa enteng, badanku serasa terbang, ada kenikmatan yang sangat luar biasa. Akhirnya spermaku aku muntahkan dalam vagina Tante Ita, masih aku gerakkan badanku rupanya kali ini Tante Ita orgasme kembali, dia gigit dadaku.
�Mas Otong�, Mas Otong�, hebat Kamu Mas�.

Aku kembali kenakan celana dalam serta sarungku. Tante Ita masih tetap telanjang telentang di atas meja.
�Mas Otong�, kalau mau beli rokok lagi yah�, jam-jam begini saja ya�, nah kalau sudah tutup digedor saja�, tidak apa-apa�, malah kalau tidak digedor Tante jadi marah��, kata tante menggodaku sambil memainkan puting dan clitorisnya yang masih nampak bengkak.
�Tante ingin Mas Otong sering bantuin Tante tutup warung�, kata tante sambil tersenyum genit. Lalu aku pulang�, baru terasa lemas sakali badanku, tapi itu tidak berarti sama sekali dibandingkan kenikmatan yang baru kudapat. Keesokan harinya ketika aku hendak berangkat ke kantor, saat di depan warung Tante Ita, aku di panggil tante.
�Rokoknya sudah habis ya�, ntar malem beli lagi ya�?�, katanya penuh pengharapan, padahal pembeli sedang banyak-banyaknya, tapi mereka tidak tahu apa maksud perkataan Tante Ita tadi, akupun pergi ke kantor dengan sejuta ingatan kejadian kemarin malam.


Artikel Cerita dewasa lainnya

 

 

 

 

Share:

Minggu, 04 Desember 2011

Cerita Dewasa Mesum Dewasa Gejolak Nafsu Terpendam

Cerita Dewasa kali ini adalah pengalamanku yang kesekian kalinya bersetubuh dengan wanita setengah baya. Kejadiannya pada saat kenaikkan kelas, aku mendapat liburan satu bulan dari sekolah. Untuk mengisi waktu liburanku, aku mengiyakan ajakan Mas Iwan sopir Pak RT tetanggaku untuk berlibur dikampungnya. Disebuah desa di Jawa Barat. Katanya, sekalian mau nengok istrinya. Aku tertarik omongan Mas Iwan bahwa gadis-gadis di kampungnya cantik-cantik dan mulus-mulus. Aku ingin buktikan omongannya.


Dengan mobil pinjaman dari ayahku, kami berangkat ke sana. Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhirnya sekitar jam 17.00 WIB kami tiba di kampungnya. Rumah Mas Iwan berada cukup jauh dari rumah tetangganya. Rumahnya cukup bagus, untuk ukuran di kampung, bentuknya memanjang.
di rumah Mas Iwan kami disambut oleh Mbak Irma, istrinya dan Tante Sari mertuanya. Ternyata Mbak Irma, istri Mas Iwan, seorang perempuan yang sangat cantik. Kulitnya putih bersih dan bodynya sangat sexy. Sedangkan Tante Sari tak kalah cantiknya dengan Mbak Irma. Meskipun sudah berumur empat puluhan, kecantikannya belum pudar. Bodynya tak kalah dengan gadis remaja. Oh ya, Tante Sari bukanlah ibu kandung Mbak Irma. Tante Sari kimpoi dengan Bapak Mbak Irma, setelah ibu kandung Mbak Irma meninggal. Tapi setelah lima tahun menikah, bapak Mbak Irma yang meninggal, karena sakit. Jadi sudah sepuluh tahun Tante Sari menjanda.

Sekitar jam 20.00 WIB, Mas Iwan mengajakku makan malam ditemani Mbak Irma dan Tante Sari. Sambil makan kami ngobrol diselingi gelak tawa. Walaupun kami baru kenal, tapi karena keramahan mereka kami serasa sudah lama kenal. Selesai makan malam Mas Iwan dan Mbak Irma permisi mau tidur. Mungkin mereka sudah tak sabar melepaskan hasrat yang sudah lama tak tersalurkan. Tinggal aku dan Tante Sari yang melanjutkan obrolan. Tante Sari mengajakku pindah ke ruang tamu. Pas di depan kamar Mas Iwan.

Saat itu Tante Sari hanya mengenakan baju tidur transparan tanpa lengan. Hingga samar-samar aku dapat melihat lekuk-lekuk tubuhnya yang sexy. Tante Sari duduk seenaknya hingga gaunnya sedikit tersingkap. Aku yang duduk dihadapannya dapat melihat paha mulusnya, membangkitkan nafsu birahiku. Penisku menegang dari balik celanaku. Tante Sari membiarkan saja aku memelototi paha mulusnya. Bahkan dia semakin lebar saja membuka pahanya.

Semakin malam obrolan kami semakin hangat. Tante Sari menceritakan, semenjak suaminya meninggal, dia merasa sangat kesepian. Dan aku semakin bernafsu mendengar ceritanya, bahwa untuk menyalurkan hasrat birahinya, dia melakukan onani. Kata-katanya semakin memancing nafsu birahiku. Aku tak tahan, nafsu birahiku minta dituntaskan. Akupun pergi kekamar mandi. Sampai di kamar mandi, kukeluarkan penisku dari balik celanaku. Kukocok-kocok sekitar lima belas menit. Dan crot! crot! crot! Spermaku muncrat kelantai kamar mandi. Lega sekali rasanya.

Setelah menuntaskan hasratku, aku balik lagi ke ruang tamu. Alangkah terkejutnya aku. Disana di depan jendela kamar Mas Iwan yang kordennya sedikit terbuka kulihat Tante Sari sedang mengintip ke dalam kamar, Mas Iwan yang sedang bersetubuh dengan istrinya.

Nafas Tante Sari naik turun, tangannya sedang meraba-raba buah dadanya. Nafsu birahiku yang tadi telah kutuntaskan kini bangkit lagi melihat pemandangan di depanku. Tanpa berpikir panjang, kudekap tubuh Tante Sari dari belakang, hingga penisku yang sudah menegang menempel hangat pada pantatnya, hanya dibatasi celanaku dan gaun tidurnya. Tanganku mendekap erat pinggang rampingnya. Dia hanya menoleh sekilas, kemudian tersenyum padaku. Merasa mendapat persetujuan, aku semakin berani. Kupindahkan tanganku dan kususupkan kebalik celana dalamnya. Kuraba-raba bibir vaginanya.

�Ohh� Don� Enakk,� desahnya, ketika kumasukkan jari-jariku ke dalam lubang vaginanya yang telah basah. Setelah puas memainkan jari-jariku dilubang vaginanya, kulepaskan dekapan dari tubuhnya. Kemudian aku berjongkok di belakangnya. Kusingkapkan gaun tidurnya dan kutarik celana dalamnya hingga terlepas. Kudekatkan wajahku ke lubang vaginanya. Kusibakkan bibir vaginanya lalu kujulurkan lidahku dan mulai menjilati lubang vaginanya dari belakang, sambil kuremas-remas pantatnya. Tante Sari membuka kedua pahanya menerima jilatan lidahku. Inilah vagina terindah yang pernah kurasakan.

�Oohh� Don� Nik� mat,� suara Tante Sari tertahan merasakan nikmat ketika lidahku mencucuk-cucuk kelentitnya. Dan kusedot-sedot bibir vaginanya yang merah.
�Ohh� Don� Luarr� Biasaa� Enakk� Sedott� terus,� pekiknya semakin keras.

Cairan kelamin mulai mengalir dari vagina Tante Sari. Hampir setiap jengkal vaginanya kujilati tanpa tersisa. Tante Sari menarik vaginanya dari bibirku, kemudian membalikkan tubuhnya sambil memintaku berdiri. Dia mendorong tubuhku ke dinding. Dengan cekatan ditariknya celanaku hingga terlepas, maka penisku yang sudah tegang, mengacung tegak dengan bebasnya.

�Ohh� Luar biaassaa� Don� Besar sekali,� serunya kagum.
�Isepp� Tante, jangan dipandang aja,� pintaku.

Tante Sari mengabulkan permintaanku. Sambil melepaskan gaun tidurnya, dia lalu berjongkok dihadapanku. Wajahnya pas di depan selangkanganku. Tangan kirinya mulai mengusap-usap dan meremas-remas buah pelirku. Sedangkan tangan kanannya mengocok-ngocok pangkal penisku dengan irama pelan tapi pasti. Mulutnya didekatkan kepenisku dan dia mulai menjilati kepala penisku. Lidahnya berputar-putar dikepala penisku. Aku meringis merasakan geli yang membuat batang penisku semakin tegang.

�Ohh� Akhh� Tan� Te� Nikk.. matt,� seruku tertahan, ketika Tante Sari mulai memasukkan penisku kemulutnya. Mulutnya penuh sesak oleh batang penisku yang besar dan panjang. penisku keluar masuk di mulutnya. Tante Sari sungguh lihai memainkan lidahnya. Aku dibuatnya seolah-olah terbang keawang-awang.

Tante Sari melepaskan penisku dari kulumannya setelah sekitar lima belas menit. Kemudian dia memintaku duduk dilantai. Dia lalu naik kepangkuanku dengan posisi berhadapan. Diraihnya batang penisku, dituntunnya ke lubang vaginanya. Perlahan-lahan dia mulai menurunkan pantatnya. Kurasakan kepala penisku mulai memasuki lubang yang sempit. Penisku serasa dijepit dan dipijit-pijit. Mungkin karena sudah sepuluh tahun tidak pernah terjamah laki-laki. Meski agak susah, akhirnya amblas juga seluruh batang penisku ke dalam lubang vaginanya.

Tante Sari mulai menaik-turunkan pantatnya, dengan irama pelan. Diiringi desahan-desahan lembut penuh birahi. Sesekali dia memutar-mutar pantatnya, penisku serasa diaduk-aduk dilubang vaginanya. Aku tak mau kalah, kuimbangi gerakkannya dengan menyodok-nyodokkan pantatku ke atas. Seirama gerakkan pantatnya.

Oh, senangnya melihat penisku sedang keluar masuk vaginanya. Bibirku menjilati buah dadanya secara bergantian, sedangkan tanganku mendekap erat pinggangnya. Semakin lama semakin cepat Tante Sari menaik turunkan pantatnya. Nafasnya tersengal-sengal. Dan kurasakan vaginanya berkedut-kedut semakin keras.

�Ohh� Don� Aku� Mau� Keluarr,� pekiknya.
�Tahan� Tan� Te� Akuu� Belumm� Mauu,�sahutku.
�Akuu� Tak� Tahann� Sayang,� teriaknya keras.
Tangannya mencengkeram keras punggungku.
�Akuu� Ke� Ke� Luarr� Sayangg,� jeritnya panjang.

Tante Sari tak dapat menahan orgasmenya, dari vaginanya mengalir cairan yang membasahi seluruh dinding vaginanya. Tante sari turun dari pangkuanku lalu merebahkan tubuhnya dipangkuan. Kepalanya berada pas diselangkanganku. Tangannya mengocok-ngocok pangkal penisku. Dan mulutnya mengulum kepala penisku dengan lahapnya.

Perlakuannya pada penisku membuat penisku berkedut-kedut. Seakan-akan ada yang mendesak dari dalam mau keluar. Dan kurasakan orgasmeku sudah dekat. Kujambak rambutnya dan kubenamkan kepalanya keselangkanganku. Hingga penisku semakin dalam masuk kemulutnya.

�Akhh� Tante� Akuu� Mau keluarr,� teriakku.
�Keluarin� Dimulutku sayang,� sahutnya.
Tante sari semakin cepat mengocok dan mengulum batang penisku. Diiringi jeritan panjang, spermaku muncrat ke dalam mulutnya.
�Ohh� Kamu� Hebatt� Don, aku puas,� pujinya, tersenyum ke arahku. Tanpa rasa jijik sedikitpun dia menjilati dan menelan sisa-sisa spermaku.

Suara ranjang berderit di dalam kamar, membuat kami bergegas memakai pakaian dan pergi ke kamar mandi membersihkan badan. Kemudian masuk ke kamar Masing-masing. Beberapa menit kemudian kudengar langkah kaki Mbak Irma ke kamar mandi. Dari balik jendela kamarku dapat kulihat Mbak Irma hanya mengenakan handuk yang yang dililitkan ditubuhnya. Memperlihatkan paha mulus dan tubuh sexynya. Membuatku mengkhayal, alangkah senangnya bisa bersetubuh dengan Mbak Irma.

Sekitar jam 02.00 dinihari, aku terbangun ketika kurasakan ada yang bergerak-gerak di selangkanganku. Rupanya Tante Sari sedang asyik mengelus-elus buah pelirku dan menjilati batang penisku.

�Akhh� terus� Tante� terus,� gumanku tanpa sadar, ketika dia mulai mengulum batang penisku. Dengan rakus dia melahap penisku. Sekitar sepuluh menit berlalu kutarik penisku dari mulutnya. Kusuruh dia menungging, dari belakang kujilati lubang vaginanya, bergantian dengan lubang anusnya. Setelah kurasa cukup, kuarahkan penisku ke lubang vaginanya yang basah dan memerah. Sedikit demi sedikit penisku memasuki lubang vaginanya. Semakin lama semakin dalam, hingga seluruh batang penisku amblas tertelan lubang vaginanya.

Aku mulai memaju mundurkan pantatku, hingga penisku keluar masuk lubang vaginanya. Sambil kuremas-remas pantatnya.

�Ooh� Don� Nikk� Matt� Bangett,� rintihnya.

Aku semakin bernafsu memaju mundurkan pantatku. Tante sari mengimbangi gerakkanku dengan memaju mundurkan juga pantatnya, seirama gerakkan pantatku. Membuat buah dadanya bergoyang-goyang. Semakin lama semakin cepat gerakkan pantatnya.

�Don� Donnii� Akuu� Tak� Tahann,� jeritnya.
�Akuu� Mauu� Ke� Keluarr,� imbuhnya.

Kurasakan vaginanya berkedut-kedut dan menjepit penisku. Tangannya mencengkeram dengan keras diranjang.

�Ooh� Oo� Aku� Keluarr,� lolongnya panjang.

Dan kurasakan ada cairan yang merembes membasahi dinding-dinding vaginanya. Tante Sari terlalu cepat orgasme, sedangkan aku belum apa-apa. Aku tak mau rugi, aku harus puas, pikirku. Kucabut penisku dari lubang vaginanya dan kuarahkan ke lubang anusnya.

�Akhh� Donn� Jangann� Sakitt,� teriaknya, ketika kepala penisku mulai memasuki lubang anusnya. Aku tak memperdulikannya. Kudorong pantatku lebih keras hingga seluruh batang penisku masuk ke lubang anusnya. Dan kurasakan nikmatnya jepitan lubang anusnya yang sempit. Perlahan-lahan aku mulai menarik dan mendorong pantatku, sambil memasukkan jari-jariku ke lubang vaginanya. Tante sari menjerit-jerit merasakan nikmat dikedua lubang bawahnya.

�Enak khan Tante?� tanyaku.
�Hemm� Enakk� Banget� Sayang,� sahutnya sedikit tersipu malu.

Semakin lama semakin cepat kusodok lubang anusnya. Sambil kutepuk-tepuk pantatnya. Kurasakan penisku berkedut-kedut ketika orgasmeku akan tiba dan crott! crott! crott! Kutumpahkan spermaku dilubang anusnya.

�Penismu yang pertama sayang, memasuki lubang anusku,� katanya sambil membalikkan tubuhnya dan tersenyum padaku.
�Kamu luar biasa Don, belum pernah kurasakan nikmatnya bersetubuh seperti ini,� imbuhnya.
�Tante mau khan, setiap malam kusetubuhi?� tanyaku.
�Siapa yang menolak diajak enak,� sahutnya seenaknya.

Sejak saat itu, hampir setiap malam kusetubuhi Tante sari. Ibu tiri Mbak Irma yang haus sex, yang hampir sepuluh tahun tidak dinikmatinya, sejak kematian suaminya.

Tak terasa sudah lima hari aku berada di rumah Mas Iwan. Selama lima hari pula aku menikmati tubuh Tante Sari, mertuanya yang haus sex. Tante Sari yang sepuluh tahun menjanda, betul-betul puas dan ketagihan bersetubuh denganku. Meski telah berusia setengah baya, tapi nafsu birahinya masih meletup-letup, tak kalah dengan gadis remaja.

Sore itu, sehabis mandi dan berpakaian, Mas Iwan mengajakku jalan-jalan. Katanya mau ketemu seorang teman yang sudah lama dirindukannya. Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam, sampailah kami di rumah teman Mas Iwan. Sebuah rumah yang berada dikawasan yang cukup elite. Kedatangan kami disambut dua orang wanita kakak beradik, Mbak Rina dan Mbak Vira. Keduanya sama-sama cantik dan sexy. Mas Iwan memperkenalkanku pada kedua teman wanitanya.

�Mas Iwan, aku kangen banget,� katanya sambil memeluk Mas Iwan.
�Aku juga Rin,� sahut Mas Iwan.

Sambil meminum kopi susu yang disuguhkan Mbak Rina, kami bercakap-cakap. Mbak Rina duduk dipangkuan Mas Iwan. Dan Mas Iwan merangkulnya dengan mesra. Mbak Rina tanpa malu-malu menceritakan, kalau Mas Iwan adalah pacar pertamanya dan Mas Iwanlah yang membobol perawannya.

Mbak Vira hanya tersenyum mendengar cerita kakaknya yang blak-blakan. Makin lama kelakuan Mbak Rina makin mesra saja. Tanpa malu-malu, dia mengecup dan melumat bibir Mas Iwan dan Mas Iwan menyambutnya dengan sangat bernafsu. Aku jadi risih menyaksikan kelakuan mereka. Sekitar sepuluh menit mereka bercumbu di depan kami.

�Kita lanjutin di kamar aja say,� kata Mbak Rina pada Mas Iwan. Mas Iwan mengangguk tanda setuju, sambil membopong tubuh Mbak Rina ke dalam kamar.
�Kalian jangan ngintip ya,� kata Mas Iwan pada kami sambil tersenyum.

Aku dan Mbak Vira hanya bengong melihat kemesraan mereka. Tanpa menghiraukan larangan Mas Iwan, Mbak Vira beranjak dari tempat duduknya sambil meraih tanganku menuju kamar Mbak Rina. Kami kemudian berdiri di depan pintu kamar Mbak Rina yang terbuka lebar. Dari situ aku dan Mbak Vira melihat Mas Iwan merebahkan tubuh Mbak Rina diatas ranjang dan mulai melepaskan gaun Mbak Rina. Aku terkesima melihat mulusnya dan sexynya tubuh Mbak Rina, ketika seluruh pakaiannya dibuka Mas Iwan.

Nafsu birahiku tak tertahankan lagi, penisku menegang dibalik celanaku. Tanpa sadar kupeluk tubuh Mbak Vira yang berdiri di depanku. Mbak Vira diam saja dan membiarkanku memeluknya. Malah tangan dibawa ke belakang dan disusupkan ke balik celanaku. Mendapat perlakuan seperti itu, nafsuku semakin memuncak dan penisku semakin menegang. Apalagi saat Mbak Vira menggerak-gerakkan tangannya mengocok-ngocok batang penisku.

Sementara di dalam kamar, Mas Iwan menarik tubuh Mbak Rina ketepi Ranjang. Kedua paha Mbak Rina dibukanya lebar-lebar. Maka terpampanglah vagina Mbak Rina yang indah, dihiasi bulu-bulu yang dicukur rapi. Mas Iwan kemudian berjongkok dan mendekatkan mulutnya kebibir vagina Mbak Rina.

�Ohh� Say� Yang� Nikk� Mat,� desah Mbak Rina tertahan, ketika Mas Iwan mulai menjilati vaginanya. Lidah Mas Iwan menari-nari dan mencucuk-cucuk vagina Mbak Rina. Pantat Mbak Rina terangkat-angkat menyambut jilatan Mas Iwan. Kedua pahanya terangkat dan menjepit kepala Mas Iwan.

�Sudah� Say� Aku� nggak tahan� Masukin punyamu say,� pinta Mbak Rina penuh nafsu. Mas Iwan kemudian berdiri dan melepaskan semua pakaiannya.

Dengan sedikit membungkukkan badannya, Mas Iwan memegang penisnya dan mengarahkannya ke lubang vagina Mbak Rina yang telah basah dan merah merekah. Slepp! Kepala penis Mas Iwan mulai memasuki vagina Mbak Rina.

�Aow� terus� Say� terus� Genjot,� seru Mbak Rina, ketika Mas Iwan mulai mendorong pantatnya naik turun. Penisnya keluar masuk dari vagina Mbak Rina.

Melihat Mas Iwan dan Mbak Vira sedang bersetubuh di depanku, membuat nafsu birahiku semakin tinggi. Kususupkan tanganku ke balik celana dalamnya. Dapat kurasakan vaginanya yang telah basah, pertanda Mbak Vira juga bangkit nafsu birahinya. Kucucuk-cucuk vaginanya dengan jari-jariku. Dia mendesah penuh nafsu. Mbak Vira mengimbangi dengan semakin cepat mengocok-ngocok penisku. Sekitar sepuluh menit Mbak Vira mengocok penisku. Mbak Vira kemudian menyudahi kocokkannya dan membalikkan badannya, menghadap ke arahku. Ditariknya celanaku hingga terlepas.

Setelah celanaku terlepas, keluarlah penisku yang tegang penuh dan mengacung-acung dengan bebasnya. Mbak Vira terpukau melihat penisku yang besar dan panjang. Mbak Vira kemudian berjongkok dikakiku, wajahnya berada pas di depan selangkanganku. Mbak Vira mendekatkan mulutnya kebatang penisku. Mula-mula dia menjilati penisku dari kepala hingga pangkalnya. Terus dia mulai mengulum dan menghisap kepala penisku.

Kemudian sedikit demi sedikit batang penisku dimasukkannya ke dalam mulutnya sampai kepala penisku menyodok ujung mulutnya. Dan mulutnya penuh sesak oleh batang penisku. Dengan lihainya, Mbak vira mulai memaju-mundurkan mulutnya, membuat penisku keluar-masuk dari dalam mulutnya. Mataku merem-melek merasakan nikmat dan badanku serasa panas dingin merasakan kulumannya.

Mbak Vira sangat lihai mengulum penisku. Kudorong maju pantatku dan kujambak rambutnya, membenamkan kepalanya ke selangkanganku. Sekitar lima belas menit berlalu Mbak Vira menyudahi kulumannya, dan melepaskan seluruh pakaiannya. Kemudian dia berdiri menghadap ke dinding.

�Oohh� Akhh� Akuu� nggak tahann� Don,� serunya tertahan.
�Entot aku� Entott� Don,� imbuhnya.

Kutarik sedikit tubuhnya dari belakang, hingga dia menungging. Kuraih batang penisku dan kuarahkan pas ke lubang vaginanya. Dan aku mulai mendorong maju pantatku, hingga kepala penisku masuk ke lubang vaginanya.

�Aow� Pelan-pelan Don,� pekiknya, ketika seluruh batang penisku masuk ke lubang vaginanya yang masih sempit. Pekikkan yang keluar dari mulutnya membuatku semakin bernafsu dan pelan-pelan kumaju-mundurkan pantatku.

�Akhh� Enakk� Don� Enakk� Banget,� desahnya sambil menoleh ke belakang sambil tersenyum padaku.
�Akhh� Akuu� Ke� luarr, Rin,� teriakkan Mas Iwan dari dalam kamar mengejutkanku, namun tak menghentikan sodokkanku pada Mbak Vira.
�Aku� jugaa� Sayang,� sahut Mbak Rina pada Mas Iwan.

Sedetik kemudian Mas Iwan dan Mbak Rina mencapai orgasme bersamaan. Mas Iwan menumpahkan spermanya di dalam vagina Mbak Rina. Kemudian Mas Iwan merebahkan tubuhnya disamping tubuh Mbak Rina, dan tertidur pulas.

Sementara itu, aku semakin cepat memaju-mundurkan pantatku, membuat Mbak Vira berteriak-teriak saking nikmatnya. Kurasakan vaginanya berkedut-kedut semakin lama semakin cepat dan menjepit penisku.

�Donn� Donii� Akuu� Mauu� Keluarr,� teriaknya panjang.
�Tahann� Mbak� Aku� Belum� Apa-apa,� sahutku.
�Akhh� Akuu� Tak� Tahan� Don� Akuu,� jawabnya terputus dan vaginanya semakin keras menjepit penisku.

Tak lama kemudian Mbak Vira mencapai orgasme. Kurasakan ada cairan-cairan yang merembes didinding vaginanya. Kucabut penisku dari lubang vaginanya dan kusuruh dia berjongkok dihadapanku. Kujambak rambutnya dan kubenamkan kepalanya keselangkangku. Mbak Vira mengerti maksudku. Dia mulai menjilati dan menghisap-isap penisku lalu mengulumnya. Sambil tangan kirinya mengusap-usap buah pelirku.

Sedetik kemudian Mbak Rina datang membantu, dan langsung berjongkok dihadapanku. Lidahnya dijulurkan untuk menjilati buah pelirku. Tangan kanannya mengocok-ngocok pangkal penisku. Secara bergantian, kakak beradik, Mbak Rina dan Mbak Vira, mengocok-ngocok, menjilati dan mengulum penisku. Penisku keluar dari mulut Mbak Vira kemudiam masuk ke mulut Mbak Rina, kemudian keluar dari mulut Mbak Rina lalu masuk kemulut Mbak Vira, begitulah seterusnya. Hingga kurasakan penisku berkedut-kedut.

�Mbakk� Akuu� Mauu� Ke� Keluarr,� jeritku.
�Keluarin di mulutku Don,� sahut mereka hampir bersamaan.

Dan crott! crott! crott! Spermaku muntah dimulut Mbak Vira yang sedang kebagian mengulum. Mbak Vira menelan spermaku tanpa rasa jijik sedikitpun. Kemudian Mbak Rina merebut penisku dari Mbak Vira dan memasukkan ke mulutnya. Dan tak mau kalah dengan adiknya, sisa-sisa spermaku dihisap dan dijilatinya sampai bersih.

�Kamu puas Don,� kata Mbak Vira.
�Puas sekali Mbak, Mbak berdua luar biasa,� sahutku.
�Kamu mau yang lebih seru nggak,�kata Mbak Rina.
�Mau, mau Mbak,�sahutku.

Mereka kemudian mengajakku ke kamarnya, dimana Mas Iwan sedang tertidur pulas sehabis bersetubuh dengan Mbak Rina. Mbak Rina menyuruhku tidur terlentang diranjang. Mbak Rina kemudian menarik kakiku, hingga pantatku berada ditepi ranjang dan kakiku menjuntai kelantai. Lalu Mbak Rina berjongkok dilantai dengan wajah berada pas di depan selangkanganku. Mbak Rina mulai mengusap-usap dan mengocok-ngocok batang penisku yang masih layu, sehabis orgasme. Kurasakan sedikit ngilu tetapi kutahan.

Mbak Rina menyudahi usapan dan kocokannya. Dan mulai menjilati dan menghisap-isap penisku dimulai dari kepala hingga pangkal penisku dijilatinya. Lidahnya berputar-putar dan menari-nari diatas batang penisku. Puas menjilati penisku, Mbak Rina kemudian memasukkan penisku ke mulutnya. Hampir seluruh batang penisku masuk kemulutnya. Dan kurasakan sedikit demi sedikit penisku mulai menegang didalam mulutnya, hingga mulutnya penuh sesak oleh batang penisku yang sudah tegang penuh. Mbak Rina sangat pintar membangkitkan birahiku. Mulutnya maju mundur mengulum penisku. Pipinya sampai kempot, saking semangatnya mengulum penisku.

Melihat kakaknya yang sedang menjilati dan mengulum batang penisku, Mbak Vira nafsunya bangkit lagi. Dia meraba-raba dan memasukkan jari-jari tangan kirinya ke dalam vaginanya sendiri, sedangkan tangan kanannya meremas-remas buah dadanya hingga mengeras dan padat. Diiringi desahan-desahan penuh birahi.

Puas bermain-main dengan vagina dan buah dadanya sendiri, Mbak Vira kemudian naik ke atas tubuhku. Dan mengangkangi wajahku. Lubang vaginanya berada pas diatas wajahku. Dia menurunkan pantatnya, hingga bibir vaginanya menyentuh mulutku. Kujulurkan lidahku untuk menjilati vaginanya yang telah basah. Kucucuk-cucuk dan kusedot-sedot klitorisnya, dia mengerang-erang merasakan nikmat. Mbak Vira menarik rambutku, membenamkan wajahku diselangkangannya. Kepalaku dijepit dengan kedua paha mulusnya.

Kini kami bertiga, aku dan kakak beradik sedang berlomba mencari kepuasan. Mbak Vira sedang kujilati vaginanya, sedangkan pada bagian bawah tubuhku Mbak Rina dengan asiknya mengulum batang penisku. Beberapa waktu berlalu Mbak Rina melepaskan kulumannya, dan berjongkok diatas selangkanganku. Dengan tangannya, diraihnya batang penisku dan diarahkannya ke lubang vaginanya. Bless! Dengan sekali dorongan pantatnya, masuklah seluruh batang penisku ke dalam vaginanya yang basah tapi hangat.

Lalu Mbak Rina menaik turunkan pantatnya, sambil mengeluarkan desahan-desahan nikmat dari mulutnya. Sesekali pantatnya diputar-putar hingga penisku serasa dipelintir. Saat menikmati goyangan Mbak Rina, aku terus menjilati vagina Mbak vira sambil memasukkan jari-jariku ke lubang anusnya. Sedang asiknya aku menjilati vagina Mbak Vira, kurasakan vaginanya berkedut-kedut.

Beberapa detik kemudian ada cairan yang keluar dari dalam vaginanya. Mbak Vira mencapai orgasme. Pahanya makin keras menjepit kepalaku. Tanpa rasa jijik kusedot dan kutelan cairan vaginanya.
Dan dalam waktu yang hampir bersamaan, Vagina Mbak Rina juga berkedut-kedut, otot-otot vaginanya menegang.

�Ohh� Don� Aku� Keluar,� teriak Mbak Rina.

Air maninya mengaliri deras dan membasahi batang penisku. Kemudian dia terkulai lemas sampingku. Membuat penisku yang masih tegang terlepas dan mengacung-acung. Mbak vira yang kondisi sudah pulih sehabis orgasme, kemudian berjongkok diatas selangkanganku, menggantikan kakaknya. diraihnya penisku dan diarahkannya ke lubang anusnya. Mbak Vira menurunkan pantatnya sedikit demi sedikit hingga seluruh batang penisku masuk ke lubang anusnya. Kurasakan penisku seperti dijepit dan dipijit-pijit oleh sempitnya lubang snusnya.

�Oohh� Mbak� Nikk� Matt� Enakk,�teriakku, ketika Mbak Vira mulai menaik turunkan pantatnya, membuat penisku keluar masuk dari lubang anusnya. Sesekali dia menggoyang-goyangkan pantatnya ke kiri dan ke kanan, membuatku merasakan nikmat yang luar biasa. Sekitar tiga puluh menit Mbak Vira menggenjot tubuhku.

�Mbakk� Akuu� Ke� Keluarr,� jeritku.

Kurasakan penisku berkedut-kedut dan crott! crott! crott! kutumpahkan seluruh spermaku di dalam lubang anusnya. Mbak Vira kemudian merebahkan tubuhnya diatas tubuhku.
Sambil menindihku dia tersenyum puas. Malam itu, aku dan Mas Iwan menginap disana. Dan berpesta sampai pagi, sampai kami sama-sama puas dan kelelahan.

Panasnya sinar matahari yang menerobos jendela kamarku, membangunkanku dari tidurku yang lelap. Setelah hampir semalam penuh aku merasakan nikmatnya bersetubuh dengan Mbak Rina dan Mbak Vera. Dan aku baru pulang dari rumahnya kerumah Mas iwan jam 05.00 dinihari.

Dengan sedikit bermalas-malasan, aku pergi ke kamar mandi membersihkan badan. Selesai mandi badan rasanya segar sekali. Siang itu kurasakan lain dari biasanya, rumah Mas Iwan tampak sepi sekali. Oh ya, aku baru ingat kalau hari ini, Mas Iwan mengantar Tante Sari kondangan ke kampung sebelah. Jadi yang ada di rumah hanya Mbak Erna dan Aku.

Dengan hanya mengenakan handuk yang kulilitkan dipinggangku, aku pergi ke dapur. Membuat secangkir kopi. Sampai didapur kudapati Mbak Erna sedang mencuci piring.

�Pagi Mbak,� sapaku.

Mbak Erna tak menjawab sapaanku. Mukanya cemberut. Aku heran, tumben Mbak Erna begitu, biasanya dia sangat ramah padaku.

�Ada apa sih Mbak, kok cemberut begitu,� tanyaku lagi.
�Mbak marah sama aku? atau Mbak nggak senang ya, aku disini,� imbuhku.

Mbak erna masih diam saja, membuatku tak enak hati dan bertanya-tanya dalam hati.

�Ok, Mbak. Kalau Mbak nggak senang, aku pulang aja deh,�
�Jangan-jangan pulang Don, aku nggak marah sama kamu,� sahutnya sambil menarik tanganku.
�Habis Mbak marah sama siapa? Boleh tahu kan Mbak ?� tanyaku lagi.
�Ok, Mbak akan kasih tahu, tapi jangan bilang sama siapa-siapa ya!,� jawabnya.
�Aku janji Mbak,� kataku meyakinkannya.
�Don, aku lagi kesal sama Mas Iwan,� kata Mbak sari.
�Kesal kenapa Mbak,� selaku.
�Belakangan ini, Mas Iwan dingin sekali padaku Don,� katanya sambil merebahkan kepalanya didadaku.
�Setiap aku pingin begituan, dia selalu menolak,� imbuhnya sambil tersipu malu.
�Mungkin Mas Iwan lagi lelah Mbak,� hiburku sambil kuusap-usap rambutnya.
�Ah, masak setiap malam lelah,� sahutnya.
�Mungkin ada yang bisa aku bantu, untuk menghilangkan kekesalan Mbak,� pancingku.

Mbak Erna tak menjawab pertanyaanku. Sebagai orang yang cukup berpengalaman soal sex, aku tahu Mbak Erna sangat kesepian dan menginginkan hubungan sexsual. Maka dengan memberanikan diri, kukecup lembut keningnya. Dan kurasakan remasan halus tangannya yang masih memegang tanganku.
Merasa mendapat respon positif, kugerakkan bibirku menciumi kedua pipinya dan berhenti dibelahan bibir mungilnya.

Mbak Ernapun membalas kecupanku pada bibirnya dengan kuluman yang hangat, penuh gairah. kukeluarkan lidahku, mencari lidahnya. Kuhisap-hisap dan kusedot-sedot. Kulepaskan tanganku dari genggamannya dan kugerakkan menggerayangi tubuh Mbak Erna. Dan perlahan-lahan kususupkan tangan kananku kebalik gaun tidurnya. Dan kurasakan halusnya punggung Mbak Erna. Sementara tangan kiriku meremas-remas pantatnya yang padat. Mbak Erna melepaskan seluruh pakaiannya. Agar aku lebih leluasa menggerayangi tubuhnya.

Setelah semua terlepas maka terpampanglah pemandangan yang luar biasa. Dengan jelas aku bisa melihat buah dadanya yang montok, perutnya yang ramping dan vaginanya yang dicukur bersih. Membuat nafsu birahiku semakin menjadi-jadi dan kurasakan penisku menegang. Akupun melepaskan kulumanku pada bibirnya dan dengan sedikit membungkukkan badanku. Aku mulai menjilati buah dadanya yang mulai mengeras, secara bergantian.

Puas menjilati buah dadanya, jilatanku kupindahkan ke perutnya. Dan kurasakan halusnya kulit perut Mbak Erna. Mbak Erna tak mau ketinggalan, ditariknya handuk yang melilit dipinggangku. Dengan sekali sentakan saja, handukku terlepas.

�Aow, besar sekali don penismu,� decaknya kagum, sambil memandangi penisku yang telah menegang dan mengacung-ngacung setelah handukku terlepas. Mbak Erna menggerakkan tangannya, meraih batang penisku. Diusap-usapnya dengan lembut kemudian dikocok-kocoknya, membuat batang penisku semakin mengeras.

Tak terasa sudah dua puluh menit berlalu, Kusudahi jilatanku pada perutnya. Kuangkat tubuhnya dan kududukkan diatas meja dapur. Kedua pahanya kubuka lebar-lebar. Dan terpampanglah di depanku bukit kecil yang dicukur bersih. Bibir vagina yang memerah dengan sebuah daging kecil yang tersembul diatasnya. Kubungkukkan tubuhku dan kudekatkan wajahku ke selangkangannya. Dan aku mulai menjilati pahanya yang putih mulus, dihiasi bulu-bulu halus. Sambil tanganku meraba-raba vaginanya.

Beberapa menit berlalu, kupindahkan jilatanku dari pahanya ke vaginanya. Mula-mula kujilati bibir vaginanya, terus kebagian dalam vaginanya. Lidahku menari-nari didalam lubang vaginanya yang basah.

�Ohh� terus� Don� terus� Nik� Matt,� serunya tertahan. Membuatku semakin bersemangat menjilati lubang vaginanya. Kusedot-sedot klitorisnya. Pantat Mbak Erna terangkat-angkat menerima jilatanku. Ditariknya kepalaku, dibenamkannya pada selangkangannya.

�Ohh� Don� Aku� Tak� Tahan� Masukin Don� Masukin penismu,� pintanya menghiba.

Kuturuti kemauannya. Aku kemudian berdiri. Kuangkat kedua kakinya tinggi-tinggi, hingga ujung jari kakinya berada diatas bahuku. Kudekatkan penisku keselangkangannya. Mbak Erna meraih penisku dan menuntunnya ke lubang vaginanya. Kudorong maju pantatku hingga kepala penisku masuk ke lubang vaginanya.

Aku diam sejenak mengatur posisi supaya lebih nyaman, lalu kudorong pantatku lebih keras, membuat seluruh batang penisku masuk ke lubang vaginanya. Kurasakan penisku dijepit dan dipijit-pijit lubang vaginanya yang sempit. Vaginanya penuh sesak karena besarnya batang penisku.

�Aow� Pelan-pelan� Don� penismu gede sekali,� pekiknya, ketika aku mulai memaju mundurkan pantatku, membuat penisku keluar masuk dari lubang vaginanya.

Tak terasa sudah tiga puluh menit aku memaju mundurkan pantatku. Dan kurasakan vagina Mbak Erna berkedut-kedut. Dan otot-otot vaginanya menegang.

�Ohh� Don� Aku� Keluarr� Sayang,� teriaknya lantang. Sedetik kemudian kurasakan cairan hangat keluar dari vaginanya. Dan Mbak Erna mencapai orgasmenya. Mbak Erna tahu kalau aku belum mencapai puncak kenikmatan. Dia turun dari atas meja dapur. Kemudian berjongkok dihadapanku. Diraihnya penisku dan dikocok-kocok dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya meremas-remas buah pelirku.

�Akhh� Mbak� Enak� Nikk� Mat� terus,� seruku, ketika Mbak Erna mulai menjilati batang penisku. Dari kepala hingga pangkal penisku dijilatinya. Mataku merem melek merasakan nikmatnya jilatan Mbak Erna. Aku semakin merasa nikmat ketika Mbak Erna memasukkan penisku ke mulutnya yang mungil. Dan mulai mengulum batang penisku. Mbak Erna memaju mundurkan mulutnya, membuat penisku keluar masuk dari mulutnya. Sementara tangannya mengocok-ngocok pangkal penisku.

�Oohh� Mbak� Akuu� Tak� Tahan,� teriakku.

Dan kurasakan penisku berkedut-kedut semakin lama semakin cepat. Kujambak rambutnya dan kubenamkan kepalanya diselangkanganku.

�Mbak� Akuu� Ke� Luarr,� teriakku lagi lebih keras. Mbak Erna semakin cepat memaju mundurkan mulutnya. Dan crott! crott! crott! penisku memuntahkan sperma yang sangat banyak di mulutnya. Mbak Ernapun menelannya tanpa ragu-ragu. Dan tanpa rasa jijik sedikitpun dia menjilati sisa-sisa spermaku sampai bersih.

�Terimakasih Don, kamu telah memberiku kepuasan,� pujinya sambil tersenyum.
�Sama-sama Mbak, aku juga sangat puas,� sahutku.
�Mbak masih mau lagi kan,� tanyaku.
�Mau dong, tapi kita mandi dulu yuk,� ajaknya.

Kemudian kami meraih pakaian masing-masing untuk selanjutnya bersama-sama pergi ke kamar mandi membersihkan badan. Sehabis mandi, masih sama-sama telanjang, kubopong tubuhnya menuju taman disamping rumah. Aku ingin melaksanakan impianku selama ini, yaitu bersetubuh ditempat terbuka.

�Don� Jangan disini sayang, nanti dilihat orang,� protesnya.
�Kan nggak ada siapa-siapa di rumah Mbak,� sahutku.

Mbak Ernapun tidak protes lagi, mendengar jawabanku. Sambil berdiri kupeluk erat tubuhnya. Kulumat bibirnya. Mbak Erna membalas lumatan bibirku dengan pagutan-pagutan hangat. Cukup lama kami bercumbu, kemudian aku duduk dikursi taman. Dan kusuruh Mbak Erna berjongkok dihadapanku. Mbak Erna tahu maksudku. Diraihnya batang penisku yang masih layu. Dielus-elusnya lembut kemudian dikocok-kocok dengan tangannya.

Setelah penisku mengeras Mbak Erna menyudahi kocokkannya, dia mendekatkan wajahnya ke selangkanganku. Lidahnya dijulurkan dan mulai menjilati kepala penisku. Lidahnya berputar-putar dikepala penisku, kemudian turun kepangkalnya.

�Oohh� terus� Mbak� Nikmat banget,� desahku.
�Isepp� Mbak� Isep,� pintaku. Mbak Erna menuruti kemauanku.

Dimasukkannya penisku kemulutnya. Hampir sepertiga batang penisku masuk ke mulutnya. Sambil tersenyum padaku, dia mulai memaju mundurkan mulutnya, membuat penisku maju keluar masuk dimulutnya.

�Mbak� Aku� Tak� Tahan,� seruku. Mbak Erna kemudian naik ke pangkuanku. Vaginanya pas berada diatas selangkanganku. Diraihnya penisku dan dibimbingnya ke lubang vaginanya. Mbak Erna mulai menurunkan pantatnya, sedikit demi sedikit batang penisku masuk ke lubang vaginanya semakin lama semakin dalam. Hingga seluruh batang penisku masuk ke lubang vaginanya. Sesaat kemudian Mbak Erna mulai menaik turunkan pantatnya. Sesekali digoyang-goyangkan pantatnya kekiri-kekanan. Aku tak mau kalah, kusodok-sodokkan pantatku ke atas seirama dengan goyangan pantatnya.

�Ohh� Don� Aku� Mauu� Ke� luarr,� teriaknya setelah hampir tiga puluh menit menggoyang tubuhku. Dan kurasakan otot-otot vaginanya menegang. Tangannya mencengkeram dadaku dengan keras. Sesaat kemudian kurasakan cairan hangat merembes dilubang vaginanya.

�Aku tak ingin mengecewakanmu Don,� katanya sambil tersenyum. Dia menarik penisku keluar dari lubang vaginanya, kemudian memasukkannya ke lubang anusnya. Mbak Erna rupanya tahu kesenanganku. Meski agak susah, akhirnya bisa juga seluruh batang penisku masuk ke lubang anusnya. Perlahan tapi pasti Mbak Erna mulai menaik turunkan pantatnya. Membuatku merasakan nikmat yang tiada taranya.

Cukup lama Mbak Erna menggoyang-goyangkan pantatnya, kemudian kami berganti posisi. Kusuruh dia menungging, membelakangiku dengan tangan bertumpu pada kursi taman. Kugenggam penisku dan kuarahkan tepat ke lubang anusnya. Kudorong sedikit demi sedikit, sampai seluruhnya amblas tertelan lubang anusnya. Lalu kudorong pantatku maju mundur. Kurasakan nikmatnya lubang anus Mbak Erna. Sambil kucucuk-cucuk lubang vaginanya dengan jari-jariku. Membuat nafsu birahi Mbak Erna bangkit lagi. Mbak Erna mengimbangi gerakkanku dengan mendorong-dorong pantatnya seirama gerakkan pantatku.

Aku semakin mempercepat gerakkan pantatku, ketika kurasakan akan mencapai orgasme. Demikian juga jari-jariku semakin cepat mencucuk vaginanya.

�Mbak� Mbak� Akuu� Mau� Keluar,� seruku.
�Akuu� Juga� Don,� sahutnya.

Dan dalam waktu yang hampir bersamaan, kami mencapai orgasme. Kutarik penisku dari lubang anusnya, dan kutumpahkan spermaku dipunggungnya. Mbak Erna kemudian membalikkan badannya dan berdiri, sambil memintaku duduk kursi taman. Didekatkannya selangkangannya kewajahku. Ditariknya rambutku dan dibenamkannya kepalaku keselangkangannya. Dan akupun mulai menjilati vaginanya sambil duduk. Kuhisap dan kusedot-sedot cairan hangat yang keluar dari lubang vaginanya. Mbak Erna sangat puas dengan perlakuanku.

Hari itu kami melakukan persetubuhan sampai puas, dengan berbagai macam gaya. Sungguh luar biasa Mbak Erna, meskipun tinggal dikampung. Tapi dalam soal bersetubuh dia tak kalah dengan orang kota. Memang sungguh nikmat istri Mas Iwan. Vagina dan lubang anusnya sama nikmatnya. Membuatku ketagihan menyetubuhinya.

Tak terasa sudah satu bulan aku berlibur dikampung Mas Iwan. Malam-malam yang kulewati bersama Mbak Erna dan Tante Sari membuat waktu satu bulan terasa cepat sekali. Sudah saatnya aku kembali kekotaku, karena tiga hari lagi aku harus ke sekolah.

Saat berangkat dari kampung Mas Iwan, aku tidak sendirian. Ada Vivi, anak kandung Tante Sari menemaniku. Gadis cantik berkulit putih dan bertubuh langsing ini, baru tamat SMP dan akan melanjutkan SMU di kota. Tante sari meminta tolong padaku agar mengantarkan Vivi, mencari rumah kost di dekat sekolah.

Dengan menempuh dua jam perjalanan, sampailah kami di kota. Dan setelah berpuar-putar cukup lama, akhirnya kudapatkan rumah kost untuk Vivi. Pemilik rumah adalah seorang janda cantik berusia sekitar 32 tahun, namanya Yeni. Setelah memberikan kunci kamar pada Vivi, Tante Yeni meninggalkan kami berdua.

Sehabis membantu Vivi mengangkat barang-barangnya ke dalam kamar, aku merasa haus. Kusuruh Vivi ke warung untuk membeli minuman. Sambil duduk menunggu kedatangan Vivi, iseng-iseng kunyalakan VCD. Ngawur aja kusetel salah satu film. Aku terkejut, ternyata isinya film porno.

Adegan-adegan difilm itu, membangkitkan nafsu birahiku. Kurasakan batang penisku mengeras dan berdiri tegak di balik celanaku. Kuturunkan celanaku, dan kukeluarkan batang penisku. Kuelus-elus dan kukocok-kocok batang penisku. Saking asiknya aku mengocok-ngocok batang penisku, sampai kedatangan Vivi tak kurasakan.

�Mas, Doni lagi ngapain,� suara Vivi mengejutkanku.
�Akh, nggak ngapa-ngapain,� sahutku.
�Itu apa?� tanyanya lagi sambil memandangi celanaku.

Astaga! Aku lupa menaikkan celanaku. Sehingga Vivi dengan jelas melihat penisku yang sedang berdiri tegak. Merasa sudah kepalang basah, kulanjutkan saja mengocok penisku.

�Kamu bisa membantuku Vi?,� tanyaku.
�Bantu apa Mas?,� katanya balik bertanya.
�Kocokkin penisku Vi,� pintaku.

Vivi menganggukkan kepalanya tanda setuju. Kutarik tangannya dan kuletakkan diatas penisku. Vivi yang juga sudah terangsang akibat ikut nonton film porno, menggenggam batang penisku. Dengan lembut dia mengelus-elus dari kepala sampai kepangkal penisku. Aku merasa seperti melayang.

Aku melepaskan seluruh pakaianku sambil memeluk tubuh Vivi yang sedang mengocok penisku. Kutarik kaosnya dan kususupkan tanganku kebalik BHnya. Kuraba-raba buah dadanya. Perlahan-lahan buah dadanya mengeras. Cukup lama aku meraba-raba buah dadanya, kemudian kutarik Bhnya hingga terlepas. Setelah terlepas, terlihatlah buah dadanya yang padat dan mengeras. Aku melanjutkan lagi meremas-remas buah dadanya. Vivi mendesah-desah merasakan nikmat, tangannya semakin cepat mengocok penisku.

Sekitar lima belas menit berlalu kami berganti posisi. Sambil menarik rok mininya, kodorong tubuhnya hingga terlentang diranjang. Hanya celana dalamnya saja yang melekat menutupi selangkangannya. Kutindih tubuhnya dari atas lalu kukecup bibirnya, kujulurkan lidahku mengisi rongga mulutnya yang terbuka. Vivi menyambutnya dengan hisapan yang tak kalah hebatnya.

Setelah cukup lama berpagutan, kuputar tubuhku. Membentuk posisi 69. Selangkanganku berada diatas wajahnya, sedangkan selangkangannya berada dibawah wajahku. Kujulurkan lidahku menjilati bagian bawah perutnya, sambil tanganku melepas celana dalam Vivi. Vivi mengangkat pantatnya memudahkan aku melepaskan celana dalamnya dan meleparkannya ke lantai kamar. Lidahku bergerak turun menyapu bibir vaginanya yang ditumbuhi bulu-bulu tipis.

�Ohh� Mas don� Enakk,� desahnya ketika aku mulai menjilati vaginanya yang basah, membuatku semakin bersemangat menjilati vaginanya. Kucucuk-cucuk dan kusedot-sedot klitorisnya yang sebesar biji kacang.

Saat aku menjilati lubang vaginanya, Vivi juga sedang asyik menjilati penisku. Sambil tangan kirinya mengocok-ngocok pangkal penisku sedangkan tangan kanannya mengelus-elus buah pelirku dengan lembut. Sesaat kemudian Vivi memasukkan penisku ke mulutnya. Hampir seluruh batang penisku masuk ke mulutnya. Kudorong pantatku ke atas dan ke bawah, sehingga penisku keluar masuk dimulutnya.

Tak terasa sudah dua puluh menit berlalu. Aku bangkit dan berdiri dilantai kamar. Kutarik tubuhnya, hingga pantatnya berada ditepi ranjang. Kedua pahanya kubuka lebar-lebar. Kuarahkan penisku tepat ke lubang vaginanya.

�Ja� Jangan� Mas, aku masih perawan,� katanya.

Aku tak memperdulikan kata-katanya. Kudorong maju pantatku hingga kepala penisku menyeruak masuk. Vivi berteriak lebih keras ketika aku mendorong lebih keras dan penisku menembus selaput daranya. Akupun lebih bersemangat mendorong pantatku dan amblaslah seluruh batang penisku ke lubang vaginanya yang sangat sempit. Penisku serasa dijepit sempitnya lubang vaginanya. Beberapa detik kubiarkan penisku di dalam vaginanya.

Kupandangi wajahnya yang meringis menahan sakit. Dengan perlahan-lahan kuangkat pantatku lalu kuturunkan lagi. Membuat penisku keluar masuk dilubang vaginanya. Aku merasakan nikmat yang luar biasa. Beginikah rasanya menyetubuhi seorang perawan.

�Ohh� Mas� Enakk,� desahnya yang mulai merasakan

Nikmatnya disetubuhi. Pantatnya digerakkan naik turun seirama gerakkan pantatku. Rasa sakitnya telah hilang berganti dengan rasa nikmat. Sekitar tiga puluh menit berlalu, kurasakan vaginanya berkedut-kedut dan otot-otot vaginanya menegang. Tangannya mencengkeram seprei dengan keras.

�Ohh� Mas� Akuu� Mauu,� desahnya terputus.
�Mau keluar sayang,� sahutku.
Vivi mengangguk sambil tersenyum.
�Aku juga Vi,� imbuhku. Semakin cepat kudorong-dorong pantatku.
�A� Akuu� Ke� Luarr,� teriaknya lantang.

Kurasakan cairan hangat merembes didinding vaginanya. Sedetik kemudian kurasakan penisku berkedut-kedut. Dan Crott! crott! crott! Kutumpahkan sperma yang sangat banyak dilubang vaginanya. Dan tubuhku ambruk menindih tubuhnya.

�Kamu menyesal Vi,� tanyaku sambil tersenyum puas, karena baru kali ini aku menyetubhi seorang perawan.
�Nggak Mas, semua sudah terjadi,� sahutnya.
�Kamu mau lagi khan,� godaku. Vivi tersenyum padaku, senyum penuh arti.

Kira-kira satu jam kami tertidur. Akupun terbangun dan bergegas ke kamar mandi membersihkan badan. Mengingat kejadian tadi, bersetubuh dengan Vivi, membuat nafsu birahiku bangkit lagi. penisku yang tadi telah layu, kini tegang dan mengeras. Setelah mengelap tubuhku dengan handuk akupun bergegas ke kamar, dimana Vivi sedang tertidur pulas. Dan ia terbangun ketika aku lagi asyik menjilati lubang vaginanya.

�Oh� Mas� Apa yang kamu lakukan,� tanyanya.
�Aku pingin setubuhi kamu lagi sayang,� sahutku sambil tersenyum.

Vivi membuka kedua pahanya lebar-lebar, sehingga aku lebih leluasa menjilati vaginanya. Beberapa menit berlalu kusuruh dia menungging. Aku mengambil posisi dibelakangnya. Dari belakang, aku menjilati lubang anusnya, sambil tanganku mencucuk-cucuk lubang vaginanya.

Setelah kurasa cukup, kuarahkan penisku ke lubang vaginanya. Dan aku mulai mendorong maju pantatku. Sedikit demi sedikit penisku masuk ke lubang vaginanya. Semakin lama semakin dalam penisku memasukinya, sampai seluruhnya amblas, tertelan lubang vaginanya. Akupun mendorong pantatku maju mundur, membuat penisku keluar masuk dari lubang vaginanya.

�Ohh� Nikk� Matt� Mas� Enakk,� jeritnya tertahan. Sekitar tiga puluh menit berlalu, kutarik penisku dari lubang vaginanya hingga terlepas. Kemudian kugenggam penisku dan kuarahkan ke lubang anusnya.

�Jangan, Mass sakitt, ja� �jeritnya sambil meringis. Belum habis dia bicara, kudorong pantatku dengan keras. Dan Bless! Seluruh batang penisku masuk ke lubang anusnya. Kukocok lubang anusnya dengan irama pelan semakin lama semakin cepat, sambil tanganku mencucuk-cucuk lubang vaginanya. Dan Vivipun merasakan sensasi yang luar biasa dikedua lubangnya. Jeritan-jeritannya berganti dengan desahan-desahan nikmat penuh nafsu.

Aku semakin bersemangat mendorong-dorong pantatku, ketika kurasakan akan mencapai orgasme. Sepuluh menit kemudian penisku menyemburkan sperma didalam anusnya. Dan tak lama berselang Vivi menyusul, tubuhnya mengejang hebat. Kemudian Vivi terkulai lemas dan tertidur.

Aku kemudian berdiri dan mengenakan celanaku. Saat aku akan mengambil handuk ke dalam almari, tanpa sengaja aku menoleh keluar jendela. Samar-samar aku melihat sesosok bayangan wanita yang sedang berdiri dibalik jendela kamar. Rupanya orang itu sedang mengitip aku dan Vivi yang sedang bersetubuh dari balik korden yang lupa aku tutup.

Saat aku keluar mencarinya, wanita itu bergegas pergi. Aku membuntuti wanita itu. Melihat potongan tubuhnya dari belakang aku yakin kalau wanita itu adalah Tante Yeni, ibu kostnya Vivi. Dan aku keyakinanku semakin kuat, saat wanita itu masuk kekamar tidur Tante Yeni dan langsung menutup pintu. Aku berjalan mendekat dan berdiri di depan pintu kamarnya.

Aku mengintip dari lubang kunci. Dan memang benar, wanita yang tadi mengintipku adalah Tante Yeni. Sampai didalam kamar Tante Yeni melepaskan seluruh pakaiannya. Aku terkesima melihat tubuh Tante Yeni yang putih mulus dan sexy, meski sudah berumur sebaya ibuku. Membuat jantungku berdetak kencang. Nafsu birahiku yang baru saja tersalurkan bersama Vivi, perlahan-lahan bangkit lagi.

Pemandangan selanjutnya lebih seru lagi. Tante Yeni merebahkan tubuhnya diatas ranjang dengan kedua kaki terbuka lebar-lebar, memperlihatkan indahnya bentuk vaginanya. Tante Yeni meremas-remas buah dadanya sendiri dengan tangan kirinya. Perlahan buah dadanya mulai mengeras. Sedangkan tangan kanannya meraba-raba selangkangannya. Desahan-desahan nikmat keluar dari bibirnya, membuatku semakin tak tahan. Batang kemaluanku sudah berdiri tegak.

Dengan sangat hati-hati, aku membuka pintu kamarnya. Dan ternyata tidak terkunci. Sambil melepaskan celanaku, aku berjalan mengendap-endap mendekatinya. Tante Yeni yang sedang asyik meraba-raba tubuhnya sendiri, tidak tahu kalau aku masuk ke kamarnya.

Tanpa pikir panjang lagi, aku segera menindihnya. Tante Yeni sangat terkejut melihat kehadiranku. Aku segera menyumpal mulutnya yang sedang Terbuka saat dia hendak berteriak dengan mulutku. Dan aku langsung melumatnya. Tante Yeni yang sedang dirasuki nafsu birahi, membalas lumatanku dengan pagutan-pagutan yang tak kalah hebatnya.

Cukup lama aku melumat bibirnya, kemudian aku menjilati lehernya, terus turun ke buah dadanya yang sudah mengeras. Kedua buah dadanya aku jilati secara bergantian, membuat desahannya semakin keras. Aku menyudahi jilatanku pada kedua buah dadanya, kemudia aku berlutut ditepi ranjang, diantara kedua kakinya. Tanganku yang nakal mulai meraba-raba bibir vaginanya yang dicukur bersih.

Tanpa berfikir lama, aku menjulurkan lidahku, menjilati, menghisap dan sesekali kumasukkan lidahku ke lubang vagina Tante Yeni dan lidahku menari-nari di dalam lubang vaginanya. Tante Yeni mengangkat-angkat pantatnya, menyambut jilatanku. Rintihan-rintihan kecil keluar dari mulutnya setiap kali lidahku menghujam lubang vaginanya. Disaat dia sedang menikmati jilatanku, aku memasukkan jari-jariku ke dalam lubang vaginanya. Sambil sesekali aku menjilati lubang anusnya. Tante Yeni sangat menikmati perlakuanku, dia menekan kepalaku dan membenamkannya diselangkangannya.

Sepuluh menit berlalu, aku menyudahi jilatanku. Aku kemudian berdiri, sambil menarik pinggulnya ketepi ranjang, kedua kakinya kubuka lebar-lebar. Tanpa membuang waktu lagi, batang kemaluanku yang sudah tegang dari tadi langsung kuhujamkan ke lubang vaginanya. Tante Yeni menjerit saat batang kemaluanku yang besar dan panjang menerobos masuk ke lubang vaginanya. Aku merasakan jepitan bibir vaginanya yang begitu seret. Aku mulai menggerakkan pantatku maju mundur. Tante Yeni sangat menikmati setiap gerakkan pantatku, dia menggeliat dan mendesah disetiap gerakan kemaluanku keluar masuk dari lubang vaginanya.

Aku semakin mempercepat memaju mundurkan pantatku saat Tante Yeni memperlihatkan tanda-tanda orang yang mau orgasme.

�Ohh.., Don.., akuu.., mau.., keluarr,� jeritnya cukup keras. Tante Yeni menggelinjang hebat, kedua pahanya menjepit pinggangku. Rintihan panjang keluar dari mulutnya saat klitorisnya memuntahkan cairan kenikmatan. Aku merasakan cairan hangat yang meleleh disepanjang batang kemaluanku. Aku membiarkan Tante Yeni beristirahat sambil menikmati orgasmenya. Setelah Tante Yeni berhasil menguasai dirinya, tanpa membuang waktu lagi aku membalikkan tubuhnya dalam posisi menungging.

Lalu aku menciumi pantatnya. Tante Yeni mengeliat menahan geli saat lidahku menelusuri vagina dan anusnya. Kemudian aku meludahi lubang anusnya beberapa kali. Setelah kurasakan daerah itu benar-benar licin, aku membimbing batang kemaluanku dengan tangan kiriku sementara tangan kananku membuka lubang anusnya. Tante tak bereaksi apa-apa dan membiarkan saja apa yang kulakukan. Perlahan kudorong pantatku. Tante Yeni merintih sambil menggigit bibirnya menahan rasa perih akibat tusukan kemaluanku pada lubang anusnya yang sempit. Setelah beberapa kali mendorong dan menarik akhirnya seluruh batang kemaluanku masuk ke lubang anusnya.

Sambil menikmati jepitan lubang anusnya, aku mendiamkan sebentar batang kemaluanku disana untuk beradaptasi. Tante Yeni menjerit saat aku mulai menghujamkan kemaluanku. Tubuhnya terhentak-hentak ketika sodokkanku bertambah kencang dan kasar. Sambil terus meningkatkan irama sodokkan, tanganku dengan kasar mencucuk-cucuk lubang vaginanya. Akibat menahan sensasi nikmat ditengah-tengah rasa ngilu dan perih pada kedua lubang bawah tubuhnya, Tante Yeni sampai menangis. Setiap kali aku menyodokkan kemaluanku ke lubang anusnya, dia mengaduh namun dia tak mau aku menyudahinya. Sampai akhirnya kurasakan suatu perasaan yang sangat nikmat mengaliri sekujur tubuhku.

Aku mengerang panjang, saat mengalami orgasme yang pertama. Tanganku mencengkeram keras pantatnya. Aku menumpahkan seluruh spermaku didalam lubang anusnya. Tubuhku menegang beberapa saat, kemudian terkulai lemas. Tak lama kemudian Tante Yeni menyusul, dia mengeram sambil tangannya mencengkeram bantal kuat-kuat. Cairan hangat dan kental meleleh dari lubang vaginanya.

Dengan nafas yang masih memburu dan tubuh yang masih lemas, Tante Yeni bangkit kemudian duduk ditepi ranjang. Dia meraih batang kemaluanku lalu memasukkan ke mulutnya. Tante Yeni menjilati sisa-sisa sperma yang masih blepotan dibatang kemaluanku sampai bersih tanpa tersisa setetespun. Tante Yeni tersenyum puas merasakan nikmat yang sudah cukup lama tidak dirasakannya, sejak dia bercerai dengan suaminya.

Tanpa malu-malu dia meminta aku agar menyutubuhinya lagi. Aku menuruti permintaannya, kami bersetubuh sampai pagi. Sampai kami benar-benar kelelahan. Pagi-pagi sekali aku meninggalkan Tante Yeni yang masih tidur tanpa busana dan masuk kekamar Vivi. Dimana Vivi juga sedang tidur pulas. Aku mengenakan seluruh pakaianku, kemudian pergi tanpa pamit. Meninggalkan kenangan-kenangan nikmat untuk mereka berdua. Sekali waktu aku mengunjungi Tante Yeni dan Vivi untuk menikmati lagi tubuh mereka.


Artikel Cerita dewasa lainnya


Share:

pcash

FeedJit